
Kediaman Davin.
Lian mengumpulkan keluarganya di rumah tamu. Oma, Mesya, Altarik, Zoy, Giselle, Kayra dan pasti Davin yang tidak tau apa yang ingin di sampaikan Lian makanya mengumpulkan keluarganya.
"Ada apa Lian. Kamu mengumpulkan kita. Apa ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Altarik.
"Iya pah, aku ingin bicara serius kepada semua orang yang ada di sini," jawab Lian dengan wajahnya yang memang sangat serius.
"Masalah apa sih kak, awas aja ya kalau buat orang jantungan lagi," sahut Giselle dengan perasaannya yang tidak enak.
"Giselle kakak kamu belum bicara apa-apa kamu dengarkan aja dulu," sahut Oma dengan geleng-geleng dengan Giselle.
"Ya siapa tau kan Oma. Kak Lian kan si tukang onar. Jadi wajar saja kalau Giselle tiba-tiba harus wanti-wanti dengan kak Lian," sahut Giselle.
"Giselle diamlah biarkan Lian bicara dulu," sahut Mesya yang lama-kelamaan sakit kepala.
"Iya-iya," sahut Giselle.
"Katakan Lian apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Mesya.
"Aku minta maaf selama ini aku selalu menyusahkanku keluarga ini termasuk pada mama yang selalu stress memikirkan ku dan pasti gara-gara ulahku mama di salahkan papa dan juga Oma dan aku tidak pernah menyadari hal itu. Aku benar-benar minta maaf untuk semua kejadian, kesalahan yang aku lakukan. Oma jangan menyalahkan mama lagi dia sudah berusaha untuk mendidikku menjadi yang lebih baik," ucap Lian yang berbicara begitu serius.
"Kalau begitu tetaplah menjadi lebih baik dan selalu berubah. Jangan pernah tidak berubah sama sekali," sahut Oma.
"Aku akan berusaha untuk terus memperbaiki diri dan yang paling penting aku minta maaf untuk kalian semua termasuk pada kak Davin dan juga istirnya yang pernah aku sakiti dan pasti banyak ketidak nyamanan yang kalian alami termasuk kamu Kayra," ucap Lian.
"Aku sudah memaafkannya Lian. Jadi lupakan saja masalah itu," sahut Kayra yang tidak mau mengungkit masa lalu.
"Sama-sama Kayra. Kak Davin maafkan aku juga ya," ucap Lian. Davin hanya mengangguk saja. Tidak tau juga dia harus percaya pada Lian atau tidak.
"Lalu intinya apa kak Lian. Apa hanya ingin meminta maaf saja," sahut Zoy
Lian menghela napasnya dan melihat keluarganya satu persatu, " Kalian semua sudah tau apa yang aku rasakan. Kalian semua sudah tau apa yang aku alami dan tau permasalahan ku dan aku ingin mengatakan pada kalian semua jika aku ingin menikahi Pricilla," ucap Lian yang akhirnya mengatakan alasannya mengumpulkan keluarganya.
"Apah!" pekik Giselle yang terkejut dengan pernyataan Lian dan Mesya sudah pasrah yang seolah tau dan hanya menanggapi dengan menghela napasnya.
"Iya aku hanya ingin menikahi Pricilla," sahut Lian dengan tegas.
Oma dan Altarik tampaknya setuju dan Kayra dan Davin juga sepertinya. Yang pasti Mesya no komen dan hanya memijat kepalanya yang terasa berat.
"Kak Lian ini bicara apa. Apa yang kakak katakan ingin menikahi wanita itu. Kak Lian kakak sebaiknya jangan bercanda kakak taukan wanita itu seperti apa," ucap Giselle yang paling tidak setuju.
"Giselle jika Lian ingin bertanggung jawab dengan semua itu. Lalu kenapa dan seharusnya kamu mendukungnya bukan malah protes seperti ini," sahut Oma Elishabet.
__ADS_1
"Oma bagaimana aku tidak protes Oma bisa melihat sendiri apa yang terjadi dan wanita itu siapa. Masa iya dia mau jadi bagian dari keluarga kita itu sangat tidak mungkin," tegas Giselle yang nomor satu yang langsung protes dan tidak terima.
"Tapi kamu juga tau apa yang terjadi Giselle. Kamu tau masalah Lian dan Pricilla dan Lian hanya ingin bertanggung jawab dan ini adalah keputusan yang tepat," sahut Kayra.
"Ya wanita itu juga yang salah," sahut Pricilla.
"Sudahlah Giselle semua ini adalah keputusan kakak kamu dan tidak ada yang salah dengan keputusan itu papa juga setuju dan berarti tidak ada yang keberatan," sahut Altarik.
"Tapi mama pasti tidak setujukan mah, wanita itu wanita itu jadi bagian keluarga kita. Seharunya mama memang tidak setuju. Karena mama tau siapa dia dan iya dia juga bilang tidak akan minta apa-apa lagi setelah operasi itu selesai. Lalu apa lagi semua ini," sahut Giselle.
"Tapi kakak yang ingin bertanggung jawab Giselle untuk menebus semua kesalahan ku pada Pricilla dan juga Cika," sahut Lian.
