Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 128 Hal romantis.


__ADS_3

Pagi yang begitu indah yang begitu cerah dengan sinar matahari yang sangat cerah. Cuaca hari ini begitu indah. Namun tetap tidak membuat Kayra untuk bangun dari tidurnya. Masih di dalam selimut yang sampai didanya Kayra masih tertidur dengan cantik tanpa ada Davin di sampingnya.


Merasa sudah begitu lama tertidur. Kayra membuka matanya perlahan dengan mengerjap-ngerjapkan matanya. Dia masih sangat begitu mengantuk. Walau merasa sudah begitu lama tertidur. Kayra menguap sembari duduk. Sudah tidak ada lagi Davin di sampingnya membuatnya menoleh ke sampingnya untuk mengecek handphonnya yang melihat jam berapa.


Namun Kayra di kejutkan dengan boucket mawar merah yang ada di atas nakas membuatnya terkejut. Selain itu ada juga sarapan di samping bunga itu. Sarapan sanwich yang begitu cantik dengan bentuk hati membuat Kayra tersenyum melihatnya.


Kayra mengambil boucket itu dengan menghirup aromanya yang begitu harum memabukkan Kayra. Kayra juga menemukan surat di dalam boucket tersebut dan langsung membacanya.


..." Morning, semoga hari kamu bahagia hari ini, Davin," tulisan tangan itu ternyata dari Davin yang mencoba pagi-pagi bersikap romantis pada istrinya....


" Tumben sekali dia memberiku bunga," gumam Kayra begitu bahagianya yang di berikan bunga di pagi hari oleh Davin. Kayra merasa tidak bosan sama sekali untuk menghirup aroma bunga itu dengan dalam-dalam.


Kayra juga melihat nampan yang berisi sarapan dan Kayra langsung mengambilnya meletakkan di atas pahanya dan lagi-lagi Kayra menemukan surat.


..." Jangan lupa sarapan. Kamu dan anak kita harus makan. Jangan buat anak kita memarahiku karena kamu yang tidak makan sama sekali, selamat sarapan," tulis Davin lagi....


" Aneh, kenapa dia itu punya kepribadian yang aneh. Malah sekarang begitu romantis," gumam Kayra begitu bahagianya yang ibaratnya sebagai seorang ratu yang istimewa.


Kayra meneguk susu itu untuk pertama kalinya dan begitu lezat baginya. Kayra juga langsung menikmati sarapan yang sangat nikmat itu.


" Hmmmm, sangat enak. Lalu kenapa dia meninggalkan ku di sini. Kenapa dia tidak membangunkanku," ucap Kayra yang berbicara sendirian yang terus menikmati sarapan itu.


Dia benar-benar merasa begitu bahagia dengan perbuatan manis Davin di pagi hari. Tidak lama untuk Kayra untuk menghabiskan sarapan itu dan sampai akhirnya sarapan itu habis.


Setelah itu Kayra melihat jam di ponselnya. Melihat sudah pukul 8 pagi.


" Astaga aku terlambat untuk kekantor. Issss Davin benar-benar ini semua gara-gara dia," ucap Kayra dengan kesal dan langsung buru-buru bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk beres-beres. Namun saat memasuki kamar mandi Supraisenya Davin belum selesai di mana di dalam kamar mandi sudah di sulap sedemikian rupa.

__ADS_1


Lantai di penuhi mawar-mawar indah yang bertaburan di lantai membuat Kayra tidak bisa berkata-kata yang begitu bahagianya melihat mawar-mawar itu. Kayra melangkah perlahan memasuki kamar mandi yang begitu luas dengan tangkai mawar yang terdapat di setiap sudut ruangan yang membuat Kayra begitu bahagianya sampai menutup mulutnya dengan tangannya yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Tidak hanya itu bahkan bathub yang sudah di isi air juga terlihat sangat cantik dengan kelopak mawar di sana yang mana Kayra tidak ingin memandikannya karena sangat sayang sekali.


" Ya ampun Davin kamu melakukan semua ini. Kamu ternyata semanis ini," gumam Kayra semakin tidak percaya dengan Davin. Dia semakin tidak bisa berkata apa-apa lagi. Davin benar-benar membuat hatinya berbunga-bunga dengan pagi-pagi di berikan kejutan yang istimewa.


Karena Kayra memang harus tetap kekantor. Walau menjadi istri Davin. Karena Davin tidak melarangnya sama sekali. Jadi Kayra harus tetap pergi. Kayra berdiri di depan cermin dengan memoles make-up di wajahnya. Dia juga terlihat sangat cantik hari ini. Mungkin ingin berpenampilan cantik untuk suaminya yang membuat suasana hatinya begitu bahagia.


