
Kayra yang merasa dirinya hamil akhirnya membeli tespeck. Saat pulang kerja tadi dia mampir ke apotik untuk membelikan tes kehamilan dan setelah sampai kerumah. Kayra memasuki kamar mandi dan langsung menggunakan tespeck tersebut.
Kayra berdiri di depan cermin dengan melihat hasil tespeck yang sudah di pakainya tangan kanannya memegang tespeck dan satu lagi memegang handphone yang melihat di internet cara penggunaannya dan cara melihat hasilnya.
Bola mata Kayra bergantian melihat ke arah tespeck dan melihat ke arah handphone yang ternyata sama hal itu berulang kali di lakukan Kayra untuk memastikan kebenarannya.
" Jadi aku benar-benar hamil," gumam Kayra yang tidak percaya. Jika dia memang hamil. Karena tespeck tersebut memperlihatkan garis 2 dan juga sama dengan di ponselnya yang kalau positif hamil tanda garis 2 yang muncul.
Tidak tau bagaimana reaksi Kayra dia hanya menghela napas saja dengan tatapan mata yang terlihat kosong.
" Bagiamana jika aku hamil?
" Itu bagus aku akan mendapat warisan yang sesuai yang aku mau.
" Lalu bagaimana jika anak ini nanti lahir?"
" Dia akan menjadi keturunan ku?
" Lalu aku bagaimana dengan ku?
" Memang kamu harus seperti apa. Bukannya akan sesuai dengan surat perjanjian dalam pernikahan kita,"
" Kita menikah setelah menikah aku akan mendapatkan warisan dan setelah itu kita berpisah. Jangan khawatir aku akan memberikanmu keuntungan yang banyak dan aku pastikan setelah kita berpisah kau tidak perlu lagi melakukan kencan seperti ini. Kau akan terbebas dari ibu tirimu,"
" Apa yang kau lakukan Davin. Apa kau gila, kau ingin memperkosaku,"
" Iya aku akan melakukannya. Karena dengan kau mengandung anakku. Maka aku akan mendapatkan warisan yang aku mau,"
__ADS_1
" Tapi kau tidak perlu melakukan ini. Tidak ada di dalam perjanjian semua ini,"
" Ya mungkin Oma akan berubah pikiran Kayra. Jika kamu hamil. Kamu mengandung anak Davin dan mungkin Oma akan mempertimbangkan apa yang di inginkan Davin,"
Semua perkataan itu melintas di pikiran Kayra. Kayra memijat kepalanya yang semakin pusing dan di pastikan ini karena kehamilannya dan pikirannya yang tidak tenang.
Kayra mengusap wajahnya dengan kasar sampai ke kepalanya yang membuat rambutnya tersibak kebelakang.
Kayra dengan matanya yang berkaca-kaca memegang perutnya yang masih ramping.
" Apa aku tidak bahagia dengan kehamilan ini. Bukannya seharusnya aku bahagia karena aku mengandung dan tidak semua wanita bisa mengandung. Tetapi kenapa perasaan ku menjadi takut. Aku tidak tau apa yang membuatku takut," batin Kayra dengan meneteskan air matanya.
" Davin. Anak ini adalah milik Davin. Ini mungkin yang bisa aku berikan kepadanya untuk membayar semua yang di lakukannya dan Iya tujuan Davin menikahiku karena warisan yang di inginkannya dan dia tidak mendapatkan itu. Karena Oma berubah pikiran dan Davin tidak memutuskan pernikahan begitu saja. Dan sekarang aku mengandung anaknya yang itu artinya anak akan menjadi miliknya. Milik keluarga ini dan tugasku akan selesai," batin Kayra dengan wajahnya yang kelihatan takut.
" Lalu kenapa Kayra. Bukannya itu yang kau mau. Kau mengakhiri pernikahan kontrak ini. Bukankah dari dulu kau ingin cepat-cepat untuk mengakhirinya dan seharusnya kau bahagia. Lalu kenapa kau jadi sedih sekarang Kayra. Kenapa kau merasa takut pernikahan ini berakhir. Kau bahkan takut jika Davin membuangmu," batin Kayra yang merasa perasaannya bergejolak dengan pemikiran-pemikiran yang aneh.
