
Pertanyaan Davin di anggukkan Altarik yang memang benar apa adanya.
" Papa serius?" tanya Davin yang masih ragu.
" Ya papa tidak punya pilihan dan kami pun menikah kontra saat itu. Dan kamu tau Eyang buyut masih saja menunda-nunda Pengalihan perusahan atas nama papa. Persis seperti kamu ini. Jadi papa melakukan cara yang jitu dengan papa membuat kamu secara terpaksa," lanjut Altarik dengan senyum-senyum mengingat masa lalunya yang menggelikan.
Namun Davin masih schok dan merasa aneh dengan papanya itu. " Apa maksud papa membuatku secara terpaksa?" sahut Davin.
" Dalam pernikahan kontrak mama dan papa dilarang berhubungan intim. Tapi karena papa sudah gila jabatan," Altarik mendekatkan mulutnya pada telinga Davin, " Jadi papa terpaksa memperkosa mamau saat mama mu tidur," bisik Altarik membuat Davin benar-benar terkejut sampai matanya melotot.
" Papa melakukan itu," pekik Davin dengan napasnya naik turun.
" Ya tidak ada yang salah dong kan sudah suami istri juga. Dan dengan begitu mama hamil dan Perusahaan jadi milik papa," lanjut Altarik bercerita tanpa dosa.
" Jadi aku anak hasil dari keserakahan papa dan juga dari perkosaan," sahut Davin kesal tampak tidak terima.
" Alah kamu ini berlebihan. Papa sama mama sudah menikah. Jadi itu tidak salah. Yang penting lihat hasilnya saat kamu dewasa, kamu sangat tampan dan sempurna. Lihatlah walau hasil mencuri-curi untuk memproduksi kamu. Hasilnya begitu sempurna seperti sekarang ini," ucap Altarik yang membanggakan hasil produksinya.
Davin berdecak kesal dengan kelakukan papanya di masa lalu, " Lalu bagaimana mama, ketika tau hal itu?" tanya Davin penasaran lanjutan ceritanya.
" Ya mau gimana lagi namanya sudah terjadi. Biasalah wanita pasti ada adegan-adegan dramatis masuk kamar mandi terus nangis-nangis ya namanya kehormatan hilang. Tapikan hilangnya secara halal. Ya saat itu mamu sih berlebihan ya biasalah cewek," jelas Altarik dengan santai.
" Papa ini benar-benar keterlaluan. Dan iya perniakahn papa kontrak apa papa bercerai setelah papa mendapatkan semuanya?" tanya Davin ingin tau kisah selanjutnya.
" Mungkin papa pikir iya dan kesepakatan kami seperti itu. Tetapi siapa yang menduga-duga, bisa-bisanya papa malah jatuh cinta pada mamu dan bahkan setelah Perusahan menjadi milik papa. Papa malah tidak menginginkan Perusahaan tapi lebih menginginkan kamu dan mamamu tetap di sisi papa dan itu sampai bertahun-tahun. Sampai akhirnya mamamu tiada. Ya dia menyerahkan hidupnya pada papa sampai dia sekarang berada di tempat yang terbaik. Memang tidak ada yang tau cinta itu kapan datang," ucap Altarik di mana raut wajahnya menjadi sedih. Karena mengingat almarhum istri pertamanya.
" Lalu apa yang bisa di petik dari pengalaman hidup papa?" tanya Davin masih saja darah tinggi, namun terus ingin tau kisah papanya itu.
__ADS_1
" Intinya ambisi itu akan hilang sendiri ketika kamu jatuh cinta. Papa senang kamu sudah menikah dan tidak melakukan apa yang papa lakukan," ucap Altarik tidak tau saja apa yang terjadi.
" Jadi tidak heran. Tiba-tiba aku mempunyai ide untuk menikah kontrak. Karena papa saja melakukan hal itu dan aku sendiri di produksi dengan mencuri-curi," batin Davin tampaknya kesal mengetahui asal usul terjadinya dirinya.
" Davin mungkin setelah kamu punya keturunan, Eyang akan mengalihkan seluruhnya Perusahaan kepadamu. Jadi bersabarlah, kamu nikmati saja pernikahan kamu dengan istrimu," ucap Altarik.
" Apa itu maksud papa. Aku harus memperkosa istri ku juga," celetuk Davin.
