Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 121 Kagum.


__ADS_3

Berita pernikahan Davin dan Kayra menjadi pembahasan di media. Acara ulang tahun Perusahaan itu juga di tampilkan di televisi yang di warnai drama berita pernikahan yang mengejutkan semua orang.


Susan juga menonton televisi dan melihat media yang membahas pernikahan Davin dan Kayra.


" Kenapa baru heboh sekarang. Mereka sudah menikah lama," ucap Susan merasa aneh. Silvia tiba-tiba datang dan langsung duduk di samping mamanya dan juga melihat berita itu.


" Apa selama ini Davin dan Kayra merahasiakan pernikahannya. Apa karena itu juga pernikahannya di adakan di Singapura," batin Silvia dengan wajahnya yang bertanya.


" Seharusnya semalam aku ada di sana. Jadi orang-orang juga tau jika Davin menantuku. aku bisa masuk TV dan teman-teman arisanku pasti akan semakin iri denganku," ucap Susan yang mengesalkan sesuatu.


" Tapi kenapa Davin tidak mengundang kita. Padahal itu acara ulang tahun Perusahaan. Aku ini adalah mertuanya. Memang dasar menantu durhaka," ucap Susan dengan kesalnya.


Masih untung Susan tidak di undang jika di undang selesai semuanya pasti Susan akan membuat kekacauan yang tidak tau apa yang akan di lakukannya di sana.


Susan menoleh kesampingnya dan melihat Silvia yang tampak diam bahkan tidak merespon apa yang di katakannya.


" Silvia!" tegur Susan menyenggol Silvia dengan sikut nya membuat Silvia tersadar dari lamunannya.


" Kamu kenapa melamun aja? kamu nggak dengar mama apa lagi bicara?" Susan.


" Tidak. Silvia tidak apa-apa," jawab Silvia.


" Kamu tau masalah Davin dengan Kayra, masalah pernikahan mereka?" tanya Susan.


" Aku nggak tau apa-apa mah. Lagian untuk apa mama harus ikut-ikutan. Mama menikahkan mereka juga karena uang. Ya sudah yang penting mama mendapat apa yang mama mau dan biarkan aja Davin dan Kayra mau seperti apa. Itu urusan mereka," ucap Silvia yang sudah capek mencampuri masalah Davin dan Kayra.


" Tumben banget kamu bicara seperti itu. Nggak biasanya. Tetapi ya sudahlah terserah mereka aja mau bagaimana sekarang yang terpenting transferan dari Davin tidak akan berkurang dan pelan-pelan dunia juga tau jika aku mertua Davin. Huhhhhhh enak sekali punya menantu kaya raya," ucap Susan dengan bahagianya dan Silvia tidak menanggapi apa-apa lagi setelah itu.


**********


Berita itu juga di lihat oleh Pricilla dan Pricilla langsung mengamuk melihat berita di televisi. Pricilla melempar vas bunga ke televisi yang bertepatan pada Davin dan Kayra berciuman.

__ADS_1


" Argggghhh!" teriak Pricilla yang tidak terima dengan kenyataan itu.


" Pricilla!" Aldo langsung menghentikan kegilaan Pricilla yang menghancurkan barang-barang. Pricilla sudah seperti orang gila.


" Aku tidak terima Davin melakukan semua ini kepadaku. Davin hanya milikku. Dia hanya milikku!" teriak Pricilla yang tidak bisa mengendalikan dirinya, Aldo memeluknya untuk memberikan ketenangan bagi bagi Pricilla.


Pricilla pasti meronta-ronta untuk di lepaskan. Namun Aldo terus memeluknya sampai mereka berdua terduduk di lantai dengan Aldo yang masih memeluknya dan Pricilla sudah tidak melawan lagi.


" Pricilla tenanglah. Tidak ada gunanya kamu melakukan semua ini Davin dan Kayra sudah menikah. Bahkan pernikahan mereka sudah lama," ucap Aldo yang berusaha untuk menyadarkan Pricilla.


" Tapi aku tidak rela Aldo. Davin hanya milikku. Aku tidak akan membiarkan Davin di miliki wanita lain termasuk Kayra. Aku tidak mau Aldo," ucap Pricilla yang terus menangis di pelukan Aldo.


" Aku mengerti perasaan kamu. Tetapi hati tidak bisa di paksakan. Kamu harus merelakan Davin bersamanya dan ini bukan hanya masalah perasaan kamu saja. Kamu juga harus sadar Pricilla. Jika keluarga Davin juga tidak menyetujui hubungan kamu dan Davin dan ini mungkin yang terbaik untuk kalian berdua," ucap Aldo yang berusaha untuk menenagkan Pricilla dengan memberinya masukkan.


