Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 212


__ADS_3

"Pacaran itu seperti apa Tante. Kenapa jawabnya lama sekali?" tanya Brian yang seperti masih ingin tau apa itu pacaran.


"Aduh Brian, sudah deh. Jangan tanya hal itu lagi. Tante tidak bisa jelaskan apa itu pacaran," ucap Zoy yang tidak mungkin memberitahu pada Brian pacaran itu seperti apa.


"Issss, Tante bicaranya sangat tanggung. Ayo katakan pada Brian apa itu pacaran. Jangan bicara tidak lengkap," rengek Brian dengan rasa penasarannya membuat Zoy garuk-garuk kepala.


Namun melihat Brian yang kelihatannya sangat ingin tau dan terus mendesaknya membuat Zoy langsung berpikir bagaimana caranya agar Brian tidak menanyakan hal itu lagi dengan Zoy yang usil yang langsung menyiram Brian.


"Ayo tanaman langka kamu harus cepat tumbuh," ucap Zoy.


"Tante," sahut Brian yang terlihat begitu kesal dengan Zoy dan Brian tidak mau kalah sama sekali. Jika tadi Zoy menyiramnya dengan sedikit air maka Brian membalasnya dengan air yang langsung dari selangnya membuat Zoy jadi basah.


"Brian stop, jangan lakukan itu, Brian Tante bisa basah, Brian!" pekik Zoy yang berusaha menghentikan Brian.


"Rasakan sendiri. Tante yang menginginkan seperti itu. Emang enak, rasakan," ucap Brian yang terus mengarahkan selang pada Zoy yang membuat Zoy semakin basah.


"Kamu benar-benar sangat jahat Brian, Tante akan membalasmu," ucap Zoy yang juga membalas Brian. Mereka saling menyiram satu sama lain dan bahkan kejar-kejar-an dengan ke-2 nya yang sudah basah kuyup.


Kalau Brian jangan tanya. Anak kecil memang sangat suka bermain air dan dengan Zoy memancingnya membuat Brian semangat dan saling menyerang dengan Zoy. Karena memang begitu mengasyikkan.


Brian yang terus mengejar Zoy yang berlari menghindari serangan Brian tiba-tiba. Dion ada di sana yang tidak tau apa yang di lakukannya. Dengan santainya Dion berjalan dan dari arah yang berlawanan Zoy berlari sambil melihat kebelakang melihat ke arah Brian yang mengejarnya sampai Zoy tidak menyadari ada Dion di depannya dan akhirnya bruk.


Zoy menabrak tubuh tegap Dion membuat Dion memeluknya saat tubuh basah itu menempel pada dadanya. Zoy yang berada di dada bidang itu mengangkat perlahan kepalanya dan saling melihat dengan Dion.


"Yahhhh," ucap Brian menghentikan langkahnya ketika melihat adegan yang pasti tidak di mengertinya adegan apa itu. Namun Brian tidak mengganggu dan membiarkan 2 orang itu saling melihat dengan tatapan mata yang sama-sama seperti mengandung arti yang mungkin mereka ber-2 sama-sama mengerti dengan perasaan mereka dan sama-sama tau bagaimana hati mereka yang masih sama-sama bergetar hingga sampai detik ini.


Masih sama-sama saling melihat dengan getaran dan tatapan yang sama.

__ADS_1


"Tante Om Dion," tegur Brian yang akhirnya bersuara setelah lama membiarkan apa yang terjadi pada dua orang tersebut dan Dion maupun Zoy sama-sama terkejut dengan mereka yang sama-sama menjauh yang akhirnya mereka saling salah tingkah dan sama-sama gugup.


"Kenapa jadi pelukan sih!" ucap Brian yang ada saja bicaranya yang membuat Dion dan Zoy semakin canggung satu sama lain.


"Brian kamu ini buat Tante basah. Ayo kita masuk. Kamu harus ganti baju. Nanti kamu masuk angin," ucap Zoy yang mengalihkan suasana yang cukup tegang itu.


"Tapi Tante belum jawab Brian tadi. Apa itu pacaran?" tanya Brian yang masih saja menunggu jawaban itu.


