
Rumah sakit.
Dokter cantik dengan rambutnya yang di ikat satu sedang berjalan dengan langkah yang cantik. Wanita muda yang tersenyum ketika beberapa perawat yang menyapanya.
"Dokter Kayra!" sapa salah satu perawat. Kayra hanya mengangguk dengan senyuman manisnya. Dokter Kayra. Ya Kayra Anatasya Devi telah menjadi Dokter special bedah saraf di rumah sakit cendrawasih di Indonesia. Rumah sakit yang di kenal dengan pengobatan dan alat medis yang sangat lengkap.
"Kenapa belum datang?" batin Kayra menghentikan langkahnya saat teringat sesuatu. Kayra menghela napasnya dan mengambil ponselnya dari saku jasnya.
"Mama!!!!"
Teriakan suara anak kecil membuat Kayra membalikkan badannya dan wajah cantiknya itu kembali mengukir senyum lebar. Kala anak kecil yang masih memakai seragam sekolah itu berlari mengejarnya. Kayra langsung berjongkok dengan ke-2 tangannya yang menyambut untuk memeluk bocah laki-laki itu.
"Selamat siang Bu Dokter!" sapa Brian dengan nada suara indahnya.
"Selamat siang sayang," sahut Kayra yang melepas pelukan itu dengan merapi-rapikan rambut Brian, putra kecilnya.
"Apa ini?" tanya Kayra melihat sang anak yang membawa paper bag kecil membuatnya begitu penasaran.
"Eskrim," jawab Brian dengan polosnya.
Kayra menautkan ke-2 alisnya menatap putranya itu, "sebanyak ini?" tanya Kayra.
Brian menganggukkan kepalanya. Kayra melihat ke arah wanita yang berdiri di belakang Brian yang seolah bertanya.
"Bukan aku yang beli Kayra," jawab Maya. Kayra semakin bingung dengan jawaban wanita yang juga salah satu perawat di rumah sakit itu.
"Mama tadi Brian tidak sengaja menabrak Oom tampan. Lalu eskrim yang Brian beli dengan Suster Maya jatuh ke jasnya. Tadi Brian sudah minta maaf dan Om baik itu memaafkan Brian. Lalu mengganti eskrim Brian. Brian sudah bilang beli satu saja, nanti mama marah. Tetapi Om tampan itu tetap membelikan Brian eskrim nya. Katanya kalau memakan eskrim banyak tidak akan membuat kita mati," jelas Brian dengan tatanan bahasa yang sedikit buru-buru.
"Memang tidak akan mati. Tetapi nanti Brian akan sakit kebanyakan minum eskrim," ucap Kayra menjelaskan pada putranya.
"Lalu bagaimana mama, eskrim nya sudah di beli Oom itu kan tidak mungkin di buang?" tanya Davin.
"Brian jangan makan banyak eskrim nya. Cukup satu saja. Sisanya kasih sama perawat yang ada di sini," ucap Kayra memberi saran.
"Baik mah," sahut Brian yang langsung melaksanakan perintah mamanya. Brian membagi-bagi dengan Suster yang kebetulan lewat.
"Makasih Brian tampan,"
"Anak baik, makasih ya!"
__ADS_1
"Ya ampun makasih ganteng,"
Para Suster yang menerima eskrim dari Brian selalu memuji Brian yang sangat menggemaskan. Kayra menghela napasnya dengan tersenyum yang berdiri di samping Maya.
"Apa tidak terjadi masalah dengan orang yang di tabrak Brian?" tanya Kayra.
"Aman Kayra. Kamu santai saja. Pria itu awalnya sangat menyeramkan. Aku juga takut dengannya. Tetapi ternyata tidak seperti itu. Dia sangat baik dan kamu tau tidak dia itu sangat tampan. Mirip opa-opa Korea," jelas Maya yang kalau sudah masalah cowok pasti heboh sendiri. Kayra hanya geleng-geleng saja mendengar temannya yang memuji Pria itu.
"Aku serius Kayra. Kau ini seharusnya sudah mulai memikirkan ayah untuk Brian. Jangan terlalu serius dalam bekerja," ucap Maya memberi Saran.
"Seorang Dokter memang harus serius. Dan aku tidak punya waktu untuk hal-hal yang tidak penting seperti itu," ucap Kayra menegaskan.
"Tapi Kayra...."
"Shuttttt!" sahut Kayra meletakkan jarinya di mulut Maya, "jangan di bahas lagi. Aku tidak mau mendengarnya. Oke," tegas Kayra. Maya menghela napas. Ya kalau masalah Pria temannya itu tidak akan pernah mendengarnya.
