
Kayra dan Davin habis bercanda di atas ranjang saling melihat dengan Davin yang membelai rambut Kayra, " kamu sangat cantik Kayra!" puji Davin membuat Kayra tersenyum.
Davin pun ingin meraih bibir Kayra dengan Kayra yang memejamkan matanya yang menerima ciuman dari suaminya itu itu.
Ceklek.
"Mama!"
Harus terhenti ketika Brian sudah satang dan membuat Kayra dan Davin kaget dan dengan spontan Kayra mendorong Davin menjauh dari hadapannya yang mana mereka hampir saja tertangkap anak mereka saat berciuman.
"Brian," sahut Davin dengan gugup.
"Brian mau tidur di sini bareng mama dan papa," ucap Brian yang langsung berlari menaiki ranjang yang berada di tengah-tengah Davin dan Kayra yang membuat Kayra dan Davin saling melihat. Kalau anak mereka tidur di sana berarti rencana mereka akan berantakan yang akan menghabisi malam bersama.
"Hmmm Brian kenapa harus tidur di sini?" tanya Davin dengan pelan.
"Kenapa memangnya. Memang tidak boleh Brian tidur di sini?" tanya Brian balik.
"Boleh kok sayang," sahut Kayra.
"Lalu kenapa papa bertanya seperti itu. Ini kan hari pertama mama dan papa menikah dan mama juga pertama untuk tidur kembali di kamar ini. Jadi Brian juga ingin tidur di sini bareng mama dan papa," tegas Brian yang mengganggu acara Davin dan Kayra saja.
"Bolehkah mama?" tanya Brian yang melihat ke arah mamanya
"Hmmm boleh kok sayang," sahut Kayra dengan tersenyum yang tampak tidak ikhlas.
"Hmmm, baguslah kalau begitu Brian senang mendengarnya dan bagaimana dengan papa. Apa Brian boleh tidur di sini?" tanya Brian yang butuh kepastian.
Davin terdiam yang tidak menjawab apa-apa.
"Mama papa sepertinya tidak ingin Brian tidur di sini. Apa takut jika Brian akan ganggu mama dan papa," ucap Brian.
__ADS_1
"Memang sangat mengganggu," sahut Davin dengan pelan.
"Papa bilang apa?" tanya Brian.
"Tidak apa-apa Brian. Papa tidak bilang apa-apa kok," sahut Davin dengan tersenyum pada Brian.
"Mah lihatlah wajah papa, seperti tidak senang jika Brian berada di sini," sahut Brian yang membuat Kayra menahan tawanya dan Davin mengkerutkan dahinya.
"Sudah mah ayo mah, ayo kita pergi saja tidur di apartemen jangan sama papa. Papa tidak suka melihat kita," ucap Brian lagi dengan kesalnya.
"Ehhhhhh Brian, apa-apaan sih sembarangan mengajak mama mau pergi. Brian jangan seperti itu," ucap Davin yang mencoba untuk membujuk putranya itu yang kelihatannya sudah mulai merajuk.
"Ya papa sih habisnya terlalu banyak ini dan itu. Papa sangat tidak senang dengan kehadiran Brian. Brian tidak masalah kok sama sekali kalau Brian dan mama akan kembali ke Apartemen," ucap Brian yang sekarang sangat berani mengancam papanya.
"Jangan bicara seperti itu Brian, siapa juga yang tidak senang, sekarang ayo Brian bobo di sini," Davin harus membujuk putranya itu membuat Kayra menahan tawanya dengan Davin yang kasihan juga.
"Ayo Kayra jangan senyum-senyum aja. Kamu juga istirahat," ucap Davin.
"Kenapa semuanya harus berantakan, Brian-Brian biasanya kamu juga sangat pengertian sama papa. Kenapa papa sudah menikah lalu sekarang malah tidak pengertian apa kamu tidak tau kalau malam ini adalah malam yang harus di di lakukan di penuh keromantisan," batin Davin yang terlihat sangat kecewa.
"Aku sih yakin Davin pasti sangat kecewa dengan malam ini. Brian memang tumben-tumben nya malah tidak memberikan ruang untuk aku dan juga Davin," batin Kayra yang sebenarnya kasihan dengan Davin.
