
Cuaca sedang tidak baik-baik saja. Seharian begitu panas dan ternyata di malam hari di basahi hujan deras. Di dalam mobil Zoy terlihat murung yang melihat ke luar jendela ke arah tokoh di dekatnya. Yang mana Zoy melihat Pria yang memakai payung buru-buru berlari keluar dari toko itu. Siapa lagi kalau bukan Dion.
Zoy menghela napasnya kedepan ketika Dion memasuki mobil yang duduk di kursi pengemudi.
"Ini," ucap Dion yang memberikan sebotol minuman ramuan khusus wanita. Kalau sudah sedang datang tamu yang tidak di undang.
"Makasih," jawab Zoy mengambilnya. Dion hanya menganggukkan kepalanya dan meletakkan payung itu di belakang.
"Aku dengar papa Kayra sudah di pindahkan," ucap Zoy membuka pembicaraan setelah meminum apa yang di berikan Dion tadi.
"Iya kamu benar dan tidak ada yang tau di mana. Kayra sengaja memanipulasi pemindahan dari Dubai ketempat lain. Karena dia tau Davin pasti akan mengorek informasi dari rumah sakit. Walau hal itu privasi pasien tapi Davin pasti mendapatkannya. Makanya Kayra memanipulasinya sampai akhirnya tidak dapat di temukan," jelas Dion yang mengusap-usap pakaiannya yang sedikit basah.
"Dia benar-benar pergi dan dari caranya. Dia tidak akan kembali lagi. Dia tidak akan memberikan kesempatan untuk kak Davin lagi," ucap Zoy yang fokus melihat kedepan dengan tatapan sendunya.
"Davin juga sudah berusaha. Namun tidak ada hasilnya. Dan Kayra memilih pergi. Karena merasa hanya memiliki cinta sendiri," ucap Dion.
"Memiliki cinta sepihak itu memang sangat menyakitkan. Aku seakan tau apa yang Kayra rasakan. Karena aku pernah berada di posisinya. Tetapi bukan aku yang pergi. Tapi kamu," ucap Zoy membuat Dion menghentikan aktivitasnya dan melihat ke arah Zoy yang masih tetap melihat ke depan.
"Zoy!" lirih Dion.
"Aku berharap perasaanku bisa memudar setelah 3 tahun tidak bertemu. Ya aku bisa melupakannya dengan melakukan banyak aktivitas. Tetapi perasaan itu tergali kembali saat kamu kembali datang," ucap Zoy lagi.
"Dion aku ingin bertanya padamu. Apa kau sudah menyukaiku," ucap Zoy melihat ke arah Dion dengan mata Zoy yang menunggu jawaban dan Dion diam dengan menatap mata Zoy.
Flashback.
"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu," ucap Zoy saat berduaan di dalam mobil bersama Dion yang mana mereka makan nasi goreng yang berjualan di pinggir jalan.
"Aku mendengarnya. Katakan saja!" sahut Dion mengunyah makanannya.
"Aku menyukaimu," ucap Zoy dengan jujur.
uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.
Mendengarnya Dion langsung batuk-batuk yang benar-benar terkejut dengan perkataan Zoy.
"Dion kamu baik-baik saja," sahut Zoy panik dan memberi Dion minuman dan Dion langsung minum.
__ADS_1
"Apa yang aku katakan membuatmu kaget ya. Aku minta maaf," ucap Zoy dengan merasa bersalah.
"Aku memang terkejut. Jangan bercanda berlebihan. Apa lagi saat makan. Itu tidak baik," ucap Dion yang menjadi gugup.
"Siapa yang bercanda aku memang menyukaimu," sahut Zoy.
"Sudahlah jangan membahas masalah itu," sahut Dion yang sepertinya tidak ingin membahas masalah perasaan.
"Kenapa? bukannya seharusnya kamu juga menyukaiku. Aku menunggumu Dion untuk mengatakannya dan kamu tidak mau. Maka aku yang mengatakannya. Aku sangat menyukaimu," ucap Zoy memperjelas perasaannya kepada Dion.
"Tetapi aku tidak!" sahut Dion dengan tegas yang membuat Zoy kaget.
"Kau tidak punya perasaan kepadaku," sahut Zoy yang merasa sesak di dadanya saat mendengar hal itu.
"Aku tidak punya perasaan apa-apa kepadamu. Dan kita tidak mungkin berhubungan dengan status yang jauh," ucap Dion menegaskan di mana makan mereka terhenti dan obrolan menjadi tegang.
"Kasih aku alasannya," ucap Zoy.
"Aku akan bertunangan dengan wanita lain," jawab Dion membuat Zoy terkejut dan tanpa di sadari nya air matanya jatuh.
"Tidak mungkin. Dengan siapa? kau tidak pernah dekat dengan siapapun. Kau hanya dekat kak Davin. Kau tidak mungkin bertunangan. Kau pasti bohong," sahut Zoy yang tidak ingin menerima kenyataan itu.
keluargamu," ucap Dion.
Flassaon.
