
Tidak lama akhirnya Kayra dan Davin sampai di depan Perusahaan Kayra. Kayra membuka saefty belt nya.
" Aku masuk dulu! terima kasih sudah mengantarku!" ucap Kayra.
" Iya masuklah. Aku akan menunggumu!" jawab Davin.
Kayra mengkerutkan dahinya mendengar perkataan Davin, " apa maksudmu. Menunggu?" tanya Kayra heran.
" Iya aku akan menunggumu," jawab Davin memperjelas omongannya.
" Menunggu apa. Menunggu aku pulang?" tanya Kayra bertambah heran.
" Iya Kayra. Sudah sana masuk!" perintah Davin.
" Kau itu aneh sekali. Masa iya menungguku pulang. Mau sampai sore," sahut Kayra benar-benar Davin ini sedang bermasalah dengan otaknya.
" Sudah sana masuk! jangan banyak tanya," desak Davin yang malah mendorong Kayra pekan memaksanya keluar cepat-cepat.
Kayra benar heran dengan suaminya itu. Namun sudahlah dia juga terbiasa dengan Davin yang tingkahnya semakin lama semakin aneh.
" Apa sungguh dia akan menunggu sampai pulang apa dia tidak punya pekerjaan?" tanya Kayra di dalam hatinya yang rasanya tidak percaya dengan hal itu. Namun Kayra tetap berjalan menuju kantornya.
*********
Kayra berdiri di depan pintu ruangan Aldo dengan perasaan yang dek-dekan. Bagaimana tidak. Kemarin Aldo mengajaknya perjalanan bisnis ke Bali. Namun dia menolaknya karena Davin tidak mengijinkannya dan sekarang Kayra tidak tau nasibnya bagaimana yang sebelumnya Aldo juga sudah memberinya konsukuensi ancaman pemecatan.
Kayra benar-benar pasrah dengan nasibnya. Kayra masih mengatur napasnya naik turun kedepan dengan panjang.
" Huhhhhh, kamu harus tenang Kayra," gumamnya merasa yakin dan kembali menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu Kayra memegang kenopi pintu dan akhirnya memasuki ruangan Aldo.
" Duduk Kayra!" perintah Aldo yang kelihatannya memang menunggu Kayra. Kayra kembali mengatur napasnya dan melangkah mendekati meja Aldo kemudian langsung duduk di depan Aldo dengan perasaan yang tidak menentu.
" Bagaimana papa kamu?" tanya Aldo basa-basi.
" Keadaannya jauh lebih baik pak," jawab Kayra gugup dengan kepalanya menunduk.
" Syukurlah kalau begitu," sahut Aldo dengan datar.
" Pak Aldo saya benar-benar minta maaf. Dengan apa yang saya lakukan. Memang itu kesempatan untuk saya. Tetapi keadaan tidak bisa membuat saya untuk melaksanakannya. Karena kondisi papa yang juga drop saat itu," ucap Kayra yang langsung mengakui kesalahannya dan berbesar hati untuk minta maaf.
__ADS_1
" Hmmm saya mengerti," sahut Aldo dengan santai.
" Lalu apa bapak akan memecat saya?" tanya Kayra melihat ke arah Aldo yang butuh jawaban dari Aldo.
Aldo terlihat resah dengan mengeluarkan map biru dari dalam lacinya. Lalu memberikan pada Kayra.
" Apa ini pak?" tanya Kayra bingung.
" Kayra ini hari terakhir kamu di Perusahaan ini!" ucap Aldo membuat Kayra kaget dengan matanya melotot dan jantungnya hampir jatuh.
" Jadi bapak benar-benar memecat saya?" tanya Kayra mendadak lemas. Usahanya, doanya sia-sia. Karena ujung-ujungnya dia di pecat juga.
" Pak Aldo. Jika keadaan tidak seperti itu. Saya pasti tidak berani membantah bapak. Jadi saya mohon Pak jangan pecat saya. Saya janji akan bekerja lebih giat lagi dan ini kesalahan terakhir saya," ucap Kayra yang menyatukan ke-2 tangannya yang memohon pada Aldo agar di beri kesempatan.
" Saya juga ingin kamu tetap di Perusahan ini," sahut Aldo dengan wajah beratnya.
" Lalu?" tanya Kayra heran.
" Kayra Pak Davin menarik kamu dari Perusahaan ini dan memindahkan kamu ke Perusahaan utama. Yang artinya kamu mengalami peningkatan status dan kamu juga pasti mendapatkan gaji dan fasilitas lebih baik di Perusahaan utama. Mungkin ini rezeki kamu. Karena beberapa karyawan yang di sortir sebelumnya dan kamu yang terpilih," jelas Aldo dengan singkat.
