Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 86 Pertanyaan.


__ADS_3

Kayra dan Davin berciuman dengan lembut yang saling menuntun sampai Ciuman lembut itu membawa tubuh Kayra berada di atas ranjang dengan Davin yang di atas Kayra yang masih berciuman dengan Kayra.


Dengan tangan Davin yang bergerak menurunkan dress Kayra yang tanpa melepas ciuman mereka. Kalau masalah itu memang Davin ahlinya soal membuka-buka. Sekarang lihat lah ke ahliannya yang mana pakaian Kayra berhasil di bukanya. Yang hanya menyisakan pakaian dalam Kayra yang masih terlapis dengan tentop tipis bertali satu.


Tidak hanya sampai di situ saja. Bahkan Davin pun membuka satu persatu kemejanya sampai kemeja yang di pakainya sudah terlepas dan di buangnya dengan sembarang. Davin sudah telanjang dada yang menampilkan tubuh kotak-kotaknya yang menjadi idaman para wanita dan hanya Kayra yang beruntung bisa merasakan tubuh itu.


Lama bermain di dalam mulut Kayra. Ciuman Davin turun lada leher jenjang Kayra. Tempat yang menjadi candu Davin yang suka meninggalkan jejak di tempat itu. Ciuman yang berpindah itu membuat Kayra perlahan membuka matanya. Dia melihat Davin yang menciumi seluruh tubuhnya. Namun Kayra seperti memikirkan sesuatu.


" Davin!" lirih Kayra dengan suara seraknya. Tidak pernah Kayra berbicara saat mereka bercinta.


" Hmmm," Davin menjawab dengan deheman yang tidak melepas ciumannya pada leher jenjang itu yang membuatnya terus ketagihan pada tubuh itu.


" Ada yang mau aku tanyakan padamu?" tanya Kayra yang terlihat serius.


Tiba-tiba hal itu membuat Davin menghentikan kegiatan menyenangkan itu dan mengangkat kepalanya melihat ke arah Kayra. Mata Davin yang bergairah menatap mata Kayra yang sendu itu yang terlihat memang ingin menanyakan sesuatu kepadanya.


Davin mengecup bibir Kayra dengan lembut " Katakan apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Davin membelai pipi Kayra.


" Bagiamana jika aku hamil?" tanya Kayra.


Kayra juga tidak tau kenapa tiba-tiba memikirkan hal itu sampai bertanya pada Davin. Kemungkinan besar pasti akan terjadi mengingat dia dan Davin melakukannya lebih dari sekali dan dia juga wanita yang subur.


Mendengar hal itu membuat Davin ke-alis Davin terangkat, " kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Davin balik.


" Aku hanya ingin tau jawabannya, Bagaimana jika aku hamil?" tanya Kayra lagi.


" Bukankah itu berita baik. Maka aku akan mendapat warisan. Sesuai apa yang Eyang katakan kepadamu. Jika kau mengandung anakku maka aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan selama ini," jawab Davin dengan santai yang terus membelai pipi Kayra. Seharusnya Kayra memang tau itu jawaban yang akan di dapatkannya.

__ADS_1


" Lalu bagaimana jika nanti anak itu lahir?" tanya Kayra lagi.


" Bukankah dia akan menjadi penerus ku nanti. Dia akan menjadi penerus Altarik," ucap Davin menegaskan lagi kepada Kayra.


" Lalu bagaimana denganku selanjutnya?" tanya Kayra lagi, membuat Davin tidak menjawab langsung dan melihat Kayra serius.


Pertanyaan Kayra seolah ingin tau kepastian hidupnya yang mengingat pernikahannya hanya sebatas surat perjanjian dan tidak tau saja kenapa Kayra tiba-tiba harus resah dan ingin tau kepanjutan hidupnya.


" Ada denganmu Kayra. Memang kamu harus seperti apa. Bukannya sebelum kita menikah. Pembahasan ini sudah ada. Kau sudah tau apa yang kau dapatkan nantinya. Bukankah aku sudah mengatakan hidupmu tidak akan seperti dulu lagi yang akan di atur ibu tirimu," ucap Davin dengan suara beratnya.