Zoy dan Dion yang masih di dalam mobil masih saling melihat dengan Dion perlahan memegang pipi Zoy yang sudah menetes air mata yang mencerminkan perasaannya lada pria di depannya itu.
"Maafkan aku Zoy. Aku tidak bisa menyukaimu," sahut Dion yang membuat air mata Zoy menetes lebih banyak. Namun dia tersenyum getir mendapat penolakan untuk yang ke-kalinya.
"Kau bisa mencintai laki-laki yang jauh lebih baik dari pada aku. Aku tidak bisa bersamamu dan maaf kembalinya aku membuat perasaanmu tidak tenang," ucap Dion.
Zoy menepis tangan Dion yang ada di pipinya
"Kalau begitu pergi lagi. Jangan menyiksaku. Aku lupa dulu kau pergi karena untuk menghindariku dan mengejar tunangan mu dan mungkin sekarang kalian bahkan sudah menikah. Jadi pergilah untuk menghindariku lagi," ucap Zoy yang terlihat sakit hati.
"Zoy!" lirih Dion.
__ADS_1
Zoy menyeka air matanya, "ini jauh lebih sakit dari pada 3 tahun lalu," ucap Zoy dan membuka pintu mobil dan langsung keluar dari mobil.
"Zoya!" panggil Dion. Zoya tetap pergi yang menaiki Taxi dan Dion hanya menyaksikan kepergian itu.
"Maafkan aku," batin Dion yang terlihat merasa bersalah kepada Zoy.
***********
Davin berada di dalam mobil yang duduk di bangku belakang dan Reyhan yang menyetir di depan.
Davin memejamkan matanya sembari memijat-mijat pelepis nya. Seharian kepalanya sangat berat. Apa lagi jika bukan memikirkan Kayra yang tak kunjung di temui entah di mana.
Ting. Davin yang menerima notif pesan langsung membuka matanya dan mengeluarkan handphonnya dari dalam sakunya.
"Kayra!" lirih Davin yang terkejut ketika menerima notif dari wanita yang di carinya.
..."Aku menuliskan pesan sebagai salam perpisahan kita. Aku lupa dalam surat yang ku tulis tidak mengucapkan terima kasih kepadamu atas pengobatan papa. Aku sudah memindahkannya dan Dokter bilang kondisinya banyak kemajuan. Kau sangat berterima kasih kepadamu Davin. Kau berharap papa bisa sembuh dan kelak kalau dia sembuh aku pasti mengatakan semua karena kamu aku tidak akan lupa itu....
...Jika umur papa masih panjang semoga suatu saat bisa mengucapkan terima kasih padamu. Maaf Davin sudah merepotkanmu selama ini. Aku hanya ingin mengatakan itu saja....
...Jangan mencariku lagi. Karena aku sudah pergi jauh dan tidak mungkin kembali. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa. Aku sudah mengirim surat perceraian kita dan aku mengisi semua data-data ku. Tinggal kamu yang akan mengisinya dan mengurusnya kepengadilan. Walau aku tidak datang kepengadilan. Perceraian kita bisa di laksanakan. Jadi kamu saja yang mengurusnya. Karena aku sudah pergi....
...Sekali lagi terima kasih untuk semuanya. Maaf aku harus membawa anak kita. Karena hanya itu yang membuatku bertahan. Semoga kelak rasa yang aku alami bisa menjadi kebahagiaan. Semoga aku mencintai Pria yang juga mencintaiku....
Tulis Kayra dalam pesannya yang membuat Davin meneteskan air matanya.
Menangis terisak dengan menjatuhkan handphonenya ke sampingnya. Mengusap wajahnya, memijat kepalanya. Reyhan melihat bosnya itu dari kaca spion dan ikut merasa simpatik pada bosnya itu.
"Maafkan aku Kayra. Maafkan aku," lirih Davin dengan suara tangisnya yang hanya penuh dengan penyesalan saat istirnya benar-benar tidak akan memberinya kesempatan lagi.
Di mana Kayra juga meneteskan air matanya yang berada di dalam pesat. Dengan kepalanya yang bersandar pada jendela pesawat melihat gumpalan awan dengan air mata yang tidak henti-hentinya menetes dengan tangannya yang mengusap-usap perutnya.
"Semoga kamu bisa menemukan kebahagiaannya mu dan begitu juga dengan aku," batin Kayra yang sejujurnya kepergiannya hanya menyiksa dirinya. Namun bertahan akan membuat lukanya semakin sakit.
Memilih pergi jalan yang terbaik. Tidak Davin dan tidak Kayra sama-sama meratapi kesedihan mereka. Sama dengan Zoy di dalam Taxi juga seperti itu yang merasa sesak karena tidak di cintai juga dan Dion yang masih tetap di dalam mobil juga penuh dengan merasa bersalah dengan beberapa kali menghembuskan napasnya perlahan kedepan.
Next 5 tahun kemudian.
__ADS_1
...Mohon untuk terus dukung, vote, like, koment ya....
...Bersambung...