Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Episode 17 Anjing dan kucing


__ADS_3

Mentari pagi kembali tiba, Kayra sudah bangun dari tidurnya dan juga sudah mandi dan bersiap-siap untuk pulang hari ini. Kayra terlihat memasukkan alat makeup kedalam tas kecilnya yang di letakkan di atas tempat tidur.


Sementara Davin berkacak pinggang di belakangnya. Yang sepertinya Davin sedang menunggunya dengan wajah Davin yang terlihat marah-marah.


" Kau lama sekali bergeraknya kayak siput. Dari tadinya bukannya siap-siap," ucap Davin yang tampaknya kesal dengan leletnya Kayra yang masih beres-beres.


" Sabar sebentar, kau tidak melihat aku masih berbuat seperti ini," ucap Kayra yang ikutan marah. Karena dia paling tidak bisa di buru-buru. Karena pasti ada saja yang tinggal nanti.


" Benar- benar lelet apa kau pekerjaanku hanya menunggumu saja. Cepat aku harus kembali ke Jakarta dengan tepat waktu. Aku masih banyak pekerjaan. Jika kau lelet seperti ini lama-lama akan aku tinggal," ucap Davin memberi ancaman.


" Ya sudah kalau kau mau buru-buru pergi sana. Aku juga bisa pulang sendiri," sahut Kayra yang tidak takut di tinggal Davin.


" Lihatlah, kalau aku saja yang bicara kau selalu saja membantah giliran ibu tirimu yang berkata-kata. Kau selalu menuruti semuanya. Diam tanpa melawan. Tidak heran dia menjualmu juga kau diam saja," desis Davin membuat Kayra menghentikan pekerjaannya yang tampak tersinggung dengan kata-kata Davin.


" Apa yang kau katakan tadi?" tanya Kayra yang sudah menghadap Davin dengan wajahnya yang tampak tersinggung dengan perkataan Davin.


" Lihat tatapanmu seolah menantangku. Aku mengatakan ibu tirimu menjualmu kepadaku. Apa itu salah. Kau diam saja. Kenapa apa kata-kata ku tidak benar. Itu adalah kenyataannya," ucap Davin membuat Kayra merapatkan giginya yang begitu kesal dengan ucapan Davin.


" Kau juga menjual dirimu kepadaku," sahut Kayra yang membalas ucapan Davin. Sampai-sampai Davin mendengus kasar.


" Apa yang kau katakan. Kau menyamakan dirimu dengan diriku," sahut Davin yang tampak tidak terima.


" Iya. Karena memang pada nyatanya kita ber-2 sama. Kau juga menjual dirimu demi harta yang berlimpah dan kekuasaan sama dengan ibu tiriku yang menjualku untuk uang. Jadi kita sama. Jadi jangan mengataiku. Jika kau juga seperti itu. Berkacalah. Itu kaca sangat besar," tegas Kayra yang tidak ada takutnya dengan Davin.


" Ck. Kau benar-benar ya!" geram Davin yang kesal dengan Kayra. Sehingga membuat mereka saling menatap dengan tatapan yang saling menantang.


Tok-tok-tok-tok.


" Bos Davin mobilnya sudah siap," sahut Reyhan yang mengetuk pintu kamar Kayra dan Davin.


" Iya sebentar," sahut Davin dari dalam dengan suara menggelegar.


" Aku tidak mau ribut denganmu. Sekarang ayo kita pergi! jangan sampai aku kehilangan kesabaran kepadamu," ucap Davin menegaskan dan langsung pergi dari hadapan Kayra.

__ADS_1


" Dia yang mencari masalah duluan. Yang seenaknya mengataiku dan sekarang marah-marah kepadaku, pergi begitu saja. Di suruh pulang duluan tidak mau, memang dasar aneh," batin Kayra yang moodnya sudah mulai hilang karena ulah Davin yang mengatainya dengan suka-suka nya.


**************


Ternyata Silvia, Susan dan tamu-tamu Susan dari Jakarta masih berada di lapangan bandara yang sedang berdebat dengan petugas Bandara.


" Pak jelas-jelas kami kemari menaiki pesawat itu dan pulang juga harus naik pesawat itu," ucap Susan dengan menunjuk pesawat milik Davin yang mereka tumpangi saat ke Singapura.


