
" Oma suka tanaman?" tanya Kayra yang terlihat basa-basi ya supaya tidak tegang-tegang amat dan ada pembicaraan saja.
" Ya bisa di katakan Oma menyukai tanaman," jawab Oma dengan sebentar melihat Kayra, " kamu sendiri bagaimana apa menyukai tanaman?" tanya Oma.
" Tidak terlalu Oma," jawab Kayra apa adanya. Oma hanya mengeluarkan senyum tipisnya.
" Begitu rupanya," sahut Oma tersenyum tipis.
" Oh iya Kayra apa kamu masih bekerja?" tanya Oma.
" Iya Oma, kebetulan aku memang tetap kuliah dan bekerja meski sudah menikah," ucap Kayra.
" Ya terkadang hobi kita dalam bekerja memang tidak bisa kita pungkiri meski sudah mempunyai suami yang bisa di katakan suami kita padahal begitu berkecukupan," ucap Oma.
" Iya Oma dan Kayra dan Davin juga tidak mempermasalahkan itu dan memang sebelum menikah sudah membahas masalah itu dan kita juga sepakat untuk itu," ucap Kayra menjelaskan sedikit.
" Oma mengerti. Tapi kamu juga harus tau posisi kamu yang sudah sebagai istri. Jadi jangan karena bekerja kamu melupakan tugas dan kewajiban kamu sebagai istri. Karena itu yang paling utama," ucap Oma memberi ingat pada Kayra.
" Iya Oma Kayra mengerti dan paham masalah itu," sahut Kayra dengan tersenyum tipis. Oma tersenyum dan melihat Kayra dengan intens seperti ada yang ingin di katakannya.
" Apa aku sebaiknya membahas semua ini pada Kayra. Aku melihat hubungannya dan Davin terlihat begitu kaku, aku harus mencoba menyelediki ya," batin Oma tampak berpikir sesuatu.
" Mari duduk Kayra, jangan berdiri saja!" ajak Oma menghentikan pekerjaannya dan duduk di kursi yang ada di sana. 2 kursi yang di tengahnya ada meja bulat.
" Baik Oma," sahut Kayra yang langsung duduk.
" Kita jarang mengobrol tidak ada salahnya kan seorang nenek mengobrol dengan cucu menantunya," ucap Oma basa-basi.
__ADS_1
" Iya Oma tidak ada salahnya. Mungkin Kayra juga sibuk. Jadi tidak sempat bicara dengan Oma," sahut Kayra menanggapi santai.
" Kayra 2 Minggu lagi Davin akan ulang tahun yang 30 dan perayaannya akan di adakan di perusahaan. Yang pastinya di sana kamu juga akan di kenalkan sebagai istrinya Davin. Karena mengingat pernikahan kalian tidak di publik," ucap Oma.
" What jadi saat ulang tahun Davin. Aku akan di kenalkan sebagai istrinya. Semua orang akan tau dong jika aku istrinya. Termasuk pak Aldo dan terlebih lagi mantan kekasih Davin. Ya ampun bagaiamana ini. Apa Davin tau semua ini," batin Kayra yang terlihat begitu panik.
" Kayra!" tegur Oma.
" Hah! iya Oma," sahut Kayra terlihat gugup.
" Kamu ini kenapa Oma perhatikan kamu ini bengong terus?" tanya Oma dengan heran.
" Tidak Oma. Kayra tidak apa-apa kok. Hanya saja masalah acara ulang tahun Davin. Davin tidak membicarakannya pada Kayra. Makanya Kayra sedikit kaget," ucap Kayra dengan tersenyum kaku.
" Sepertinya hubungan kamu dengan Davin tidak sebaik itu. Sampai kalian berdua banyak tidak saling mengetahui," sahut Oma dengan sedikit sindiran. Kayra mendengarnya kesulitan menelan salivanya.
" Tidak kok Oma," sahut Kayra langsung membantah pikiran Omanya. Ya dia mendadak panik dengan kata-kata Omanya dan takut salah bicara.
" Mungkin Davin sangat sibuk. Jadi tidak sempat membahasnya denganku. Biasanya dia selalu bercerita apa yang ingin di ceritakannya," ucap Kayra yang tidak ingin Omanya salah paham.