"Mama ini untuk mama," ucap Brian yang memberikan Kayra eskrim, setelah selesai membagikan dengan yang lainnya.
"Makasih sayang," jawab Kayra mengambil eskrim rasa stauberry tersebut. Kayra sangat lama melihat eskrim itu seperti teringat sesuatu.
"Mama suka eskrim nya. Karena sedikit melamun,"
"Baik mama," jawab Brian dan berjalan dengan sambil bermain-main.
**********
Davin yang berada di dalam mobil yang masih di setiri Reyhan, menoleh ke sampingnya di mana jasnya yang di bukanya karena tadi kotor.
Davin tiba-tiba tersenyum, mengingat anak kecil yang bertabrakan dengannya yang mengingat khas suaranya yang tidak tau kenapa dia begitu bahagia. Padahal bukannya hal yang biasa bertemu dengan anak kecil.
"Kita jadi kerumah sakit bos?" tanya Reyhan.
"Oh iya jadi," jawab Davin yang sedikit kaget. Karena tadi sedikit melamun. Reyhan yang menyetir hanya menganggukkan kepalanya saja.
***********
Mobil Davin berhenti di rumah sakit dan bersamaan dengan Kayra dan Brian yang keluar dari rumah sakit dengan mereka yang sama-sama tersenyum sembari berjalan bergandengan tangan.
Reyhan membukakan pintu mobil. Davin langsung keluar dengan melihat layar handphonenya. Dan Kayra dan Brian melanjutkan langkah. Hampir saja mereka berpapasan. Namun Kayra membelok menuju mobilnya. Karena tidak jauh dari parkiran.
__ADS_1
"Ayo sayang masuk!" pinta Kayra membukakan pintu mobil di bagian depan.
"Baik mah," jawab Brian tersenyum dan langsung masuk.
Kayra tersenyum dan langsung masuk kedalam mobil dan Davin sendiri masih berjalan dengan fokus pada handphonnya.
Brian yang di dalam mobil tiba-tiba melihat ke depan dan melihat Davin.
"Bukannya itu Om baik," ucap Davin yang memiliki ingatan yang tinggi dan mengingat Davin.
"Ada apa sayang?" tanya Kayra yang sudah masuk mobil dan heran dengan putranya yang melamun.
"Itu Om yang tadi Brian katakan," jawab Brian menunjuk dan Kayra langsung melihat kedepan dan kebetulan Davin sudah memasuki rumah sakit dan tidak dapat di lihat Kayra.
"Yah mama kelamaan. Jadinya sudah masuk deh," sahut Brian menepuk jidatnya. Kayra hanya tersenyum saja.
"Baiklah, lain kali kita akan bertemu lagi dengan Om baik itu," ucap Kayra.
"Kalau bertemu. Mama mau tidak mengajaknya makan bersama kita?" tanya Brian.
"Untuk apa sayang?" tanya Kayra heran.
"Kan dia sudah memaafkan Brian, membelikan Brian eskrim. Jadi apa salahnya mengajaknya makan bersama kita," ucap Brian dengan tutur kata yang begitu menggemaskan.
"Baiklah kalau begitu. Kalau mama tidak sibuk ya," ucap Kayra yang menyetujui permintaan putranya. Brian menganggukkan kepalanya.
Kayra tersenyum dan langsung memakai sabuk pengamannya. Tidak lupa sebelumnya dia juga mengingatkan Brian untuk memakai sabuk pengaman. Setelah keduanya sudah selesai dengan tingkat keamanan. Kayra langsung menyetir dengan kecepatan normal.
********
Apartemen.
Pintu di buka silahkan masuk.
Suara cantik otomatis yang terdengar ketika pintu sudah di buka. Kayra dan Brian yang masuk ke dalam Apartemen yang cukup luas itu.
Di mana terdapat 2 kamar tidur. Kamar Brian dan juga kamar Kayra yang memang terpisah. Dapur dan ruang tamu yang menyatu. Dengan jendela kaca yang besar yang menunjukkan Viu perkotaan yang begitu padat dan di luar juga terdapat teras yang indah.
"Brian langsung mau kekamar," ucap Brian yang berlari kekamarnya. Kayra mengangguk dan langsung duduk di sofa panjang berwarna grey tersebut. Kayra meletakkan tasnya di atas meja dan merebahkan dirinya di sofa itu.
__ADS_1
Sangat banyak pasien dan beberapa operasi yang di tanganinya membuat Kayra sangat lelah dan langsung memejamkan matanya sebentar untuk sekedar beristirahat sebentar. Hanya sebentar. Karena Kayra harus menyiapkan makan malam lagi untuk putranya. Di Apartemen itu tidak ada pembantu sama sekali.