Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 247


__ADS_3

Papua Barat.


Kayra sudah menjalankan tugasnya dengan beberapa Dokter dan perawat lainnya yang menjadi Dokter relawan di daerah tersebut. Ini pertama kali Kayra menginjakkan kaki di tempat itu dan harus menyesuaikan diri dengan tempat tersebut yang pasti berbeda dengan Jakarta.


Dari tempat, cuaca dan juga dari orang-orangnya yang pasti Kayra sangat sulit untuk menyesuaikan diri. Bukan hanya dia pastinya. Pastinya sama dengan Dokter yang lainnya juga.


Seperti sekarang ini Kayra yang sudah selesai mengurus beberapa pasien yang di tanganinya. Kayra langsung memasuki tenda peristirahatan mereka. Ala kadarnya segala tempat yang di sediakan hanya seadanya saja tidak ada kemewahan atau apapun.


Kayra yang sudah selesai bersih-bersih langsung menaiki kasir yang berada di atas dilantai yang langsung berbaring. Sementara Anggi temannya sudah istrirahat terlebih dahulu di kasur yang berbeda yang berada di sampingnya.


Untuk tempat istirahat memang hanya di atas kasur saja yang di susun berjejer. Ada 5 Dokter wanita dan 3 Dokter Pria yang ikut bertugas dan ada Suster 4 dan 4 perawat termasuk Suster Maya yang juga ikut.


Kayra menghela napasnya dengan melihat ke langit-langit ruangan itu. Lalu Kayra mengambil handphonnya.


"Aku belum ada mengabari Brian 1 harian ini. Dia apa kabar ya, bagaimana sekolahnya," gumam Kayra yang sudah merindukan putranya dan Kayra ingin menelpon Brian. Namun sangat sial ketika sinyal sudah tidak ada.


"Ya ampun sinyal selalu saja hilang dari tadi tidak ada sinyal," gumam Kayra yang kesal karena tidak adanya sinyal yang membuatnya tidak bisa menghubungi putranya.


"Semoga saja besok ada sinyal dan aku bisa menghubungi Brian," gumam Kayra yang berpikiran positif saja dulu.


Kayra harus membatalkan niatnya untuk menghubungi putranya. Karena masalah dengan sinyal. Kayra langsung meletakkan kembali ponselnya di bawah bantalnya dan Kayra perlahan memejamkan matanya yang harus beristirahat. Karena besok akan bertugas lagi.


**********


Jakarta/ rumah sakit.


Setelah mengantarkan Brian ke sekolah Davin menuju rumah sakit untuk pekerjaan penting yang mana Reyhan ikut bersamanya yang berjalan di sampingnya.


"Permirsa berita hari ini datang dari Papua barat!" tiba-tiba terdengar suara televisi membuat langkah Reyhan terhenti. Di mana beberapa Dokter melihat berita di televisi yang menggantung di dingding.


"Bos!" panggil Reyhan untuk Davin melihat berita tersebut dan Davin pun melihatnya.


"Terjadi longsor di Papua barat di daerah A yang mengakibatkan banyak rumah-rumah hancur dan memakan korban jiwa. Untuk perkiraan longsor akan menyusul kembali dan tempat tersebut sekarang sangat memperihatinkan di tambah dengan angin kencang yang menerpa daerah tersebut yang membuat bertambahnya korban luka-luka dan korban jiwa," ucap wanita pembawa berita tersenyum dengan lancar.


Suara-suara Dokter terlihat panik dan simpatik dengan berita tersebut. Davin mendengar berita tersebut kaget.

__ADS_1


"Bukannya Kayra bertugas di sana?" tanya Davin dengan perasaannya yang tidak enak.


"Biar saya cek Bos," jawab Reyhan yang langsung mengambil handphone dan memastikan lokasi Kayra bertugas. Sementara Davin sudah panik dengan adanya berita tersebut yang pasti karena Kayra ada di sana.


"Iya Bos, Nona Kayra bertugas di tempat terjadinya bencana," jawab Reyhan yang membuat Davin terkejut dan Davin semakin panik.


"Kamu hubungi Kayra dan pastikan dia baik-baik saja!" tegas Davin yang langsung panik dan pikirkannya mulai tidak tenang.


