
Setelah mentari kembali tiba Davin dan Kayra pun akhirnya kembali ke tempat pengungsian. Untungnya tidak terjadi bencana saat cuaca buruk. Malah terjadi hal yang tidak terduga di antara Davin dan Kayra. Juga tanda tanya untuk hubungan Dion dan Zoy. Zoy yang tanda tanya sih karena Zoy tidak bingung dengan kata-kata Dion.
Mereka sudah tiba kembali di pengungsian dan kembali beraktifitas seperti biasanya yang mana Kayra yang kembali menanggani pasien-pasien.
"Kayra!" tegur Anggi.
"Iya kenapa?" tanya Kayra.
"Kamu semalam di mana?" tanya Anggi.
"Lagi kerumah sakit di pusat kota mau mengambil obat," jawab Kayra apa adanya.
"Sama Pak Davin?" tanya Anggi membuat Kayra melihat kearahnya.
"Aku juga tidak melihat Pak Davin. Hmmmm kalian berdua sebenarnya ada hubungan apa sih. Kok kelihatan ada sesuatu gitu?" tanya Anggi kepo. Kayra diam. Dia tidak tau harus memulai menjawab dari mana. Apa mungkin harus menceritakan dari awal.
Tetapi tidak ada lagi yang harus di sembunyikannya dari hubungannya dan juga Davin. Karena orang-orang juga pasti sudah tau. Apa lagi dia dan Davin berpelukan di depan umum.
"Ternyata kalian berdua di sini," sahut Maya yang tiba-tiba datang membuat Kayra dan Anggi kaget dengan Maya yang berlari ngos-ngosan.
"Maya kamu ini ngagetin aja deh, kebiasaan tau," sahut Anggi.
"Sorry-sorry ada kabar bahagia," ucap Maya yang bicara terburu-buru sekali dengan napasnya yang naik turun.
"Kabar apa sih Maya, bicara itu pelan-pelan," sahut Kayra yang mencoba menenagkan Maya.
"Kita hari ini pulang," ucap Maya dengan cepat yang mengejutkan Anggi dan juga Kayra.
"Pulang!" pekik Anggi dan Kayra dengan serentak dengan wajah kaget mereka.
"Iya kita hari ini pulang," jawab Maya yang menegaskan lagi.
"Kok kita pulang. Lalu bagaimana dengan pasien di sini?" tanya Kayra. Bukannya dia tidak senang pulang dia sangat bahagia. Namun dengan kondis pasien mana mungkin di tinggalkan.
"Kayra, dokter-dokter dari rumah sakit lain. Baru sampai untuk menjadi relawan dan tugas kita sudah selesai. Jadi tim rumah sakit sudah mengirimkan jemputkan dan kita bisa pulang hari ini juga," jelas Maya yang berbicara dengan dada yang kembang kempis.
"Ini seriusan?" tanya Kayra yang tidak percaya.
"Ini serius. Masa iya aku bohong," sahut Maya.
__ADS_1
"Ya ampun alhamdulilah, akhirnya bisa pulang juga," sahut Anggi yang tidak kalah bahagianya.
"Alhamdulillah aku bisa bertemu Brian," Kayra juga tidak kalah bahagianya. Karena akan bertemu anaknya yang pasti di rindukannya.
"Ya sudah sekarang kita ayo beres-beres Dokter yang lainnya juga sudah siap-siap," ajak Maya.
"Iya ayo buruan," sahut Anggi dengan semangatnya. Kayra juga yang mana mereka langsung beres-beres yang sudah tidak sabaran sampai ke Jakarta.
***********
Setelah semuanya selesai. Akhirnya bus penjemputan para Dokter itu sudah mulai di naiki satu persatu para relawan menuju bandara. Mereka akhirnya selesai tugas dan Davin masih berbicara dengan seseorang yang mungkin kepala desa di tempat itu. Helikopter Davin juga sudah tiba dan Dion dan Zoy pun masih menunggu Davin.
"Kalau begitu saya permisi pak," ucap Davin berjabat tangan dengan Pria.
"Silahkan pak Davin. Terima kasih untuk semuanya," ucap Pria itu.
