
Kayra juga heran kenapa suaminya itu tiba-tiba saja memeluknya. Namun dua begitu bahagia mendapatkan pelukan hangat itu. Tetapi tetap saja pasti akan malu mendapat pelukan di depan orang ramai dan hal itu tidak di pedulikan Davin. Karena bagi Davin Kayra dan dunia ini hanya miliknya saja.
Mereka melanjutkan proses belanja mereka yang sudah hampir satu mobil penuh dengan banyaknya barang-barang yang di beli Kayra untuk anak-anak panti asuhannya. Setelah selesai memasukkan semua belanjaan itu ke dalam mobil. Kayra, Davin, Reyhan, Indri dan Reyhan langsung melanjutkan perjalanan mereka.
Pasangan suami istri itu duduk di belakang dan jangan tanya bagaimana menempelnya mereka berdua. Bagaikan perangko yang begitu dekat. Sangat dekat di antara keduanya dengan tangan yang saling bergandengan.
Indri sahabat Kayra sesekali melihat ke belakang dia terlihat bahagia melihat temannya yang menemukan pria yang tepat. Pria yang bisa menerima Kayra apa adanya.
" Ternyata pilihan Tante Susan membawa berkah. Aku bisa melihat Kayra tampak begitu bahagia dengan suaminya. Davin benar-benar bisa mengubah kehidupan Kayra," batin Indri yang ikut merasakan kebahagiaan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
**********
Setelah melakukan perjalanan akhirnya mereka sampai di panti asuhan. Baru saja Kayra turun dari mobil dan menunjukkan wajahnya. Anak-anak panti asuhan itu sudah berlarian memeluk Kayra. Kayra sampai berjongkok untuk memeluk anak-anaknya itu. Davin yang di sebelahnya tersenyum melihat hal itu.
Hal itu pasti tidak di sangka Davin. Kayra termasuk gadis yang cuek yang pernah di temuinya. Namun kali ini terlihat sisi lain dari Kayra yang begitu humbel pada anak-anak dan terlihat sangat penyayang.
" Kenapa kakak tidak pernah datang lagi?" tanya salah satu anak cewek yang begitu lucu.
" Maaf sayang kakak sedang banyak pekerjaan," jawab Kayra dengan memegang pipi anak itu.
" Lalu apa sekarang pekerjaan kakak masih banyak?" tanya anak itu lagi.
" Tentu tidak. Makanya kakak datang kemari dan iya kakak banyak bawain makanan, hadiah dan lain-lain," ucap Melody dengan semangatnya.
" Horeee!" teriak anak-anak itu mengangkat tangan mereka begitu bahagianya dengan apa yang di katakan Kayra.
" Ya sudah di bantuin ya di keluarin dari mobil," sahut Indri. Anak-anak itu mengangguk dengan semangatnya yang membantu Reyhan dan Indri mengeluarkan barang-barang itu dari dalam mobil. Bahkan ada 2 mobil. Kayra tersenyum melihatnya. Sementara Davin berdiri di sampingnya yang merangkul bahunya sembari mengusap-usapnya.
" Kamu terlihat begitu bahagia?" tanya Davin. Melody melihat ke arah Davin dengan menganggukkan kepalanya.
" Aku jauh lebih beruntung dari pada mereka. Meski aku hanya mempunyai papa saja. Tetapi mereka tidak seberuntung diriku. Yang mana mereka tidak memiliki orang tua sama sekali," ucap Kayra dengan tersenyum terharu.
" Dan jika di bandingkan mereka. Aku juga jauh lebih beruntung. Karena aku telah memilikimu," ucap Davin dengan lembut membuat Kayra tersenyum lebar.
__ADS_1
Indri badan Reyhan masih membawa barang-barang itu memasuki mobil. Indri begitu terasa berat membawa satu kantong yang isinya entah apa sampai dia begitu ke walahan untuk membawanya.
" Biar aku saja," sahut Reyhan yang langsung mengambil barang bawaan Indri dan bagi Reyhan pasti begitu ringan dan Reyhan pun langsung pergi sementara Indri masih terlihat begitu melamun.
" Ya ampun dia itu terlihat tampan sekali. Apa lagi saat berbicara. Ketampanannya naik 100 persen. Kenapa di dunia nyata seperti ini ada orang seperti itu. Aku sungguh tidak percaya bisa bertemu pria tampan seperti itu," batin Indri yang terus melihat Reyhan.
Tampaknya Indri begitu kagum dengan Reyhan dan bahkan terus termenung melihat Reyhan yang mungkin Indri sudah mengkhayal yang tidak-tidak mengenai Reyhan yang terlihat tampan dan menarik di matanya.
*********
Davin hanya berdiri dengan ke-2 tangannya di dalam sakunya yang menonton istirnya yang sekarang mengajar anak-anak panti asuhan itu. Di mana para anak-anak itu duduk di atas tikar dan Kayra mengajari mereka dengan menulis di papan tulis.
Beberapa kali Davin mengeluarkan senyumnya saat melihat Kayra. Davin tidak tau kapan dia mulai jatuh cinta pada Kayra. Apa hari ini dia yang benar-benar jatuh cinta dengan Kayra. Perasaannya begitu bergetar saat mengikuti semua kegiatan yang di lakukan Kayra di panti asuhan itu.
Dari mengajari anak-anak dengan ketulusannya, mengajaknya bermain, membantu ibu-ibu panti memasak. Sampai melayaninya makan dengan mengisi piring anak-anak itu dengan teratur. Indri juga pasti membantu semua kegiatan sahabatnya itu.
