Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 66 Tidak bisa mengontrol dirinya.


__ADS_3

" Kau menggunakan anak yang kau kandung untuk memeras ku bukan. Jadi aku melepaskanmu hari ini dan gugurkan kandunganmu!" tegas Lian.


" Lian itu tidak mungkin. Kau tidak bisa melakukan itu kepadaku," sahut Silvia yang tidak ingin menggugurkan kandungan itu.


" Eh Silvia aku sebenarnya tidak peduli. Kau menggugurkannya atau tidak. Kau itu hamil atau tidak. Tetapi aku hanya ingin memastikan jika kau tidak akan menggunakan bayi itu untuk mengadu pada keluargaku dan aku memberimu kesempatan hidup untuk melenyapkan anak itu. Jadi lakukan apa yang aku perintahkan. Jangan membantah dan kau bisa kembali hidup. Sebelum aku benar-benar akan membunuhmu," tegas Lian dengan wajahnya yang penuh amarah mengancam Silvia habis-habisan tanpa ampunan.


Silvia benar-benar tidak bisa melawan Lian. Tangannya hanya terkepal yang menunjukkan perasaannya kepada Lian betapa marahnya dan bencinya dia pada iblis di depannya itu.


" Kurang ajar kau Lian. Harga diriku benar-benar hancur di tanganmu. Kau benar-benar bajingan!" umpat Silvia hanya di dalam hati saja.


" Sekarang turun dari mobilku. Aku muak melihat mu ada di sini!" perintah Lian yang menatap lurus kedepan.


" Aku tidak percaya jika aku ternyata salah target. Kurang ajar kau Lian. Beraninya kau mencampakkanku setelah semuanya kau dapatkan. Setelah apa yang aku lakukan kepadamu. Kau benar-benar biadab Lian. Aku tidak menyangka orang yang ku anggap remeh ternyata seperti ini," umpat Silvia yang hanya bisa marah di dalam hatinya.


" Kau masih diam di sini. Aku bilang turun! sebelum aku menarikmu paksa," ucap Lian yang kembali mengancam.


Silvia dengan kemarahannya yang tidak mendapatkan apa-apa. Akhirnya pun turun dari mobil tersebut dengan membanting pintu mobil dengan kuat.


" Dia pikir siapa dirinya beraninya mengancamku dan ingin meminta pertanggung jawaban. Apa dia pikir aku bisa di bodoh-bodohi. Awas saja. Jika dia berani melakukan itu lagi kepadaku. Dia pikir ini sinetron apa," batin Lian dengan menyunggingkan senyumnya yang benar-benar tidak peduli kepada Silvia. Lian langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" Kurang ajar kau Lian. Kau brengsek! kau biadab! aku akan membalasmu kurang ajar!" teriak Silvia dengan mengumpat kekesalannya.


" Argghhh, kenapa semuanya jadi seperti ini!" teriaknya yang sudah berlutut dengan frustasi sendiri mengacak-acak rambutnya dan terus berteriak seperti orang gila karena merasa tertipu oleh Lian dan rencana Lian berantakan semuanya.


**********


Sementara Davin dan Kayra yang menikmati keindahan malam dan di akhiri dengan ciuman romantis akhirnya selesai dan mereka kembali pulang ke hotel. Di mana Davin membawa Kayra kembali ke hotel.


Mobil Davin sudah sampai di depan hotel tempat mereka menginap yang mana ternyata Kayra yang berada di sampingnya sudah tertidur nyenyak maklumlah Kayra ini memang benar-benar suka tidur di dalam mobil dan mungkin juga lelah makanya bisa tertidur dengan sembarangan seperti itu.


Davin menoleh kesampingnya dan melihat istrinya itu begitu cantik saat tertidur membuat Davin harus tersenyum tipis. Kecantikan itu memang begitu natural yang membuatnya tidak pernah bosan untuk memandangnya.


Tidak ingin khilaf terus memandangi wanita cantik itu Davin pun akhirnya membuka sabuk pengamannya dan keluar dari dalam mobil. lalu menuju bagian tempat Kayra yang mana Kayra masih tetap tertidur.


Davin membungkukkan tubuhnya agar bisa membuka sabuk pengaman Kayra dan melihat ke arah Kayra yang wajahnya sudah berada di depannya yang mana Kayra terlihat begitu cantik dan aroma tubuh Kayra yang begitu harum mampu membuat Davin mabuk.