Kayra bahkan sekarang meremas dadanya yang terasa sesak di dalam sana yang tidak dapat di mengertinya. Kayra menangis terisak dan perlahan terduduk dengan memeluk ke-2 lututnya dengan ketakutan yang membayang di wajahnya.
" Kita mau kemana Davin?" tanya Kayra yang turun dari mobil bersama Davin yang mana mereka berhenti di depan sebuah gedung.
" Ikut saja," sahut Davin yang berjalan terlebih dahulu dan Kayra mengikutinya dan berjalan sejajar dengan Davin.
" Kemana sih dia akan membawaku," batin Kayra yang begitu penasaran.
Davin dan Kayra di antarkan seorang pelan memasuki terowongan yang membuat mata Kayra takjub yang mana ketikan memasuki ruangan itu seperti berada di lautan. Kiri kanan atas bahwa penuh dengan nuansa lautan yang lengkap dengan isinya dan semua di lapisi dengan kaca.
Lautan yang penuh dengan isi yang lengkap. Hewan laut. Jenis ikan, binatang laut yang indah-indah dan begitu cantik yang membuat Kayra tidak percaya jika bisa berada di tempat seperti itu.
__ADS_1
" Davin apa ini semua?" tanya Kayra dengan matanya yang berbinar yang menatap kagum di sekelilingnya yang ibaratnya dia berada di dalam lautan.
Davin memegang ke-2 bahu Kayra dan memutarkan tubuh Kayra memperlihatkan. Beberapa putri duyung yang begitu cantik-cantik yang membuat Kayra semakin takjub.
Putri duyung nya tidak benar. Hanya manusiawi yang seperti Putri duyung. Kayra langsung tersenyum melihat putri duyung itu yang melambaikan tangan kepadanya.
" Kok bisa?" tanya Kayra melihat Davin yang sudah berdiri di sampingnya Davin menanggapinya hanya dengan mengangkat ke - bahunya.
Dia memang rasanya hanya ingin menuruti apa yang di inginkan Kayra. Tetapi tidak mungkin Kayra berada di tengah lautan yang berenang bersama putri duyung. Karena Davin juga mana mungkin menemukan putri duyung yang menurutnya hanya ada di dogeng.
" Bukannya kau ingin berenang bersama putri duyung maka masuklah!" ucap Davin.
" Apa tidak bahaya untuk ke...." Kayra tidak melanjutkan kata-katanya. Dia memang belum memberitahu kan Davin masalah kehamilannya.
Kayra memang tidak hanya mengetes lewat tespeck saja. Namun dia juga ke Dokter untuk memastikan dan sekalian untuk meminta obat. Kayra di nyatakan positif hamil Minggu
" Bahaya untuk apa?" tanya Davin dengan menaikkan 1 alisnya. Kayra menjadi gugup dengan menelan salivanya.
" Hmmm, ya maksudku. Itu kan bukan putri duyung asli. Jadi sama saja," sahut Kayra yang meralat kata-kata nya dengan berusaha untuk tenang.
" Jadi kau benar-benar mau berenang di dalam lautan dengan putri duyung?" tanya Davin memastikan. Kayra menganggukkan kepalanya.
" Tidak takut ikan hiu atau ikan piranha, paus dan sebagaiqnya?" tanya Davin. Kayra menggelengkan kepalanya.
Davin memutarkan tubuh Kayra lagi dan memperlihatkan ke lain arah yang mana memperlihatkan pertunjukan sirkus di dalam air. Yang mana putri duyung yang cantik yang berenang dengan manusia biasa memakai perlengkapan renang yang di kejar-kejar ikan hiu.
Hal itu mengejutkan untuk Kayra dengan matanya yang terbuka lebar dan mulutnya yang menganga dan namun dengan cepat Kayra langsung tertawa yang begitu lucu Karena terlihat ikan hiu yang sedang mengejar-ngejar Putri duyung.
__ADS_1
Davin melihat Kayra yang tertawa terbahak-bahak juga ikut tersenyum. Kayra tampaknya menyukai dengan ala yang di berikannya dan itu suatu kebanggaan untuk Davin yang bisa bahagia. Karena melihat Kayra bahagia.
Bersambung