Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 235


__ADS_3

Kayra dan Davin di pagi hari ini mengantarkan Brian bersama-sama ke sekolah. Semenjak masalah Pricilla terungkap. Davin memang menghabiskan banyak waktu bersama Brian dan pasti dengan Kayra juga. Bahkan Davin sering menginap di Apartemen Kayra.


Mungkin masih ada sesuatu yang membuat Kayra belum yakin dengan Davin untuk hidup bersama kembali. Namun sih hubungan mereka sudah banyak kemajuan.


Begitu sampai di sekolah Brian Davin dan Kayra langsung turun dari mobil yang sama-sama mengantarkan Brian memasuki sekolah dengan menggandeng tangan putra mereka.


"Brian harus belajar yang rajin dan jadi anak pintar," ucap Kayra yang berpesan.


"Baik mamah jangan khawatir mama," jawab Brian yang tersenyum mengangguk.


"Ya sudah kalau begitu Brian masuk kelas. Jangan lupa ya Brian nanti makan siang," ucap Davin.


"Baik pah. Nanti yang jemput Brian siapa?" tanya Brian.


"Papa yang jemput Brian," sahut Davin.


"Baiklah kalau begitu," sahut Brian tersenyum mengangguk.


"Brian!" tiba-tiba suara anak perempuan yang tidak asing memanggil Brian membuat Brian, Kayra dan Davin melihat anak tersebut yang ternyata Cika yang di antarkan wanita lain yang bukan Pricilla. Kayra dan Davin saling melihat ketika sang anak sudah berada di depan mereka.


"Eh Cika, kamu sama siapa!" tanya Brian.


"Aku sama mbak aku," jawab Cika.


"Memang mama kamu kemana?" tanya Brian.


"Katanya mama aku ada urusan sudah 2 hari tidak pulang," jawab Cika. Davin Kayra saling melihat lagi. Mungkin saja Pricilla sedang berurusan dengan Polisi. Karena Davin memang melaporkan Pricilla supaya mendapat efek jera.


"Oh begitu rupanya," sahut Brian.


"Hay Dokter cantik. Dokter apa kabar?" tanya Cika dengan menggemaskannya.


"Baik-baik aja Cika," jawab Kayra tersenyum.

__ADS_1


"Hay papa," sapa Cika pada Davin yang memanggil Davin papa yang membuat Kayra dan Davin terkejut.


"Kenapa kamu memanggil papa ku dengan papa?" tanya Brian heran.


"Mama ku bilang ini papa ku," jawab Cika dengan polosnya. Pricilla memang mengenalkan Cika dengan Davin saat pertama kali bertemu Davin dan memanggil dengan sebutan papa dan Cika tidak tau apa-apa. Itu bohong apa tidak. Pada intinya kata itu masih teringat di pikirkannya.


"Mama kenapa papa kami sama?" tanya Brian tampak kecewa dengan wajahnya yang cemberut.


"Sayang!" sahut Kayra yang tidak tau menjelaskan bagaimana. Karena Cika juga tidak salah, dia anak kecil yang di manfaatkan Pricilla dan Kayra juga takut menyakiti Cika ketikan mengatakan apa yang sebenarnya.


"Papa Davin hanya papa Brian. Kenapa Cika juga mama," rengek Brian yang tidak ingin papanya di miliki orang lain.


"Brian papa memang hanya papa Brian," sahut Davin yang berjongkok yang menegaskan pada Brian, "cuma Brian anak papa," ucap Davin meyakinkan Brian.


"Lalu Cika bagaimana. Bukannya papa juga papa Cika!" sahut Cika.


"Hmmm, Cika begini sebenarnya saya ini...."


"Brian, sudah ya sayang, Brian harus masuk kelas. Brian itu anak mama dan papa. Nanti pulang sekolah papa sama Mama akan cerita pada Brian. Namun sekarang Brian harus masuk harus belajar," ucap Kayra dengan lembut menegaskan pada putranya itu.


"Baiklah mah kalau begitu. Ayo Cika kita masuk kesal," ajak Brian.


"Ayo!" sahut Cika.


