
Tadi Davin memang melihat Kayra dan Oma serius mengobrol dan Davin terlihat begitu khawatir jika istrinya akan berkata yang Tidak-tidak nantinya pada Oma. Apa lagi nanti keceplosan.
" Jika aku mengatakan sesuatu. Pasti Oma sudah memanggilmu dan bertanya lada mu. Jadi jangan menuduhku yang tidak-tidak. Aku juga tau apa yang harus aku katakan dan tidak aku katakan," sahut Kayra menegaskan.
" Bagus kalau begitu," sahut Davin. Kayra pun melangkah mendekati lemarinya.
Ya dia harus siap-siap untuk pergi ke Dubai. karena besok pagi mereka akan berangkat. Karena Davin mempercepat ke berangkatkan mereka.
Kayra menoleh ke atas lemari melihat kopernya yang ada di sana. Bingung bagaimana cara mengambilnya. Kayra pun menggeser kursi yang di depan meja rias. Davin hanya melihat saja apa yang di lakukan istrinya itu.
Kayra yang sudah naik ke atas kursi mengangkat tangannya untuk mengambil koper itu. Namun masih belum sampai membuat Kayra harus jinjit dan dengan usahanya yang keras mengambil koper itu. Kursi yang di pijakkan nya bahkan goyang-goyang sampai akhirnya kaki Kayra sudah berada di pinggir dan membuat Kayra kehilangan keseimbangan.
Kayra yang ingin jatuh kaget dengan matanya yang terbelalak. Davin menyadari hal itu langsung dengan cepat menangkap Kayra. Namun karena dorongan tubuh Kayra yang tidak seimbang yang alhasil nya membuat Davin ikut terjatuh berbaring di lantai dengan tubuh Kayra berada di atasnya yang menindihnya dan yang lebih parahnya lagi. Bibir Kayra menempel pada bibir Davin.
Sontak hal itu membuat Kayra dan Davin sama-sama terkejut dengan mata mereka yang sama-sama terbelalak kaget. Jantung ke-2nya sama-sama berdetak kencang. 10 kali lipat dari biasanya.
" Apa yang terjadi. Mana mungkin aku pelakunya," batin Kayra yang menyadari dia telah mencium Davin.
Kayra pun menyadari hal itu dan langsung berusaha untuk bangkit dari atas tuduh Davin dengan menekan dada Davin dengan ke-2 tangannya.
" Arggggg!" teriak Davin kesakitan dengan perbuatan Kayra. Kayra juga langsung terkejut.
" Davin kau tidak apa-apa?" tanya Kayra panik saat tubuhnya masih di atas Davin.
" Apa yang kau lakukan, kau ingin membunuhku," pekik Davin menahan sakit di dadanya.
" Tidak. Aku tidak melakukan itu. Aku hanya ingin berdiri, aku tidak sengaja," sahut Kayra membantah tuduhan Davin.
__ADS_1
" Tapi nggak usah tekan-tekan juga. Sakit," keluh Davin kesal.
" Ya aku mana tau," sahut Kayra yang berusaha bangkit dari atas tubuh Davin dengan menekan lantai dan akhirnya Kayra pun berhasil duduk. Kayra bahkan sudah salah tingkah yang duduk di samping Davin.
" Bantu!" ucap Davin mengulurkan tangannya.
" Ck," dengan tidak ikhlas Kayra mengulurkan tangannya untuk membantu Davin dan saat menyambut uluran tangan Kayra dengan jahilnya Davin malah menarik Kayra yang akhirnya Kayra kembali ke atas tubuh Davin.
" Kau ini!" geram Kayra memukul dada Davin. Davin hanya menyunggingkan senyumnya dengan wanita di atasnya itu yang wajahnya begitu dekat dengannya. Kayra yang tidak ingin salah tingkah akhirnya mencoba untuk berdiri. Namun Davin menahannya dengan memeluk pinggang Kayra dengan ke-2 tangannya. Sehingga tubuh Kayra benar-benar menempel pada Davin.
" Apa yang kau lakukan. Lepaskan aku!" berontak Kayra yang memaksa ingin berdiri. Namun Davin lebih kuat di bandingkan dirinya.
