
Mentari pagi kembali tiba. Karya dan Davin masih berada di atas ranjang dengan ke-2nya yang masih sama-sama tertutupi selimut dengan ke-nya yang di pastikan tanpa busana di kamar yang berantakan itu. Bukan hanya berantakan di dalam kamar tetapi juga sangat berantakan di ruang tamu karena percintaan panas itu di mulai dari ruang tamu dan berakhir di atas ranjang.
Cahaya matahari yang begitu cerah mampu membuat mata Davin terbuka yang mana sinar matahari itu menusuk matanya dan membuatnya perlahan membuka matanya.
Sangat berat membukanya dan masih ingin tertidur. Namun Davin tetap membuka matanya yang langsung melihati kepada wanita yang tertidur di dalam pelukannya yang sekarang sedang ada di dalam pelukannya yang masih tertidur lelap dan membuat Davin mencium lembut kening wanitanya itu dengan wajahnya yang terukir senyum.
"Makasih sayang untuk malam ini, aku benar-benar bahagia," ucap Davin mengecup bibit Kayra dan Davin mengusap-usap lembut kembali pipi Kayra dan berkali-kali mencium wajah Kayra sampai akhirnya membuat Kayra terbangun.
Kayra membuka mata cantiknya yang mendapati senyum di wajah suaminya yang sangat tampan yang membuat Kayra tersenyum.
"Apa ini sudah pagi?" tanya Kayra. Davin menganggukkan kepalanya yang mana memang ini sudah pagi.
"Kenapa tidak membangunkanku?" tanya Kayra.
"Aku juga baru bangun dan lagian walaupun aku sudah lama bangun aku juga tidak akan membangunkan mu," ucap Davin.
"Kenapa?" tanya Kayra heran.
"Karena aku ingin melihat kamu yang masih tertidur. Aku ingin menatap wajahmu yang sangat cantik saat tertidur. Jadi tidak ada alasan untukku untuk membangunkan mu," ucap Davin membuat Kayra tersenyum mendengar pujian suaminya itu.
"Jadi apa hanya aku akan cantik saat aku tertidur saja?" tanya Kayra.
"Tidak juga sayang, kamu sangat cantik kapanpun itu," jawab Davin kembali mencium kening Kayra.
"Makasih untuk malam ini, aku sangat bahagia," ucap Davin yang kembali mencium bibir Kayra.
"Aku ingin mengatakan sesuatu," ucap Kayra.
"Apa itu?" tanya Davin.
"Saat kita tadi malam melalui malam bersama, aku seperti wanita yang baru pertama kali melakukannya. Aku merasa seperti gadis yang melakukan malam pertama dengan suaminya," ucap Kayra yang memang jujur apa adanya dengan apa yang di rasakannya yang sebenarnya.
"Benarkah?" tanya Davin. Kayra menggangguk kepahanya.
"Apa itu artinya setelah kita berpisah waktu itu kamu tidak pernah melakukannya Pria lain?" tanya Davin.
"Aku tidak pernah melakukannya. Karena aku masih merasa aku adalah istrimu yang harus menjaga diriku walau suamiku ada apa tidak," jawan Kayra dengan lembut.
"Kayra itu artinya aku adalah laki-laki yang sangat beruntung yang bisa mendapat kamu. Aku pertama kali menyentuhmu dan sampai sekarang aku juga yang hanya memiliki mu dan tidak siap-siap," ucap Davin dengan kebahagiannya yang double-double ketika mendengarkan sang istri bicara.
"Iya sayang kamu benar," jawab Kayra, "dan aku juga sangat beruntung memiliki mu," ucap Kayra dengan mengusap-usap pipi Davin dan bahkan mencium pipi Davin yang mengenai ujung bibir Davin yang membuat Davin tersenyum lebar.
"Kami tau tidak Kayra apa yang berbeda dari kamu dari dulu hingga sekarang ini?" tanya Davin.
"Apa itu?" tanya Kayra
__ADS_1
"Kamu sekarang jauh lebih berani, kamu tidak gengsian dan sekarang menjadi istri yang sangat romantis," ucap Rafa.
"Benarkah!" tanya Kayra. Davin menganggukkan kepalanya.
"Aku sangat mencintaimu!" ucap Davin.
"Aku juga mencintaimu," sahut Kayra yang langsung membalas ucapan cinta itu dan Kayra dan Davin yang menatap begitu intens saling mendekatkan bibir mereka yang pasti ingin berciuman.
"Mama di mana?" tiba-tiba suara Brian terdengar membuat Kayra dan Davin langsung berhenti dan sama-sama terkejut dengan mata mereka yang saling melihat.
"Mama ada di kamar ya, Brian masuk ya," ucap Brian yang membuat Kayra dan Davin bertambah kaget dan melihat kenopi pintu bergerak membuat Davin langsung melompat dari tempat tidur yang langsung berlari menuju pintu dengan tanpa busana membuat Kayra kaget dan menutup matanya dengan ke-2 tangannya yang mana Davin mendorong pintu jangan sampai di buka Brian.
Tidak lucu jika Brian melihat orang tuanya yang habis ehem-eheman.
"Kok nggak bisa di buka!" keluh Brian dengan mendorong pintu.
"Iya Brian pintunya rusak," sahut Davin yang langsung mengkunci pintu sebelum anaknya itu masuk.
"Sayang kamu cepat pakai baju. Lalu temui Brian!" ucap Davin panik.