Pricilla hanya diam dalam tangisnya yang masih terdengar terisak-isak. Ini pasti sulit baginya melepaskan Davin yang hanya di cintainya. Yang akhirnya Davin mengakui pernikahannya dengan Kayra yang membuat harapannya benar-benar sudah pupus untuk memliki Davin seperti dulu lagi.


********


Davin dan Kayra tetap bersenang-senang yang mana Kayra berbelanja. Namun yang di beli Kayra sangat aneh. Bukannya barang-barang brendit, pakaian, tas, sepatu-sepatu atau yang lain-lain untuk kebutuhannya. Kayra malah membeli banyak pakaian sekolah untuk anak-anak SD. Peralatan sekolah yang membuat Davin bingung untuk apa barang-barang yang banyak itu.


" Kayra untuk apa semua ini?" tanya Davin heran.


" Kamu itu diam aja. Yang jelas ini berguna. Kenapa takut miskin?" tanya Kayra dengan santai yang sekarang sedang mengambil begitu banyak kaos kaki.


" Bukan begitu. Kamu malah membeli yang jelas tidak bisa kamu pakai. Bukannya wajar jika aku bertanya," ucap Davin.


" Iya-iya. Nanti kamu juga akan tau untuk apa semua ini," sahut Kayra dengan tersenyum.


" Reyhan itu bawa kekasir saja. Aku mau lihat buku-buku dulu," ucap Kayra.


" Baik nona," sahut Reyhan yang menurut saja.

__ADS_1


Davin hanya menghela napas saja dan mengikuti istrinya yang mau berbelanja hal-hal yang membuatnya bingung.


" Kayra!" tiba-tiba suara cempreng yang khas terdengar memanggil nama Kayra dan membuat Kayra dan Davin melihat suara itu yang ternyata adalah Indri.


" Sini!" panggil Kayra mengajak Indri dan Indri pun langsung berlari menghampiri Kayra.


" Maaf ya aku telat," ucap Indri dengan napasnya yang sesak.


" Tidak apa-apa," jawab Kayra.


" Hay Davin!" sapa Indri dengan ramah. Davin hanya mengangguk tanpa tersenyum.


" Davin Indri akan ikut sama kita ya," ucap Kayra.


" Untuk apa?" tanya Davin.


" Hmmmm, jadi begini Davin. Hari ini aku ingin aku ingin pergi kepanti asuhan untuk mengunjungi anak-anak panti di yayasan kami berdua. Makanya aku belanja sebanyak ini untuk keperluan mereka," jelas Kayra akhirnya memberitahu apa maksud dan tujuannya yang membuat Davin sejak tadi bingung.


" Kamu punya yayasan?" tanya Davin pasti tidak percaya.


" Ya iyalah Davin. Kamu pasti spele ya melihat Kayra. Walaupun Kayra ini kekurangan. Tetapi dia berhasil menyisihkan uangnya untuk membangun panti asuhan. Memberikan kehidupan anak-anak yang kekurangan dan pasti anak-anak itu di bekali pendidikan. Kayra selama ini bekerja. Uangnya pasti bukan hanya untuk ibu tirinya. Tetapi untuk orang yang lebih berguna ya di panti asuhan," jelas Indri.


Davin memang tidak percaya. Jika Kayra memang seperti itu. Ya nilai plus yang harus di apresiasi oleh Davin. Istrinya itu memang begitu sempurna.


" Kamu pasti kagum banget ya sama Kayra!" goda Indri.


" Apaan sih Indri. Sudah deh kita lanjutin belanjanya. Mumpung gratis," sahut Kayra tersenyum dan langsung melanjutkan belanjanya bersama temannya.


Davin tersenyum dengan terus memperhatikan Kayra. Indri benar dia semakin takjub melihat Kayra, mengagumi Kayra yang punya ketulusan yang pasti tidak di miliki orang lain. Davin mendengus tersenyum berjalan cepat menghampiri Kayra yang memilih-milih buku. Davin menarik tangan Kayra dan membawanya kedalam pelukannya membuat Kayra terkejut dengan tingkah Davin yang tiba-tiba saja.


" Davin apa yang kamu lakukan. Ramai orang, aku malu," ucap Kayra dengan pekan yang begitu malu menjadi tontonan. Indri temannya hanya tersenyum saja melihat Davin yang sepertinya sangat tulus pada sahabatnya.

__ADS_1


" Aku hanya ingin memelukmu," ucap Davin buang terus memeluk erat Kayra.


Bersambung


__ADS_2