Dengan memakai Dress pink selututnya. Dia begitu cantik dengan rambutnya yang di gerainya dan bahkan di beri keriting di bawahnya yang membuatnya tampil berbeda. Wajahnya tidak pernah lepas dari senyum indah di wajahnya yang tampak begitu bahagia.


" Akhirnya selesai," gumam Kayra menyemprotkan parfum pada tubuhnya akhir dari persiapannya dan Kayra langsung mengambil tasnya yang keluar dari kamarnya


Kayra menuruni anak tangga yang berpapasan dengan Mesya dan Giselle yang menaiki anak tangga. 2 wanita itu menghalangi jalan Kayra yang membuat Kayra tidak bisa lewat dan harus berhenti di depan 2 wanita yang tidak menyukainya itu.


" Aku mau lewat," ucap Kayra dengan ketus yang melihat Mesya dan Giselle saling bergantian.


" Apa yang kau tunjukkan kepada kami. Apa kau sudah merasa paling sempurna di antara kami. Apa kau sudah paling hebat, sudah merasa punya kekuasaan sampai-sampai berani mengancam Giselle," ucap Mesya dengan penuh emosi.


" Aku tidak mengancamnya. Dan jika apa yang aku katakan merupakan ancaman baginya maka itu tidak salahku dan iya aku tidak ingin mencari ribut dengan kalian. Jadi menyinggirlah dari jalanku," ucap Kayra dengan tegas yang tidak takut sama sekali dengan 2 wanita itu.


" Kau berani kepadaku!" sahut Mesya emosi dengan mendorong bahu Kayra membuat Kayra hampir terjatuh.


" Kau pikir kau siapa hah! jika kau bicara seperti ini. Apa itu artinya kau juga menantangku. Kau ingin bertanding denganku hah!" ucap Mesya dengan nada keras yang menatap tajam Kayra. Kayra diam yang hanya membalas tatapan tajam itu.


" Kau dengarkan aku Kayra!" tunjuk Mesya tepat di wajah Kayra, " aku bukan tandinganmu dan aku bisa melakukan yang jauh lebih parah dengan apa yang kau bayangkan. Aku rasa kau bisa tanya pada kakakmu apa yang sudah aku lakukan kepadanya. Karena berani merusak keluargaku dan jika kau juga sangat berani aku akan melakukan yang lebih parah kepadamu," ancam Mesya dengan matanya yang melotot tajam pada Kayra.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Kayra yang tiba-tiba merasa cemas.

__ADS_1


" Kau terus saja menantangku dan kau akan tau hal yang lebih parah akan kau dapatkan. Jika kau berani macam-macam denganku dan juga anak-anak ku," tegas Mesya dengan penuh ancaman.


" Mesya!" tiba-tiba terdengar suara Oma membuat Mesya dan Giselle terkejut dan mendadak panik.


" Apa yang kalian lakukan di atas sana?" tanya Oma.


Nesya dan Gisell berbalik badan dan melihat Oma berdiri di bawah sana.


" Tidak ada mah, kamu hanya menyakannya beberapa hal penting pada Kayra. Itu saja," jawab Mesya.


" Lalu apa penting menyakannya di atas sana. Apa tidak bisa bicara di bawah," sahut Oma.


" Hmmm, kami sudah selesai. Silahkan turun Kayra!" ucap Mesya dengan tersenyum palsu.


Kaya menghela napasnya perlahan kedepan dan melewati 2 orang itu yang mana Kayra menghampiri Oma.


" Kamu kenapa?" tanya Oma lembut.


" Tidak apa-apa Oma. Kau hanya kaget," jawab Kayra. Nesya dan Giselle di atas sana saling melihat dengan wajah panik mereka.


" Kaget kenapa?" tanya Oma heran.


" Tidak apa-apa Oma. Ya sudah Kayra mau kekantor dulu!" ucap Kayra dengan panik dan mencium punggung tangan Omanya yang langsung berangkat ke kantor. Mesya dan Giselle sama-sama merasa lega karena Kayra tidak mengatakan apa-apa. Namun Oma melihat mereka berdua dengan penuh kecurigaan. Tetapi Mesya dan Giselle langsung pergi.


" Ada apa sebenarnya," batin Oma yang merasa ada yang tidak beres. Karena melihat ekspresi Kayra tadi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2