
Davin terus mencari Kayra sehingga sudah malam hari. Malam hari yang di sertai hujan deras dan Davin sedang berada di dalam mobilnya yang terparkir di pinggir jalan dengan Davin yang membaca surat dari Kayra.
..."Davin jika surat ini sudah di tangamu berarti aku sudah pergi. Setelah apa yang kita lakukan tadi malam. Aku tidak bisa menggambarkan perasaanku seperti apa. Biasanya saat kita melakukan hubungan intim. Ketika aku bangun terlebih dahulu....
...Aku akan berlama-lama di pelukanmu untuk menatapi wajahmu dengan jari-jari ku yang menelusuri wajahmu. Aku merasa wanita yang begitu bahagia. Di mana aku tersenyum dengan terus menatap wajahmu. Dan jika kamu bangun terlebih dahulu. Kamu sengaja tidak membangunkanku. Dan saat aku terbangun. Kamu akan menyiapkan hal romantis untukku yang membuat aku layaknya wanita yang paling beruntung....
...Tetapi semuanya ternyata tidak seperti itu. Aku harus merasakan hati yang sangat hancur dan sangat kecewa. Saat untuk pertama kalinya kamu meninggalkan ku di dalam kamar setelah selesai melakukan hal itu. Kamu hanya berpesan melalui pesan singkat dengan mengatakan jujur kamu menemui wanita lain....
...Sakit Davin sangat sakit. Tetapi aku pikir sakitnya hanya sampai di situ. Ternyata kamu meninggalkan kartu kredit untukku. Menyuruhku untuk happy dan saat itu aku menjadi siapa diriku sebenarnya. Jika bertahannya pernikahan itu hanya karena aku di jadikan pemuas nafsu dan di bayar setelah mendapatkannya....
...Tidak tau bagaimana lagi menggambarkan rasa sakit itu dan untuk yang terakhir dalam hubungan kita. Aku yang terbangun terlebih dahulu. Namu bukan senyum. Tetapi air mata dalam menatap wajahmu yang harus aku sadari kau bukan milikku....
...Aku sudah berusaha bertahan Davin. Tetapi ternyata aku tidak sekuat itu. Mungkin bagimu semua hanya spele. Tetapi kau tidak tau bagaimana perasaanku yang sangat sakit....
...Mana ada Davin seorang istri yang tidak cemburu atau sakit hati saat suaminya harus berduan dengan wanita lain. Setelah kau meninggalkanku. Aku harus melihatmu dengannya berduaan menonton rekaman masa lalu kalian yang begitu indah dan juga tepat di depan mataku wanita yang mencintai menciummu....
...Air mataku harus jatuh dengan kamu dan dia yang tertawa terbahak-bahak. Kau sangat menghiburnya Davin sehingga lupa dengan luka yang setiap hari yang kau goresankan kepadaku....
...Davin semenjak kecelakaan Pricilla yang akhirnya kamu menyalahkanku. Kamu sadar tidak jika aku melakukan semuanya sendiri. Beberepa kali cek kandungan sendiri. Apa-apa sendiri. Seakan kamu sudah melatihku hidup tanpamu....
...Janji kamu menemaniku, menghabis kan waktu setiap weekend di pantai. Ternyata kau hanya melakukannya sendiri tanpa kamu. Semua kulakukan bersama anak di kandunganku dengan air mata dan kamu hanya terus tertawa tanpa memikirkanku. Lalu di mana letak aku harus bertahan Davin....
...Aku tidak bisa bertahan. Bahkan pada kesempatan terakhir. Kau juga mengabaikanku. Aku semakin sadar. Jika memang aku tidak pantas untukmu. Bukan dia yang menjadi orang ke-3. Tetapi justru aku yang menjadi orang ketiga di antara kalian....
__ADS_1
...Aku tidak sadar siapa aku yang berani jatuh cinta padamu. Padahal jelas kita punya kesepakatan. Tetapi aku malah dengan pedenya harus jatuh cinta dan ternyata ini resikonya sangat sakit....
...Tetapi aku harus mengakui. Aku sangat bahagia saat-saat melalui hidup bersamamu. Walau hanya sebentar aku merasa seperti wanita normal dan merasa di cintai. Walau ternyata tidak. Semua janji yang kamu ucapkan tidak di tepati dan tidak apa-apa. Aku memakluminya. Karena kamu memang tidak mempunyai perasaan apapun kepadaku....
...Jangan khawatir Davin. Aku tidak akan menggangu mu lagi. Baik uangmu dan juga kehidupanmu. Aku pergi membawa perasaan ku yang aku tidak tau apakah akan hilang atau tidak. Tetapi aku berharap perasaanku akan memudar. Karena jika tidak aku akan semakin sakit....
