
"Lian kamu harus mengakui semua perbuatan kamu," sahut Kayra yang tiba-tiba datang membuat semua orang melihat ke arah suara lantang itu dan Kayra tidak datang sendiri. Kayra datang, bersama Davin dan Pricilla.
"Pricilla," batin Lian yang sekarang tidak akan bisa mengelak lagi, karena Pricilla korban sudah ada di depannya.
"Kayra, juga ada di sini. Kapan dia kembali," batin Lian yang memang tidak pernah tau kalau Kayra sudah kembali.
"Ayo Pricilla," ajak Kayra memegang tangan Pricilla dan membawa Pricilla ke ruang tamu dan Pricilla, Kayra, Davin ikut bergabung bersama keluarga itu.
"Lian kamu jangan berbohong dan jangan mengatakan ini dan itu lagi. Cika anak itu adalah anak kamu. Itu nyata, kamu tidak bisa mengelak lagi dan tidak ada namanya harus tes DNA. Yang perlu kamu lakukan adalah tes tulang sumsum tulang belakang itu yang perlu," tegas Kayra.
"Benar apa kata Kayra, yang penting kamu itu tes tulang sumsum belakang dan mendonorkan pada Cika. Kamu harus menyelamatkan nyawa anak kecil yang selama ini kamu telantarkan dan kamu bahkan tidak bertanggung jawab padanya," tambah Davin.
"Dan sekarang kita sebaiknya kerumah sakit. Aku akan memeriksamu dan langsung menangani operasi Cika. Karena kondisi Cika sudah tidak bisa di anggap main-main lagi," ucap Kayra dengan penuh penekanan dan penegasan kepada Lian.
"Apa kamu bilang, kau yang akan mengoperasinya. Memang kau itu Dokter apa?" tanya Lian yang heran dengan kata-kata Kayra.
"Kak Lian Kayra itu memang seorang Dokter. Dia itu Dokter bedah yang sangat berpotensi dan sangat hebat," sahut Zoy yang sekalian memuji Kayra.
"Oh benarkah, Wau aku tidak menyangka sama sekali. Ternyata kau seorang Dokter. Kok bisa sih dan iya kenapa kau bisa tiba-tiba kembali dan aku melihatmu terlihat sangat akrab dengan Pricilla," sahut Lian yang cukup terkejut.
"Sudah Lian, kamu jangan mengalihkan pembicaraan lagi, ini dan itu. Semua orang di sini tidak perlu menjelaskan tentang Kayra yang terpenting itu kamu yang harus bertanggung jawab dengan perbuatan kamu kepada Pricilla," sahut Oma dengan tegas yang mama Lian memang cerita lari sana lari sini karena memang dia tidak tau apa-apa mengenai Kayra. Jadi wajar dia bertanya.
"Lian kamu lihat Pricilla dan ingat perbuatan kamu, jangan membuat orang-orang di sini kehilangan kesabaran terhadap kamu," ucap Kayra yang lama-kelamaan geram dengan Lian.
Lian pun dan Pricilla saling melihat. Di mana Lian melihat pricillia dengan wajah senduh Pricilla yang ingin di kasihani yang membuat Lian menghela napasnya.
__ADS_1
"Apa anak itu benar-benar anakku?" tanya Lian dengan suara datarnya.
"Iya dia anakmu, Cika anak yang ku kandung, kulahirkan dan sekarang ada di rumah sakit," sahut Pricilla menegaskan membuat Lian menanggapi dengan ekspresi yang tidak terbaca sama sekali.
"Aku mohon Lian tolong kamu jangan menyulitkan ku. Selama ini aku tidak pernah meminta apa-apa kepada kamu, aku meminta pertanggung jawaban saat aku hamil kamu malah pergi dan tidak bertanggung jawab dan aku sendirian yang mengurus anak ini dari dalam kandungan sampai akhirnya anak yang aku kandung lahir,"
"Lian selama ini aku berusaha sendiri aku mengurus sendiri aku merawat sendiri, aku bekerja untuk biaya kehidupan kami sampai ternyata Cika di vonis sakit 1 tahun lalu dan aku harus berjuang sendiri untuk biaya dan lain-lainnya. Lian aku sudah tidak tau harus melakukan apa-apa. Aku mohon tolong bantu Cika aku hanya memilikinya. Aku tidak punyaku siapa-siapa lagi. Jadi aku mohon selamatkan anakku," ucap Pricilla dengan suaranya yang sangat memohon dengan air matanya yang keluar.
