Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 160


__ADS_3

Kayra dengan wajah murungnya berada di dalam mobil yang duduk di kursi belakang yang terlihat sendu dengan menoleh ke jendela mobil. Air matanya bahkan berkali-kali menetes. Reyhan yang menyetir di depan beberapa kali melihat kaca spion melihat istri bosnya itu yang di pastikannya keadaannya kurang baik


"Nona Kayra kita jadi ke rumah sakit?" tanya Reyhan dengan pelan.


Kayra menyeka air matanya, "iya Reyhan, aku ingin memeriksakan kandunganku," jawab Kayra dengan suara seraknya.


"Baiklah nona kalau begitu," sahut Reyhan yang membelokkan mobil ke jalur menuju rumah sakit.


Kayra memang merasa ada yang aneh dengan kandungannya dan harus memeriksanya dia juga belakangan ini stres dan banyak pikiran. Karena khawatir dia harus memeriksakan kandungannya.


*********


Kayra sudah berada di rumah sakit dan berhadapan dengan Dokter kandungannya.


"Bu Kayra sudah beberapa kali cek-up sendiri. Apa Tuan Davin sangat sibuk?'" tanya Dokter sembari tangannya menulis resep obat.


"Iya Dokter dia sangat sibuk," jawab Kayra, " sibuk dengan wanita lain dan melupakan tugasnya sebagai suami," batin Kayra yang semakin tersiksa mendengarnya.


"Bu Kayra kalau berhubungan intim. Harus pelan-pelan ya. Takut berbahaya kepada sang janinnya. Soalnya keram yang ibu alami di akibatkan hal itu," ucap Dokter mengingatkan.


"Davin menganggapku bukan istrinya. Bahkan dia saja menyentuhku hanya suka-sukanya tanpa memikirkan bayi di kandunganku. Dia benar-benar sudah tidak peduli lagi kepadaku," batin Kayra.


Kayra memang menyadari percintaan mereka yang barusan terjadi. Percintaan terlihat memburu seperti tidak ada perasaan menyatu. Hal itu selain melukai hati Kayra juga membuat kandungannya hampir celaka. Karena Davin yang egois dan tidak mempedulikan apa yang terjadi pada perutnya. Davin hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja.


"Baik saya sudah menuliskan resepnya untuk Bu Kayra. Ingan pesan saya boleh berhubungan. Tetapi hati-hati ya, jangan buru-buru," ucap Dokter menyarankan. Kayra menganggukkan kepalanya dan mengambil resep itu.

__ADS_1


"Saya permisi Dokter," pamit Kayra dengan tidak bersemangatnya.


Kayra yang keluar dari ruangan Dokter berjalan melewati kamar-kamar rumah sakit dengan langkah kakinya yang pelan. Sangat tidak bersemangat dan begitu murung. Mata sembab yang tidak tau kapan dia akan berhenti menangis.


Langkah Kayra harus berhenti di depan ruangan Pricilla. Kayra melihat kamar itu dengan tangannya yang gemetar perlahan memegang kenopi pintu. Sudah tau akan sakit. Tetapi Kayra nekat membuka pintu ruangan itu yang di pastikan suaminya ada di sana.


Dugaan Kayra benar Davin dan Pricilla tertawa-tawa terbahak-bahak dengan Davin yang duduk di samping Pricilla di bagian kepala Pricilla di mana mereka sama-sama minat handphone yang sepertinya rekaman.


"Wajahmu tidak pernah berubah Davin. Kau bahkan lebih tampan dulu," ucap Pricilla.


"Itu sudah pasti," sahut Davin yang seakan bahagianya dengan menghibur Pricilla.


Tiba-tiba mata Pricilla melihat ke pintu dan melihat Kayra. Pricilla tersenyum dengan wajahnya yang tampak berpikir. Dia mengambil kesempatan dengan dengan semakin mendekatkan dirinya pada Davin dan bahkan memeluk pinggang Davin dan Davin hanya diam yang masih memegang handphone tersebut.


"Davin aku tidak percaya. Kau masih menyimpan rekaman kita berdua di masa lalu. Ini sangat membuatku bahagia," ucap Pricilla. Davin hanya tersenyum datar mendengarnya.


Cup. Dengan lancang Pricilla mencium bibir Davin membuat Davin terkejut dan Kayra langsung menutup matanya dan menutup pintu itu. Ya hanya itu yang di inginkan Kayra semakin sakit di hatinya.


"Apa yang kau lakukan Pricilla?" tanya Davin dengan terkejutnya.


"Aku mencintaimu dan itu ucapan terima kasihku padamu. Aku ingin selalu bersamamu Davin," jawab Pricilla.


