Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 217


__ADS_3

"Brian!" ucap Kayra yang memasuki ruangan Davin dan langsung menghampiri Brian yang duduk di sofa.


"Mama," sahut Brian yang berlari memeluk Kayra. Kayra berlutut dengan memeluk erat Brian yang pasti mengkhawatirkan Brian.


"Apa yang terjadi dengan kamu sayang?Apa yang kamu lakukan? Apa kamu membuat kekacauan di rumah sakit?" Kayra terus bertanya pada Brian yang sangat mengkhawatirkan Brian.


"Tidak apa-apa kok mah, Brian tidak apa-apa sama sekali. Brian baik-baik aja kok. Tadi Brian saat bermain sepatu roda tidak sengaja menabrak Tante Dokter," jawab Brian.


"Mama sudah bilang Brian. Kalau main-main di rumah sakit harus hati-hati. Jangan mengganggu orang lain. Kalau seperti ini terus mama tidak akan menginjinkan kamu ke rumah sakit lagi. Kamu lebih baik di rumah saja," ucap Kayra yang marah dengan Brian.


"Tapi kan Brian tidak sengaja mah," sahut Brian yang menunduk yang pasti sedih jika Kayra benar-benar tidak akan membawanya kerumah sakit lagi.


"Tidak sengaja bagaimana. Lihat apa yang terjadi tadi," sahut Kayra.


"Kayra sudahlah, kamu tidak perlu memarahinya dengan berlebihan dengan seperti itu. Semuanya tidak sengaja dan Dokter itu yang berlebihan," sahut Davin yang pasti membela Brian.


Kayra berdiri dengan menarik napasnya dan membuangnya perlahan. Lalu melihat ke arah Davin.


"Semua ini karena kamu selalu memanjakan Brian. Dulu dia tidak seperti ini dan sekarang dia semakin nakal karena kamu," ucap Kayra menyalahkan Davin.


"Apa-apaan sih kamu Kayra. Kenapa kamu jadi menyalahkanku. Kamu sadar tidak semakin lama semakin hari kamu jadi orang tua semakin posesif hal kecil kamu besarkan. Brian itu masih kecil. Tetapi kamu terus saja marah-marah. Apa kamu tidak sadar dengan kamu yang seperti itu membuat mentalnya berantakan," ucap Davin yang lama-kelamaan kesal dengan Kayra.


"Jangan membicarakan mental. Lalu apa kabar dengan kamu. Kamu sadar tidak dengan semua yang terjadi. Kamu merusak mentalku Davin dan kedatangan kamu kembali juga membuat semua berantakan. Dan kamu pikir dengan kamu yang mau suka-suka tidak merusak Brian," sahut Kayra yang menguatkan volume suaranya. Brian yang mendengar orang tuanya semakin ribut menjauh sedikit demi sedikit.


Brian yang bahkan bersembunyi di balik sofa dengan berjongkok yang menutup telinganya dengan perdebatan orang tuanya yang semakin menjadi-jadi.

__ADS_1


"Cukup ya Kayra. Tadi nya aku ingin mundur dan membiarkan kamu dengan Brian. Tetapi dengan kamu yang semakin tidak waras. Aku tidak akan mengijinkan Brian untuk tinggal denganmu!" tegas Davin.


"Apa maksudmu. Kau ingin mengambilnya dari ku!" teriak Kayra.


"Iya aku akan melakukannya. Karena aku juga tidak ingin anakku gila karena tinggal bersamamu," tegas Davin yang kesabarannya benar-benar habis karena Kayra yang terlalu egois.


"Enak sekali kau ingin mengambil Brian dari ku. Kau sadar tidak kau yang sudah mencampakkan kami berdua dan sekarang kau sok-sokan ingin merawat dan mengatakan aku tidak waras. Kau yang tidak waras," teriak Kayra.


"Kau yang tidak waras," bantah Davin dengan suara yang tidak kalah menggelegar dan Bria semakin takut dengan menangis tanpa suara yang Davin dan Kayra sibuk bertengkar tanpa memperdulikan putra mereka yang ketakutan.