Semua orang yang melihat permohonan itu pasti ikut sedih dan sangat percaya kali ini dengan omongan Pricilla.
"Aku mohon Lian untuk kali ini saja aku memohon padamu. Aku mohon tolong bantu aku, tolong selamatkan putriku. Hanya dia satu-satunya yang aku miliki aku mohon. Aku janji setelah kamu mendonorkan tulang sumsum kamu untuknya. Maka aku akan janji, aku tidak akan menggangu kamu dan juga keluarga kamu, aku janji akan pergi jauh dan tidak melibatkan kamu lagi dan juga keluarga kamu," ucap Pricilla yang memohon pada Lian.
Lian menghela napasnya, "baiklah mari tes tulang sumsum belakangku. Jika cocok aku akan mendonorkannya," sahut Lian yang akhirnya luluh dengan permohonan dari Pricilla.
"Alhamdulillah," lirih Kayra yang merasa lega dan melihat suaminya yang mana mereka sama-sama tersenyum yang pasti mereka baru bisa bernapas lega.
"Ya sudah kalau begitu ayo kerumah sakit sekarang. Kita harus segera menemui Cika dan melakukan semua prosedurnya," ucap Kayra yang langsung ingin bergegas dengan cepat supaya bisa menangani Cika.
"Iya ayo cepat kita harus cepat-cepat kerumah sakit," sahut Pricilla yang juga sudah ingin cepat-cepat pergi.
"Ya sudah ayo tunggu buruan kita pergi," sahut Zoy.
Akhirnya mereka pun buru-buru kerumah sakit untung saja Lian mudah di beritahu dan Lian mau memberikan donor nya pada Cika anak mereka.
*********
__ADS_1
Kayra dan Davin berada di dalam mobil dengan Kayra yang duduk di sebelah Davin yang mana Davin sedang menyetir.
"Aku benar-benar sangat bahagia yang akhirnya Lian mau mengakui perbuatannya dan mendonorkan tulang sumsumnya untuk Cika," ucap Kayra.
"Benar sayang. Tapi apa itu akan cocok?" tanya Davin sedikit ragu.
"Jika Cika anak kandung Lian. Maka 100 persen akan cocok sayang," sahut Kayra.
"Ya sudah kalau begitu. Kita berdoa saja semoga semua benar-benar di lancarkan dan di permudahkan segalanya. Biar Cika juga cepat sembuh," ucap Davin dengan penuh harapannya.
"Hmmmm, aku juga berharap seperti itu," sahut Kayra yang langsung memeluk lengan Davin yang tumben-tumbenannya begitu manja dengan Davin. Namun pasti Davin begitu bahagia dengan manjanya Kayra.
"Kamu happy?" tanya Davin. Kayra menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu kamu juga harus semangat, kamu juga harus jaga kesehatan jangan terlalu banyak berpikir dan fokus. Karena aku tidak mau anak aku nanti kenapa-kenapa," ucap Davin yang mengingatkan sang istri.
"Iya sayang, kamu tenang aja, aku pasti tidak akan lelah-lelah. Kamu doakan saja semoga operasinya berhasil dan Cika akan sembuh," ucap Kayra.
"Kalau operasinya berhasil apa aku akan mendapatkan keuntungan?" tanya Davin. Membuat Kayra melihat ke arah Davin dengan Kayra mengkerutkan dahinya.
"Kamu mau hadiah apa?" tanya Kayra.
"Hmmmm, aku mau hadiah yang sangat Wau," ucap Davin dengan tersenyum miring. Kayra hanya tersenyum dan kembali bermanja-manja pada suaminya seolah Kayra tau apa yang di inginkannya.
Bersambung
__ADS_1