Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 92 tindakan Davin.


__ADS_3

" Di mana Kayra?" tanya Davin pada Reyhan yang berdiri di depannya.


" Lagi bekerja bos. Saya menempatkan nona Kayra di bagian pemasaran,sesuai dengan jurusannya dan sekarang sedang melakukan pekerjaannya," jawab Reyhan.


" Bukannya aku menyuruhmu untuk memanggilnya ke ruanganku?" tanya Davin dengan wajahnya yang kesal.


" Maaf bos. Tadi saya sudah mengatakan pada nona Kayra. Tetapi dia menolak dan mengatakan pekerjaannya banyak dan tidak mau di ganggu. Nanti saja jam istirahat baru dia menemui bos," jawab Reyhan dengan rasa takut-takut.


" Siapa dia berani mengatur-atur. Aku di sini bosnya bukan dia," sahut Davin dengan kesal.


" Maaf bos tapi saya tidak bisa melakukan apa-apa," jawab Reyhan yang sudah pasrah jika Davin akan memarahinya lagi.


" Kurang ajar!" umpat Davin dengan kesal dan langsung berdiri keluar dari ruangannya.


" Hhhhhh," Reyhan menghela napasnya panjang, " apa mereka akan ribut. Aku heran melihat bos Davin. Apa dia tidak tau jika nona Kayra bersikap seperti itu. Karena pasti masalah kejadian tadi pagi. Ahhhhh bos-bos kenapa tidak pekak sih. Jika nona Kayra itu sedang di landa api cemburu. Makanya sekarang lagi ngambek," ucap Reyhan yang bergerutu sendiri yang geleng-geleng kepala melihat bosnya itu.


**********


Kayra berada di ruangan yang mana di sana tidak hanya dia sendiri ada beberapa orang yang terlihat sibuk yang bekerja. Namun Kayra yang duduk di Sofa panjang putih yang terlihat memegang kertas yang di lapisi papan ujian dan terlihat Kayra sedang menulis.


" Aissss!" Kayra geleng-geleng yang merasa kurang fokus dan apa yang ditulisnya justru bersalahan.


" Kamu kenapa sih Kayra, come on kamu harus fokus," ucap Kayra yang merasa dirinya memang aneh.


" Mungkin aku memang kurang enak badan, makanya perasaanku juga seperti ini. Kepalaku sakit sejak tadi belum lagi perutku tidak enak. Mungkin karena aku belum sarapan," bantinnya memijat kepalanya. Kondisinya memang tidak baik-baik saja sejak tadi pagi. Namun kondisinya semakin parah ketika melihat Davin dan Pricilla tadi yang perasaannya ikut-ikutan tidak menentu.


" Arghh sudahlah Kayra. Kamu itu harus fokus," ucapnya yang berusaha untuk fokus.

__ADS_1


Brukkk!" tiba-tiba pintu terbuka dengan kasar membuat perhatian orang-oranga yang ada di ruangan itu terkejut dan melihat ke arah pintu.


Siapa lagi kalau bukan Davin yang berdiri tegak di sana yang menunjukkan aura dinginnya dengan tatapan matanya yang fokus pada seseorang yang siapa lagi jika bukan Kayra dan hal itu membuat Kayra menelan salivanya.


" Keluar dari ruangan ini semuanya. Kecuali karyawan baru itu. Aku ingin bicara dan memberi banyak perintah kepadanya," ucap Davin dengan suara beratnya yang tidak melepas tatapannya pada Kayra.


" Kalian masih berada di sini?" tanya Kayra menekan suaranya. Saat melihat tidak ada satupun yang keluar dari ruangan itu.


Orang-orang yang ada di ruangan itu mendadak takut dah buru-buru langsung keluar dari ruangan itu dan hanya menyisihkan Kayra yang juga mendadak panik. Setelah semua orang pergi Davin menutup pintu.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Kayra.


" Aku menyuruhmu untuk keruanganku. Lalu kenapa kau tidak datang?" tanya Davin dengan suara dinginnya.


" Aku sudah mengatakan alasannya pada Reyhan," jawab Kayra ketus yang berdiri dari tempat duduknya yang melangkah menghampiri Davin yang ternyata Kayra melewati Davin yang ingin pergi.


