
" Wanita jahat, wanita serakah," umpat Pricilla pada Kayra. Yang mana Kayra terlihat shock dan diam dengan tubuhnya yang di goyang-goyang Pricilla.
" Pricilla hentikan!" bentak Davin yang langsung menjauhkan Pricilla dari istrinya.
" Kayra kamu tidak apa-apa kan?" tanya Davin melihat wajah Kayra yang pucat.
" Pricilla apa yang kau lakukan di sini. Berani sekali menampar Kayra," bentak Davin yang berdiri di hadapan Pricilla melindungi istrinya dari amukan Pricilla.
" Davin, aku memberi dia kesadaran. Jika dia sudah menjadi duri dalam hubungan kita. Kau tidak bisa berbohong Davin kau dan dia seharusnya sudah berpisah. Tetapi dia dengan liciknya ingin memilikimu," teriak Pricilla menunjuk Kayra yang berada di belakang Davin.
" Cukup Pricilla!" bentak Davin, " aku tidak akan berpisah dengan Kayra dan apa yang terjadi di dalam hubungan kami itu adalah urusan kami dan kau tidak perlu sok tau dan mengatakan Kayra duri dalam hubungan kita. Karena aku tidak ada hubungan lagi denganmu. Aku dan kau sudah tidak ada apa-apa lagi. Kenapa kau tidak mengerti juga," tegas Davin dengan wajahnya yang penuh amarah.
" Tidak mungkin Davin!" bantah Pricilla, " kau tidak mungkin tidak mencintaiku. Aku tau Davin kau sangat mencintaiku dan tidak mungkin kau melupakan ku begitu saja. Kau pasti hanya berbohong karena ada keluargamu di bawah iya kan," ucap Pricilla yang terlihat tidak terima dengan perkataan Davin.
" Pricilla cukup. Kau jangan seperti ini. Kita sudah berakhir dan kau bisa pergi. Jangan menggangu kami. Apa lagi Kayra dia tidak salah apa-apa," ucap Davin merendahkan suaranya.
" Justru semua yang terjadi adalah kesalahannya," sahut Pricilla yang tidak mau mengalah sama sekali.
" Kayra aku mohon tolong lepaskan Davin untukku. Aku sangat mencintainya. Tolong pergilah dari kehidupan kami. Aku mohon Kayra. Aku minta maaf dengan kata-kata ku kepadamu. Tetapi aku mohon lepaskan Davin!" Pricilla menangis dengan penuh permohonan kepada Kayra.
Kayra di belakang Davin membuang napasnya dengan perlahan dengan memejamkan matanya yang coba menenangkan dirinya. Kayra pun bertatap muka dengan Pricilla dan melihat intens Pricilla.
" Aku tidak akan melepaskan Davin. Dia adalah suamiku dan mana mungkin aku memberikannya kepadamu. Kau hanya masa lalunya dan kalian sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi," tegas Kayra yang bicara begitu tenang.
" Apa maksudmu. Jadi kau tidak akan melepaskan Davin?" tanya Pricilla dengan terkejut.
" Tidak akan!" sahut Kayra.
__ADS_1
" Ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha," Pricilla tertawa terbahak-bahak yang membuat Davin dan Kayra heran. Di bawah Sana Oma, Altarik, juga ada dan melihat ulah Pricilla.
" Wanita serakah sepertimu memang sangat hina. Kau itu sadar sudah merusaj hubunganku. Jika kau tidak melepaskan Davin. Maka aku juga tidak membiarkanmu untuk memilikinya. Wanita serakah!" teriak Pricilla yang menarik Kayra membuat Kayra terkejut.
" Pricilla apa yang kau lakukan? lepaskan Kayra!" bentak Davin berusaha melepaskan tangan Pricilla yang mencoba memukuli Kayra dan Kayra melindungi dirinya dengan tangannya menutup wajahnya.
" Aku tidak akan melepaskanmu. Kau harus berakhir di tanganku!" Pricilla terus saja berusaha menghajar Kayra dan Davin kewalahan menghentikan kegilaan Pricilla. Sampai akhirnya Davin berhasil menarik Pricilla dari Kayra dan langsung mendorong Pricilla.
" Ahhhhhhh!" teriak Pricilla saat tidak bisa mengimbangi tubuhnya yang mana dia terjatuh dan berguling di anak tangga.