" Kau sengaja melakukannya?" tanya Davin membuat Kayra mengkerutkan dahinya.
" Apa maksudmu. Sengaja apa?" tanya Kayra heran dengan wajah paniknya.
" Jangan kepedean. Justru aku marah kepadamu. Karena kau berani menciumku 2 kali," sahut Kayra menegaskan.
" Hah! Marah. Eh Kayra kau yang melakukannya. Kau menindihku dan langsung menciumku," ucap Davin mengingatkan Kayra mengenai kronologi kejadiannya.
Kayra terdiam yang memang itu kesalahannya.
" Kenapa aku benarkan jika kau sengaja melakukan ini!" goda Davin lagi dengan menatap intens wajah Kayra.
" Apa yang kau katakan. Aku tidak sengaja dan itu hanya kecelakaan," sahut Kayra mengelak.
" Benarkah!" tanya Davin dengan menaikkan 1 alisnya.
__ADS_1
" Ya benarlah," sahut Kayra dengan yakin.
" Kalua begitu. Aku juga akan melakukan ketidak sengajaan untuk mu," ucap Davin yang sekarang satu tangannya membelai-belai rambut Kayra.
Wajah Kayra sudah sangat panik dengan kata-kata Davin yang mmebuat perasaannya tidak tenang.
" A-a-apa maksudmu?" tanya Kayra gugup dengan suara terbata-bata. Davin tidak menjawab. Hanya tersenyum miring untuk menjawab pertanyaan Kayra.
Dengan kelancangan Davin mengusap bibir indah Kayra yang jujur Davin ingin menciumnya lagi. Karena ketagihan dengan waktu itu dan tadi Kayra memancingnya. Mendapat perlakukan tidak baik dari Davin membuat Kayra kaget dan menepis tangan Davin yang kurang ajar kepadanya.
Wajah Kayra yang begitu kesal pun kembali berusaha untuk bangkit. Sebelum Davin melakukan kegilaannya, namun siapa sangka di detik berikutnya Kayra sudah merasakan kenyal dan basah di bibirnya.
Davin yang sudah mencium bibir Kayra yang menjadi candunya itu. Terasa kenyal di bibirnya membuat Kayra melotot saat Davin yang terlihat memaksa masuk lebih dalam untuk menelusuri mulutnya.
" Mpt, mpt," Kayra memberontak dengan mendorong Davin.
Apa daya. Jika Davin sudah berkata maka akan melakukannya. Dan benar saja Davin melakukannya dan Kayra tidak bisa berbuat apa-apa. Dan akhirnya luluh dengab ciuman Davin yang semakin dalam dan semakin menuntun yang membuat Kayra terbuai dan perlahan memejamkan matanya.
Tidak melihat Kayra memberontak lagi membuat Davin semakin menjadi-jadi. Semakin mencium dalam Kayra dengan lidahnya yang bermain di mulut wanita itu. Ciuman yang sangat lembut dan seolah seperti pasangan yang saling mencintai. Tidak tau kenapa jantung Davin atau Kayra, j sama-sama berdebar tidak menentu.
Davin sama sekali tidak ingin menghentikan ciumannya. Bahkan sampai membalikkan posisi mereka, di mana dengan perlahan Davin membuat Kayra berada di bawahnya dengan telapak tangannya berada di belakang kepala Kayra. Agar kepala Kayra tidak terbentur lantai sama sekali.
Ciuman itu semakin dalam, Kayra pun mungkin sudah tidak menyadari jika dia ada di bawah Davin. Karena Kayra tidak bisa bohong jika dia begitu menikmati ciuman yang penuh sensasi itu. Bahkan sudah tidak menyadari lagi. Jika tadi memberontak dan mungkin kesadaran Kayra sudah hilang karena di bawa Davin ke terbang melayang.
Tidak tau beberap menit mereka berciuman. Tetapi tampaknya Davin sudah selesai melakukannya. Kasihan anak orang yang tidak bernapas. Dengan perlahan Davin melepas ciuman itu dengan napas ke-2nya yang sama-sama naik turun. Kayra memang baru bisa bernapas ketikan bibir Davin sudah tidak menempel lagi di bibirnya.
Bersambung
__ADS_1