"Kau seharusnya tidak melakukannya. Pricilla fokuslah pada kesehatanmu," ucap Davin.


"Jika ada kamu maka aku akan sangat fokus,"jawab Pricilla dengan tersenyum. Dia berhasil menunjukkan kepada Kayra jika Davin hanya miliknya.

__ADS_1


Tangan Kayra begitu bergetar memegang kenopi pintu dengan air matanya yang menetes.


"Kau tertawa-tawa bersamanya. Bermesraan setelah berhasil membuat janin di dalam kandunganku hampir mati. Kau sangat jahat Davin," batin Kayra yang semakin sakit di dadanya melihat perbuatan Davin.


"Aku sudah mengingatkanmu untuk melepaskannya!" tiba-tiba terdengar suara dari belakang Kayra. Membuat Kayra menyeka air matanya. Dia tau suara siapa itu dan Kayra langsung membalikkan tubuhnya dan dugaannya benar itu adalah Wulan.


"Lepaskan dia dan kau akan hidup bahagia. Jangan memaksakan diri. Kau hanya cukup bersamanya dengan skenario kesepakatan mu dengan Davin. Jadi lepaskan dia. Jangan serakah menjadi seorang wanita. Jika Davin mencintai dia tidak mungkin mementingkan wanita lain di bandingkan dirimu. Jadi kau hanya di manfaatkan saja. Sadarlah Kayra," ucap Wulan.


Kayra tersenyum dengan kepada wanita yang sengaja menggoyahkan dirinya, "Tante harus lebih berusaha lagi untuk menciptakan kata-kata yang lebih indah lagi," ucap Kayra dengan tenang lalu pergi dari hadapan wanita itu.


"Aku akan memenjarakan Davin," ucap Wulan membuat langkah Kayra terhenti. Kayra menarik napasnya panjang dan membuangmu perlahan kedepan dan kembali menghadap Wulan.


"Apa yang ingin Tante dengarkan jawaban dari saya. Apa Tante ingin saya memohon kepada Tante untuk tidak melakukannya. Atau Tante ingin saya mengatakan saya akan pergi dari Davin tetapi mohon jangan penjarakan dia. Itu yang ingin Tante dengarkan. Tante Wulan lakukan sesuai yang Tante mau. Mau penjarakan dia silahkan. Mau mengambilnya silahkan. Saya tidak peduli sama sekali. Maaf kalian semua bukan perkejaan saya harus memikirkannya. Jadi lakukan semua yang kalian mau dan iya hidup saya sangat bahagia bukan. Di sisi lain ada ibu yang berusaha untuk membuat laki-laki yang di cintai putrinya untuk bersama putrinya, di sisi lain ada wanita yang memanfaatkan kejadian untuk dekat dengan pria itu dan di sisi lain ada pria yang berusaha ini dan itu. Sementara saya sangat menikmati permainan kalian semua. Apa lagi menikmati usaha Tante untuk segalanya. Namun saya tidak melakukan apa-apa. Tetapi saya mendapatkan banyak uang. Bagaimana Tante apa kehidupan saya tidak begitu enak. Jadi lakukan semua sesuka kalian. Saya tidak peduli," tegas Kayra dengan menyunggingkan senyumnya dan pergi dari wanita yang sejak tadi menahan diri. Bahkan dia sudah mengepal tangannya.


"Kurang ajar kamu Kayra!" geram Wulan yang tidak bisa berkata-kata apa-apa dan hanya bisa mengumpat dengan penuh kekesalan karena perkataan Kayra.


*******


Kayra berdiri di depan pantai dengan menghadap lautan. Angin yang sepoi-sepoi membuat rambutnya menari-nari tangannya mengusap-usap perutnya.


"Semuanya tidak sesuai. Aku mengira semuanya akan indah ternyata tidak. Bahkan seminggu yang lalu dia berjanji di tempat ini akan menemaniku. Tetapi ternyata tidak. Mencintai sendiri itu sangat sakit dan dia sama sekali tidak mau tau bagaimana perasaanku," batin Kayra dengan air matanya yang menetes.


Bruk.


Tiba-tiba anak kecil yang berlari-lari menabrak Kayra dan membuat gulungan benang di tangan Kayra jatuh dan terguling yang membuat benangnya semakin berpisah dari tempatnya.

__ADS_1


"Tidak selama yang aku pikirkan. Ternyata semuanya sudah berakhir. Aku tidak bisa mengikat segalanya. Sesuatu yang terikat. Akhirnya meninggalkan pengikatnya," batin Kayra yang hanya melihat benang itu semakin berkurang dari gulungannya.


Bersambung


__ADS_2