Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 97 Jahilnya Davin.


__ADS_3

Kayra hari tidak kekantor karena ada kuliah. Namun sejak tadi mengikuti mata kuliah Kayra terus memegang perutnya yang terasa begitu mual. Dia ingin sekali memuntahkan apa yang ada di dalam perutnya dan membuatnya benar-benar gelisah.


Indri temannya yang berada di sampingnya memperhatikan ke anehan sahabatnya itu dan bahkan sangat khawatir pada Kayra.


" Kayra!" tegur Indri pelan dengan mencolek Kayra. Kayra hanya menoleh ke arah Kayra.


" Kamu kenapa?" tanya Indri. Kayra hanya menggelengkan kepalanya. Indri jadi bingung. Tidak apa-apa. Tetapi melihat temannya itu tidak baik-baik saja.


Setelah menyelesaikan Matta kuliah hari ini. Kayra menyusun buku-bukunya yang ingin keluar dari bangkunya.


" Kamu benar tidak apa-apa?" tanya Indri yang begitu khawatir pada Kayra.


" Aku tidak apa-apa. Belakangan ini aku sering pusing dan mual-mual," jawab Kayra dengan suaranya yang lemas.


" Maag kamu kambuh?" tanya Indri.


" Sepertinya," jawab Kayra.


" Lalu sudah ke Dokter?" tanya Indri. Kayra menggelengkan kepalanya.


" Aku temeni kamu ke Dokter ya!" ucap Indri.


" Nggak usah Indri. Aku tidak apa-apa kok. Lagian aku baik-baik saja. Paling nanti minum air putih atau obat maag akan sembuh dengan cepat," ucap Kayra yang memang merasa dirinya tidak perlu ke Dokter.


" Tetapi kamu yakin benar-benar tidak apa?" tanya Indri.


" Hmmm, aku baik-baik saja," jawab Kayra.


" Lalu sekarang kamu mau kemana?" tanya Indri.

__ADS_1


" Aku mau kekantor. Reyhan sudah menunggu di depan," jawab Kayra.


" Ya sudah kamu hati-hati. Kalau nanti ada apa-apa. Kamu bilang sama aku ya," ucap Indri. Kayra mengangguk saja. Lalu berdiri dari tempat duduknya.


" Ya sudah aku pergi dulu. Makasih ya kamu sudah mencemaskanku," ucap Kayra. Indri mengangguk dan Kayra langsung pergi keluar dari ruangan itu.


" Huhhhh, aneh sekali. Tidak biasanya dia tidak seperti itu. Dia pusing, mual dan katanya tidak selera makan. Seperti orang hamil saja," ucap Indri yang bicara dengan lancar. Namun tiba-tiba Indri menautkan ke-2 alisnya yang seperti menyadari akan keceplosan sesuatu.


" Hamil!" pekiknya, " atau jangan-jangan Kayra hamil. Dia kan ada suami dan pasti tidak heran dong," ucap Indri yang bisa menebak-nebak jika Kayra hamil.


" Semoga saja benar Kayra hamil dan dia belum memberitahuku. Mungkin saja dia ingin memberiku Supraise," ucap Indri yang begitu senangnya. Dia hanya menebak-nebak saja. Jika temannya itu hamil padahal. Dia juga tidak tau Kayra hamil atau tidak.


***********


Kayra pun akhirnya kembali kekantor yang di antarkan oleh Reyhan. Reyhan bahkan membukan pintu mobil untuk Kayra dan Kayra langsung keluar dari mobil.


Saat Kayra keluar dari mobil. Ada beberapa karyawan lewat dan terlihat sinis pada Kayra yang keluar dari mobil asisten bosnya.


" Enak banget ya dia. Baru juga kemarin masuk eh sudah keluar masuk mobil pak Davin," sahut yang satunya.


" Dia juga sangat mudah masuk Perusahaan ini. Jangan-jangan dia!" beberapa karyawan mencibir Kayra yang ternyata sudah memperhatikan Kayra beberapa hari ini yang sering keluar masuk ruangan Davin dan bahkan Reyhan sering mengantarnya.


Kayra yang mendengarkan hal itu. Pasti sedih. Walau sedemikian rupa mencoba untuk sembunyi-sembunyi dengan Davin. Tetapi pada kenyataannya ternyata banyak yang memperhatikannya.


