Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 213


__ADS_3

"Kayra kok malah bengong sih? tanya Anggi yang ternyata masih menunggu jawaban Kayra.


"Kayra!" tegur Anggi yang masih menunggu jawaban Kayra. Karena Kayra tidak juga menjawab apa-apa. Padahal dia sudah benar-benar ingin mengetahui siapa papa dari Brian.


"Oh aku bilang juga kamu tidak akan kenal. Jadi percuma saja," sahut Kayra yang berusaha untuk tenang.


"Apa papanya Brian sudah menikah?" tanya Anggi.


"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Kayra.


"Nggak apa-apa sih. Kalian kan sudah berpisah nih. Jadi tidak apa-apa dong kalau misalnya. Kamu sama itu cari pengganti papa untuk Brian. Contohnya aja tuan Davin pemilik rumah sakit ini," celetuk Anggi membuat Kayra kaget.


"Apaan sih Anggi," sahut Kayra.


"Issss kenapa Kayra. Tuan Davin itu sangat baik. Dia juga kayaknya suka deh sama kamu. Lihatlah dia perhatian sama kamu. Kamu sakit aja di bawain makanan dan aku juga sering melihat dia bersama Brian. Kalau aku lihat-lihat tuan Davin sama Brian itu kayaknya mirip deh," ucap Anggi.


Kayra terdiam dan juga gugup. Bagaimana tidak mirip dengan Brian. Orang Brian adalah anaknya.


"Udahlah Kayra, masa iya mau jadi singel mom terus. Kamu itu harus pikirkan anak kamu," ucap Anggi memberi sara Kayra.


"Apasih kamu. Sudah ah jangan membahas masalah Davin lagi," sahut Kayra dengan kesalnya.


"Gosip aja kerja kalian!" tiba-tiba terdengar suara yang membuat Kayra dan Anggi menoleh kebelakang mereka. Ternyata Dokter Bella yang berdiri di depan pintu. Lalu kemudian Dokter Bella menghampiri Kayra dan Anggi yang juga mencuci tangannya.


"Aku mendengar kalian berdua menyebutkan nama Pak Davin," ucap Dokter Bella terlihat sinis sembari mencuci tangannya. Kayra dan Anggi saling melihat.


"Lalu kenapa? jika kami menyebut namanya," sahut Kayra yang terlihat santai saja. Sampai membuat Bella menghadap Kayra. Yang sangat tidak suka dengan perkataan Kayra.


"Dokter Kayra seorang singgel parent dan juga mempunyai anak. Apa Dokter Kayra sedang menghayal untuk menjadi istrinya tuan Davin?" tanya Dokter Bella. Kayra terdiam yang tidak menjawab apa-apa.


"Jadi biar kami yang para single yang mendapatkan kesempatan. Karena kami bukan saingan Dokter Kayra," ucap Bella.


"Kami. Apa maksudmu. Maaf Dokter Bella. Tetapi sepertinya. Bukan kata kami. Tapi kata kamu. Yang artinya. Dokter Bella yang ingin mengejarnya dan aku rasa tidak ada persaingan masalah percintaan di rumah sakit ini dan aku juga tidak perlu mengkhayal. Jika hanya menjadi istri dari Davin," tegas Kayra.


Dia sangat kesal dengan wanita itu yang membawa-bawa statusnya. Seakan statusnya sangat rendah.

__ADS_1


"Kau sangat serius sekali Dokter Kayra," ucap Bella yang juga kelihatan sangat serius.


"Sudah-sudah. Ayo Kayra kita lihat pasien dulu," sahut Anggi yang langsung bertindak saat melihat suasana yang begitu panas. Anggi langsung menarik tangan sahabatnya itu sebelum terjadi perang lagi.


"Issss, apa maksud kata-katanya. Dia pikir siapa dirinya. Benar-benar memuakkan. Apa dia pikir dia sudah paling cantik. Sangat berharap sekali. Kalau pak Davin akan tertarik padanya. Siapa juga yang mau sama wanita yang sudah pernah menikah seperti itu," umpat Bella dengan tangannya yang terkepal.