" Aku mau sarapan, perutku lapar," jawab Kayra dengan ketus.


" Berani sekali kau pergi. Sementara aku belum selesai bicara," ucap Davin dengan sinis yang menunjukkan betapa marahnya dia kepada Kayra.


" Bukannya tujuanmu untuk datang kemari hanya untuk menayakan itu saja. Jadi aku sudah menjawabnya dan sekarang lepaskan tanganku jangan menggangguku!" tegas Kayra membuat Davin terkejut mendengar kata-kata itu.


" Apa yang kau katakan Kayra. Berani sekali kau mengutukku apa yang kau inginkan sebenarnya?" tanya Davin yabg terlihat marah dengan menatap tajam Kayra.


" Seharusnya pertanyaan itu untukmu. Apa yang kau inginkan. Kau tiba-tiba saja menarikku dari pekerjaan ku dan membawa ku kemari yang mana Pricilla ada di sini. Di juga bekerja di sini. Kau ingin apa Davin. Kau setiap saat aku harus bersandiwara dengannya," ucap Kayra yang balik marah-marah.


" Jadi hanya karena itu. Selalu saja hanya karena Pricilla kau selalu berubah sikap. Apa kau sebegitu cemburunya kepadanya," sahut Davin. Kayra mendengus kasar mendengarnya.

__ADS_1


" Terserah kau mengatakan apa. Tapi aku memang tidak nyaman. Jika 1 perusahaan dengannya dan aku tidak bisa harus itu ini kepadanya yang selalu bersandiwara. Apa aku harus mengatakan saja kepadanya jika aku istrimu," sahut Kayra dengan kesalanya. Davin diam mendengarnya.


" Lihatlah kau diam kan. Kau sendiri sangat takut jika semua orang tau. Jika dia tau aku istrimu. Tetapi kau malah membawaku kemari. Untuk apa hah! untuk sebagai alat lagi menutupi hubungan kalian," teriak Kayra yang sekarang marah-marah pada Davin.


" Sudahlah aku capek bicara denganmu. Terserah mau apa yang kau lakukan. Kau justru tidak bisa menepati janjimu. Persetan dengan surat perjanjian yang kau ubah. Kau selaku merasa paling benar dan egois. Kau tidak pernah memikirkanku," ucap Kayra menekankan dengan suaranya yang begitu keras yang menunjukkan betapa marahnya dia pada Davin.


Kayra menghela napasnya dengan kasar dan meninggalkan Davin dengan penuh kemarahan. Di mana Davin hanya diam saja yang melihat betapa marahnya Kayra kepadanya. Namun saat tangannya ingin membuka pintu Davin langsung menariknya.


" Davin lepas apa yang kau lakukan!" berontak Kayra saat Davin menarinya dengan kasar dan langsung menjatuhkannya ke sofa dan menindih tubuh Kayra.


" Davin kau gila lepaskan aku!" Kayra terus memberontak.


" Iya aku akan menunjukkan kegilaanku kepadamu. Supaya kau tidak seperti ini lagi," ucap Davin dengan wajahnya yang seperti monster yang membuat Kayra panik.


" Davin!" umpat Kayra dengan marahnya dengan perlakuan Davin kepadanya, " Davin mpt, mpt," Davin sudah menutup mulutnya dengan bibir Davin yang mencium Kayra dengan paksa dan jujur itu membuat Kayra tersiksa.


Davin yang merasa marah harus menuntaskannya pada Kayra yang menciumnya dengan paksa dengan tangan Davin yang menurunkan pakaian yang di kenakan Kayra yang mana hal itu membuat Kayra terus memberontak saat Davin benar-benar sangat gila.


Egggeh tiba-tiba hal itu berhenti saat Kayra tiba-tiba saja muntah dan di pastikan mengenai wajah Davin yang membuat Davin menghentikan kegiatan gilanya.


" Kayra!" lirih Davin dengan kesal mengangkat kepalanya dan Kayra kembali ingin muntah dengan menutup mulutnya. Hal itu membuat Davin langsung bangkit dari tubuh Kayra.


" Kau kenapa?" tanya Davin mendadak panik.


Ehegk, Ehegk," Kayra kembali mual-mual dan sekarang berlari ke kamar mandi yang ada di ruangan itu untuk membuangkan isi perutnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2