
Setelah pekerjaan Kayra selesai di rumah sakit dan tadi juga mereka sudah makan malam bersama dengan Brian yang sekarang waktunya mereka pulang. Tapi Davin dan Kayra pulang ke apartemen Kayra karena tadi Kayra ingin mengambil beberapa pakaian dia dan Brian yang memang pakaian mereka masih banyak di apartemen yang belum di pindahkan kerumah Davin.
"Pintu di buka silahkan masuk!"
Kayra dan Davin akhirnya masuk dan Brian memang tidak ikut yang ingin langsung pulang tadi karena mengeluh lelah.
"Banyak pakaian yang mau di ambil?" tanya Davin.
"Tidak kok hanya 1 koper aja," jawab Kayra, "kamu sebaiknya duduk aja dulu, kamu mau teh tidak biar aku buatkan?" tanya Kayra.
"Boleh!" sahut Davin.
"Baiklah kalau begitu, aku buatkan dulu," ucap Kayra langsung membuatkan untuk suaminya daDavin langsung duduk di Sofa dengan membuka ponselnya dan bosan dengan hal itu Davin menghidupkan televisi untuk menonton TV.
Tidak lama Kayra pun datang dengan membawakan secangkir kopi untuk suaminya
"Kamu minumlah, aku mau mandi dulu dan menyiapkan baju Brian dan juga bajuku. Tidak apa-apa kan kamu menunggu?" tanya Kayra dengan lembut.
"Tidak apa-apa. Apa aku perlu bantu?" tanya Davin.
"Tidak usah," tolak Kayra.
"Bukannya kamu pasti capek. Jadi bagaimana kalau kamu mandi saja dan aku akan bereaksi pakaian Brian. Kita bagi tugas saja," ucap Davin yang tidak ingin istrinya sampai lelah.
"Tidak usah Davin, aku tidak apa-apa kok. Kamu juga capek jadi biar aku saja yang mengerjakannya tidak akan lama kok. Jadi jangan khawatir," ucap Kayra.
"Ya sudahlah kalau begitu," sahut Davin. Kayra menganggukan kepalanya dan langsung memasuki kamarnya untuk bersih-bersih dulu karena memang tubuhnya terasa begitu lengket dan juga sangat lelah. Dia memutuskan untuk mandi agar fress sedikit.
************
Setelah selesai mandi Kayra keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe putih dan rambutnya yang masih basah yang di keringkannya dengan handuk putih.
Kayra langsung membuka lemarinya yang mulai mengambil pakaian yang akan di bawanya kerumah Davin. Sebenarnya Kayra dan Davin masih belum memutuskan ingin menetap tinggal di mana. Namun untuk saat ini mereka tinggal dulu di rumah Davin. Makanya Kayra tidak membawa semua pakaiannya kerumah Davin.
"Kira-kira pakaian Brian banyak tidak ya. Muat apa tidak 1 koper?" tanyanya dan Kayra langsung keluar kamar untuk mengecek pakaian ananknya terlebih dahulu sebelum pakaian dirinya.
Kayra menghentikan langkahnya saat melihat Davin yang ada di dapur yang sepertinya beraktivitas.
__ADS_1
"Sayang kamu ngapain?" tanya Kayra menghampiri sang suami.
"Aku sedang masak mie kamu mau makan tidak?" jawab Davin.
"Bukannya kita tadi sudah makan?" tanya Kayra heran.
"Tapi aku masih lapar makanya ingin makan," ucap Davin dengan mengaduk-aduk mie tersebut.
"Kenapa tidak bilang, seharusnya aku bisa pesan makanan," ucap Kayra yang tidak mau Davin harus repot-repot.
"Tidak apa-apa. Ini juga sudah selesai kok," sahut Davin.
"Oh begitu," sahut Kayra dan mata Kayra melihat ke arah jendela yang ternyata hujan deras.
"Ternyata hujan," ucap Kayra mendekati jendela yang baru menyadari hujan deras.
"Iya kamu benar, kita pulang setelah hujannya reda saja," ucap Davin.
"Baiklah kalau begitu, aku lanjut beres-beres pakaian Brian dulu," ucap Kayra yang ingin pergi namun Davin menahan tangannya.
"Ada apa?" tanya Kayra heran.
"Baiklah akan aku akan makan," ucap Kayra yang tidak mungkin tidak memakannya jika suaminya sudah membuatkannya Davin tersenyum dan menarik kursi untuk Kayra duduk dan sementara Davin langsung menyiapkan apa yang ingin di makan oleh istrinya.
Setelah membuatnya di mangkok, Davin langsung meletakkan di depan Kayra dan Davin duduk di samping Kayra.
"Hanya satu mangkok?" tanya Kayra. Davin menganggukkan kepalanya, lalu kamu tidak makan?" tanya Kayra.
"Kita makan berdua," ucap Davin.
"Baiklah," sahut Kayra yang menurut saja dan Davin langsung menyendokkan kuahnya dengan meniupnya lalu menyuapkan pada Kayra setelah di pastikan dingin oleh Davin.
"Sangat nikmat," ucap Kayra membuat Davin tersenyum dan kembali menyuapi istrinya dan mereka bergantian saling menyuapi yang hanya ada satu mangkok. Tetapi muncul keromantisan di antara ke-2nya.
Sampai mie itu habis di makan dengan Kayra yang merasa kenyang dan Davin juga pastinya yang sekarang memberi istrinya minum.
"Apa sangat enak?" tanya Davin.
__ADS_1
Kayra menganggukkan kepalanya, Davin melihat bibit sang istri terlihat berlepotan dan Davin langsung mengambil tisu dan langsung melapnya membuat Kayra tersenyum dan menatap dalam-dalam suaminya itu.