Bella mungkin menyukai Davin dan Bella tidak tau saja jika Kayra adalah mantan istri Davin. Bagi Kayra. Namun bagi Davin Kayra tetap istrinya karena tidak pernah menceraikan Kayra sama sekali dan anak yang di sebutkan Bella adalah anak dari Davin.


*********


"Apa sih maksudnya menyebalkan!" ucap Kayra dengan kesal saat berada di ruangannya.


"Sudahlah Kayra, kamu tau sendiri Dokter yang satu itu memang punya sifat seperti itu. Mungkin karena jabatannya lebih tinggi di rumah sakit ini di bandingkan kita. Makanya dia bisa seperti itu," ucap Anggi.


"Aku juga tidak perlu dengan jabatannya. Percuma punya jabatan tinggi kalau mulutnya tidak bisa di ajari," kesal Kayra.


"Mungkin dia menyukai Pak Davin dan makanya sewot waktu kita membahas pak Davin," ucap Anggi.


"Kamu juga sih, kenapa juga harus membahas dia," sahut Kayra.


"Kalau dia suka, ambil aja. Siapa juga yang peduli. Memang Davin nya aja yang terus tebar pesona," batin Kayra semakin kesal. Bukan hanya kesal dengan Bella. Dia juga kesal dengan Davin.


*********


Kayra, Davin dan Brian sedang makan malam bersama di Apartemen Kayra. Davin memang sudah sembuh dan Brian juga sudah kembali tinggal bersama Kayra. Karena ujian Kayra sudah selesai tinggal menunggu hasilnya saja.


"Brian mau tambah lagi?" tanya Davin.


"Boleh pah," sabut Brian dan Davin langsung memberikannya, "makan yang banyak supaya tinggi," ucap Davin mengusap-usap pucuk kepala Brian.


"Iya pah," sahut Brian yang makan begitu lahap. Namun Kayra hanya diam saja. Wajah Kayra juga tampak tidak semangat. Kayra terlihat seperti banyak berpikir tetapi tidak tau apa yang di pikirkannya.


"Mama sebentar lagi Brian akan libur sekolah. Kita mau liburan kemana?" tanya Brian.


"Mama belum ada list untuk liburan. Jangan di bahas sekarang," sahut Kayra yang menjawab sangat datar.

__ADS_1


"Mama kalau nanti Brian juara 1 mama belikan Brian hadiah apa?" tanya Brian.


"Nanti saja membahas hadiah ya Brian," sahut Kayra.


Sejak tadi sepertinya Brian ingin bicara banyak dengan mamanya. Namun sangat terlihat Kayra mood tidak bagus. Dan Davin memperhatikan hal itu.


"Mama bagaimana kalau selesai makan malam. Kita jalan-jalan di sekitar Apartemen," ucap Brian lagi-lagi memulai pembicaraan.


"Brian kamu sebaiknya makan saja. Jangan meminta-minta hal yang aneh. Ini juga sudah malam. Habis ini kamu langsung istirahat," sahut Kayra yang mulai kesal.


"Mama kenapa sih. Dari tadi apa yang Brian bilang. Mama tidak tanggapi," ucap Brian mulai ngambek.


Kayra menghela napasnya dan melihat ke arah Brian yang menunduk dan sudah menghentikan makannya.


"Brian kamu jangan ngambek, cepat maka," tegas Kayra.


"Brian sudah kenyang tidak mau makan," sahut Brian.


"Apa yang kamu katakan Brian. Kenapa tidak mau makan. Makanan kamu belum habis jadi cepat makan," tegas Kayra yang menyuapi Brian.


Brian menutup mulutnya yang benar-benar ngambek.


"Brian kamu jangan seperti ini. Ayo makan!" desak Kayra.


"Brian tidak mau makan," sahut Brian menggeserkan tangan Kayra sehingga sendok di pegang Kayra jatuh yang membuat Davin terkejut dan Kayra terlihat kesal.


"Brian kamu ini apa-apaan sih!" bentak Kayra dengan suaranya yang kuat.


"Kayra!" tegur Davin dengan Kayra keterlaluan membentak putranya.


"Mama jahat," ucap Brian yang langsung turun dari kursi dan berlari ke kamarnya.


"Brian makanan kamu belum habis!" panggil Kayra yang ingin menyusul. Namun Davin menghalanginginya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2