Kayra Davin, Oma, Altarik kaget melihat Pricilla. Mata mereka terbuka lebar dengan mulut menganga membuat Kayra menutup mulutnya dengan jatuhnya Pricilla yang berguling dan sampai terbaring di lantai dengan benturan di kepalanya cukup keras dan mengeluarkan darah.
" Pricilla!" lirih Kayra dengan suara seraknya melihat ke arah Davin dan Davin juga shock dengan Pricilla yang berlumur darah.
" Astagfirullah!" lirih Oma yang spot jantung dan langsung melihat Pricilla bersama dengan Altarik.
" Ada apa ini!" sahut Zoy yang datang tiba-tiba bersama Dion dan Zoy juga setelah melihat apa yang terjadi.
" Astaga ada apa ini?" tanya Zoy menutup mulutnya dengan matanya yang melotot.
" Ayo kita bawa kerumah sakit," ucap Altarik memutuskan.
" Dion cepat kamu angkat!" titah Oma. Dion pun buru-buru langsung mengangkat Pricilla untuk di larikan kemobil. Lantai itu penuh dengan darah yang membuat Kayra dan Davin begitu shock.
**********
Rumah sakit.
__ADS_1
Pricilla di tangani oleh Dokter dan yang lainnya menunggu di luar. Davin yang duduk beberapa kali mengusap wajahnya dengan kasar dengan hembusan napasnya yang tidak stabil. Panik pasti. Karena dia yang mendorong Pricilla dan jika terjadi sesuatu pada Pricilla maka dia pelakunya dan itu membuatnya kepanikan.
Kayra sangat mengerti dengan apa yang di rasakan Davin. Pricilla langsung menghampiri Davin duduk di samping Davin dan memegang bahu Davin membuat Davin melihat kearahnya.
Davin meraih tangan Kayra dan menggenggamnya dengan erat. Kayra bisa merasakan ketakutan Davin dengan tangannya yang begitu dingin.
" Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Davin memegang pipi Kayra sembari mengusapnya yang terlihat memerah yang di pastikan karena bekas tangan Pricilla.
" Aku tidak apa-apa. Terima kasih kamu sudah melindungiku dan kamu jangan takut tidak akan ada terjadi apa-apa dan aku akan di sini terus bersamamu," ucap Kayra mencoba menangkan Davin. Davin mengangguk-angguk dengan memeluk Kayra. Dia merasa jauh lebih baik sekarang karena ada istrinya.
Altarik dan Oma saling melihat. Jujur mereka juga sangat takut. Jika nanti masalah Pricilla yang celaka akan membuat Davin bermasalah.
" Apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa Pricilla bisa jatuh dan seperti itu. Sangat mengerikan?" tanya Zoy yang begitu penasaran.
" Itu semua karena ulahnya. Dia yang mencari masalah dan ingin mencelakakai Kayra dan semoga saja setelah ini dia menyadari apa yang di lakukannya dan tidak mengganggu Kayra lagi," jawab Oma, " ini semua juga karena kamu Davin. Kamu tidak pernah tegas dan bermain-main terlalu jauh. Kamu lihat akibatnya. Wanita itu terlalu menggilaimu dan menyebabkan istrimu hampir celaka," ucap Oma yang menyalahkan Davin.
" Oma aku sudah berusaha melakukan semuanya. Aku sudah menegaskan berkali-kali kepadanya," sahut Davin.
" Tetap saja. Semua itu karena kamu yang memulai," sahut Oma kesal.
" Oma jangan salahkan Davin terus. Davin juga panik dengan kejadian ini dan jika Davin tidak tegas tadi. Kayra mungkin yang celaka. Jadi sudahlah Oma jangan salahkan Davin," ucap Kayra yang berusaha menenangkan Omanya.
" Semoga saja tidak terjadi apa-apa padanya," sahut Oma yang hanya bisa mengharapkan hal itu.
" Mama tenanglah," ucap Altarik mencoba menenagkan mamanya dan Oma Elisabeth hanya membuang napasnya perlahan-lahan saja.
" Ya Allah semoga saja Pricilla tidak apa-apa. Karena menolongku. Davin mendorong Pricilla dan semuanya terjadi. Ya Allah kenapa ada-ada saja musibah yang datang," batin Kayra yang ikut khawatir.
__ADS_1
Bersambung.