Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 272


__ADS_3

"Mama Daddy dan mami Silvia juga belum datang, kenapa tadi datangnya harus pisah dengan kakek?" tanya Brian.


"Kita kan tidak tinggal serumah Brian, makanya datangnya tidak bareng-bareng," sahut Aris.


"Tapi Haykal dan Silvia akan datang kak?" tanya Mesya.


"Iya mereka sudah janji akan ikut makan mal," jawan Aris.


"Atau jangan-jangan Silvia tidak mau datang karena ada aku. Bukannya dia sudah melupakan masa lalu di antara kami," batin Lian yang tina- kepikiran dengan hal itu. Mungkin mereka sudah saling memaafkan. Tetapi mungkin untuk suasana cair di antara ke-2nya pasti tidak mudah.


"Biar mama telpon mami Silvia ya, bertanya sudah di mana," sahut Kayra yang langsung mengambil tindakan untuk menghubungi kakaknya.


"Tidak usah Kayra, itu mereka," sahut Davin yang melihat Silvia dan Haykal yang memasuki Restaurant yang akhirnya datang juga.


"Mereka sudah datang Brian," sahut Aris.


"Horeeee," sahut Brian dengan senangnya.


"Maaf kami terlambat, tadi ada kendala di jalan," ucap Silvia begitu tiba di meja itu.


"Tidak apa-apa Silvia kita juga baru sampai kok," sahut Zoy.


"Ya sudah ayo kalian duduk saja," sahut Altarik.


"Iya om," sahut Silvia yang akhirnya duduk dan suaminya juga ikut duduk.


"Apa kabar kalian berdua?" tanya Oma Elishabet.


"Baik Oma," sahut Silvia.


"Kamu bagaimana Haykal apa bisnisnya lancar?" tanya Oma.


"Alhamdulillah lancar, Dion banyak membantu ku," sahut Haykal yang memang ada proyek bersama Dion.


"Jangan berlebihan aku tidak melakukan apa-apa," sahut Dion.


"Ya semoga saja kalian berdua terus berkerja sama dan bisa membangun silaturahmi semakin dekat dan semuanya menjadi positif," ucap Oma.


"Amin,"


"Oh iya Pricilla belum datang?" tanya Silvia.


"Belum mungkin sebentar lagi," sahut Zoy.


"Itu mereka berdua sudah sampai juga," sahut Kayra yang melihat Pricilla dan Cika.


Akhirnya Pricilla dan Cika sampai juga pada meja di mana keluarga sudah menunggunya.

__ADS_1


"Selamat malam semuanya," ucap Pricilla dengan menundukkan kepalanya.


"Maaf saya terlambat," ucap Pricilla yang merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa Pricilla kami juga baru sampai kok, ayo kamu sama Cika duduk!" sahut Lian yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan menarik kursi untuk Pricilla dan Cika.


"Cika duduk sini aja," sahut Brian yang ingin Cika duduk di sampingnya yang kebetulan kosong.


"Baik Brian," sahut Cika. Semua orang tersenyum dengan Cika dan Brian yang begitu menggemaskan.


Dan Pricilla juga duduk, "makasih!" ucap Pricilla pada Lian. Lian hanya mengangguk dan juga ikut duduk.


"Maaf ya aku membuat kalian semua menunggu," ucap Pricilla yang merasa tidak enak.


"Santai aja Pricilla, kami juga baru sampai kok dan masih ada makanan yang juga belum datang," sahut Kayra.


"Iya aku sama Haykal juga baru saja tiba," sahut Silvia.


"Benar kata Kayra, semuanya baru tiba dan kalau kamu sama Cika ada yang mau di pesan, maka pesan aja, kamu juga Silvia," sahut Oma.


"Tidak Oma ini sudah cukup," sahut Pricilla.


"Iya Oma aku sama Haykal makan tidak milih-milih. Ini saja sudah sesuai dengan selera kami," sahut Silvia.


"Oh akhirnya datang juga," tiba-tiba Giselle yang kembali dari toilet langsung nyinyir dengan melihat Pricilla yang di tunggu-tunggu seperti ratu akhirnya muncul juga.


"Enak banget tinggal minta maaf datang telat, buat orang menunggu dan sekarang malam minta maaf begitu saja kok enak," ucap Giselle dengan sinis yang langsung duduk.


"Giselle kamu jangan mulai deh, kamu ini ya benar-benar," tegur Altarik.


"Giselle kamu nggak usah ketus-ketus dengan Pricilla dia itu calon kakak ipar kamu," tegas Lian.


