Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 241


__ADS_3

Kayra dan Davin juga ternyata terjebak. Namun jika Dion dan Zoy di dalam mobil. Tapi tidak terlalu terjebak karena sekarang mereka ada di rumah sakit yang berada diluar. Jadi aman-aman saja sebenarnya.


"Dokter kita tidak akan bisa kembali. Biasanya kalau hujan deras seperti ini mobil tidak bisa lewat," ucap salah seorang Pria yang tadi supir pick up tersebut.


"Ya sudah tidak apa-apa. Kita tunggu saja hujannya reda," jawab Kayra.


"Baik Dokter," sahut Pria itu.


"Semoga tidak ada bencana setelah ini," ucap Kayra.


"Aku juga berharap seperti itu. Kita doakan saja," ucap Davin. Kayra menganggukkan kepalanya.


Kayra dan Davin pun memilih duduk di salah satu bangku yang ada di sana yang juga ada orang-orang di sana yang juga menunggu hujan reda. Namun tidak ada tanda-tanda hujan reda dan bahkan angin semakin kencang.


"Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk," tiba-tiba Kayra terbatuk-batuk.


"Kamu kenapa?" tanya Davin.


"Tidak apa-apa. Tenggorokanku hanya sakit," jawab Kayra. Davin langsung berdiri dari tempat duduknya yang ternyata Davin mengambil air mineral dan langsung memberikannya pada Kayra.


"Minumlah!" ucap Davin yang tutup botolnya sudah di bukanya.


"Makasih," sahut Kayra. Davin mengangguk kepalanya. Davin membuka jaketnya dan langsung memakaikan pada tubuh Kayra membuat Kayra menoleh kearah Davin.


"Kamu pasti kedinginan," ucap Davin. Kayra menganggukkan kepalanya. Ya memang dia sangat kedinginan.


"Kamu seperti nya tidak enak badan," tebak Davin yang bisa melihat dari wajah Kayra.


"Tidak kok. Aku hanya kecapean saja," jawab Kayra. Padahal memang dia kurang fit. Mungkin karena terlalu banyak begadang.


"Maaf tuan!" tiba-tiba ada seseorang yang menyapa mereka, "sebaiknya tuan ajak istrinya istrirahat di sana saja. Karena hujannya juga semakin deras dan anginnya semakin kencang nanti istrinya kenapa-kenapa," ucap wanita itu yang bisa melihat kondisi Kayra tidak baik-baik saja.


Wanita itu juga tau kalau mereka pasangan. Ya tidak tau dari mana. Mungkin hanya melihat saja


"Ayo tuan biar saya antar!" ajak wanita itu.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, kami di sini saja," tolak Kayra.


"Jangan begitu Dokter. Nanti kalau sakit siapa yang merawat pasien," ucap wanita itu, "jadi mari ikut saya. Kebetulan di sana ada kamar kosong tempat istirahat Dokter lain. Hanya saja Dokternya sedang pergi. Jadi bisa di gunakan. Jangan khawatir tempatnya sangat bersih kok," ucap wanita itu yang mungkin menurutnya itu menjadi pemicu Kayra untuk menolak.


"Sudahlah Kayra. Ayo kita istirahat," ajak Davin.


"Tapi aku...."


"Ayo jangan bandal. Kamu sedang tidak enak badan nanti kamu bisa sakit," ucap Davin yang mengkhawatirkan Kayra.


"Baiklah kalau begitu," sahut Kayra yang akhirnya menuruti Davin dan wanita itu pun langsung mengantarkan Davin dan Kayra ketempat yang di katakan wanita itu.


Tidak lama akhirnya mereka sampai dan wanita itu membukakan pintu.


"Ayo masuk!" ucap wanita itu dengan ramah. Kayra dan Davin menganggukan dan melihat kedalam.


Kamarnya memang sangat rapi dan nyaman untuk beristirahat. Namun untuk kasurnya berada di bawah. Tapi lumayan lah bisa untuk mengurangi rasa dingin di bandingkan di luar tadi.


"Silahkan untuk beristirahat. Saya permisi dulu," ucap wanita itu.