Sementara Bella yang juga melihat berita tersebut langsung tersenyum dengan ke-2 tangannya berada di dadanya.


"Tidak salah jika aku mengirimnya kesana. Semoga saja kau tertimbun longsor dan kau tidak bisa kembali lagi kemari," batin Bella dengan jahatnya yang mendoakan Kayra yang tidak-tidak yang membuat nya merasa bahagia di atas bencana yang menimpa orang lain.


***********


Papua Barat


Kayra dan Dokter lainnya kewalahan menangani banyak pasien yang terluka yang sebelumnya di lakukannya penyelamatan oleh tim penyelamat.


Rumah sakit seadanya tidak cukup menampung banyaknya pasien sampai harus menggunakan halaman rumah sakit yang juga banyak pasien yang mengeluh kesakitan yang berusaha di tangani para Dokter yang berkapasitas sedikit.


Dratt-dratt-Dratttt.


Tiba-tiba ponsel Kayra berdering dan Kayra langsung melihatnya yang ternyata panggilan dari Zoy. Kalau Zoy memanggil itu pasti Brian.


"Brian!" Kayra yang tidak jadi-jadi menghubungi anaknya langsung mengangkatnya. Namun sialnya sinyal langsung hilang.


"Ya ampun kenapa hilang lagi sih?" gumam Kayra yang kesal. Padahal dia ingin mengabari anaknya kalau dia baik-baik saja. Supaya Brian tidak khawatir.


"Aku harus mendapatkan sinyal," gumam Kayra yang ingin bertindak dengan cepat.


"Maya!" panggil Kayra.


"Iya Kayra!" Maya yang menangani pasien menyahut dengan tangannya yang tetap bekerja.


"Aku titip pasien sebentar ya. Aku harus menelpon Brian. Aku cari sinyal dulu," ucap Kayra.

__ADS_1


"Ya sudah kamu hati-hati ya, langsung cepat kembali nanti takutnya ada bencana susulan lagi," ucap Maya mengingatkan temannya itu.


"Iya," jawab Kayra yang langsung berlari pergi untuk mencari sinyal.


*********


Akhirnya Kayra mendapatkan sinyal yang lumayan jauh dari tempat sebelumnya dan Kayra langsung menelpon kembali Zoy.


"Hallo!" sapa Kayra.


"Hallo mama, mama bagaimana keadaannya?" tanya Brian.


"Mama baik-baik aja Brian, maaf ya mama baru bisa menghubungi Brian sekarang," ucap Kayra dengan suara cemasnya.


"Tidak apa-apa mah. Apa benar di sana ada bencana mah?" tanya Brian.


"Iya sayang tapi mama tidak apa-apa. Brian jangan Khawatir tetap sama papa dan jangan nakal," ucap Kayra berpesan.


Namun saat itu Kayra melihat dari kejauhan di mana longsor yang menerjang yang membuat Kayra kaget yang langsung menyaksikan di depannya dan belum lagi langsung di susul dengan angin ****** beliung yang membuat sinyal langsung hilang.


"Mama! Mama!" panggil Brian yang berada di rumah Davin dengan Zoy dan yang lainnya ada di ruang tamu yang ternyata mendengar Brian menelpon.


"Ada apa Brian?" tanya Oma Elisabeth.


"Tiba-tiba mati, mama sudah tidak bersuara," sahut Brian panik saat tiba-tiba panggilan itu terputus.


Semua orang jadi panik dan Altarik langsung menghidupkan televisi yang ternyata bencana susulan telah terjadi. Di saat itu juga Davin dan Reyhan pulang.


"Papa!" Brian langsung berlari dan memeluk Davin.


"Ada paa Brian?" tanya Davin.


"Tadi Brian telpon mama dan kata mama. Mama baik-baik saja. Tetapi tiba-tiba Brian dengar suara gemuruh yang kuat dan mama sudah tidak bicara lagi, kenapa mama seperti itu. Apa yang terjadi?" tanya Brian dengan menangis yang sangat takut terjadi sesuatu pada mamanya.


Davin juga mendengarnya semakin panik dan matanya juga kembali tertuju pada televisi dan bencana semakin besar melanda tempat itu yang membuat Davin berpikir yang tidak-tidak. Belum lagi Brian sudah menangis yang mengkhawatirkan mamanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2