"Ayo mama dan papa pejamkan mata kalian. Kenapa masih bangun saja dan tidak tidur?" tanya Brian.
"Papa tidak bisa tidur Brian," jawab Davin.
"Kenapa? karena Brian ada di sini ya," ucap Brian yang tau aja.
"Terserah kamu deh Brian," sahut Davin dengan kesal. Brian tiba-tiba tertawa membuat Davin dan Kayra saling melihat dengan dahi mereka yang mengkerut dengan anak mereka yang tertawa-tawa aja.
"Sayang kenapa kamu tertawa?" tanya Kayra heran.
__ADS_1
"Brian sebenarnya ingin mengatakan sesuatu untuk mama dan Brian," ucap Brian yang bergantian melihat orangtuanya yang ada di kiri dan di kanannya.
"Ingin memberitahu apa?" tanya Davin dengan menaikkan 1 alisnya.
"Sebenarnya Brian sengaja tidur di tempat mama dan papa. Brian tau mama dan papa sangat tidak suka dan pasti kesal dengan Brian. Karena mama dan papa sudah menikah dan bebas mau berbuat apa saja. Namun Brian sengaja mengganggu mama dan papa supaya mama dan papa tidak bisa dekat-dekat," ucap Brian yang bercerita sambil tertawa-tawa.
"Ohhhh jadi Brian sengaja melakukannya?" tanya Davin dengan alisnya yang terangkat. Brian menganggukkan kepalanya.
"Dasar anak nakal," geram Davin yang langsung menggelitiki Brian. Kayra hanya geleng-geleng dengan anaknya yang tau aja jika Davin dan dia mau berhubungan dan Brian sengaja mengganggu agar dia dan Davin kesal.
Anaknya itu memang anak ajaib yang pekerjaannya ada-ada aja sampai akhirnya Brian harus mendapatkan balasannya sampai di gelitiki oleh Davin. Di mana Brian hanya mengeluh atas perlakuan Davin.
"Ampun papah, ampun!" keluh Brian dengan papanya yang masih saja menggelitikinya. Dan Kayra pun ikut-ikutan yang akhirnya membuat mereka saling bercanda di atas tempat tidur. Tidak jadi deh Kayra dan Davin melakukan hal yang harus mereka lakukan. Karena anak mereka sendiri yang sengaja melakukannya.
Mungkin Brian ingin menguji kesabaran sang papa. Ya hitung-hitung Davin yang sudah berhasil menikahi Kayra harus berjuang lagi untuk mendapatkan Kayra lagi. Dan dia harus kongkalikong dengan Brian yang mana Brian ini sudah mau jadi penghalang sekarang. Ya Brian ini sangat tidak join dengan Davin sekarang ini.
***********
Sementara Zoy yang berada di dalam kamarnya sedang fokus pada laptopnya yang mana Zoy melihat data-data di lembaran kertas yang banyak yang terdapat foto-foto Dion.
Mungkin saja Zoy sedang mencoba mencari informasi dari Dion yang menurut Zoy mempunyai rahasia terbesar yang tidak di ketahuinya dan apa lagi Dion berbicara masalah salah paham kepadanya.
"Wanita yang waktu itu siapa ya," batin Zoy yang berusaha mencari wanita yang pernah di ketahui Zoy adalah kekasih Dion dan bahkan sudah melangsungkan pernikahan. Itu hanya sepengetahuan Zoy saja yang mana sesungguhnya dia juga tidak tau mana yang benar.
Zoy membuka sosial media Dion dan berusaha mencari wanita yang wajahnya masih di ingatnya itu sampai akhirnya Zoy menemukannya.
"Ini dia!" ucap Zoy langsung mencari informasi wanita itu di sosial media yang mengenai wanita yang pernah dekat dengan Dion.
"Apa sebenarnya hubungan Dion dengan wanita itu kenapa dia mengatakan salah paham dan memang ada apa hubungan mereka," batin Zoy yang kepikiran dengan hal itu yang berusaha untuk memecahkan Maslaah yang ada.
Bersambung
__ADS_1