Davin dan Kayra sama-sama membual sepatu mereka dan Kayra langsing menuju kasur yang bisa untuk 2 orang itu. Sementara Davin terlihat mengambil gelas dan menuang air dari despenser yang memang kamar itu ada juga peralatan dapur sedikit. Sepertinya itu lebih kayak mess gitu deh.


Setelah menuang air itu Davin langsung menghampiri Kayra dan memberikannya pada Kayra.


"Minumlah, ini air hangat," ucap Davin. Kayra menganggukan dan langsung mengambilnya dan meneguknya juga sampai habis setengah gelas.


"Kamu istirahat lah, aku akan menunggu kamu di luar," ucap Davin yang sepertinya tidak ingin mengganggu Kayra. Namun saat Davin berdiri Kayra menahan tangannya.


"Jangan kemana-mana. Di sini saja. Diluar juga dingin," ucap Kayra dengan lembut.


"Baiklah," sahut Davin yang tidak mungkin menolak Kayra karena justru itu yang di inginkannya selalu dekat dengan Kayra


"Kamu istirahatlah," ucap Davin. Kayra menganggukan kepalanya dan langsung merebahkannya dirinya untuk beristirahat. Davin juga menyelimutinya.


*********

__ADS_1


Malam semakin larut dan sekarang Kayra sedang tertidur. Namun ternyata Davin tidak sama sekali Davin berdiri di depan jendela yang melihat keluar yang mana masih hujan deras yang turun.


Tiba-tiba saja Kayra membuka matanya yang tidak tau kenapa tiba-tiba saja dia terbangun. Kayra langsung melihat di sekitarnya yang pasti mencari Davin dan Kayra menemukannya orang yang di carinya yang berdiri di depan jendela dengan ke-2 tangan berada di saku celananya.


Kayra menguap dengan menutup mulutnya. Dengan menghela napasnya dan langsung menghampiri Davin.


"Kamu tidak tidur?" tanya Kayra membuat Davin melihat kearahnya dengan membalikkan tubuh Davin.


"Aku tidak mengantuk. Kamu kenapa bangun?" tanya Davin dengan lembut.


"Tiba-tiba saja terbangun," ucap Kayra yang mendekati jendela yang menghadap luar berdiri di samping Davin dan Davin juga kembali melihat pada posisi awalnya.


"Sudah berapa jam hujannya tidak reda juga. Apa bencana akan datang lagi?" tanya Kayra dengan kelesuhannya.


"Kita tidak tau apa yang akan terjadi lagi. Mau bencana yang seperti apa. Tapi bagiku dengan kamu di sampingku. Aku tidak akan takut. Karena aku akan menjagamu," ucap Davin tanpa melihat kearah Kayra.


"Kamu datang kemari karena tidak ingin Brian sedih atau ada alasan lain?" tanya Kayra.


"Karena aku tidak mau melakukan kesalahan untuk ke-2 Kalinya. Yang artinya kedatangan ku tidak akan membuatku untuk kehilangannya mu lagi," ucap Davin dengan jujur dengan apa yang ada di hatinya.


"Boleh aku bertanya sesuatu Davin?" tanya Kayra melihat ke arah Davin.


"Katakan apa yang ingin kamu tanyakan," jawab Davin.


"5 tahun lalu apa kamu mencariku saat aku pergi?" tanya Kayra.


"Tanpa aku mengatakannya kepadamu. Kamu sudah tau bahwa aku mencari mu," kawan Davin.


"Apa kamu tidak ingin aku pergi saat itu?" tanya Kayra.


"Mana mungkin Kayra aku ingin kamu pergi," jawab Davin.


"Kalau begitu kenapa tidak menjawab pertanyaan saat itu. Ketika kamu langsung menjawabnya dan tidak berpikir, mungkin ini tidak akan terjadi," ucap Kayra.


"Tapi aku lebih suka semua ini terjadi. Dengan begitu aku menyadari, merasakan kehilangan, merasa bodoh dan di sadarkan banyak hal. Kepergian kamu membuatku menjadi orang yang harus berjuang, yang aku lewati, hari, Minggu, bulan, dan bukan hanya setahun bahkan bertahun-tahun," ucap Davin dengan tulus pada Kayra membuat Kayra diam dan hanya melihat mata Davin dengan dalam-dalam.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2