
Tidak tau kenapa dia begitu kesal dengan Davin. Kayra merasa di manfaatkan. Ya Kayra sudah merasa Davin memiliki nilai baik tersendiri.
Apa lagi saat mengajaknya ke Dubai untuk bisa bersama papanya. Dia sudah senang duluan yang ternyata ujung-ujungnya. Itu hanya sebuah alasan karena ada sesuatu yang menjadikan Kayra alat untuk menutupi hubungan Davin dan Pricilla di belakang Oma yang memang tidak menyetujui hubungan itu.
Tiba-tiba Aldo melihat ke arah Kayra berdiri dan kaget melihat Kayra yang ada di sana yang pasti menjadi tanda tanya pada Aldo.
" Kayra!" tegur Aldo membuat Kayra tersentak kaget dan Davin juga kaget dan melihat Kayra yang tidak jauh darinya. Davin seketika melepas pelukan itu dari Pricilla dan melihat Kayra yang melihatnya.
" Bukannya itu Kayra, karyawan Aldo," sahut Pricilla yang juga heran melihat ke hadiran wanita itu yang tiba-tiba ada di sana.
Kayra berusaha untuk tenang dan tersenyum dengan melangkah mendekati 3 orang itu. Mata Kayra yang tadi melihat Davin berpindah pada Aldo.
" Pak Aldo," sapa Kayra tersenyum.
" Kebetulan kita bertemu di sini. Jangan bilang papa kamu di rawat di sini!" tebak Aldo.
" Iya pak Aldo memang papa saya di rawat di sini," jawab Kayra dengan ramah. Yang sepertinya sebelumnya ada pembahasan dulu dengan Aldo.
" Jadi kamu ada di Dubai juga," sahut Pricilla dengan tersenyum. Namun Kayra juga membalasnya dengan senyuman yang pasti palsu.
" Benar, aku minta cuti dari pak Aldo untuk menjenguk papa. Terima kasih pak Aldo sudah memberi saya ijin," ucap Kayra yang tanpa mempedulikan Davin.
" Sama-sama Kayra. Saya juga senang bisa bertemu kamu di sini ya semua sangat kebetulan. Tidak di sangka bahkan timah sakitnya di sini," sahut Aldo yang memang wajah tampan itu tidak bisa bohong dia begitu bahagia.
" Hmmm, aku sudah menduga hubungan kalian memang dekat. Sangat kebetulan kalian bisa bertemu di sini," sahut Pricilla.
" Ya memang kami dekat," sahut Kayra yang langsung menjawab dengan tersenyum. Davin mendengarnya mendengus kasar.
" Pak Aldo kebetulan juga pendengar setia saya dalam masalah papa. Makanya pak Aldo tau kalau papa saya sedang koma," jelas Kayra lagi yang kelihatan sengaja memanas-manasi Davin.
" Apa harus dia menjelaskan semuanya," batin Davin yang tampak kesal dengan Kayra yang terlihat dekat dengan Aldo.
" Hmmmm, Kayra kamu tinggal di mana?" tanya Aldo.
" Di hotel depan," jawab Kayra tanpa ragu mengatakannya.
" Wau, enak sekali mulutnya memberikan informasi tempat tinggalnya. Wanita ini benar-benar," geram Davin yang kesal sendiri di dalam hatinya.
" Begitu rupanya. Hmmm kamu sudah selesai menjenguk papamu?" tanya Aldo.
" Sudah pak," jawab Kayra.
" Kalau kamu tidak keberatan, kamu mau tidak menemani saya jalan-jalan. Kita melihat-lihat kota ini?" tanya Aldo.
Davin yang malah resah dan melihat Kayra serius yang menunggu jawaban Kayra.
" Boleh pak," sahut Kayra yang tanpa menoleh sedikitpun pada Davin yang setuju tanpa meragukan apapun.
Davin mendengarnya mendengus kasar. Yang pasti tidak percaya jika Kayra mengiyakan begitu saja. Sebenarnya Kayra juga tipe penolak. Mungkin karena kesal dengan Davin dia pun mengiyakan saja semuanya. Biar bisa senang-senang. Enak saja Davin yang senang-senang.
" Baiklah kalau begitu mari! Pricilla aku pergi dulu. Pak Davin permisi," ucap Aldo pamit.