" Benarkah, kalian sering berbagi cerita?" tanya Oma yang tampak tidak percaya.
" Benar Oma," jawab Kayra dengan tersenyum tipis, ya pasti Kayra bohong. Karena dia tidak begitu dekat dengan Davin.
" Apa Davin juga menceritakan atau menjelaskan pada kamu dengan apa yang kamu lihat kemarin di Mall. Davin dan wanita lain?" tanya Oma menatap Kayra serius.
Mendengarnya sampai diam dengan kesulitan menelan salivanya, " astaga Oma memang tau semuanya dan Oma pasti heran dengan sikapku pada saat itu yang tidak marah sama sekali," batin Kayra baru menyadari. Jika pertengkaran suaminya kemarin itu juga ada dirinya di dalamnya.
__ADS_1
" Davin tidak menjelaskan kepada kamu tentang wanita itu? atau justru kamu juga tidak bertanya dan tidak ingin tau?" tanya Oma mengintimidasi Kayra. Membuat Kayra semakin dek-dekan.
" Kayra Oma sedang bertanya?" tegur Oma saat melihat Kayra kembali bengong.
" Dia menjelaskannya Oma, dan Kayra hanya salah paham saja. Karena memang mereka tidak ada hubungan apa-apa sama sekali. Jadi tidak ada juga yang harus di jelaskan lagi," jawab Kayra dengan tenang bicara.
" Hmmm, baguslah jika apa yang terjadi tidak membuat pernikahan kalian renggang dan kamu juga tidak membesar-besarkan masalah itu," sahut Oma merasa lega dengan jawaban Kayra.
" Iya oma. Karena kami saling mempercayai Oma," sahut Kayra dengan tenang sembari mengeluarkan senyum.
" Kamu boleh percaya sepenuhnya. Tetapi kamu juga harus ingat untuk menjaga rumah tangga kamu dan jangan kasih cela untuk orang ke-3 masuk kedalam rumah tangga kamu. Karena intinya ada pada kamu dan iya Oma dan Davin belakangan sering bertengkar karena masalah Davin yang merasa di bohongi," ucap Oma membuat Kayra menautkan ke-2 alisnya.
" Bohong! Maksud Oma?" tanya Kayra heran.
" Oma memang ingin memberikan warisan Perusahan pada Davin. Karena Davin cucu pertama dan juga seorang Pria yang bisa melanjutkan alih perusahaan utama. Namun Oma memberi syarat untuk dia menikah dulu. Karena memang seorang pimpinan harus mempunya istri dan Davin melaksanakannya dan Oma tidak tau apakah dia benar-benar niat melaksanakan pernikahan itu atau hanya sekedar karena obsesinya yang ingin Perusahaan menjadi miliknya," jelas Oma.
" Lalu kenapa Oma bilang Davin merasa di bohongi?" tanya Kayra heran.
" Karena Oma tidak jadi memberikan warisan itu kepadanya," jawab Oma membuat Kayra kaget.
" What. Jika tidak jadi apa itu artinya semua usaha Davin sisa-sisa," batin Kayra yang terlihat terkejut.
" Alasan Oma karena ragu nya dengan pernikahan kalian," ucap Oma yang membuat Kayra shock dengan menelan salivanya, " terlebih lagi dengan pertemuan Davin dengan wanita itu," lanjut Oma.
" Tapi Oma, bukannya itu hak Davin dan lagian kami baik-baik saja dan wanita yang Oma bilang bukannya memang tidak ada hubungan dengan Davin. Dia hanya masa lalu Davin saja," sahut Kayra yang terlihat ingin membantu Davin mendapatkan haknya. Bahkan Kayra sampai membela Davin di depan Oma.
" Itu memang akan menjadi haknya dan juga hak kamu, tetapi belum saatnya. Karena Oma melihat banyak keraguan dan Davin juga sulit di percaya. Dan mungkin Oma akan bisa mempertimbangkan semuanya jika kamu sudah hamil," sahut Oma membuat Kayra kaget sampai jantungnya tiba-tiba berhenti berdetak.
__ADS_1
" Hamil!" pekik Kayra dengan wajah terkejutnya saat mendengar perkataan Omanya mengenai kehamilan.
Bersambung