
Oma Elishabet, Altarik, Mesya, Giselle, Zoy dan Lian sudah berada di ruang tamu yang masih menunggu Davin yang mengantarkan istrinya ke dalam kamar. Tidak lama akhirnya Davin menghampiri ruang tamu dan melihat wajah-wajah yang penuh ketegangan yang siapa lagi jika bukan Mesya, Gisell dan Lian.
" Ada apa Davin. Apa ada yang serius yang ingin kamu bicarakan?" tanya Oma yang pasti ikut penasaran.
" Reyhan, Dion masuklah!" perintah Davin. Reyhan dan Dion yang di panggil langsung menghampiri ruang tamu.
" Dion. Kenapa kak Davin manggilnya. Apa yang sebenarnya yang ingin di bahas kak Davin," batin Zoy yang penasaran.
" Baiklah karena semua sudah berkumpul di sini. Sekarang aku akan membahas apa yang terjadi. Aku meninggalkan istriku hanya beberapa hari saja. Tidak sampai 24 jam. Tetapi dia sudah jatuh dan jatuhnya di sengaja," ucap Davin.
" Apa maksud kamu Davin di sengaja?" tanya Oma.
" Oma bisa tanyakan pada menantu Oma," sahut Davin. Mesya terkejut mendengarnya dengan menelan salivanya yang tidak percaya dengan perkataan Davin. Altarik dan Oma langsung melihat ke arah Mesya yang membuat Mesya begitu terkejut dan jantungnya berdebar kencang.
" Apa yang kau katakan Davin. Kamu menuduh mama yang sengaja mencelakai istrimu yang menaruh minyak di lantai. Sampai Kayra terpeleset," sahut Mesya yang kelihatan tidak terima dan langsung protes dengan tuduhan Davin. Davin menuduh pasti dengan bukti.
" Tanpa mama sadari jika mama sudah mengatakan yang sebenarnya," sahut Davin yang mana Mesya masuk kedalam jebakannya.
Mesya melotot dengan tangannya yang terkepal yang tidak percaya bisa masuk perangkap Davin.
" Mesya? kau sengaja melakukan hal itu?" tanya Altarik dengan melihat istrinya dengan tidak percaya.
" Jangan menuduhku sembarangan. Mama tidak pernah melakukan hal sepicik itu pada Kayra dan untuk apa mama melakukan hal itu. Itu tidak penting Davin!" teriak Mesya yang tidak terima dengan tuduhan Davin.
" Kak Davin. Kaka sangat salah besar telah menuduh mama. Mana mungkin mama melakukan hal itu," sahut Lian membela mamanya.
" Benar kak Davin. Jangan menuduh tanpa bukti," sahut Giselle.
Davin mendengus kasar mendengar orang-orang yang bicara itu, " memang bukan mama yang melakukannya saja. Tetapi 2 adikku yang protes ini bukankah ikut membantunya," sahut Davin dengan menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
" Kakak juga menuduh kamu," sahut Giselle yang begitu ketakutan. Tetapi berusaha pura-pura tidak apa-apa. Padahal dia sangat takut.
" Siapa yang menuduh," sahut Davin.
" Sudah cukup! sentak Lian berdiri dari tempat duduknya yang terlihat marah.
" Aku tidak terima dengan tuduhan kakak yang kelewatan pada mama dan juga kami. Aku mama dan Giselle tidak melakukan hal seperti itu!" tegas Lian. Davin hanya mendengus kasar melihat Lian yang berusahalah mencari pembelaan.
" Bi Ratmi!" teriak Lian tiba-tiba, " bi Ratmi!" Lian terus menanggapi pembantu yang bernama Ratmi sampai akhirnya pembantu itu muncul.
" Iya tuan," sahut bi Ratmi dengan menundukkan kepalanya.
" Gara-gara perbuatanmu. Mama dan kami jadi tertuduh. Karena menantu di rumah ini celaka. Sekarang kau jelaskan apa yang terjadi pada suaminya. Agar suaminya tidak menuduh kami lagi," ucap Lian dengan tegas.
Bi Ratmi menghadap Davin dan langsung berlutut di depan Davin yang membuat orang-orang heran dengan tingkah bi Ratmi.
" Maafkan saya tuan Davin. Saya benar-benar ceroboh, saya mengangkat minyak goreng dan minyak itu tertumpah di lantai dan saya lupa membersihkannya. Maafkan saya tuan. Gara-gara kecerobohan saya Nona Kayra jadi celaka," wanita tua itu memohon ampunan dengan menangis pada Davin.
