
Lama menunggu di luar akhirnya Dokter keluar dari ruangan Pricilla.
" Bagaimana ke adaannya?" tanya Oma berbicara di hadapan Dokter dan Davin bersama Kayra masih tetap duduk di tempat mereka yang melihat ke arah Dokter yang pasti mereka juga menunggu jawaban Dokter.
" Dia baik-baik saja kan Dokter?" tanya Altarik.
" Pasien sudah melewati masa kritisnya," jawab Dokter.
Hhhhhhh
Suara hembusan napas lega terdengar dari semuanya yang merasa sedikit tenang mendengar kondis pasien.
Sama dengan Davin yang langsung mengusap wajahnya dan Kayra mengusap-usap bahu Davin.
" Namun!" tiba-tiba Dokter mengatakan Namun membuat mereka menatap Dokter dengan serius.
" Namun apa Dokter?" tanya Davin merasa dek-dekan. Yang jantungnya seperti rollercoaster.
" Benturan di kepalanya yang begitu keras membuat kondisi pasien mengalami kerusakan pada otaknya yang bisa menyebabkan pasien mengalami kanker otak," ucap Dokter membuat yang lainnya terkejut begitu juga dengan Davin dan Kayra yang mana mereka saling melihat.
" Astaga ternyata seserius itu," batin Zoy yang juga terlihat shock.
" Tapi bisa sembuhkan Dokter?" tanya Altarik.
" Kita akan melakukan operasi untuk memperbaiki sarafnya dan semoga tidak bermasalah pada otak Bu Pricilla. Karena pendarahan yang masih menggumpal," jelas Dokter yang membuat mereka semakin panik.
" Dokter lakukan tindakan yang terbaik secepatnya," sahut Altarik mengambil tindakan dengan cepat.
" Baik Pak Altarik. Kami tim medis akan berusaha semaksimal mungkin," jawab Dokter.
" Kenapa semuanya jadi seperti ini," batin Oma terlihat cemas.
" Baiklah kalau begitu saya permisi dulu!" ucap Dokter. Yang lain mengangguk dan Dokter pun pergi.
Davin langsung melihat ke arah Kayra. Dan Kayra bisa melihat kepanikan di wajah Davin.
" Bagaimana ini Kayra. Aku tidak bisa berpikir apa-apa. Jika hal buruk terjadi padanya. Itu berarti kesalahanku," ucap Davin suara seraknya yang terlihat kebingungan dengan pikiran yang buntu.
Kayra menghela napasnya dan memegang pipi Davin, " tidak Davin ini bukan salah kamu, ini salahku. Kamu hanya menolongku, melindungiku dan anak kita. Jadi kalau ada yang di salahkan itu kesalahan kita berdua. Aku dan juga kamu," ucap Kayra yang tidak ingin suaminya menanggung sendirian pemikiran yang berat itu.
__ADS_1
" Kalian berdua sebaiknya tenang. Pricilla akan baik-baik saja. Setelah operasi di jalankan kondisinya akan membaik," ucap Oma yang mencoba menenagkan semuanya.
" Apa yang terjadi sebenarnya?" tiba-tiba Aldo datang dan mengangetkan semua orang.
" Pak Aldo!" lirih Kayra.
" Ada apa ini. Kenapa Pricilla bisa terluka di rumah kalian?" tanya Aldo yang mendapat kabar Pricilla di rumah sakit.
" Ini hanya salah paham dan keteledoran saja. Karena Pricilla berusaha mengganggu Kayra," sahut Oma menegaskan.
" Lalu kenapa dia bisa terjatuh?" tanya Aldo dengan panik.
" Dia mencelakai Kayra dan aku- aku menjauhkannya dari Kayra dengan mendorongnya," ucap Davin jujur.
" Apah!" pekik Aldo dengan terkejut mendengar kata-kata itu, " jadi Pricilla terjatuh karena di dorong!" ucap Aldo dengan terkejutnya.
Kayra langsung berdiri dan mendekati Aldo.
" Pak Aldo Davin tidak sengaja melakukannya. Itu karena..."
" Karena apa. Apapun yang itu yang jelas Pricilla terluka dan sekarang di dalam sana dan semua itu karena pak Davin," sahut Aldo yang panik dan pasti menyalahkan Davin.
" Kau tidak perlu bicara dengan berlebihan kepadanya," ucap Davin terlihat cemburu dengan ke intensnya Kayra dan Aldo, " aku akan bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi kau tidak perlu khawatir," ucap Davin yang langsung membawa istrinya pergi dari hadapan Aldo.
Melihat Kayra berusaha menangkan Aldo. Malah perasaan Davin yang tidak tenang dan lebih baik membawa Kayra pergi.
" Aldo Dokter mengatakan dia akan baik-baik saja, setelah operasi di lakukan. Jadi jangan khawatir. Keluarga kami akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi," tegas Oma.
