Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 230.


__ADS_3

Di mana sekarang Dion sangat berusahalah untuk menyelamatkan Zoy yang terbawa oleh arus. Karena tidak sadarkan diri. Jadi Zoy tidak bisa menyelamatkan dirinya. Dion yang berenang benar-benar sangat berusaha untuk menyelamatkan Zoy, serta Davin, Reyhan dan Haykal yang juga ikut mencari Zoy yang pasti mereka juga khawatir.


Semangat Kayra dan yang lainnya menunggu di tenda dengan kepanikan mereka.


"Mama kenapa papa belum pulang?" tanya Brian yang juga ikutan panik.


"Brian tenang ya sayang papa sebentar lagi akan pulang. Papa akan bawa Tante Zoy," ucap Kayra.


"Semoga Tante Zoy benar-benar tidak apa-apa," ucap Brian yang begitu khawatir.


"Brian harus tenang, Tante Zoy pasti tidak apa-apa," ucap Kayra meyakinkan putranya itu yang pasti sangat takut bestienya sampai kenapa-kenapa.


"Kak Zoy sih tidak mau mendengarkan aku kenapa sih kal Zoy, sekarang lihat kak Zoy sampai kejebur," ucap Giselle yang terlihat sangat Khawatir.


"Tenang lah Giselle percayalah Zoy akan baik-baik saja," ucap Silvia yang berusaha menenangkan Giselle yang takut jika Zoy sampai kenapa-kenapa.


"Ya Allah semoga tidak terjadi apa-apa dengan Zoy," batin Kayra yang hanya bisa berdoa.


*********


Dengan usaha Dion akhirnya Dion berhasil menyelamatkan Zoy, yang berhasil membawa Zoy sampai kedaratan dan mencoba untuk membangunkan Zoy yang tidak sadarkan diri sama sekali.


"Zoy bangun! Zoy bangunlah! Zoy!" ucap Dion dengan membangunkan Zoy dengan menepuk-nepuk pipi Zoy.


"Zoy, Zoy!" Dion juga memompa-mempmpa dada Zoy dengan agar Zoy bisa sadarkan diri. Namun usaha Dion tidak berhasil dan membuat Dion mengambil tindakan-tindakan memberikan napas buatan untuk Zoy. Sekali tidak berhasil sampai Dion melakukan berkali-kali dengan kepanikannya.


"Zoy bangunlah, bangun!" lirih Dion yang sudah merasa sesak membangunkan Zoy yang tak kunjung bangun membuat Dion kewalahan. Namun terus berusaha untuk membangunkan Zoy memberinya kembali napas buatan.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.


Zoy terbangun dan langsung batuk-batuk yang membuat Dion menghela napasnya yang akhirnya wanita yang di khawatirkan nya akhirnya terbangun.


"Zoy!" lirih Dion yang menatap nanar Zoy dan Zoy dengan kemananya yang melihat Dion. Namun Zoy tidak bisa bicara apa-apa. Karena sangat lemas. Dion memegang tangannya dan langsung menarik Zoy kedalam pelukannya di mana Dion memeluknya dengan erat yang merasakan tubuh Zoy yang mengigil.


"Kamu tidak apa-apa. Aku benar-benar mengkhawatirkanmu," ucap Dion dengan suara seraknya yang sangat takut jika Zoy sampai kenapa-kenapa. Namun Zoy tidak bisa menjawab apa-apa yang hanya diam dengan memeluk Dion yang sepertinya Zoy juga sangat butuh kehangatan dari Dion.


***********

__ADS_1


Malam hari bahkan sudah tiba. Davin, Haykal, dan Reya masih mencari Zoy yang juga tidak di temukan bersama Dion. Yang ternyata Zoy dan Dion duduk di pinggir sungai dengan Zoy memeluk tubuhnya yang kedinginan dan Dion duduk di sebelahnya yang sejak tadi mengatur napasnya yang mama sia juga sangat lemah.


"Kamu sudah jauh lebih baik?" tanya Dion menoleh kearah Zoy.


"Hmmm, aku jauh lebih baik sekarang," jawab Zoy dengan mengangguk dengan suaranya yang pelan.


"Kalau begitu kita kembali ke tenda yang lain pasti sangat mengkhawatirkan kamu," ucap Dion.


"Baiklah," jawab Zoy.