"Aku sudah baik-baik bicara padamu dan mengalah demi kebaikan Brian. Tetapi kau semakin lama semakin menjadi dan aku tidak akan membiarkan Brian hidup bersamamu aku yang akan bertanggung jawab untuk Brian mulai saat ini!" tegas Davin.


"Kau tidak perlu bertanggung jawab untuk anakku. Seharusnya kau bertanggung jawab untuk anak yang kau telantarkan," ucap Kayra yang membuat Davin terkejut.


"Aku masih bisa Davin untuk membesarkan Brian tanpa dirimu. Karena selama ini aku yang merawatnya dari dalam kandungan ku sampai kau bisa melihatnya sekarang dan kau tidak perlu repot-repot harus bertanggung jawab. Kau seharusnya bertanggung jawab pada anak perempuan seusia Brian yang kau telantarkan dan seharunya kau malu mengatakan soal kewarasan dan tanggung jawab. Karena kau sendiri bukanlah orang yang waras dan lari dari tanggung jawab," tegas Kayra.


Sepanjang Kayra bicara Davin memang terlihat benar-benar bingung yang tidak tau apa yang di maksud Kayra.


"Kayra kau jangan mengada-ada dan bicara kesana kemari. Aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan," ucap Davin.


"Jangan pura-pura tidak tau. Kau pikir aku tidak tau jika kau mempunyai anak dari Pricilla dan kau tidak bertanggung jawab pada anak itu," teriak Kayra dengan air matanya yang keluar.


Davin mendengarnya begitu terkejut dengan apa yang barusan telah di dengarnya.


"Kau berani sekali mengajakku untuk kembali hidup bersama. Kau mau berapa kali menghancurkan diriku. Kau dengan bangganya mengatakan jika aku masih istrimu. Tetapi apa. Setelah kepergian ku. Kau benar-benar menikmati hidupmu bersamanya tanpa merasa bersalah kepadaku dan hubungan kalian sungguh sangat jauh dan begitu bahagia tanpa diriku dan lahir seorang anak perempuan dari cinta kalian berdua dan kamu juga ingin meninggalkan anak itu. Kamu itu brengsek Davin!" teriak Kayra.

__ADS_1


"Omong kosong. Apa yang kamu katakan. Aku tidak memiliki anak dari Pricilla sama sekali!" tegas Davin.


"Masih saja tidak mau mengakui. Memang seperti itu lah dirimu yang tidak akan pernah berubah dan aku tegaskan kepadamu untuk kau menjauhiku dan juga Brian. Kau lebih baik bertanggung jawab pada mereka. Karena aku tidak butuh dirimu," tegas Kayra menyeka air matanya.


"Ayo kita pergi Brian!" ucap Kayra menoleh ke arah samping yang mana tadi Bria ada di sana.


"Brian!" Kayra heran karena sudah tidak menemukan putranya ada di sana, "Brian di mana kamu? Brian?" panggil Kayra yang mencari-cari.


"Brian!" Davin juga heran dan dengan Brian yang tidak ada diruangannya dan mereka juga mencari-cari Brian.


"Di mana Brian?" tanya Kayra.


"Aku juga tidak tau," jawab Davin yang juga panik.


Mereka melihat pintu ruangan Davin terbuka yang tanpa mereka sadari ternyata Brian sudah keluar dari ruangan Davin.


"Brian!" Kayra langsung buru-buru keluar dari ruangan Davin untuk mencari Brian. Begitu juga dengan Davin yang kelihatannya sangat panik yang juga ikut mencari Brian yang tidak tau kemana yang padahal tadi Brian masih bersembunyi di balik sofa. Namun Brian sudah pergi.


Brian memang pergi yang berlari keluar rumah sakit dan berlari di pinggir jalan dengan menangis sengugukan.


"Mama, papa kenapa bertengkar terus?" tanya Brian yang berlari kencang dengan mengulang kata yang sama.


Tidak mengerti dengan pembahasan orang tuanya. Yang dia tau hanya orang tuanya ribut besar dan itu karena kesalahannya. Anak sekecilnya hanya berpikir seperti itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2