Aldo tidak bisa berkarya apa-apa dan hanya menghela napas berkali-kali yang penuh dengan kecemasan.
************
" Kamu serius?" pekik Mesya begitu terkejutnya mendengar cerita Giselle.
" Serius mah. Orang bibi yang bilang bahwa Pricilla jatuh dari tangga karena di dorong kak Davin. Giselle juga awalnya kaget. Saat Giselle pulang. Melihat Oma, papa kak Davin, Kayra kak Zoy dan Dion menggendong Pricilla ke dalam mobil dengan kepalanya penuh darah dan saat masuk rumah melihat darah di lantai yang di bersihkan bibi dan katanya itu karena Pricilla jatuh!" jelas Giselle dengan merasa ngeri.
" Lalu keadaannya bagaimana?" tanya Mesya.
" Kalau melihat lukanya dan darah-darah. Pasti konsinyasi sangat parah," jawab Giselle.
__ADS_1
" Ya semoga saja kondisinya benar-benar parah dan kalau perlu dia harus mati," ucap Mesya tiba-tiba tersenyum miring membuat Pricilla heran.
" Maksud mama? kenapa malah mendoakannya mati?" tanya Giselle penuh kebingungan.
" Dia memang harus mati Giselle. Davin yang membuatnya seperti itu dengan begitu Davin akan di penjara dan hak waris akan batal jatuh kepadanya," ucap Mesya.
" Iya juga ya," sahut Mesya dengan mengangguk-angguk.
" Sekarang kita kerumah sakit dan kita harus pastikan keadaan Pricilla dan kita juga harus mengatakan kepada keluarganya atas apa yang terjadi. Supaya mereka menuntut Davin dan semuanya akan menguntungkan kita," ucap Mesya yang tersenyum penuh rencana.
Dia selalu menggunakan kesempatan atas apa yang terjadi. Hanya untuk keserakahannya.
*********
Davin dengan terlihat stress dengan masalah baru yang terjadi dengan berdiri tegak, memijat pelipisnya dengan memejamkan matanya berkali-kali di dalam kamarnya. Davin memilih untuk duduk di Sofa dengan mengadahkan kepalanya ke langit-langit kamar dan memejamkan matanya. Dia tidak tidur hanya mencoba menenagkan dirinya.
Krekkk.
Kayra memasuki kamar dengan membawa secangkir kopi. Melihat Davin seperti itu membuat Kayra ikut cemas. Kayra menghela napasnya ke depan lalu melangkah mendekati Davin dan duduk di samping Davin.
" Davin!" lirih Kayra memegang pundak Davin membuat Davin membuka matanya dan melihat ke arah Kayra.
" Aku membuatkan mu kopi. Kamu minum ya," ucap Kayra lembut. Davin mengangguk dan menegakkan duduknya dan langsung meneguk kopi buatan istrinya. Setelah meminum sedikit Davin meletakkan di atas meja dan Kayra langsung memeluk Davin dengan berada di dada bidang Davin.
" Jika kamu terus seperti ini. Aku juga jadi tidak tenang," ucap Kayra.
" Aku hanya berharap Kayra. Pricilla Operasi secepatnya," sahut Davin yang juga memeluk Kayra.
" Aku juga berharap seperti itu Davin pasti dia akan operasi secepatnya," ucap Kayra. Davin melepas pelukan itu dan menghadap Kayra. Davin memegang ke-2 tangan Kayra dengan menatapnya dengan intens.
" Kayra masalah akan semakin banyak setelah ini. Aku juga tidak tau nanti bagaimana selanjutnya. Aku hanya meminta satu padamu. Tetaplah di sisiku dan mengertilah dengan apa yang terjadi. Meski aku memiliki segalanya. Tapi bagiku kamu dan anak kita yang berharga dan mungkin aku akan semakin lemah jika kamu tidak di sisiku," ucap Davin dengan tulus bicara.
Kayra mengangguk-angguk dengan tersenyum, " aku mana mungkin meninggalkanmu Davin. Apapun yang terjadi aku terus di sampingmu," ucap Kayra.
" 1 lagi Kayra. Apa yang terjadi dengan Pricilla adalah kesalahanku. Bukan kamu. Dan aku memintamu untuk tidak berusaha bicara pada Aldo hanya untuk menenangkannya atau karena kamu takut Aldo akan bertindak sesuatu padaku. Karena hal ini aku bisa mengatasinya. Jadi jangan lakukan hal itu. Jangan berlebihan kepadanya," ucap Davin mengingatkan Kayra terlebih dahulu.
" Iya aku mengerti. Aku hanya tidak ingin membesar-besarkan masalah nantinya. Aku hanya berusaha untuk membantumu," ucap Kayra.
" Tidak perlu. Masalah ini aku yang menyelesaikannya dan kamu hanya perlu di sampingku," ucap Davin. Kayra mengangguk-angguk dan Davin langsung memeluknya, memeluk Kayra merupakan ketenangan baginya.
__ADS_1
Bersambung