"Ya kamu pakai baju dulu lah," sahut Kayra masih menutup matanya. Namun tetap aja Kayra mengintip pastinya.
"Astaga Kayra, pakai tutup mata segala. Kita ini sudah menikah dan kamu juga sudah melihatnya sendiri jadi kamu nggak usah lebay," sahut Davin.
"Udahlah Kayra kamu jangan banyak wacana, cepat buruan. Kamu mau anak kamu masuk kedalam," ucap Davin.
"Iya-iya," sahut Kayra dengan menarik selimut membalut tubuhnya dan langsung menuju lemari untuk mencari pakaian apa yang bisa di pakainya.
"Mama kenapa di kunci sih, memang mama ngapain?" tanya Brian.
"Iya Brian sebentar mama akan keluar," sahut Kayra buru-buru memakai pakaiannya dan langsung keluar dari dalam kamarnya yang memakai pakaian asal.
"Papa mana?" tanya Brian yang mau masuk, namun Kayra menahannya dengan menutup pintu kamar.
"Masih istirahat, jangan ganggu papa," ucap Kayra tersenyum.
"Begitu rupanya," sahut Brian.
"Brian kenapa bisa datang sayang?" tanya Kayra.
"Ya namanya mama tidak balik-balik. Jadi Brian datang sama Daddy dan mami Silvia," ucap Brian menunjuk Silvia dan Haykal yang duduk di Sofa dan Kayra melotot melihat ada pakainnya dan Davin yang berantakan di lantai membuat Kayra langsung cepat-cepat mengambilnya dan Silvia dan Davin hanya mengeluarkan senyum tipis. Sebagai pasangan suami-istri ya mereka sudah mengerti lah.
"Maaf berantakan," ucap Kayra yang merasa malu dan langsung buru-buru melempar pakaian itu memasuki kamarnya.
"Hmmm ngerti kok," sahut Silvia dengan santai.
__ADS_1
"Mama kenapa tidak pulang tadi malam?" tanya Brian.
"Hujan sayang. Jadi mama dan papa tidak bisa pulang," jawab Kayra.
"Oh begitu," sahut Brian yang percaya saja. Ya kan memang hujan. Namun mereka melanjutkan aksi mereka di saat hujan turun.
"Brian seharusnya Bria kalau masuk Apartemen tekan bel dulu jangan masuk sembarangan," ucap Kayra mengingatkan puttranya itu.
"Kenapa mah, bukannya biasanya Brian itu langsung masuk aja kan tau sandinya?" tanya Brian heran.
"Itu kan biasanya sayang sekarang sudah berbeda," sahut Kayra.
"Alasannya?" tanya Brian yang tau alasannya.
"Brian dengarkan aja apa kata mama kamu," sahut Silvia.
"Oh begitu," sahut Brian yang menurut aja. Walau dia tidak akan tau alasannya apa sebenarnya. Namun mungkin Kayra tidak ingin kejadian tadi terulang lagi. Untung saja Brian berteriak jadi Kayra dan Davin sadar. Jika tidak Brian yang asal masuk kamar bisa saja melihat hal yang seharusnya tidak di lihatnya.
********
Davin dan Haykal sedang berada di Sofa yang berbincang-bincang. Sementara Brian bermain di atas lantai. Kayra dan Silvia yang berada di dapur yang sedang memasak yang menyiapkan makan siang.
"Jadi Cika anak dari Lian dan Pricilla?" tanya Silvia yang baru mendengar cerita Kayra.
"Iya aku juga tidak menyangka. Karena jujur mengenai pengakuan Pricilla banyak yang tidak percaya. Namun Pricilla banyak bukti sehingga keluarga percaya dan belum lagi Lian mengakuinya," jawab Kayra.
"Huhhh, Beruntung Pricilla, Lian mengakui dan mendonorkan tulang sumsum belakangnya untuk Cika. Tidak seperti ku dulu boro-boro mengakuinya. Bahkan Lian berusaha mencelakaiku sehingga anak yang aku kandung tiada," sahut Silvia yang mengingat kejadian itu yang pasti cukup memperhatikan baginya yang mempunyai masa lalu dengan Lian.
"Sudahlah kak Silvia itu di jadikan pelajaran saja. Kak Silvia juga sekarang sudah beruntung yang mempunyai kak Mike," ucap Kayra dengan memegang tangan Silvia.
"Iya kamu benar sih, sekarang aku sudah punya Mike dan aku jauh lebih beruntung," ucap Silvia.
"Iya itu benar," sahut Kayra.
"Lalu sekarang keadaan Cika?" tanya Pricilla.
"Cika hanya butuh pemulihan saja dan kondisinya juga sudah sangat baik-baik aja,' ucap Kayra.
"Lalu hubungan Pricilla dengan Lian sekarang seperti apa?" tanya Pricilla.
"Untuk saat ini aku juga tidak bisa jelaskan bagaimana hubungan mereka. Tetapi aku mendengar dari keluarga sepertinya Lian akan tetap bertanggung jawab. Ya aku hanya berharap bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka. Karena aku bisa melihat dari Lian ataupun dari Pricilla semauanya sama-sama bisa berubah untuk menjadi yang lebih baik. Jadi aku hanya berdoa dan berharap untuk kebahagiaan mereka," ucap Kayra.
"Iya sih aku juga berharap seperti itu," sahut Silvia dengan tersenyum mengangguk.
Bersambung
__ADS_1