" Maaf Bu. Tetapi pesawat ini tidak sedang beroperasi," jawab petugas tersebut yang membuat Susan, Silvia dan yang lainnya kaget.


" Apa!" pekik mereka serentak.


" Nggak mungkin pak, kalau tidak beroperasi jadi kami pulang bagaimana," sahut Silvia yang langsung emosian.


" Kalau masalah itu saya tidak tau Bu. Karena memang pesawat ini sedang tidak beroperasi," ucap petugas tersebut.


" Ini gak mungkin Pak, masa iya kami tidak pulang," sahut Susan.


" Uang siapa?" tanya Susan.


" Ya uang ibu lah, masa uang saya," sahut petugas tersebut.


" Ya itu namanya sama aja," sahut Susan yang memang tidak mau keluar uang sama sekali.


" Baiklah terserah ibu saja. Yang jelas pesawat ini tidak beroperasi dan untuk yang lainnya itu bukan urusan saya. Saya permisi dulu," ucap petugas tersebut yang langsung pergi.


" Hey pak, mau kemana kami bagaimana?" teriak Susan dengan wajahnya yang panik.


" Mah, bagaimana ini?" tanya Silvia.


" Benar jeng bagaimana ini. Kami pulangnya bagaimana," sahut salah satu teman Susan.


" Ya, ya sudah beli tiket masing-masing lah," sahut Susan.

__ADS_1


" Bagaimana sih jeng, punya mantu katanya orang kaya, kita di undang kepernikahan anaknya. Tau-taunya malah merugikan kita. Ternyata orang kayanya hanya kedok doang," sahut salah satu teman Susan.


" Benar, orang kaya apaan kayak gini," sahut yang satunya lagi.


" Eh, kalian semua jangan bicara seenaknya ya. Menantuku memang orang kaya dan ini hanya kesalahan teknis saja," sahut Susan yang tidak mau di anggap remeh.


" Ya sudah kalau memang hanya kesalahan teknis. Jadi kita bagaimana tanggung jawab dong. Masa iya kita pulang pakai uang sendiri dan nggak mungkin," sahut temannya.


" Iya, iya,iyaaa, tiket kalian aku bayarin semuanya," sahut Susan yang langsung menegaskan. Karena tidak mau di anggap tidak mampu.


" Mama apa-apaan sih," tegur Silvia.


" Udah biarin aja," sahut Susan.


" Mah, yang ada uang mama habis. Mau mengeluarkan uang berapa banyak untuk mereka ini," ucap Silvia dengan kesal.


" Udah biarin aja. Nanti kita minta ganti sama Kayra. Ini semua gara-gara dia," ucap Susan yang tidak punya pilihan lain dan Silvia pun mau tidak mau harus menuruti mamanya.


Ya uang Susan harus terkuras banyak deh dengan membelikan tiket untuk tamu-tamu yang di undangnya dari Jakarta.


Sementara Kayra tetap di dalam jet bersama Davin, Indri dan juga Rayhan.


Ting tiba-tiba notif pesan di handphone Davin masuk. Davin langsung membukanya.


..." Tuan mereka semua sudah pergi dan di pastikan mereka menaiki pesawat lain. Karena saya sudah menjalankan apa yang bos katakan," tulis dalam pesan itu membuat Davin menyunggingkan senyumnya....


" Sudah di kasih uang banyak. Masih aja banyak tingkah. Jadi rasakan sendiri pertanggung jawabkan apa yang sudah di lakukan," batin Davin.


Ternyata Davin yang merencanakan semua itu. Dia ingin memberi pelajaran untuk Susan dengan membuat Susan pulang sendiri ke Indonesia menggunakan uang sendiri. Davin melihat kearah Kayra di depannya yang wajahnya hanya melihat ke jendela pesawat dengan ke-2 tangannya yang di lipat di dadanya.


" Seharunya aku juga meninggalkannya, biar dia bisa pulang sendiri," batin Davin yang masih kesal dengan Kayra yang tadi mengatainya sembarangan dan memang baru ada wanita yang berani kepadanya dan bicara sembarangan dan yang paling membuat Davin naik darah. Kayra sangat berani kepadanya namun kepada ibu tirinya hanya diam tanpa melawan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2