...Aku juga membawa anak kita. Mungkin hanya ini yang membuatku bertahan. Tidak akan ada pertemuan di antara kita lagi. Karena hubungan kita berdua sudah berakhir. Aku berdoa semoga kamu baik-baik saja dengan kehidupanmu dan jangan khawatir aku juga akan baik-baik saja bersama anak ini....
...Kamu telah memilihnya dan dia yang terbaik untukmu dan satu Davin yang ingin aku katakan. Kau sangat menyakiti dan hanya dengan membawa anak yang kau inginkan bisa sedikit mengobatiku. Aku bersumpah kau tidak akan pernah bisa melihat anak ini. Itu hukuman dari ku....
...Sekarang semunya sudah berakhir sesuai dengan kesepakatan kita. Kamu mendapatkan apa yang kamu mau dan aku juga mendapatkan resiko karena memainkan perasaan dalam perjanjian ini. Tetapi semua sudah impas. Sudah tidak ada hutang di antara kita....
...Meski tidak mendapat balasan kata cinta dari mu atau tidak mendapatkan ucapan cinta darimu. Tetapi aku masih ingin mengatakan sekali lagi. Jika aku sangat mencintaimu. Selamat tinggal Davin....
"Kayra!" lirih Davin dengan tangisnya yang terisak yang baru merasakan kehilangan setelah tidak ada seseorang yang mencintainya.
Tangannya memukul-mukul stri mobil dan bahkan sampai menjedotkan kepalanya sendiri dengan terus menyebut nama Kayra dalam penuh penyesalan.
" Argggg!" teriak Davin dengan suaranya yang menggelar, "kau tidak seharusnya pergi Kayra. Kau tidak bisa melakukan semua ini kepadaku. Kau terus salah paham Kayra!" teriak Davin dengan penuh penyesalan seperti biasa penyesalan selalu datang terlambat.
Kayra sendiri berada di dalam Taxi dengan kepalanya yang bersandar pada pintu mobil. Melihat jalanan yang di basahi air hujan sama dengan jalanan yang terus di basahi. Wajah Kayra juga di basahi dengan air mata. Dengan tangannya yang terus mengusap-usap perutnya.
"Ini adalah takdirmu Kayra. Kau harus menjalaninya apapun yang terjadi kau boleh mengeluh. Tetapi harus sadar diri juga. Karena ini kesalahan yang kau perbuat sendiri. Kau yang bersalah Kayra. Kau yang sudah bersalah," batin Kayra yang menangis terisak-isak di dalam Taxi.
__ADS_1
Kayra juga memegang jari manisnya yang kosong tanpa adanya cincin lagi. Karena Kayra sudah mengembalikannya kepada Davin.
Hanya menangis yang bisa di lakukan Kayra dalam keputusannya yang telah di ambilnya. Pergi adalah keputusan yang tepat dari pada terus merasakan luka yang semakin dalam dan jangan tanya dia mau kemana. Itu tidak ada di pikirannya saat ini.
********
Sudah larut malam Davin baru pulang kerumahnya dengan sedikit basah. Langkahnya yang tidak bersemangat memasuki rumah itu yang pulang tanpa istrinya yang sudah di cari sejak tadi.
Di ruang tamu ada Oma, Altarik, Dion, Zoy dan Reyhan. Mereka terkejut melihat pintu utama menampilkan Davin yang sudah entah seperti apa. Sangat kacau balau.
"Davin!" Altarik langsung menghampiri Davin yang terlihat berantakan.
"Davin apa yang kamu lakukan? kamu juga harus jaga kesehatan. Kamu istirahat dulu," ucap Altarik yang begitu prihatin pada putranya.
"Dion, Reyhan ayo bawa Davin!" titah Altarik Dion dan Reyhan langsung menghampiri Davin yang lemas yang membawa Davin kekamarnya. Namun Davin berhenti saat di depan Oma yang hanya menatapnya nanar.
"Kenapa melakukan ini kepadaku?"tanya Davin dengan suara seraknya menatap sendu wajah Omanya. Oma melihat wajah Davin yang sudah tidak bersemangat lagi.
"Apa maksudmu?" tanya Oma balik.
"Oma pasti mmebantunya bukan. Oma pasti yang menyuruhnya pergi. Oma sangat ingin melihatku menderita. Makanya Oma membujuknya untuk meninggalkanku kan?" tanya Davin tersenyum getir yang merasa Omanya ada di balik semua ini. Karena Kayra tidak mungkin tidak bisa di temukannya jika tidak ada orang yang membantu di belakang Kayra.
Bersambung
__ADS_1