
Banyak obrolan yang di lakukan Kayra dan Silvia. Mereka tidak dekat. Namun saat bicara kelihatannya menyambung. Hubungan kakak adik itu menjadi hangat semenjak mereka pernah mabuk bersama dan curhat bersama.
Setelah menghabiskan jam makan siang dengan mengobrol yang membuat Kayra sedikit bisa tenang karena bertukar pikiran. Kayra kembali kekantor. Dia ingin menyelesaikan pekerjaan yang tertinggal.
"Bu Kayra!" panggil salah satu karyawan wanita membuat Kayra menoleh ke belakang.
"Ada apa?" tanya Kayra.
"Ini Bu Dokumen yang di butuhkan pak Davin. Saya titip pada ibu ya," ucap karyawan itu memberikan pada Kayra.
"Kenapa tidak langsung berikan saja?" tanya Kayra.
"Maaf Bu Kayra. Saya buru-buru dan tadi tidak melihat pak Davin di ruangannya. Jadi nanti ibu bisa kasihkan pada pak Davin. Karena pak Davin kan suami ibu," ucap wanita itu.
"Baiklah kalau begitu," sahut Kayra yang mengambilnya saja. Karyawan itu tersenyum dan langsung pergi. Kayra menghela napasnya.
"Sebaiknya aku langsung saja antarkan keruangan Davin. Dia juga pasti tidak ada di sana," batin Kayra yang memilih untuk keruangan Davin. Dari pada mengulur-ulur waktu.
Tanpa mengetuk pintu Kayra langsung memasuki ruangan itu dan ternyata ada Davin di sana di mana Davin berdiri membelakangi Kayra dengan ke-2 tangannya di sakunya. Davin melihat ke arah luar yang terlapisi dengan kaca.
Kayra menghela napasnya dan langsung melangkah masuk dengan meletakkan dokumen itu di atas meja Kayra. Tidak ada yang di katakannya dan langsung pergi begitu saja. Davin melihat dari bayangan kaca di mana Kayra memasuki ruangannya dan pergi begitu saja.
Saat Kayra ingin memegang kenopi pintu Davin menghentikannya dengan langsung memegang tengkuk Kayra dan mencium bibir Kayra.
Kayra cukup terkejut dengan serangan dari Davin. Namun Davin yang terlihat menggebu-gebu menciumi Kayra membuat Kayra Kayra kesulitan bernapas.
Tidak peduli bagi Davin. Perasannya dan hubungannya dengan Kayra yang tidak baik-baik saja harus di tumpahkannya. Mengingat mereka kerap bertengkar dan saling dingin.
__ADS_1
Ciuman yang menuntun dan menggebu-gebu itu akhirnya di hentikan Davin dengan tautan bibir yang saling melepas dan mata Kayra terbuka perlahan dengan hembusan napasnya yang naik turun, menatap Davin yang juga sama sedang mengatur napasnya.
Davin tidak mengatakan apa-apa. Davin langsung menggendong Kayra ala bridal style dan mendudukkannya di meja. Davin memegang pinggang Kayra dan menariknya lebih dekat dengannya dan Davi kembali menautkan bibirnya pada bibir Kayra.
Kayra memejamkan matanyanya menerima ciuman itu dengan air matanya yang menetes. Mereka berciuman dengan romantis dengan hati mereka yang mungkin saling bicara. Tidak tau juga seperti apa.
Davin memegang tengkuk Kayra untuk memperdalam ciumannya, Kayra memegang kuat kemeja Davin saat merasakan sensasi dalam ciuman itu yang mana keduanya sama-sama menikmati ciuman.
Tidak hanya ciuman yang romantis yang berada di atas meja. Tidak tau kapan Davin sudah membawa Kayra kedalam kamar yang ada di ruangan itu.
Tubuh Davin yang berada di atas tubuh Kayra dengan tangan Davin yang perlahan menurunkan dress Kayra. Begitu juga dengan Davin tanpa melepas ciumannya dengan Kayra tangan Davin sembari membuka pakainya.
Terjadi percintaan panas di siang hari yang di lakukan suami istri itu yang sebenarnya saling merindukan. Pertengkaran dengan alasan yang sama membuat mereka tidak pernah punya waktu untuk dalam hubungan intim dan sekarang di tumpakan dengan saling menikmati.
Hanya terdengar suara-suara indah dari mulut Kayra dan suara Davin yang menikmati percintaan itu setiap sentuhan yang mungkin Kayra bisa melupakan banyaknya masalahnya yang terjadi pada suaminya. Dengan keringat yang membasahi tubuh ke-2nya.
*********
Kayra yang masih tertidur di atas ranjang dengan tubuhnya yang polos yang tertutup selimut. Namun tidak terlihat Davin ada di sampingnya. Kayra mengerjapkan matanya perlahan dan akhirnya terbuka sempurna.