" Ratmi seharusnya kamu bisa bekerja jauh lebih hati-hati. Kamu tau perbuatan kamu bisa menghilangkan nyawa orang lain," sahut Oma.
" Maafkan saya nyonya. Saya benar-benar khilaf. Tolong maafkan saya," sahut bi Ratmi.
" Kamu dengar sendiri Davin. Jika dia yang melakukannya. Yang tidak sengaja menumpahkan minyak di lantai dan kamu malah sembarangan menuduh mama," sahut Mesya sedikit lega dengan pembantu yang tiba-tiba menyelamatkan.
" Semua sudah jelas kak Davin. Jika kami tidak tau apa-apa tentang Kayra yang jatuh," sahut Lian menegaskan.
" Untung saja Lian bergerak cepat. Jika tidak semua akan tau celakanya Kayra karena ulahku," batin Mesya yang sedikit merasa lega.
" Syukurlah jika kak Lian bisa menyelesaikan masalah ini. Aku tidak bisa apa-apa. Jika sampai terjadi suatu hal yang tidak di inginkan," batin Giselle yang merasa lega.
__ADS_1
" Jadi bi Ratmi yang menumpahkan minyak itu. Tetapi kenapa aku merasa bi Ratmi seperti terpaksa mengakuinya ya," batin Zoy dengan kebingungan.
" Sekarang semuanya sudah jelas bukan. Jadi jangan menuduh kami lagi," tegas Lian.
Huffffff
Davin membuang napasnya perlahan ke depan, " kau lebih cepat Lian pasang Strat dari apa yang aku lakukan. Aku tidak percaya kau sangat cepat bertindak," ucap Davin melihat Reyhan dengan menatap wajah pria itu dengan santai.
" Baiklah. Bibi aku bukan orang bodoh yang bisa di kelabui dengan permohonan maaf dan tangisanmu dengan air matamu itu. Aku tidak tau apa yang di berikannya sampai bibi bisa berkorban seperti ini. Tetapi karena istriku baik-baik saja. Aku mengampuni sandiwara ini dan ingat!" Davin menunjuk Lian dengan matanya yang tajam.
" Untuk kalian semua yang berusaha mencelakai Kayra di rumah ini. Jangan sekali-kali kalian semua melakukan hal-hal yang membuatku akan kehilangan kesabaran. Aku sangat tau apa yang ada di pikiran kalian. Jadi jangan memancingku," tegas Davin.
" Apa yang terjadi pada Kayra malam itu. Adalah peringatan pertama dan terakhir. Jika sampai ada kejadian seperti itu lagi. Jangan salahkan aku. Jika aku akan bertindak lebih parah lagi!" tegas Davin membuat semua orang terdiam.
" Lian kau sudah bekerja keras untuk menutupi kejadian ini. Sampai kau lengah untuk menutupi perbuatanmu," ucap Davin dengan tersenyum miring.
" Apa maksud kakak?" tanya Lian merasa ada yang tidak beres.
Davin meminta sesuatu pada Reyhan dan Reyhan langsung memberikan beberapa foto yang. Davin langsung meletakkan di atas meja dan semua melihat ke atas meja. Di mana foto-foto saat kecelakaan Silvia dan ada beberapa orang yang tertangkap kamera.
Dari supir truk sampai mobil yang dari kejauhan beberapa meter dari tempat itu yang juga tertangkap dan ada Lian yang menunduk yang tertangkap kamera.
" Apa maksud semua ini Davin?" tanya Oma.
" Dion kau yang menjelaskan aku capek bicara," sahut Davin yang menyerahkan pada Dion. Dion menganggukkan kepalanya.
" Nona Silvia kakak dari Nona Kayra mengalami kecelakaan yang melenyapkan bayinya. Kasus kecelakaan tersebut di manipulasi. Sehingga tidak ada penyelidikan dalam hal itu dan tokoh utama yang berperan dalam hal itu adalah tuan Lian dan di bantu dengan nyonya Mesya," jelas Dion yang mengagetkan semua orang.
Lian dan Mesya yang paling kaget mendengar penjelasan Dion yang pasti mereka tidak percaya Davin bergerak menyelidiki hal yang di anggap mereka spele karena hanya kakak dari Kayra.
__ADS_1
" Apa semua ini Mesya?" tanya Oma menekan suaranya melihat tajam pada Mesya.
Bersambung