" Oke kalian Happy-happy ya," ucap Pricilla. Aldo hanya mengangguk dan pergi bersama Kayra yang tampak begitu cuek dengan Davin.
" Jika sudah bertemu Aldo. Bahkan dia sudah tidak peduli lagi denganku. Dia mengabaikanku dasar tidak berterima kasih. Kalau aku tau Aldo ada di sini. Aku tidak akan pernah membawanya kemari," batin Davin yang tampak begitu kesal pada Kayra. Sampai mengepal tangannya.
" Davin!" tegur Pricilla.
" Iya," sahut Davin.
" Kamu kenapa?" tanya Pricilla.
__ADS_1
" Tidak apa-apa!" jawab Davin, " kamu kenapa bisa ada di sini?" tanya Davin yang kelihatan tidak tau kalau Pricilla juga ada di Dubai.
" Kamu lupa ya, kemarin aku bilang sama kamu. Kalau aku menjenguk mama di sini. Kan mama ada di rumah sakit ini dan Aldo menyusul. Baru dia sampai tadi," jelas Pricilla yang sebelumnya sudah mengatakan pada Davin dan mungkin Davin tidak mengingatnya.
" Lalu kapan Aldo akan pulang?" tanya Davin ingin memastikan.
" Hmmm, aku tidak tau. Memang kenapa?" tanya Pricilla heran.
" Tidak apa-apa," jawab Davin dengan wajah datarnya.
Dia masih sangat kesal dengan Kayra. Sepertinya bukan kesal lagi tetapi cemburu. Tetapi Kayra sama Davin mungkin sudah mempunyai perasaan yang lain. Namun ke-2nya belum menyadarinya ya.
" Bisa-bisanya dia berkencan dengan Pria itu. Kau itu benar-benar Kayra memanfaatkan situasi," umpat Davin yang begitu kesal di dalam hatinya.
***********
Davin dan Pricilla makan bersama di salah satu Restaurant. Mereka makan saling berhadapan. Sedari tadi Pricilla berbicara sambil makan. Banyak yang di ceritakan nya pada Davin dengan mulutnya yang tidak berhenti mengoceh. Dan Davin sendiri tidak tau apa lah mendengarkan apa yang di bicarakan Pricilla.
Yang jelasnya sejak tadi Davin tidak menanggapi sedikitpun kata-kata Pricilla. Jika Pricilla bertanya dia hanya mengatakan iya dan menganggukkan kepalanya dan terkadang mengeluarkan deheman.
Davin yang saat makan bersama Pricilla terlihat tidak fokus. Sangat gelisah yang sepertinya ada yang di pikirkannya. Dia begitu resah dengan beberapa kali melihat arloji di tangannya.
" Apa dia sudah pulang?" batin Davin,
" Seharusnya dia sudah kembali ke Hotel. Karena ini sudah hampir gelap. Tetapi kenapa dia tidak mengabariku sama sekali?" Davin terus bergerutu di dalam hatinya yang ternyata pikirannya mengarah pada Kayra. Makan dengan siapa dan siapa yang di pikirkannya.
" Bagaimana Davin menurut kamu?" tanya Pricilla di tengah makannya yang bertanya pada Davin. Davin tidak merespon dan fokus melihat ponselnya yang seperti menunggu sesuatu.
" Davin!" tegur Pricilla. Davin tetap tidak merespon.
" Davin!" Pricilla kembali menegur dengan memegang tangan Davin yang akhirnya Davin tersadar dari lamunannya dan langsung tersentak kaget.
" Hah! Iya kenapa?" tanya Davin gugup.
" Oh, aku. Aku tidak apa-apa. Hanya saja aku memikirkan masalah pekerjaan. Itu saja," jawab Davin bohong yang terlihat membuang napasnya perlahan kedepan dan meminum jus untuk menenangkan pikirannya mengeluarkan senyum tipis untuk Pricilla yang berekspresi datar yang merasa jika terjadi sesuatu pada Davin.
" Hmmm, kamu tadi tanya apa?" tanya Davin kembali lagi bertanya.
" Oh, itu aku juga sudah lupa," sahut Pricilla yang tiba-tiba sudah tidak mood untuk bertanya.