" Apakan akan sesuai dengan apa yang tertulis?" tanya Kayra. Davin menganggukkan kepalanya pelan.


Tidak tau kenapa mendengarnya terasa ada yang tersayat di hati Kayra. Entahlah apa itu. Dia memang menyadari semua itu akan terjadi. Namun seperti terlihat ada yang di harapkannya dan harapannya tidak sama dengan Davin.


" Jangan membicarakan hal yang tidak perlu di bicarakan. Kita hanya mengikuti semua sesuai alur saja. Yang penting sekarang aku ingin melanjutkan apa yang terjeda barusan,"'ucap Davin yang mengecup bibir Kayra. Di mana Kayra terlihat berpikir keras.


" Aku merasa lelah. Apa aku boleh istirahat?" tanya Kayra berbicara pelan. Davin jelas terkejut melihat Kayra yang tiba-tiba ingin berhenti di tengah jalan.


" Kenapa tiba-tiba?" tanya Davin.


" Aku capek. Aku tidak bisa melakukannya," jawab Kayra yang terlihat menahan suaranya.


" Baiklah!" sahut Davin yang tidak ingin memaksa Kayra dan Davin langsung menjatuhkan dirinya di samping Kayra yang mana dia akan frustasi dengan permainan yang berhenti tiba-tiba.


Kayra menarik selimut menutup tubuhnya setengah naked dan memiringkan tubuhnya membelakangi Davin. Ternyata ada butir air mata yang keluar dari pelupuk matanya, dia juga memegang dadanya yang terasa begitu sakit.


" Ada apa dengan mu Kayra. Apa yang kau harapkan. Tidak mungkin Kayra, kau menginginkan hal yang lebih dari pernikahan ini. Kau menyadari jika pernikahan ini hanya sementara dan seharusnya kau mengontrol dirimu untuk tidak bermain hati di dalam ikatan sementara ini," batin Kayra yang tiba-tiba perasaannya menjadi di lema.

__ADS_1


Davin yang berada di samping Kayra heran dengan sikap Kayra yang tiba-tiba dingin dan bisa-bisanya berhenti di tengah jalan. Davin menoleh ke arah Kayra yang masih tetap memunggunginya.


" Ada apa dengannya, kenapa aku merasa ada yang aneh. Dan apa maksud dari pertanyaannya tadi," batin Davin merasa ada sesuatu yang aneh.


Davin pun mendekati Kayra dan memeluk Kayra dari belakang dengan pipi Davin yang menempel pada Kayra membuat Kayra yang tadinya membuka matanya menjadi menutup matanya.


" Apa ada yang salah Kayra?" tanya Davin dengan suara seraknya yang napas Davin menerpa wajah Kayra. Kayra diam dan tidak menjawab sama sekali membuat Davin semakin bertanya-tanya. Karena sebelumnya hubungan mereka baik-baik saja.


" Kayra jawab aku. Aku tau kau belum tidur? ada apa Kayra apa tidak bisa mengatakannya?" tanya Davin. Kayra tetap diam dan seolah berpura-pura tidur.


" Aku akan melakukannya, jika kau diam dan tidak menjawabku!" ancam Davin.


" Aku mau istirahat," akhirnya Kayra menjawab pertanyaan itu.


" Hanya itu saja?" tanya Davin tidak percaya.


" Lalu apa lagi Davin memang hanya itu saja. Apa tidak boleh aku menolak sekali saja," sahut Kayra yang dari nada bicaranya terlihat serius. Davin semakin merasa ada yang aneh dengan Kayra langsung membaringkan tubuh Kayra sehingga sekarang Davin berhasil melihat wajah Kayra.


" Kau menangis?" ucap Davin mengusap pipi yang terdapat bekas air mata itu.


" Apa yang kau pikirkan?" tanya Davin dengan menatap dalam-dalam Kayra.


" Aku tidak memikirkan apa-apa. Aku hanya merindukan papa," jawab Kayra.


" Sungguh hanya itu?" tanya Davin tidak percaya. Kayra mengangguk dan Davin langsung memeluknya dengan erat.


" Papa tidak akan apa-apa percaya padaku," ucap Davin yang seakan memberikan ketenangan untuk Kayra.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2