"Memang mamanya Cika salah apa sih, kenapa tanya bicara seperti itu, kami memang datang terlambat. Tapi kan mama sudah minta maaf," sahut Cika.


"Tuh lihat Giselle anak kecil yang jadi menegur kamu. Kamu sih," sahut Zoy.


"Cika tidak apa-apa kok, tidak ada juga yang salah Tante Giselle biasa lagi moodnya tidak baik," sahut Kayra dengan menjelaskan dengan lembut agar Cika tidak salah paham.


"Benar Cika tante Giselle memang orangnya seperti itu sangat aneh dan suka sewot sendiri. Makanya aku aja hanya berteman dengan Tante Zoy. Karena Tante Zoy itu bestie aku. Iya kan Tante Zoy," sahut Brian.


"Iya sayang," sahut Zoy tersenyum.


"Lihat Giselle anak kecil jadi menilai kamu dengan tidak baik. Makanya jaga sikap kalau ada anak kecil," sahut Davin yang juga menegur dan Giselle hanya diam dengan kesal yang tidak ada yang membelanya. Pricilla sebenarnya jelas tidak enak dengan hal itu.


"Kalau begitu, Cika juga mau jadi teman Tante Zoy boleh tidak?" tanya Cika.


"Boleh dong Cika," sahut Zoy yang tersenyum yang membuat Cika juga tersenyum dan yang lain juga ikut tersenyum.

__ADS_1


"Kalian datang hanya berdua Pricilla?" tanya Oma.


"Oh tidak aku datang sama saudara ku, oh itu dia," jawab Pricilla dan kebetulan melihat Aldo dan Pricilla langsung memanggilnya.


"Bukannya itu pak Aldo," batin Kayra yang pasti mengingat Aldo yang tersenyum yang berjalan menghampiri meja. Dan Davin juga melihat Aldo. Sudah tidak tau berapa lama Davin tidak melihat saingannya itu.


Giselle kaget dengan Pria yang menghampiri meja mereka, "bukannya dia pria yang bertabrakan denganku tadi di depan toilet," batin Giselle yang terlihat begitu schok dengan apa yang telah di lihatnya.


"Maaf membuat kalian menunggu," ucap Aldo dengan sopan dan ramah.


"Ini Aldo sepupu saya dan mungkin ada yang sudah mengenalnya," ucap Pricilla.


"Pak Aldo!" pekik Kayra yang terkejut.


"Hay Kayra, kamu apa kabar, Pricilla sudah menceritakan semuanya. Jika kamu sudah kembali, bagaimana kabar kamu?" tanya Aldo yang menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Saya baik-baik aja pak Aldo," sahut Kayra yang ingin menyambut uluran tangan itu, namun Davin menurunkannya dan membuat Kayra tidak jadi berjabat tangan dengan Aldo. Karena Davin masih aja cemburu dengan Aldo. Namun Aldo menanggapi dengan senyuman aja.


"Pak Davin apa kabar?" tanya Aldo dengan ramah.


"Seperti yang kamu lihat sangat baik-baik aja," jawan Davin yang tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu," sahut Aldo dan Aldo langsung melihat Giselle yang juga di ingatnya tadi bertemu barusan dengan-nya.


"Ayo Aldo kamu juga langsung duduk!" sahut Oma membuat Aldo mengangguk dan mengalihkan pandangannya dari Giselle.


"Jadi dia sepupunya Pricilla. Kok bisa sih pria setampan, selembut ini sepupuan dengan wanita sepertinya," batin Giselle yang kelihatannya tidak masuk akal baginya.


"Pricilla Tante Wulan tidak ikut?" tanya Davin yang mengingat mama Pricilla.


"Oh aku lupa memberitahu kalau sebenarnya mama sudah meninggal 2 tahun lalu," sahut Pricilla dengan tenang yang pasti mengejutkan semua orang.


"Sungguh?" tanya Davin.


"Iya mama mengalami komplikasi dalam orangnya dan akhirnya di panggil terlebih dahulu," jawab Pricilla yang berbicara dengan tenang.


"Maaf Pricilla aku tidak bermaksud untuk menyinggung hal itu," ucap Davin.


"Tidak apa-apa. Jadi untuk pertemuan hari ini membicarakan masalah serius ini. Jadi aku hanya membawa Aldo yang mewakili keluargaku yang lain," sahut Pricilla.


"Tidak apa-apa. Ya sudah kita sebaiknya makan saja, yang lainnya pasti sudah lapar," ucap Oma.


"Iya mari kita makan dulu, baru mengobrol," sahut Altarik.


Yang lain pun mulai mengambil makanan mereka masing-masing.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2