" Apa kau begitu lelah. Sampai ketiduran seperti ini," ucap Davin pelan di mana dia bicara tepat di depan wajah wanita itu.


Davin mendengus dengan senyuman. Lalu langsung mengangkat tubuh Kayra ala bridal style menggendongnya memasuki hotel yang kali ini Kayra tidak terbangun sama sekali yang mungkin Kayra benar-benar begitu mengantuk sampai tidak menyadari Davin sudah mengangkat tubuh kecilnya itu.


Setibanya di dalam kamar dengan perlahan Davin membaringkan tubuh Kayra di atas tempat tidur. Davin berdiri dengan menghela napasnya dan melihat istrinya itu masih saja tertidur dan tidak bangun sama sekali.


Davin pun membuka heels Kayra, agar Kayra nyaman dengan tidur. Setelah itu Davin meletakkan pada tempatnya. Bukannya ke luar dari kamar Kayra membiarkan Kayra untuk beristirahat. Malahan kembali menghampiri Kayra dan duduk di samping Kayra dengan membelai-belai rambut Kayra.


" Jika kau tertidur. Kau itu benar-benar berubah. Kau jauh lebih cantik dan begitu manis," ucap Davin yang terus menatap wajah itu dalam-dalam. Tidak tau apa ini pujian pertama untuk Kayra. Atau sebelumnya pernah juga memuji Kayra tanpa Kayra sadari.


Tangan jahil Davin bahkan sudah gatal dengan mengusap bibir Kayra yang membuatnya begitu candu yang pasti sudah tidak terhitung berapa kali dia menciumnya dan ingin terus mencium bibir itu.


Ternyata Davin tidak hanya mengusap bibir Kayra bahkan sudah menempelkan bibirnya pada bibir yang menjadi candu itu. Bukan hanya mengecup saja. Sudah mencium dengan dalam-dalam. Yang kelihatan Davin memang tidak bisa membiarkan bibir itu menganggur begitu saja dan dia sama sekali dia tidak peduli Kayra tidur atau tidak.


Semakin lama menyentuh tubuh Kayra mampu membuat gairah panas di tubuh Davin naik. Padahal dia tidak meminum obat apapun. Ya namanya juga Davin, dia Pria yang begitu normal. Jadi wajar merasakan hal itu.


Seperti sekarang ini bisa-bisanya Davin sudah berada di atas tubuh Kayra yang menindih wanita itu dengan memberikan ciuman-ciuman sensasi di leher jenjang Kayra.

__ADS_1


Yang sampai detik itu Kayra tidak bangun juga. Namun hanya terdengar suara ******* yang lolos dari mulut Kayra yang mampu membuat Davin semakin menggila.


Davin terus memberikan tanda-tanda di tubuh yang hampir hilang dari perbuatannya pertama. Hal ini sudah di tahan Davin sejak tadi. Namun semakin lama semakin tidak tertahankan nya dan akan menuntaskannya pada istrinya yang membuatnya benar-benar ketagihan, sampai tangannya juga sudah bermain di dalam dress Kayra.


Ya Davin benar-benar gila yang melakukannya saat Kayra sedang tertidur dan Kayra juga tidak terbangun. Namun di tengah kegilaannya yang mencumbui istrinya itu. Tiba-tiba Davin tersadar dan langsung bangkit dari tubuh Kayra.


" Kau gila Davin. Kau sama saja memperkosanya. Kau itu benar-benar," umpat Davin dengan suara seraknya yang menyadari kebodohannya. Jika apa yang lakukannya sama saja memperkosa istrinya. Karena dia melakukannya tanpa kesadaran Davin.


Davin melihat ke arah Kayra yang mana pakaian Kayra sudah berantakan dan pakaian dalamnya bahkan terlihat. Bibir itu juga basah dengan tanda-tanda memerah di leher dan pasti ada juga di bagian tubuh Kayra.


" Hentikan Davin, kau ini benar-benar kelewatan, dia itu istrimu. Apa susahnya memintanya saat dia bangun. Ya walau tidak akan di kasih. Ya paling tidak kau tidak pengecut melakukannya saat dia sedang tertidur," ucapnya yang menggurutuki dirinya sendiri.