" Apah!" pekik Kayra, " jadi saya tidak di pecat. Melainkan di pindahkan ke Perusahaan utama?" tanya Kayra memastikan yang lebih terkejut lagi.
" Saya juga berat hati melepas kamu. Tapi mungkin karena pekerjaan kamu yang bagus yang akhirnya kamu mendapatkan posisi lebih baik dengan cepat. Apapun itu saya berikan selamat untuk kamu," ucap Aldo menjulurkan tangannya dan Kayra masih tidak percaya. Tetapi tetap menyambut uluran tangan itu.
" Ta- tapi Pak Aldo. Bagaimana mungkin saya bisa di pindahkan kesana. Bukannya karyawan yang lain mengatakan. Kalau mau kesana harus mengikuti seleksi yang rumit dan perlu waktu lama dan bahkan bertahun-tahun harus berusaha?" tanya Kayra dengan wajahnya penuh kebingungan..
" Kamu benar Kayra. Tetapi Perusahaan utama kekurangan 1 karyawan dan meminta tim redaksi di Perusahaan kita untuk mengirim data-data karyawan dan juga kinerjanya dan mungkin mereka memilih dengan teliti dan akhirnya jatuh pada kamu," jelas Aldo.
" Jadi aku terpilih yang artinya aku satu perusahaan dengan Davin, kan dia bos di sana," batin Kayra yang masih tidak percaya. Bukannya di pecat. Kayra malah mendapatkan reward paling besar.
" Selamat Kayra sekali lagi!" ucap Aldo. Kayra mengangguk saja.
***********.
Alasan Davin menunggu Kayra memang ada dan apa lagi kalau bukan Davin tau Kayra hanya sebentar di Perusahaan itu.
Davin menunggu dengan berleha-leha bermain handphone.
" Siapa suruh kau bermain-main dengaku Aldo," batin sabun dengan menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
Flassback
" Apa yang harus saya lakukan Bos?" tanya Reyhan.
" Kau tarik Kayra dari Perusahaan itu dan pindahan ke Perusahaan kita dan lakukan dengan cara seakan-akan itu pantas. Bukan di tarik begitu saja tanpa alasan. Apapun lakukan itu yang terkesan penarikan terhormat karena kualitasnya!" perintah Davin.
" Baiklah bos kalau begitu saya akan melaksanakan apa yang Bos perintahkan," ucap Reyhan.
" Iya laksanakan sebelum pulang dari Dubai," tegas Davin. Reyhan mengangguk saja mendapatkan perintah itu.
Flass on
toko-tok-tok-tok.
Davin melihat ke arah pintu mobil yang mana Kayra membungkuk dengan mengetuk jendela mobil, Davin tersenyum dan langsung membuka pintu mobil. Kayra pun langsung memasuki mobil.
" Kenapa aku bisa pindah ke perusahaan mu?" tanya Kayra begitu sudah duduk di samping Davin.
" Apah. Kau di pindahkan kok bisa?" tanya Davin sok kaget.
" Isss, jangan pura-pura kaget. Jawab saja pertanyaan ku," ucap Kayra berdesis tau kalau suaminya itu berpura-pura bego.
" Aku benar-benar shock Kayra mendengarnya. Padahal kinerjamu itu tidak bagus. Tapi kok bisa ya kamu jadi di pindahkan. Aneh sekali. Orang-orang harus berjuang mati-matian untuk berada di Perusahaan utama. Tetapi kamu bisa pindah begitu saja," ucap Davin yang meremehkan Kayra sampai membuat Kayra kesal.
" Kau itu jangan pura-pura tidak tau. Aku tau ini pasti pekerjaanmu. Karena tidak mungkin aku bisa pindah begitu saja," ucap Kayra kesal.
" Pekerjaan ku bagaimana. Mana mungkin aku menerima karyawan yang tidak kompeten seperti dirimu," ucap Davin.
" Issss!" Kayra geram dengan Davin. " tidak kompeten tapi di tarik juga," desis Kayra dengan wajahnya yang mengkerut.
" Siapa yang menarikmu," sahut Davin.
" Ya buktinya kau ngapain menungguku. Pasti ini kan alasannya?" tanya Kayra.
" Aku menunggumu. Karena kau pasti di pecat. Jadi kau pulangnya nanti susah. Makanya aku tunggu," sahut Davin dengan santai.
" Alasan!" sahut Kayra kesal. Davin hanya menyunggingkan senyumnya melihat Kayra yang masih kesal saja.
Bersambung
__ADS_1