Kayra begitu bahagia dengan melakukan hal yang simple itu dan suaminya sendiri tidak lepas untuk tidak menatapnya yang membuat dirinya bertambah kagum pada Kayra.
Kayra melihat ke arah Davin. Kayra tersenyum dan langsung mengambil nasi dengan lauk yang di masak dengan campur tangannya sendiri. Lalu langsung menghampiri Davin. Kayra duduk di samping suaminya.
" Aku pikir kau melupakanku," ucap Davin. Kayra tersenyum lebar dengarnya.
" Mana mungkin aku melupakan mu," sahut Kayra dengan tersenyum, " baiklah Tuan Davin sekarang saatnya makan!" ucap Kayra.
" Lalu kamu bagaimana. Aku belum melihatmu makan. Kamu sibuk dengan banyak pekerjaan kamu dan tidak makan sama sekali," ucap Davin yang pasti sejak tadi memperhatikan istrinya.
" Kita makan sama-sama," jawab Kayra. Davin meraih piring itu dan langsung menyendokkan untuk Kayra.
" Kamu yang harus makan dulu. Karena di dalam sana ada anak kita yang tidak di beri makan sejak tadi," ucap Davin dengan menatap intens Kayra.
" Jadi hanya karena ada bayi di dalam perutku. Kamu begitu khawatir dan denganku sama sekali tidak khawatir," tanya Kayra mulai cemburu. Davin mendengus tersenyum dan memegang dagu Kayra dengan mengantarkan bibir itu pada bibirnya yang mengecupnya sebentar.
" Kenapa murah sekali cemburu. Dia belum lahir saja. Kamu sudah begitu cemburu," ucap Davin menatap Kayra dalam-dalam.
__ADS_1
" Siapa yang cemburu. Kamu saja yang perlakuannya sudah mulai berbeda. Padahal anak ini belum lahir dan kamu sudah mulai pilih kasih," jawab Melody dengan wajah manyunnya membuat Davin semakin gemes dengan istrinya itu.
" Bukan anak ini. Tetapi anak kita dan aku tidak pernah pilih kasih," jawab Davin, " kamu tetap menjadi prioritas utamaku. Mau anak kita masih di dalam perutmu atau tidak. Karena bagiku. Kamu tetap segalanya dan hanya kamu yang menjadi satu-satunya untuk ku. Kau Kayra Anatasya Devi sudah menjadi milikku sepenuhnya," ucap Davin menegaskan. Mendengar hal itu membuat Kayra melayang-layang.
" Lalu apa aku juga boleh memiliki mu sepenuhnya?" tanya Kayra.
" Aku milikmu dan terserah mau kau apakan aku," jawab Davin. Kayra tersenyum mendengarnya.
" Kita makan," sahut Kayra yang harus mengalihkan pembicaraan. Dia bisa terbang nantinya. Jika di lanjutkan pembicaraan dari Davin yang begitu manis.
" Baiklah!" Davin langsung menyuapi Kayra dan dengan tersenyum Kayra membuka mulutnya menerima suapan itu. Mereka saling menyuapi dengan penuh keromantisan.
Sementara Indri dengan berdiri di belakang Reyhan yang mana Reyhan sedang duduk. Indri terlihat ragu-ragu yang tangannya memegang piring yang berisi nasi dan lauk.
" Bagaimana ini aku berikan atau tidak ya, nanti aku di bilang cari-cari perhatian lagi. Kalau langsung di berikan," batin Indri yang terlihat ragu-ragu dalam hal yang akan di lakukannya.
" Tidak apa-apa Indri. Kamu berikan saja. Kamu memberikannya. Karena dia memang belum makan dan itu hal yang biasa. Mana mungkin dia punya pikiran. Jika kamu sengaja mencari-cari perhatian," batin Indri yang memutuskan.
Sebelum melakukannya Indri menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan ke depan. Lalu Indri langsung menghampiri Reyhan setelah begitu yakin.
" Ehem! Indri berdehem, membuat Reyhan melihat ke arahnya.
" Ada apa nona?" tanya Reyhan dengan suara dinginnya.
" Ini aku ambilkan makanan untukmu. Soalnya makanannya sudah habis. Jadi aku menyempatkan untuk menyisihkannya untukmu," ucap Indri dengan ramah.
" Tapi saya sudah makan. Baru selesai makan," jawab Reyhan yang menunjukkan piringnya yang sudah kosong Indri terkejut melihatnya dengan menelan salivanya.
" Astaga Indri. Kenapa jadi seperti ini? Kapan juga dia makan? Kenapa aku sampai tidak menyadari hal itu? Indri bertanya-tanya dengan penuh kebingungan.
" Jadi saya sudah makan nona," ucap Reyhan lagi.
" Hmmm, begitu rupanya. Ya aku pikir belum. Soalnya aku tidak melihat kamu makan dan mungkin karena tadi aku sibuk jadi tidak melihat kamu makan atau tidak," ucap Indri dengan gugup yang padahal sudah malu. Reyhan hanya diam yang tidak merespon apa-apa.
__ADS_1
" Hmmm, ya sudah kalau begitu. Makannya aku bawa kembali, bye," sahut Indri yang langsung pergi. Karena sudah begitu malu. Dia kurang strategi jadi tidak berhasil. Reyhan hanya heran dengan apa yang di lakukan Indri.
Bersambung