Davin mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangannya yang mencoba menetralkan hasratnya. Mengontrol dirinya yang tidak bisa di kontrol sama sekali.


" argghhh," Davin terus mengatur napasnya dan setelah tenang Davin merapikan pakaian Kayra dan mengecup kening Kayra lembut.


" Aku tidak bermaksud melakukannya. Meski aku menginginkannya. Tetapi aku tidak pengecut yang harus memperkosamu. Maafkan aku, jika aku melewati batas ku," ucapnya dengan lembut yang mengusap pipi itu.


Davin langsung menyelimuti tubuh Kayra. Dengan kembali mencium kening Kayra dengan lembut.


" Istirahat lah, mimpi yang indah," ucap Davin yang tersenyum menatap wajah itu dengan indah itu.


Tidak ingin lama-lama di kamar itu. Akhirnya Davin pun pergi sebelum dia ingin kembali khilaf dengan Kayra dan mungkin kali ini tidak akan berhenti di tengah jalan.


************


Davin kembali kekamarnya dengan duduk di pinggir ranjang sembari mengusap kasar wajahnya dengan tarikan napasnya yang panjang dan membuangnya dengan perlahan kedepan.


" Argggghhh! Davin kau ini benar-benar. Selalu saja memikirkannya. Kenapa sih Kayra terus saja menghantui pikiranmu. Stop Davin stop berpikiran yang kotor. Kau itu masih waras atau tidak sebenarnya. Kenapa bisa-bisanya kau tergila-gila pada tubuhnya," ucap Davin yang terlihat begitu frustasi karena memikirkan Kayra terus bahkan bayangan wajah Kayra tidak berhenti dari pikirannya.


" Masuk!" perintah Davin dari dalam.


Pintu terbuka dan ternyata Reyhan yang memasuki kamar bosnya itu.


" Ada apa?" tanya Davin.


Reyhan menghampiri Davin dengan membungkukkan tubuhnya di hadapan Davin sembari memberi sapaan.


" Saya ingin menginformasikan beberapa hal penting," ucap Reyhan.


" Langsung pada intinya. Nggak usah basa-basi. Kepalaku semakin sakit," jawab Davin dengan ketus yang memijat pangkal hidungnya.


" Baik bos!" jawab Reyhan, " yang pertama tadi nona Pricilla terus ke hotel ini untuk mencari bos," ucap Reyhan.


" Lalu apa yang kau katakan kepadanya?" tanya Davin.


" Saya mengatakan kalau bos Davin sedang sibuk. Tetapi nona Pricilla tetap saja menunggu di depan kamar bos Davin sampai akhirnya saya mengatakan bos Davin masih marah dan tidak ingin menemui nona Pricilla dan dari situ saya juga mengatakan pada nona Pricilla untuk memberi waktu bos Davin," jawab Reyhan.


" Lalu apa tanggapannya?" tanya Davin yang ingin langsung mendengar kejelasannya.


" Setelah saya mengatakan hal itu. Nona Priscilla langsung pergi dan sampai detik ini tidak kembali lagi," jawab Reyhan.


" Lalu apa informasi yang lain yang ingin kau sampaikan?" tanya Davin.

__ADS_1


" Mengenai apa yang Bos Davin suruh tadi. Mencari tau apa yang di bicarakan nona Kayra dan Pak Aldo," ucap Reyhan.


" Lalu apa yang mereka bicarakan?" tanya Davin yang memang sangat penasaran dengan pembicaraan Aldo dan Kayra sampai membuat Kayra harus mengeluarkan ekspresi yang begitu datar yang penuh dengan tanya.


" Pak Aldo memaksa nona Kayra untuk kembali ke Jakarta," jawab Reyhan. Davin langsung kaget mendengarnya.


" Dia memaksa Kayra kembali ke Jakarta?" tanya Davin heran.


" Benar tuan!" jawab Aldo.


" Berani sekali dia melakukan hal itu," sahut Davin tampak kesal, " untuk apa dia mengajak Kayra pulang ke Jakarta. Di tidak tau Kayra pergi bersamaku? lagi pula siapa dirinya?" tanya Davin yang tampak emosian.


" Memang pak Aldo tidak tau. Kalau tau kan mana berani melakukannya," jawab Reyhan.


" Ada saja jawabanmu. Katakan kepadaku. Apa alasannya dia mengajakku ke Jakarta? jangan basa-basi," tanya Davin dengan kesal.