"Makasih ya Davin kamu sudah mensuport pekerjaan ku dan bahkan beberapa kali menemani ku di rumah sakit. Aku sangat bahagia memiliki kamu dan juga Brian," ucap Kayra dengan tersenyum tulus pada suaminya dan menatap dengan penuh ketulusan.
"Aku yang berterima kasih untuk kamu. Di mana kamu memberiku banyak kesempatan untuk menjadi suami dan ayah yang lebih baik sekarang ini," ucap Davin dengan memegang pipi Kayra sembari mengusapnya dengan lembut.
"Aku berharap rumah tangga kita akan tetap seperti ini. Semoga kita berdua lebih bisa mengatasi masalah dalam rumah tangga kita dengan kedewasaan," ucap Kayra dengan harapannya yang banyak.
"Aku juga akan berusaha sayang menjadi suami yang lebih bertanggung jawab lagi untuk kamu dan Brian, aku akan lebih bertanggung jawab lagi untuk kebahagiaan kalian dan aku tidak akan pernah biarkan kamu meneteskan air mata lagi," ucap Davin dengan janjinya pada istrinya membuat Kayra tersenyum dengan matanya yang berkaca-kaca.
Davin mendekatkan wajahnya pada Kayra dengan mencium lembut kening Kayra,.
"Aku mencintaimu Kayra," ucap Davin. Kayra mengangguk tersenyum mendengarnya yang tanpa dia harus menjawab. Davin sudah tau kalau dia sangat mencintai suaminya itu.
Davin dan Kayra yang saling menatap dengan tatapannya yang begitu intens langsung membuat Davin mendekati Kayra dengan tangan Davin yang berada di pundak Kayra yang mana Davin langsung menggendong Kayra ala bridal style yang membuat Kayra pasti kaget. Namun Kayra tetap mengalungkan tangannya pada leher Davin dan Davin kembali mencium lembut kening Kayra dan melangkah berjalan menuju sofa yang mana dengan perlahan Davin membaringkan Kayra di atas Sofa dengan mata mereka yang tidak pernah berhenti saling bertemu dengan mereka yang saling melihat dengan penuh dengan cinta.
"Kita sudah menikah kembali. Dulu menikah dengan kontrak. Tetapi pernikahan itu sah dan kita juga saling mencintai waktu itu dan Brian juga hadir dari pernikahan kita dan pasti ada cinta di antara kita dan sekarang sudah menikah kembali dan aku ingin menghadiri adik untuk Brian. Apa aku boleh melakukannya," ucap Davin yang meminta izin dulu pada Kayra sebelum Davin kembali menyentuh istrinya itu.
"Aku istrimu Davin dan semua yang ada pada diriku adalah milikmu dan kamu tidak perlu meminta izin untuk melakukannya. Karena itu adalah hak mu," jawab Kayra.
Dari jawaban itu sudah di pastikan Kayra mengijinkannya jika suaminya ingin menyentuhnya. Davin tersenyum dengan mencium lembut kening Kayra membuat Kayra memejamkan matanya.
Davin tidak hanya mencium keningnya saja.. Davin juga mencium lembut pipi Kayra, hidung Kayra, mata Kayra, seluruh wajah itu di kecup dengan lembut oleh Kayra yang membuat Kayra menikmati dengan matanya yang terpejam dan sampai Kayra merasa benda kenyal menyentuh bibirnya yang pasti Davin sudah menciumnya dengan lembut yang membuat Kayra sangat menikmati ciuman romantis dari suaminya.
Ciuman yang semakin dalam dengan sentuhan lembut tangan Davin di pipinya yang meraup ke-2 pipinya untuk menciumnya lebih dalam lagi dan bahkan ciuman itu yang sudah berpindah pada leher jenjang yang mana Davin akan memberikan karyanya di sana.
Sentuhan-sentuhan yang di berikan Davin sangat di nikmati Kayra yang mana tubuh Kayra seperti ulat yang menggeliat yang merasakan sentuhan dari suaminya sampai Kayra tidak menyadari adanya jika bathrobe yang di pakaiannya sudah lepas dari tubuhnya yang di lempar sembarangan.
Sama dengan Davin yang tidak tau kapan Davin sudah melepas pakaiannya yang hanya menyisakan pakaian celana saja.
Keduanya tampak saling mabuk gairah dengan hasrat yang membara sampai pada detik berikutnya di mana Davin kembali mengangkat tubuh Kayra ala bridal style dengan bibir mereka yang masih saling berciuman.
Davin membawa istrinya kedalam kamar dengan membaringkan tubuh itu perlahan dan Davin menarik selimut untuk menutup tubuh mereka berdua.
"Aku mencintaimu Kayra!" bisik Davin di telinga Kayra dengan air mata Kayra menetes saat merasa sakit di area sensitifnya yang mana Davin sudah melakukan penyatuan pada dirinya dan Kayra tidak mampu berkata-kata selain meremas seprai dengan kuat.
pasangan suami istri itu layaknya seperti pengantin baru yang melakukan malam pertama dengan cuaca dan keadaan sangat mendukung. Semenjak menikah memang mereka belum melakukan hal itu dan ini baru mereka lakukan dan wajar Meraka berdua sama-sama di penuhi gairah yang tidak bisa di katakan seperti apa lagi yang sama-sama saling menikmati yang hanya terdengar suara-suara indah dari keduanya.
__ADS_1
Untung saja hanya mereka yang ada di apartemen itu yang sama-sama menikmati percintaan panas mereka yang tidak tau akan berhenti sampai kapan. Karena ke-2nya tampak di penuhi dengan gairah dan keringat yang membasahi tubuh ke-2nya.
Bersambung