" Begitu rupanya. Mari makan lagi," sahut Davin dengan santai. Pricilla menganggukkan kepalanya.
" Apa yang di pikirkan Davin. Kenapa aku merasa dia tidak nyaman bicara denganku. paa terjadi sesuatu. Apa memang pekerjaan yang membuat dia begitu gelisah," batin Pricilla yang akhirnya kepikiran dengan Davin.
" Oh iya Davin. Kamu tidak mau melihat mama?" tanya Pricilla. Davin melihat intens ke arah Pricilla.
" Ya solanya mama tau kamu di sini dan mama ingin ketemu sama kamu. Apa salahnya kamu menyapanya dan memberikan dia doa agar cepat sembuh," sahut Pricilla bicara dengan hati-hati.
" Baiklah! nanti kalau aku ada waktu senggang aku akan menemui Mamamu," sahut Davin. Pricilla mengangguk dengan tersenyum.
" Aku memang berharap seperti itu. Aku berharap hubungan kamu dan mama baik seperti dulu lagi. Aku ingin kamu melupakan kesalahan keluargaku beberapa tahun lalu. Karena aku yakin kita ber-2 bisa kembali seperti dulu dan menganggap masalah yang terjadi adalah pembelajaran dan kamu juga bisa memaafkan keluargaku," batin Pricilla dengan penuh harapannya.
Korupsi yang di lakukan keluarga Pricilla yang merugikan Perusahaan memang membuat Davin tidak bisa memaafkan keluarga Pricilla dan itu juga sebabnya Oma tidak merestui hubungan mereka. Karena Oma tau semua kelakukan dan niat keluarga itu dan termasuk Pricilla.
Hanya saja Davin masih di buatkan perasaannya pada Pricilla yang kekasihnya dan juga teman kecilnya yang telah kembali dan membuat Davin menutup mata dan menganggap Pricilla tidak ikut-ikutan.
Jadi hanya Pricilla yang tidak di benci Davin saat itu dan tetap berhubungan dengan Pricilla. Walau Oma melarangnya dan akhirnya berakhir juga hubungan itu. Tetapi nyatanya sampai detik ini Davin masih berhubungan dengan Pricilla di belakang Oma
***********
Ternyata Aldo dan Kayra hanya berjalan-jalan saja. Mereka duduk di salah satu bangku yang sepertinya di taman. Karena banyak orang berlewatan, duduk di bangku-bangku yang ada dan terlihat banyak anak-anak yang berlari-lari dan juga ada yang di dampingi orang tuanya.
__ADS_1
Kayra duduk dengan menikmati eskrim yang di belikan Aldo padanya. Yang mana Kayra tersenyum. Kala melihat anak kecil pria dan wanita tahunan yang tampak bermain kejar-kejaran.
Aldo menoleh ke arah Kayra melihat wanita itu dengan ingin bertanya " kau punya kakak laki-laki?" tanya Aldo.
Kayra menoleh ke arah Aldo dengan menggelengkan kepalanya, " kenapa pak Aldo bisa bertanya seperti itu?" tanya Kayra heran.
" Tidak. Aku melihat kau begitu bahagia saat melihat anak kecil itu bermain. Aku hanya berpikiran, jika kamu membayangkan Kaka laki-laki mu," jawab Aldo.
Kayra tertawa kecil, " tidak pak Aldo. Saya tidak mempunyai kakak laki-laki dan iya melihat mereka ber-2 bermain mengingatkan saya pada teman kecil saya. Yang mana dulu kami suka bermain. Ya sekarang jadi keringat masa kecil," ucap Kayra.
" Begitu rupanya. Terkadang memang masa-masa kecil itu sangat berkesan. Dan pasti kita semua merindukan masa-masa saat kecil itu," ucap Aldo.
" Iya bapak benar," jawab Kayra.
" Pasti sekarang kamu masih bersahabat dekat dengan teman kamu itu," ucap Aldo.
" Sudah tidak pak Aldo. Karena saya dan dia sudah berpisah. Dia waktu itu ikut keluarganya ke Luar Negri. Jadi kami sudah tidak pernah berhubungan lagi. Saya juga tidak tau dia sekarang seperti apa dan mungkin jika bertemu mana mungkin saling mengingat," jelas Kayra.