Brian dan Cika akhirnya masuk kesal bersama. Untung saja Brian penurut. Jadi Brian tidak banyak tanya sama sekali dan Kayra dan Davin bisa menyiapkan penjelasan untuk Brian nantinya.


"Kayra kenapa menghentikanku. Aku harus mengatakan dengan tegas pada anak itu. Kalau aku bukan ayahnya dan kamu lihat Brian dia tampak marah dan kecewa seakan apa yang di pikirkannya benar. Kamu tidak seharusnya menghentikan ku untuk memberi penjelasan pada Cika," ucap Davin heran.


"Davin aku tau kamu tidak ingin membuat Brian marah. Namun Davin kita juga tidak bisa langsung mengatakan pada Cika begitu saja. Kita harus pelan-pelan dia masih anak-anak. Terlebih lagi Pricilla juga tidak bersamanya dan dia juga anak yang sakit. Jangan sampai apa yang kita katakan nanti membuatnya sedih dan aku takut kondisinya menurun," ucap Kayra yang sangat berbaik hati pada Cika. Walau sang ibu sudah melakukan banyak kejahatan.


"Tapi mau kapan kita akan menjelaskan semua ini?" tanya Davin.


"Aku yang akan menjelaskan pada Cika dengan pelan-pelan," jawab Kayra.

__ADS_1


Davin menghela napasnya, "baiklah kalau begitu. Aku hanya tidak ingin Brian kecewa kepadaku," ucap Davin.


"Aku mengerti," sahut Kayra.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita pergi!" ajak Davin. Kayra mengangguk dan mereka kembali masuki mobil bersama-sama.


************


Rumah sakit.


Mobil Davin sampai juga di rumah sakit dan Kayra dan Davin langsung turun bersama-sama memasuki rumah sakit. Namun di lobi Dokter Bella melihat hal itu. Melihat Kayra turun dari mobil Davin dan kedekatan Kayra dan Davin.


"Ada hubungan apa sih mereka. Pasti si wanitanya ke ganjenan. Aku yakin sih wanita ini pasti sedang berusaha merayu pak Davin. Dasar murahan. Apa menurut dia dia lantas gitu untuk bersanding dengan pak Davin,"


"Kadang-kadang memang tidak sadar diri. Seharusnya dia sadar. Dia itu hanya janda yang tidak pantas untuk pak Davin. Karena jelas aku yang pantas di sini," desis Bella yang begitu syirik dengan kedekatan Davin dan Kayra. Mungkin dia menyukai Davin makanya sampai seperti itu yang rasa-rasanya ingin memiliki Davin.


"Hmmm, aku harus melakukan sesuatu!" gumam Bella dengan tersenyum miring dan langsung menghampiri Davin yang berjalan bersama Kayra yang sepertinya Bella ingin melakukan sesuatu.


"Pak Davin!" sapa Bella dengan ramahnya membuat Kayra menghela napas saja.


"Ada apa?" tanya Davin dengan ketus.


"Saya perwakilan Profesor Ari. Ingin meeting dengan pak Davin," jawab Bella.


"Kenapa harus kamu, memang di mana profesor Ari?" tanya Davin yang sepertinya ada jadwal meeting dengan Dokter senior di rumah sakit itu.


"Sedang ada urusan di luar dan meminta saya untuk menggantikannya. Saya di sinikan Dokter senior juga dan memang saya yang selalu mewakili Dokter-dokter penting lainnya karena posisi saya di rumah sakit ini jauh lebih tinggi dari pada Dokter di bawah saya," ucap Bella yang melihat ke arah Kayra. Bella ini sepertinya sekalian menyindir Kayra dengan menegaskan pada Kayra bahwa posisi Kayra tidak ada apa-apanya.


"Begitu rupanya. Ya sudah langsung keruangan saya," sahut Davin yang langsung pergi yang tidak mau banyak tanya lagi.


Bella tersenyum dan melihat ke arah Kayra dengan senyum mengejek Kayra yang seakan Bella mengatakan jika dia jauh lebih hebat dari lada Kayra. Namun Kayra terlihat santai saja dan tidak peduli dengan Bella.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2