Pertanyaan Brian membuat Dion melihat ke arah Zoy dan Zoy sendiri juga terlihat semakin canggung dengan pertanyaan Brian dan apa lagi di tanyakan di depan Dion. Seolah membuat Dion yang berpikiran yang aneh-aneh.


"Tante kenapa tidak menjawab Brian!" desak Brian lagi, "Om Dion apa itu pacaran?" tanya Brian yang sekarang bertanya pada Dion.


"Kenapa Brian bertanya seperti itu?" tanya Dion.


"Kerena Tante bilang. Nanti kalau Brian besar harus mencari pacar yang tepat. Karena Tante Zoy bilang wanita itu sangat sulit di tebak. Makanya Brian bertanya apa itu...." Brian sudah tidak melanjutkan lagi kata-katanya setelah Zoy membungkam mulut dengan tangannya.


"Dan Dion hanya gelang-gelang saja melihat Zoy degan Dion menyunggingkan senyumnya yang juga tidak tau apa yang terjadi sebenarnya.


*********


Rumah sakit.


Kayra seperti biasa melaksanakan tugasnya sebagai Dokter. Setelah selesai melakukan operasi. Kayra ke ruangan pembersih untuk mencuci tangannya dan mengganti pakaiannya. Namun dia berhenti mencuci tangannya ketikan tiba-tiba teringat sesuatu.


Apalagi yang tidak di ingat Kayra saat dia berciuman dengan Davin dan terlebih lagi Davin terus memintanya untuk tinggal bersama membuat Kayra jadi kepikiran dengan hal yang bisa di katakan itu tidak bisa di anggap spele.


Kerena melamun Kayra tidak menyadari jika ada Anggi yang sudah berdiri di sebelahnya yang juga mencuci tangannya yang sepertinya juga melakukan operasi bersama dengan Kayra tadinya.

__ADS_1


"Woy!" tegur Anggi membuat Kayra terkejut yang terbuyar dari lamunannya.


"Anggi kamu itu ngagetin aja," sahut Kayra yang cukup terkejut dengan Anggi.


"Kenapa sih melamun aja," ucap Anggi heran.


"Siapa juga yang melamun. Kamu itu pemikirannya ada-ada saja. Tidak ada yang melamun," sahut Kayra mengelak dan kembali mencuci tangannya.


"Jangan bohong Kayra. Aku itu bisa melihat kamu itu seperti banyak pikiran. Wajah kamu itu tidak bisa bohong. Jadi jangan berbohong padaku," ucap Anggi yang sok tau.


"Udah deh nggak usah sok tau. Aku itu tidak melamun," Kayra tetap saja membantah pemikiran Anggi. Padahal dia memang melamun.


"Oke baiklah. Jika tidak mau jujur padaku. Hmmm oh iya Kayra. Aku sudah lama sekali tidak melihat Brian datang kerumah sakit. Kemana ya dia?" tanya Anggi yang memang sudah lama tidak bertemu dengan Brian.


"Oh Brian lagi bersama papanya," sahut Kayra.


"Papanya," sahut Anggika dengan mengkerutkan dahinya yang terkejut mendengar kata-kata Kayra, "siapa papanya?" tanya Anggi.


Kayra menyadari dia keceplosan sampai Kayra menelan salivanya yang terlihat begitu gugup dan Anggi begitu memperhatikan dirinya yang sangat penasaran siapa papa Brian.


"Setau aku Brian punya mama, Dady, mami dan papa. Aku tidak tau dan iya aku juga penasaran papa Brian siapa sih sebenarnya?" tanya Anggi yang jadi penasaran. Karena perkataan Kayra.


"Hmmm, itu hah! papanya Brian itu...," Kayra sekarang jadi tidak tau harus menjawab apa. Dia begitu gugup dan penuh dengan kebingungan.


"Siapa?" tanya Anggi dengan penasaran.


Kayra tidak mungkin menjawab Davin. Bisa terjadi huru-hara. Jika tau siapa papa Brian sebenarnya yang tak lain pemilik rumah sakit tempatnya praktek.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2