" Hmmm, begitu rupanya. Tetapi paling tidak kamu punya kenangan dan punya sahabat di waktu kecil. Berbeda dengan saya yang sejak kecil memang introvet dan tidak punya sahabat sama sekali. Jadi masa kecil hanya di lalu bersama keluarga saja," jelas Aldo.
" Iya pak, mungkin itu keberuntungan saya," Kayra hanya menanggapi dengan senyuman.
*********
Sementara Davin dan Reyhan sedang heboh di kamar di depan kamar Kayra. Setelah makan bersama Pricilla Davin langsung kembali ke Hotel dan langsung mengetuk pintu kamar Kayra memastikan apa wanita itu sudah pulang atau belum yang ternyata sudah lelah mengetuk tetapi tidak ada yang membuka pintu.
Akhirnya Davin memanggil Reyhan untuk meminta kartu cadangan agar pintu kamar itu bisa di buka dan memastikan Kayra ada apa tidak.
" Cepat dong Reyhan!" desak Davin tidak sabaran.
" Iya bos, sebentar lagi," sahut Reyhan yang menempelkan kartu itu ke no pintu yang akhirnya bisa terbuka dan begitu terbuka dengan cepat Davin langsung menekan kenopi pintu dan langsung membuka kamar itu.
Kosong ternyata kamar Kayra kosong dan tidak ada penghuninya sama sekali.
" Sial, dia belum pulang jam segini. Apa dia tidak tau jalan pulang, ditelpon bukannya di angkat dan yang benar saja sudah semalam ini bukannya pulang. Asyik keluyuran dengan pria itu," umpat Davin dengan kesal pada Kayra.
Sementara Reyhan hanya garuk-garuk kepala saja melihat bosnya yang marah-marah hanya karena wanita. Padahal dia tidak pernah melihat bosnya seperti itu sebelumya.
" Ahhhhh!" bentak Davin dengan mengusap kasar wajahnya dan melihat ke arah Reyhan dan Reyhan langsung menundukkan kepalanya sebelum menjadi korban kemarahan Davin.
" Ngapain masih di sini. Cepat cari dia!" perintah Davin dengan suara teriakan.
" Ba-baik bos," jawab Reyhan mendadak gugup.
" Jangan baik-baik aja. Cepat buruan cari," tegas Davin yang benar-benar naik pitam.
" Baik bos," Reyhan langsung pergi dengan berjalan cepat sebelum di amuk Davin.
" Wanita itu benar-benar, dia pikir aku membawanya kemari untuk menikmati liburan bersama kekasih gelapnya itu," umpat Davin dengan wajahnya yang memerah, rahang kokohnya yang mengeras sampai urat-urat lehernya menegang yang menunjukkan betapa marahnya dia dengan Kayra yang sudah malam hari tidak pulang sama sekali.
**********
Reyhan memasuki mobil dengan buru-buru.
" Kemana aku harus mencari Nona Kayra? Lagian aneh-aneh aja mereka suami istri yang satu dengan si wanitanya dan yang satu dengan si prianya. Huhhhhhh hubungan yang aneh," gerutu Reyhan sembari menjalan mobil yang di kendarai nya.
" Tidak aneh seharusnya Reyhan kan mereka memang tidak ada hubungan apa-apa. Pernikahan mereka kan kontrak dan wajar punya pasangan masing-masing. Tetapi yang menjadi masalah seharusnya bos Davin tidak marah-marah seperti ini. Kan itu urusan nona Kayra. Dia juga dekat-dekat dengan nona Pricilla. Nona Kayra biasa aja," Reyhan tidak henti-hentinya menceritai bosnya.
" Hmmmm, atau jangan-jangan bos Davin sudah menyukai nona Kayra lagi. Makanya dia marah-marah dengan nona Kayra pergi bersama Pria lain. Karena dia tidak terima sama sekali. Ya aku rasa memang tuan Davin sudah mulai menyukai nona Kayra. Jadi sekarang ini. Dia itu sedang di bakar api cemburu," ucap Reyhan yang menebak-nebak dengan kesimpulan yang sudah di tariknya.
Reyhan ini memang Asisten yang multi talenta, selain bisa mengurus pekerjaan Davin, mengurus masalah Davin, dan bisa juga mengetahui perasaan bosnya.
__ADS_1
Bersambung