"Tapi mama pasti tidak setuju," sahut Giselle yang melihat kearah sang mama yang mana semua orang juga melihat Mesya.
"Apapun yang mama katakan tidak akan mengubah apapun. Jadi terserah Lian saja. Jika Lian sudah merasa lebih baik maka silahkan saja. Jika itu keputusan yang tepat untuk kamu," sahut Mesya yang pusing dan lebih baik setuju.
"Mamah," lirih Giselle.
"Sudahlah Giselle kenapa jadi kamu yang heboh sih, biarin aja kak Lian menikah dengan Pricilla kan itu memang harus menjadi tanggung jawab kak Lian," sahut Zoy.
"Tetapi tetap aja tidak bisa seperti itu," sahut Giselle.
"Sudah-sudah cukup. Oma setuju dengan keputusan Lian dan Altarik dan juga Mesya juga setuju. Jadi sudah jangan ada yang protes lagi dan Lian kamu sebaiknya bawa Pricilla kerumah ini dan kita bicarakan dengan cepat pernikahan kalian," ucap Oma dengan tegas.
"Baik Oma, terima kasih masih mau membantuku," sahut Lian. Oma hanya mengangguk saja. Giselle tampaknya tidak menyukai calon kakak iparnya itu makanya wajahnya di tekuk seperti itu.
**********
Davin sedang menyetir yang mana Kayra yang duduk di sampingnya yang terlihat tampil sangat cantik dengan dress merah mencolok dengan rambut yang di gerai dan di bagian bawahnya yang di beri keriting dan Davin sendiri juga pasti tampil sangat tampan dengan jas hitam dan dasi kupu-kupunya dan ada juga Brian yang tampil begitu tampan yang duduk di bangku belakang.
"Kita hari mau kemana sih mama?" tanya Brian yang tidak tau mau kemana di ajak malam-malam ke-2 orang tuanya.
"Kita mau ketempat resepsi nikahannya Om Reyhan dan Tante Indri," jawab Kayra. Yang ternyata sahabatnya Indri menikah juga dengan Reyhan asisten kebanggaannya Davin.
"Ohhhh, begitu Om Reyhan toh yang akhirnya menikah," sahut Brian
"Iya Brian makanya mama mengajak Brian," sahut Kayra.
"Oh iya Cika datang juga tidak yah?" tanya Brian.
"Mama tidak tau sayang tetapi kalau Om Reyhan mengundang Tante Pricilla pasti Cika juga datang," sahut Kayra.
"Semoga Cika datang supaya Brian ada temannya," sahut Brian. Kayra dan Davin hanya tersenyum dengan saling melihati.
__ADS_1
************
Sesampainya di acara resepsi, Brian, Davin dan Kayra langsung memasuki gedung acara tersebut dengan Davin dan Kayra memegang tangan Brian yang berada di tengah mereka.
"Ada mami dan Daddy," sahut Kayra yang langsung menghampiri Haykal dan Silvia yang ada di pesta itu. Kayra dan Davin pun mengikuti Brian.
"Mami!" sapa Brian.
"Ya ampun Brian tampan, ternyata ikut juga," ucap Silvia.
"Iya dong mami," sahut Brian.
"Kalian sudah lama sampai?" tanya Davin.
"Barusan aja," sahut Haykal.
"Ya sudah Brian ayo kita temui Om Reyhan dan Tante Indri," sahut Kayra.
"Baik mama," sahut Brian yang mana mereka langsung pergi. Davin, Kayra dan Brian langsung menuju pelaminan untuk menghampiri keluarga itu.
"Kayra!" sapa Indri yang langsung memeluk Kayra begitu temannya itu datang di acara pernikahannya.
"Kamu cantik sekali Indri selamat ya untuk pernikahan kamu," ucap Kayra.
"Sama-sama, makasih ya kamu sudah datang," sahut Indri. Kayra menganggukkan kepalanya.
"Reyhan selama ya untuk pernikahan kamu," ucap Davin yang juga mengucapkan selamat pada asistennya yang setia itu.
"Makasih bos Davin," sahut Reyhan yang berpelukan dengan Davin.
"Om Reyhan dan Tante Indri selamat ya untuk kalian berdua semoga menjadi keluarga yang bahagia," ucap Brian dengan bijaknya dalam berbicara.
"Makasih anak pintar," sahut Indri dan Reyhan dengan serentak.
"Ya sudah kalau begitu kami turun dulu ya sekali lagi selamat untuk kalian," ucap Kayra.
"Iya Kayra sama-sama. Kalian nikmati ya pestanya," sahut Indri.
"Pasti!" sahut Kayra dan Davin. Lalu mereka pun turun dari pelaminan.
"Papa itu Cika!" tunjuk Brian yang melihat Cika datang bersama dengan Pricilla.
"Papa Brian ke sana ya," ucap Brian.
__ADS_1
"Iya sayang," sahut Kayra dan Davin. Mereka pun membiarkan anak mereka untuk menemui Cika yang mana Cika dan Brian memang sangat dekat dan Davin dan Kayra menikmati makanan di pesta itu sembari berbincang-bincang dengan beberapa tamu yang di kenal Davin yang juga hadir di pernikahan itu.
Bersambung