Lelah dan tubuh yang remuk membuat Kayra sangat sulit untuk duduk. Dengan tangannya memengng selimut melihat kesampingnya dan sudah kosong di sampingnya yang sama sekali tidak ada Davin.
"Davin!" panggil Kayra dengan suara pelannya dan tidak ada sahutan sama sekali, Kayra menghela napasnya dengan panjang kedepan dan langsung melihat ponselnya yang mendapatkan notif pesan dari Davin.
..."Kayra aku tidak ingin membangunkanmu. Kamu sama Reyhan ya. Aku ada urusan mendadak, tunggu aku dirumah," tulis Davin membuat Kayra menghela napasnya dan meletakkan handphone itu di atas nakas....
Dengan perlahan Kayra menurunkan kakinya ke lantai dan tiba-tiba mata Kayra melihat gulungan benang yang di berikan Silvia kepadanya.
__ADS_1
Di mana benang gulungan benang itu sampai ke pintu dan memperlihatkan benangnya yang lurus di lantai menuju pintu.
Kayra turun dari ranjang dengan tangannya memegang kuat selimut. Laku mengambil ujung benang dan berjalan perlahan menuju tempat gulungan benang yang sampai pintu.
"Apa hubunganku benar-benar tergantung pada benda ini. Semakin dia terguling jauh maka benang yang terlilit di tempatnya akan semakin habis dan menyusahkan tempat yang kosong,"gumam Kayra dengan tersenyum getir.
"Apa aku istri atau pemuas nafsu. Yang setelah dia menghabis kan waktu dalam percintaan. Lalu meninggalkan dengan pesan. Kenapa tidak sekalian Davin kau membuat uang di bawah bantal ku. Supaya posisi ku sama dengan perempuan bayaran di luar sana," ucap Kayra dengan tetes air matanya yang akhirnya jatuh. Bukan semakin memperbaiki masalahnya malah semakin menghancurkan hatinya.
Kayra membuang napasnya perlahan kedepan, dengan menarik panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Dia mencoba untuk menenagkan dirinya dan Kayra mengambil benang itu tanpa melilitkannya kembali. Dia membiarkan apa yang sudah terpisah tidak perlu di lilit.
**********
Kayra keluar dari kamar mandi yang sudah memakai pakaiannya yang sebelumnya. Kayra dengan lesuh yang tidak bersemangatnya langsung mendekati ranjang untuk merapikan tempat tidur itu dari memperbaiki seprai yang berantakan sampai juga dengan membersihkan selimut.
Kayra merapikan bantal dan saat menggeserkannya. Tiba-tiba Kayra menemukan kartu kredit limited edition di bawah bantalnya. Kayra terkejut melihat benda itu dengan tangannya yang bergetar Kayra mengambilnya dan tiba-tiba melihat handphonnya ternya mendapat pesan lagi.
..." Aku lupa mengatakannya kepadamu. Semoga kamu pulang. Aku meninggalkan kartu kredit di bawah bantalmu. Kamu butuh reflesing kamu ajak Indri berbelanja. Kamu happy-happy ya," tulis Davin....
Kayra mendengus dengan kasar dengan memegang dadanya yang terasa begitu sakit. Sangat sesak sampai dia tidak bisa berkata-kata lagi-lagi. Napasnya bahkan tidak stabil.
Handphone dan kartu yang di pegangnya terjatuh dari tangannya dengan kaki Kayra yang bergetar begitu lemas membuatnya juga terjatuh yang terduduk dan menyenggol meja yang mana benang yang tadinya di atas meja kembali jatuh dan lilitan benang semakin banyak berkurang dari gulungannya.
" Brengsek kau Davin!" teriak Kayra dengan suara menggelar memegang kepalanya dengan ke-2 tangannya yang mana Kayra begitu histeris dengan sekarang menjelaskan seperti apa posisinya di mata Davin.
Hanya kehancuran dan hati yang semakin terluka yang di dapatkannya ketika mencoba untuk bertahan. Kayra harus menangis terisak-isak yang terduduk di lantai dengan memeluk ke-2 lututnya yang benar-benar sudah di hancurkan Davin.
Tidak ada artinya percintaan yang barusan mereka lakukan. Ternyata itu hanya demi kepentingan Davin yang seolah menjadikannya pelampiasan nafsu. Setelah mendapatkan apa yang di inginkannya. Kayra di tinggalkan begitu saja dan meninggalkan kartu kredit untuk Kayra. Kayra layaknya wanita pala**cur yang sudah di nikmati dan harus di bayar.
__ADS_1
Mungkin maksud Davin bukan itu. Tetapi untuk wanita yang pikirannya sedang buntu pasti akan berpikiran seperti itu dan nyata membuat Kayra terluka dalam tangisnya.
Bersambung