Dion berdiri dan mengulurkan tangannya pada Zoy untuk di sambut Zoy dan Zoy langsung menyambutnya dan berdiri. Namun saat berdiri Zoy yang masih lemah hampir terjatuh dan untung ada Davin yang menahan pinggangnya yang membuat mereka berdekatan dengan jarak yang sedikit.


"Apa kamu masih sangat lemah?" tanya Dion.


Zoy mengangguk memang apa adanya jika dia sangat lemah dan tidak bisa apa-apa dan Dion yang sangat pengertian langsung menggendong Zoy ala bridal style yang awalnya sangat mengejutkan Zoy.


"Dion!" lirih Zoy.


"Kamu belum bisa berjalan. Tidak apa-apa aku menggendong mu," ucap Dion dengan lembut dan Zoy seakan tidak bisa menolak dan pasrah saja dengan tangannya yang mengalung di leher Dion dan Dion pun mulai melangkah membawa Zoy pulang dengan Zoy yang sangat nyaman bahkan menyandarkan kepalanya pada dada bidang Dion.


***********


"Brian sebaiknya kita istirahat yuk," ajak Kayra.


"Tapi Tante Zoy belum pulang mah," sahut Brian yang masih ingin menunggu Zoy.


"Apa Zoy belum juga di temukan?" tanya Silvia yang terlihat sangat khawatir.


"Tidak mungkin terjadi sesuatu pada kak Zoy. Jangan sampai, jangan sampai kak Zoy kenapa-napa," ucap Giselle semakin panik.


"Itu mereka!" tunjuk Indri yang melihat Davin, Reyhan dan juga Haykal. Yang mana 3 Pria itu tampak sangat lemah yang sepertinya tidak mendapatkan hasil.


"Davin di mana Zoy?" tanya Kayra.


"Dion juga mana?" tanya Silvia.


"Kami sudah mencari Zoy dan juga tidak di temukan, begitu juga dengan Dion," jawab Davin dengan lemasnya.

__ADS_1


"Apa itu artinya kak Zoy...." sahut Giselle yang pikirannya sudah kemana-mana.


"Giselle kamu jangan mikir apa-apa dulu. Pasti semuanya akan baik-baik saja. Dion pasti menemukannya," ucap Davin yang menenangkan adiknya.


"Tapi mana bagaimana ini. Bagaimana kalau kak Zoy dalam bahaya," ucap Giselle yang pasti tidak akan tenang.


"Kita hubungi saja penyelamatan. Karena hanya itu yang bisa membantu kita," sahut Silvia yang mempunyai ide tiba-tiba.


"Iya aku setuju ada sebaiknya kita hubungi penyelamat," sahut Haykal.


"Baiklah," sahut Davin yang juga setuju dengan keputusan itu.


"Itu Tante Zoy!" sahut Brian yang menunjuk ke arah Zoy yang do gendong oleh Dion.


"Zoy!" lirih Kayra.


"Zoy!"


"Zoy!"


"Zoy!"


"Alhamdulillah," sahut Indri yang bersyukur dengan Zoy yang akhirnya di temukan.


"Zoy kamu baik-baik saja?" tanya Kayra yang masih berada di dalam gendongan Dion.


"Apa yang terjadi pada kak Zoy?" tanya Giselle.


"Dia masih lemas," jawab Dion yang mana Zoy memang hanya diam yang antara sadar dan tidak saat di gendongan Dion.


"Ayo bawa Zoy kedalam," sahut Davin yang minat Zoy tampak tidak baik-baik saja dan sebaiknya di bawa untuk beristirahat di dalam tenda karena Zoy juga kelihatan sangat kedinginan.


"Iya ayo buruan kita bawa," sahut Silvia yang setuju yang mana mereka langsung membawa Zoy memasuki tenda.


Kayra, Silvia, Indri dan Giselle mengganti pakaiannya Zoy yang basah kuyup. Mereka pasti sangat bersyukur dengan kembalinya Zoy dalam keadaan selamat dan bahkan Dion yang juga baik-baik saja yang sekarang juga mengganti pakaiannya.


"Aku merasa lega yang akhirnya Zoy tidak apa-apa sama sekali," batin Dion yang sangat menghawatirkan Zoy dan lega dengan Zoy yang bisa selamat.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2