Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 111 Mengutarakan semua isi hatinya.


__ADS_3

" Hey, kau!" tunjuk Kayra pada Davin membuat Davin benar-benar terkejut, " berani sekali kau menjatuhkannya. Kau tidak tau apa. Kalau dia hamil. Dan yang menghamilinya adalah adikmu, itu keponakanmu. Kau itu benar-benar jahat, menyakiti keponakanmu sendiri," ucap Kayra yang bicara kesana kemari yang dalam kesadarannya.


" Kau juga hamil, jadi bukan aku saja," sahut Silvia dalam tidak sadarnya. Dan Kayra langsung menutup mulut Sivia dengan telapak tangannya.


" Shutttt, diam nanti dia tau," bisik Kayra pelan.


" Aku lupa," sahut Silvia menepuk jidatnya.


" Ha-ha-ha, dia bohong, dia bercanda, dia sedang mabuk jadi bicara suka melantur," sahut Kayra tertawa-tawa pada Davin.


Sementara Davin hanya menahan kekesalannya minat 2 wanita yang mabuk dan bicara sesukanya. Davin menghela napasnya dan langsung berjongkok mendekati Kayra.


" Ayo kita pulang!" ajak Davin mencoba menahan emosinya.


" Rumah ku di sini. Kenapa harus pulang, kau yang pulang sana. Kau pulang bersama mantan terindah mu itu," ucap Kayra menolak Davin membawanya bahkan menepis tangan Davin saat ingin menyentuhnya.


" Kayra kau jangan seperti ini. Kau itu mabuk. Berani sekali kau minum. Kau itu keterlaluan," ucap Davin mulai marah.


" Memang kenapa apa urusanmu. Bukannya kau itu mengatakan aku itu seorang peminum hah! dan sekarang lihat aku bisa minum. Kau tidak bisa meremehkanku lagi, selama ini kau selalu saja meremehkanku soal minum," ucap Kayra.


" Kau sadar tidak apa yang kau lakukan!" ucap Davin menekan suaranya dengan nada mulai tinggi.


" Hey kau jangan memarahinya. Dia itu stress dan butuh reflesing. Makanya jangan membuatnya stress," sahut Silvia.


" Diam kau! aku tidak bicara padamu!" bentak Davin yang sudah penuh emosi.


" Hey kenapa kau memarahinya," sahut Kayra memukul lemas dada Davin.

__ADS_1


" Aku juga akan memarahi mu. Karena kau berani mabuk-mabukan. Kau tidak memikirkan dirimu hah!" bentak Davin.


" Kau itu berisik sekali. Lagian aku juga tidak apa-apa kok. Tadi sebelum aku minum, kami melihat di internet. Untuk ibu hamil boleh minum sedikit," ucap Kayra dengan santainya.


" Kayra kau jangan bicarakan itu, dia nanti bisa tau," sahut Silvia.


" Astaga, aku keceplosan lagi. Maksudku dia yang hamil," sahut Kayra yang memang tidak menyadari apa yang di katakannya dan tertawa-tawa saja.


Davin semakin kesal dan langsung menarik paksa tangan Kayra agar wanita itu berdiri. Namun Kayra tetap memberontak membuat Davin langsung menggendongnya ala bridal style.


" Lepaskan aku! lepaskan aku!" berontak Kayra. Davin berjalan meninggalkan Silvia yang masih terduduk.


" Kau urus dia!" titah Davin pada Reyhan yang sejak tadi jadi penonton. Reyhan mengangguk pasrah.


Davin tidak membawa Kayra pulang, tetapi masuk ke dalam rumah Kayra.


" Maling! maling!" Silvia malah berteriak-teriak maling saat melihat Kayra yang di bawa Davin.


Kayra yang tadi di suruh menjemput Pricilla. Akhirnya ikut minum juga dan mabuk bersama dengan Silvia.


**********


Davin membawa Kayra kekamar dan Kayra terus meronta-ronta, Davin menurunkan Kayra.


" Kau benar-benar, main gendong saja, kau pikir aku ini barang apa," kesal Kayra yang mendorong Davin. Dan Kayra ingin pergi lagi. Namun Davin menarik tangannya dan membawanya ke dalam pelukannya.


" Kenapa kau sampai seperti ini Kayra," ucap Davin dengan suara rendahnya. Kayra terdiam sesaat di pelukan Davin yang membuatnya sedikit tenang.