" Kalian mau bergosip terus! apa kalian tidak punya kerjaan lagi," tegur Reyhan yang juga mendengar orang-orang yang sedang menggunjing istri bosnya. Karyawan panik dan langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan menatap Kayra dengan tatapan tidak suka.


" Ayo nona!" ajak Reyhan. Kayra mengangguk yang mana moodnya sudah tidak bagus lagi. Karena sudah tubuhnya yang beberapa hari ini tidak enak. Belum lagi sekarang dia menjadi bahan pembicaraan yang membuatnya kurang nyaman.


Kayra memasuki lift bersama Reyhan dan juga ada beberapa karyawan di dalam lift. Namun beruntungnya beberapa karyawan ini cuek dan biasa-biasa saja pada Kayra.

__ADS_1


Reyhan dan Kayra memasuki lift dan saat pintu lift tertutup. Tiba-tiba Davin ingin memasuki lift bersama Pricilla. Kayra melihat hal itu hanya biasa saja. Davin dan Pricilla pun memasuki lift secara bersamaan.


Kayra mundur kebelakang, lebih nyaman di belakang bisa bersandar pada dingding lift. Davin dan Pricilla berdiri di depan Kayra. Tidak ada pembahasan antara Davin dan Pricilla. Hanya saja beberapa kali Pricilla melihat Davin dan senyum kecentilan.


" Ni cewek kayaknya cinta banget sama Davin. Apa harus dia lihat-lihat Davin terus," umpat dalam hatinya yang tampak kesal melihat Pricilla yang begitu kecentilan.


Davin melihat Kayra dengan ekor matanya, Davin mendengus dengan tersenyum miring yang bisa tau kalau Kayra sedang kesal dengannya. Davin pun memundurkan dirinya yang akhirnya sejajar dengan Kayra. Lalu memegang erat tangan Kayra. Membuat Kayra melotot yang kaget. Juga takut jika orang-orang melihat hal itu.


Karya berusaha untuk melepas paksa dari Davin. Namun Davin tidak melepasnya dan malah terus memegang tangan Kayra.


" Davin!!!!!!" teriak Kayra. Namun di dalam hati saja.


" Aku ingin melihat apa yang akan kau lakukan setelah ini," batin Davin tersenyum penuh kemenangan melihat Kayra yang begitu paniknya.


" Lepas tidak!" bentak Kayra dengan suara yang menggelegar dan langsung membuat orang-orang yang ada di dalam lift terkejut dan menoleh kebelakang.


Kayra langsung panik dan sementara Davin dengan cool-nya hanya diam yang seperti tidak terjadi apa-apa.


" Hmmmm," Kayra tersenyum yang merasa malu. Karena sudah berteriak tidak jelas, " tidak apa-apa. Aku hanya, hanya kepikiran sesuatu makanya sampai berteriak," ucap Kayra yang menutupi rasa gugupnya.


" Kamu tidak apa-apa Kayra," tanya Pricilla. Kayra tersenyum terpaksa dengan menggelengkan kepalanya.


" Hmmm, baguslah kalau begitu. Aku pikir kamu kenapa-napa," sahut Pricilla. Kayra hanya tersenyum saja. Namun Davin ya pasti ingin tertawa terbahak-bahak. Karena berhasil membuat Kayra malu sendiri.


" Issss, ini semua gara-gara dia. Dasar cari masalah! dia pasti sengaja melakukannya padaku. Awas kau aku akan membalasmu," umpat Kayra dalam hati dengan penuh kemarahan dan dendam membara pada suaminya itu.


Sementara Reyhan hanya menyunggingkan senyumnya yang tau kalau bosnya pasti yang mencari masalah.


" Bos Davin ini suka banget sih gangguin istrinya. Aku tidak percaya kalau bos Davin yang terkesan galak bisa juga seperti ini kepada wanita. Apa bos Davin benar-benar sudah jatuh hati pada Bu Kayra. Tetapi seharusnya kalau sudah jatuh hati kenapa tidak membuat hubungan mereka serius dan kenapa masih berhubungan dengan nona Pricilla," batin Reyhan yang geleng-geleng kepala dengan bosnya yang masih plin-plan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2