" Ya ngapain memperkosa dia. Kamu sama dia menikah, emang harus main kasar-kasaran. Kecuali....." Altarik tiba-tiba mencurigai Davin.
" Kamu tidak menikah kontrak dengan dia kan?" ucap Altarik menduga-duga.
" Ya nggaklah," bantah Davin dengan cepat. Mendengarnya Altarik bernapas lega. Jangan sampai anaknya mengikuti jejaknya.
" hhhhhh, syukurlah, papa pikir iya lagi, jangan sampai kamu mengikuti prilaku tercela papa," sahut Altarik.
" Ya mau gimana lagi. Namanya sudah terlanjur. Karena dengan begitu juga akhirnya Eyang buyut kamu bisa memberikan Perusahaan pada papa dan mungkin nanti kamu juga akan seperti itu. Jadi bersabarlah. Jalani aja pernikahan kamu dulu. Dan percayalah kamu akan mendapatkan perusahaan jika itu sudah waktunya Jadi jangan baper dengan cerita papa. Semuanya itu hanya masa lalu dan menurut papa itu indah," sahut Altarik memberikan anaknya itu pengarahan.
" Papa ternyata juga dulu menikah dengan mama dengan surat kontra. Jadi jangan salahkan aku, jika aku juga demi kekuasaan akhirnya menikah dengan kontrak. Tetapi aku tidak akan seperti papa pernikahan itu sampai jatuh cinta. Karena tidak mungkin aku akan jatuh cinta kepada wanita seperti itu," batin Davin yang yakin dengan perasaannya.
" Tetapi anak. Apa iya ketika aku mempunyai anak. Perusahaan akan menjadi milikku," Davin jadi kepikiran dengan kata-kata papanya.
" Davin, kamu kenapa bengong?" tanya Altarik heran.
" Tidak pa, tidak apa-apa. Davin hanya pusing melihat papa," ucap Davin.
" Kenapa pusing memang papa salah apa. Sudah di katakan jangan baper dengan cerita papa," sahut Altarik.
__ADS_1
" Ahhhhh..... Sudah Davin mau kekamar dulu," ucap Davin berdiri.
" Mau ngapain?" tanya Altarik.
" Ya mau tidurlah ya mau ngapain lagi," jawab Davin sewot.
" Ohhhh, papa pikir mau bikin cucu," goda Altarik.
" Apaan sih pa, nggak penting,"'sahut Davin kesal.
" Bikin cucu kok nggak penting," sahut Altarik.
" Sudah nggak usah mikir aneh-aneh. Pusing tau," sahut Davin kesal. sdan langsung pergi. Altarik geleng-geleng dengan kepergian Davin.
" Ya papa tau kamu itu sangat keras kepala. Tetapi papa tau kamu anak yang baik. Buktinya kamu memutuskan untuk menikah. Semoga pernikahan kamu terus langgeng bersama Kayra, gadis pilihan kamu. Syukur-syukur Davin tidak mengikuti jejakku," batin Altarik dengan tersenyum lebar yang berdoa yang baik-baik untuk putranya itu.
*********
Kayra baru selesai mandi dan masih menggunakan handuk mandi sepadanya. Kayra berdiri di depan cermin di kamar mandi dengan mengeringkan rambutnya yang basah.
" Astaga kenapa aku tidak bawa sekalian Cream wajah malam ku," ucap Kayra yang menyadari ada yang ketinggalan.
" Sebaiknya aku ambil dulu, biar sekalian beres dan langsung istirahat, soalnya sudah ngantuk juga," ucap Kayra yang keluar dari kamar mandi.
Keluarnya Kayra dari kamar mandi bersamaan dengan masuknya Davin kekamar. Namun Kayra tetap berjalan ke arah cermin untuk mengambil apa yang ingin di ambilnya. Entah dia melihat Davin atau tidak. Tetapi Davin malah bengong di depan pintu yang matanya terus melihat Kayra berdiri di depan cermin.
Jakun Davin sampai naik turun yang melihat Kayra yang harus di akuinya memiliki tubuh perfect. Tubuh yang begitu bagus dan juga putih mulus. Kaya sibuk mencari-cari di meja riasnya dan sedikit membungkukan tubuhnya membuka laci dan jelas melihat hal itu Davin bertambah kepanasan dan bisa-bisa Davin mengingat perkataan papanya.
__ADS_1
Bersambung