__ADS_1


Namun hanya beberapa saat dan Kayra kembali mendorong Davin, " jangan memelukku sembarangan. Aku membencimu!" ucap Kayra yang berjalan menuju ranjang dengan jalan yang tidak menentu dan bahkan hampir jatuh dan Davin langsung membantunya.


" Issss, lepaskan aku, aku bisa sendiri!" Kayra menggeser tangan Davin dan menaiki ranjang dan Davin mengikutinya yang juga menaiki ranjang.


" Kau ngapain di sini! sana pergi! sana kejar mantanmu itu!" ucap Kayra mengusir Davin dengan menunjuk arah pintu. Namun Davin diam yang duduk di depan Kayra yang mana mereka berada di tengah-tengah ranjang.


" Aku tidak akan meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini. Kau seharusnya tidak pergi Kayra dan tidak melakukan semua ini. Aku mencarimu kemana-kemana!" ucap Davin lembut.


" Untuk apa kau mencariku hah! untuk memperjelas hubungan mu dengan dia hah! kau selalu peduli kepadanya, peduli kepada perasannya. Lalu bagaimana dengan aku. Apa kau pernah tau bagaimana perasaan ku. Aku takut dengan semua yang akan terjadi! jadi jangan mendekatiku lagi! pergi dari sini!" ucap Kayra dengan air matanya yang keluar.


Davin mendekati Kayra dengan mengusap air mata yang menetes itu.


" Aku tidak akan pergi kemanapun!" ucap Davin dengan lembut.


" Kau itu jahat Davin, kemarin kau mengatakan tentang kenyamanan. Untuk mengatakan semua itu, untuk membuatku terlalu nyaman dan setelah itu apa. Kau juga ujung-ujungnya bersamanya," lanjut Kayra yang mengeluarkan isi hatinya. Karena mabuk dia lebih plong bicara. Dan Davin hanya mendengar saja dengan menatap dalam-dalam kayra.


Tangan Davin memegang ke-2 pipi Kayra dengan mengusap air mata yang jatuh di pipi itu. Kayra mengambil tangan Davin meletakkannya di dadanya.


" Kau bisa merasakannya, ada getaran bukan di dalam sana. Aku selalu merasakan getaran itu saat bersamamu. Hanya saja aku tidak memberitahumu," ucap Kayra tersenyum. Bahkan tertawa-tawa.


" Ya sangat aneh. Semua itu memang aneh. Aku tidak tau kenapa aku merasakan semua ke anehan itu. Aku itu selalu cemburu Davin kalau bersamanya. Aku itu selalu merasa gelisah saat kau pergi dengannya. Aku itu takut. Tidak salahkan aku merasakan hal itu. Kan aku istrimu," ucap Kayra melihat Davin dengan senyumnya dan Davin hanya melihat saja bola mata Kayra yang terlihat menyimpan kesedihan.


" Upssss aku lupa. Aku hanya istri sementara. Ya ampun Kayra kenapa bodoh sekali memikirkan hal itu," Kayra memukul-mukul kepalanya dan Davin menghentikannya dengan memegang tangan Kayra. Kayra kembali melihat Davin dengan serius. Namun tiba-tiba Kayra tersenyum mendengus dan terlihat air mata kembali jatuh.


" Kau pasti sekarang menertawakan semua yang aku katakan. Tetapi itu nyata Davin itu adalah kenyataan yang sesungguhnha. Apa kau tidak tau Davin. Jika sekarang aku sudah menganggapmu bagian dari hidupku. Dulu aku ingin sekali cepat-cepat berpisah darimu. Tapi sekarang tidak. Aku takut hari itu akan ada. Kenyamanan yang kau suruh di bangun hanya untukku saja. Sekarang aku bertanya padamu apa kau nyaman bersamaku?" tanya Kayra.


" Pasti tidak. Aku tidak berhasil melakukan itu. Karena kau mencari kenyamanan bersamanya. Hanya dia yang membuatmu nyaman dan membuatku gagal," ucap Kayra yang begitu sedih yang sejak tadi terus bicara.

__ADS_1


Saat Kayra ingin bicara lagi. Davin langsung menutup mulut Kayra dengan bibirnya menciumnya dengan dalam yang mungkin Davin ingin mendengar lebih banyak dari Kayra. Namun itu terlihat menyiksa Kayra membuatnya menghentikan kata-kata Kayra dan ingin mengetahui perasaan itu dari ciuman yang di berikannya dengan air mata Kayra yang pasti membuat wajah Davin ikut basah.


Bersambung


__ADS_2