"Ayo Kayra kita naik bus," ajak Anggi. Kayra menganggukan kepalanya.
"Kayra!" panggil Davin membuat Kayra menghentikan langkahnya dan melihat Davin.
"Kamu pulang bersamaku, ayo naik helikopter yang langsung ke Jakarta," ucap Davin.
"Tapi," sahut Kayra. Anggi dan Maya saling melihat yang semakin yakin jika ada yang terjadi di antara ke-2nya.
"Wau benar-benar hubungan mereka itu..." ucap Maya.
"Tapi apa mereka pacaran?" tanya Anggi.
"Mana aku tau bukannya kamu tadi sebelumnya mengobrol dengannya, memang kamu tidak tanyakan itu apa?" tanya Maya.
"Hampir saja aku mendapat jawabannya. Kalau saja kamu tidak mengganggu yang mengacaukan segalanya," jawab Anggi yang menyalahkan Maya.
"Issss kenapa jadi aku yang salah. Aneh," sahut Maya dengan kesal.
"Udahlah nanti kita juga tau hubungan mereka seperti apa. Ayo kita naik bus biar cepat sampai," ucap Anggi.
"Iya deh," sahut Maya yang akhirnya mereka berdua pun menaiki bus bergabung dengan dokter-dokter yang lainnya dan Kayra yang paling special.
Kayra menaiki helikopter bersama Dion, Zoy dan Davin.
__ADS_1
"Seharunya tidak mengajakku di depan Maya dan Anggi," ucap Kayra yang sudah berada di dalam helikopter bersama yang lainnya.
"Memang kenapa. Kamu masih merahasiakan status kita?" tanya Davin.
"Ya nggak juga sih. Hanya saja kan tidak usah di umbar-umbar juga. Kan aku belum cerita apa-apa sama mereka," ucap Anna.
"Memang status kalian sudah seperti apa," sahut Zoy yang membuat Davin dan Kayra sama-sama saling melihat kearah Zoy.
"Ohhh, pasti sudah baikan ya," sahut Zoy yang menjawab sendiri.
"Sudahlah Anna kamu tidak perlu malu dengan kamu dan kak Athar yang sudah baikan. Dan kamu juga tidak perlu sungkan dengan rekan-rekan kamu di rumah sakit," ucap Zoy yang memberikan saran.
"Tuh kamu dengarin Zoy," ucap Athar.
"Iya-iya aku dengar," sahut Anna.
Dion dan Zoy hanya saling melihat dengan Anna yang sepertinya kesal dengan Athar. Namun pertengkaran manis itu juga membuat Dion dan Zoy tersenyum.
*********
Jakarta.
Akhirnya Kayra dan Davin sampai juga di Jakarta dan mereka langsung pulang yang pasti langsung menuju rumah Athar. Karena Brian ada di sana.
Brian yang berada di ruang tamu bersama keluarga Davin dan ada juga Aris, Silvia dan juga Haykal yang berkunjung kerumah itu untuk melihat Brian.
"Brian!" suara yang khas itu membuat Brian yang di pangkuan Opa Aris melihat kearah suara itu yang ternyata mamanya
"Mama!" teriak Brian langsung berlari dan Kayra langsung berlutut untuk menyambut pelukan dari anak semata wayangnya itu.
Keluarga itu pun tersenyum dengan merasa lega dengan Davin yang membawa Kayra dengan selamat yang sekarang berpelukan dengan Brian yang membuat haru semuanya.
"Mama tidak apa-apa kan. Mama baik-baik aja kan?" tanya Brian dengan menangis di pelukan mamanya.
"Mama tidak apa-apa sayang. Jangan menangis mama baik-baik aja," ucap Kayra yang memeluk erat putranya itu. Davin tersenyum melihatnya yang pasti sangat lega. Karena bisa menepati janjinya dengan Brian.
Brian dan Kayra saling melepas pelukan dengan Kayra mencium kening putranya itu.
"Maafkan mama ya, sudah buat Brian khawatir," ucap Kayra.
__ADS_1
"Tidak kok, yang penting mama tidak apa-apa," ucap Brian yang kembali memeluk mamanya yang sangat merindukan mamanya, begitu juga dengan Kayra pastinya.
Bersambung