" Katanya ada pekerjaan mendadak yang membuat nona Kayra harus ikut. Di mana pak Aldo ada perjalanan bisnis ke Bali," jawab Reyhan. Davin semakin kaget mendengarnya.


" Lalu Kayra sendiri bagaimana, menerima tawaran itu atau tidak tanya Davin?"


" Nona Kayra menolak. Karena dia masih dalam masa cuti," jawab Reyhan, " tetapi!" sahut Reyhan.


Hal itu membuat Davin menautkan ke-2 alisnya yang membuat Davin penasaran dengan lanjutan perkataan itu , " tetapi apa?" tanya Davin.


" Pak Aldo mendesak nona Kayra. Mengatakan itu adalah kesempatan nona Kayra untuk bisa lebih baik dalam perusahaaan menunjukkan kualitas dalam perusahaan dan bisa mengimbangi orang-orang. Meski itu kesempatan yang baik untuk nona Kayra dalam naik jabatan. Tetapi nona Kayra tampak masih ragu untuk menuruti apa yang di katakan pak Aldo. Tetapi pak Aldo malah memberi ancaman untuk nona Kayra," jelas Reyhan membuat Davin melihat serius Reyhan.


" Apa katamu dia mengancam Kayra!" sahut Davin tampak kaget.


" Benar bos," jawab Reyhan.


" Apa yang di katakannya? ancaman apa yang di berikannya yang membuatnya berani mengancam Kayra?" tanya Davin yang kelihatan naik darah mendengar kata-kata Reyhan.


" Pak Aldo mengancam akan memecat nona Kayra. Jika tidak mempertimbangkan ajakannya," jawab Reyhan. Davin mendengus kasar mendengarnya.


" Apa sebenarnya maunya sampai berani mengancam untuk memecat Kayra. Dia tidak sadar jika dia berada di perusahaan itu juga bisa aku keluarkan. Berani sekali dia mengancam- ngancam Kayra. Siapa dirinya," geram Davin yang terlihat begitu kesal sampai mengepal tangannya.


Dari apa yang di ceritakan Reyhan. Jelas Aldo memiliki niat yang lain sampai harus memaksa Kayra pergi bersamanya sampai-sampai berani mengeluarkan ancaman untuk Kayra. Padahal Kayra jelas meminta cuti dan Aldo setuju dan untuk perjalanan bisnis seharusnya bisa di lakukan karyawan lain dan tidak harus dirinya.


" Dasar kurang ajar, beraninya kau melewati batasmu. Kau itu benar-benar bajingan. Kau belum tau kau siapa Kayra. Sampai kau berani mengancamnya," umpat Davin yang terlihat begitu marah dengan Aldo.


" Apa yang bos inginkan untuk saya lakukan pada pak Aldo?" tanya Reyhan.


" Kau tidak perlu melakukan apa-apa. Kau awasi saja Pricilla. Aku tidak mau menemuinya untuk saat ini dan masalah Aldo aku akan menyelesaikannya. Dia harus bertanggung jawab atas apa yang di katakannya. Berani sekali dia mengancam Kayra. Dia pikir Perusahaan itu miliknya," ucap Davin yang masih terlihat begitu murka pada Aldo.


" Dia pikir aku tandingannya. Kau itu bukan tandinganku Aldo. Apa kau tidak tau siapa yang kau ancam itu. Yang kau ancam itu adalah istriku. Ahli waris Perusahaan Flxy, kau tau itu!" batin Davin dengan mengepal tangannya dengan kuat.


" Ya sudah bos. Saya hanya menyampaikan itu saja. Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Reyhan pamit undur diri.


" Ya sudah kalau begitu kamu turuti apa yang aku katakan tadi, ingat jangan sampai Pricilla ke hotel ini lagi," tegas Davin.


" Baik bos," sahut Reyhan yang menundukkan kepalanya dan langsung ke luar dari tempat itu.


" Sial!" umpat Davin dengan napasnya yang naik turun, " pantas saja dia begitu berpikiran ternyata manusia tidak tau diri itu mengeluarkan ancaman kepadanya dan Kayra sekarang kepikiran dengan hal itu. Kau pikir aku akan membiarkan hal ini terjadi. Jangan mimpi kau," batin Davin dengan kekesalannya yang tidak terbalaskan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2