
Akhirnya Kayra dan Davin pun memasuki kamar mereka yang pasti tidak jauh-jauh dari kamar pengantin pada umumnya yang di sulap dengan ala-ala kamar pasangan pengantin baru. Banyak mawar berserakan di lantai dan juga ada di atas tempat tidur dengan berbentuk Love.
Selain itu ada balon-balon dan lampu-lampu yang membuat kamar itu menjadi remang-remang. Ya bagaimana kamar pengantin ya seperti itu lah.
Davin yang melihat kamar itu mengkerutkan dahinya sama dengan Kayra yang juga tidak suka melihat kamar yang menurutnya tidak seharunya dia berada di dalamnya.
Kayra dan Davin yang berdiri sebelahan pun saling melihat dan malah sama-sama gelim
" Kenapa kau melihatku?" tanya Davin ketus.
" Ya kau kenapa melihatku?" Karya bertanya balik yang tidak mau kalah.
" Kau yang melihatku. Oh aku tau kau akan berpikiran. Jika malam ini aku akan menyentuhmu, apa kau pikir akan ada malam pertama untuk kita berdua!" tuduh Davin yang membuat Kayra mendengus kasar yang pasti semakin jijik dengan kata-kata Davin.
" Malam pertama katamu. Kau jangan berpikiran terlalu jauh. Aku tidak sudi malam pertama denganmu dan kita hanya menikah dengan kontrak. Jadi yang namanya malam pertama itu tidak ada. Jadi sebaiknya pikiran kotormu itu harus di jauhkan dari ku," tegas Kayra dengan penuh emosi.
" Apa maksud mu dengan kata-kata mu itu. Apa kau pikir kau yang berkuasa di sini. Ingat aku yang berkuasa di sini. Aku pemegang skenario dan kau pemainnya yang hanya mengikuti dan segala keputusan ada di tanganku," ucap Davin berkacak pinggang yang tidak mau di atur-atur oleh Kayra.
" Keputusan memang ada di tanganmu. Tetapi tetap aku juga punya hak atas diriku. Jadi kau juga tidak bisa suka-suka kepadaku,"
sahut Kayra yang tidak mau kalah yang juga harus tegas pada Davin.
__ADS_1
" Arhgh, sudahlah aku malas berdebat denganmu. Aku mau istirahat, terserah padamu. Aku lebih baik tidur. Dari pada harus mendengarkan ocehan mu. Jadi tutup pintunya dan jangan biarkan ada yang masuk dan ingat jangan sampai kau keceplosan di depan Oma atau yang lainnya," ucap Davin menegas kan yang langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dengan berbaring lurus bahkan bunga yang di ukir menjadi love itu sudah berantakan.
" Selalu ingin menang sendiri, dia pikir dia sudah yang paling berkuasa apa," batin Kayra yang kesal dengan Davin yang sudah memejamkan matanya.
" Sebaiknya aku mengganti pakaian ku. Tapi mau di ganti di mana?" batin Kayra yang kebingungan dengan mengganti pakaiannya harus di mana.
Karena di kamar itu tidak ada ganti bajunya yang akhirnya Kayra pun keluar kamar untuk keruang makeup yang mana tadi dia bertukar pakaian. Baru saja membuka pintu kamar Kayra sudah bertemu dengan Susan.
" Ngapain lagi sih mama," batin Kayra yang moodnya sudah mulai kesal.
" Kayra!" ucap Susan yang sudah berdiri di depan Kayra.
" Ada apa?" tanya Kayra dengan datar.
" Bukannya Davin akan memindahkan papa dan pengobatannya akan di tangani Davin," sahut Kayra.
" Kamu jangan sok tau walaupun Davin akan memindahkan papa kamu. Tetap saja semuanya butuh biaya. Kamu pikir hanya dengan kamar rumah sakit dan juga Dokter yang ada dan perawatnya cukup apa. Kamu mau papa kamu hanya akan di rawat di sana tanpa ada yang melihat. Mama juga harus ada di sana untuk menjaga papa kamu dan kamu pikir tidak butuh makan apa dan segalanya. Makanya mama meminta uang itu pada kamu," ucap Susan.
" Kamu dengar ya Kayra. Jangan kamu pikir kamu sudah menikah dengan Davin jadi kamu bisa lepas dari tanggung jawab. Aku adalah istri sah dari papa mu dan aku punya kekuasaan untuk menyetujui atau tidak Mas Haris di pindahkan. Jadi jangan kamu pikir dengan Davin memindahkan papamu. Maka semuanya akan selesai. Tidak bisa semudah itu dan harus berdasarkan persetujuan ku," ucap Susan yang membuat Kayra kaget.
" Apa maksud mama bicara seperti itu?" tanya Kayra dengan wajah paniknya.
__ADS_1
" Kamu menikah dengan Davin hanya untuk uang dan juga kekayaan yang harus kamu berikan pada keluarga. Jika kamu pelit dengan semua itu. Maka mama bisa kapan saja membuat papamu berada di tempat semula. Jadi jangan macam-macam," ucap Susan yang memberikan ancaman untuk Kayra yang membuat wajah Kayra menjadi cemas.
" Jadi sekarang berikan semua mahar yang sudah di berikan Davin kepada kamu. Uang tunai dan juga emas-emas itu dan ingat setiap jatah uang yang di berikan Davin kepada kamu serahkan kepada mama. Mama yang memegang untuk kebutuhan keluarga kita," ucap Susan dengan menunjuk tepat di wajah Kayra dan Kayra seakan tidak punya keberanian apa-apa untuk menolak permintaan mamanya.
" Iya aku akan berikan nanti," sahut Kayra yang hanya pasrah dengan nasibnya.
" Seharusnya dari tadi, jangan membuat mama marah dulu. Baru di berikan," ucap Susan yang melihat tajam Kayra dan Susan pun langsung pergi.
Gaun pengantin masih melekat di tubuhnya. Namun sang mama sudah mengancamnya lagi. Kayra menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya yang mencoba untuk tenang dengan napaanya yang begitu berat terhembus.
Ternyata Davin yang berada di balik pintu kamar mereka, mendengar obrolan Kayra dan Susan.
" Wanita itu benar-benar serakah. Apa masih kurang yang kuberikan dan wanita ini sungguh benar-benar bodoh hanya ancaman kecil saja langsung memberikannya. Tiba aku yang mengancamnya tidak ada takutnya sama sekali. Dunia benar-benar terbalik. Argggghhh terserah dia lah yang hanya membuatku pusing saja," ucap Davin garuk-garuk kepala melihat mertuanya yang matre dan istrinya yang bodoh.
************
Setelah pakaiannya sudah di gantinya. Kayra kembali memasuki kamar itu dan melihat Davin tertidur dengan berbaring lurus. Kayra mengambil bantal yang ada di samping Davin dan Kayra langsung menuju sofa untuk merebahkan dirinya sebentar untuk beristirahat.
Kayra yang terbaring lurus di sofa dengan menatap langit kamar itu dan langsung mengangkat tangannya melihat punggung tangannya yang sudah terdapat cincin di jari manisnya. Di mana cincin pernikahannya yang mana barusan saja dia di persunting oleh Pria yang kaya raya.
" Ini pilihan yang sudah aku ambil dan aku harus menjalankannya. Apa pun yang terjadi aku harus bisa menjalankannya. Ini semua demi papa, aku yakin tidak ada yang sia-sia untuk pengorbanan ku," batin Kayra yang menerima takdirnya dengan pernikahannya.
__ADS_1
Bersambung