Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 56


__ADS_3

Sudah jam 9 malam. Kayra memang baru kembali ke Hotel dan di antara kan Aldo sampai lobi Hotel.


" Makasih ya pak Aldo sudah mengantarkan saya," ucap Kayra yang merasa tidak enak.


" Iya Kayra, maaf ya tadi mobilnya bermasalah. Kamu jadi pulangnya kemalaman. Saya benar-benar tidak menyangka bisa terjadi seperti ini," ucap Aldo.


" Tidak apa-apa pak Aldo. Ya sudah kalau begitu saya masuk dulu," ucap Kayra yang pamitan.


" Iya, silahkan. Kamu istirahat lah!" sahut Aldo. Kayra mengangguk dan langsung memasuki hotel.


" Huhhhhhh, kenapa juga harus bermasalah dengan mobil. Kan jadi tidak enak dengan Kayra," gumam Aldo yang merasa tidak enak pada Kayra.


*******


Kayra keluar dari lift dan langsung menuju kamarnya. Kayra sudah berdiri di depan kamarnya dengan membuka tasnya untuk mencari kartu untuk membuka pintu kamarnya. Namun belum sempat dia menemukannya tiba-tiba tangan yang di tarik yang membuat Kayra kaget.


Ternyata Davin yang menariknya dan langsung membawa Kayra kedalam kamarnya dan begitu sampai di kamar Davin langsung mendorong tubuh Kayra kedingding membuat punggung Kayra sakit.


" Davin apa yang kau lakukan!" bentak Kayra menahan sakit dan berusaha melepaskan cengkraman tangannya dari Davin yang melukainya.


" Dari mana kau?" tanya Davin dengan menatap tajam Kayra. Davin sudah seperti monster yang ingin menerkam Kayra detik itu juga.


" Kenapa kau harus bertanya, itu bukan urusanmu. Terserah aku dari mana," jawab Kayra dengan ketus yang bahkan lebih marah dari pada Davin.


" Aku bilang dari mana kau!" bentak Davin tepat di wajah Kayra yang membuat Kayra begitu terkejut yang melihat kemarahan Davin yang tidak biasanya.


" Kau masih tidak menjawabnya!" bentak Davin lagi


" Kenapa kau harus bertanya. Kau tau aku pergi dengan pak Aldo," ucap Kayra dengan suara rendahnya.


" Bagus. Jadi kau seharian pergi dengannya tanpa kau ingat untuk kembali kemari," bentak Davin lagi yang membuat Kayra lama-lama takut dengan Davin.


Kayra diam dan melepaskan tangannya dari Davin. Dan saat terlepas Kayra ingin pergi. Namun Davin menghalanginya dengan menempelkan tangannya di dingding.


Kayra ingin lewat di sebelah kanan. Davin melakukan hal yang sama Lagi. Sampai Kayra sudah tidak bisa kemana-mana. Kayra berada di kungkungan Davin yang menghimpit tubuhnya Kedingding.


" Kau belum menjawab pertanyaanku. Kau pergi seharian dengannya. Kenapa tidak sekalian saja kau mengajaknya menginap di kamarmu," ucap Davin menekan suaranya.


" Lalu kenapa kalau aku pergian seharian dengannya," sahut Kayra yang terlihat menantang Davin.


" Kau bertanya kenapa?" tanya Davin semakin naik darah.


" Iya kenapa? Itu urusanku. Aku mau pergi dengan siapa, mau pulang jam berapa. Apa urusannya denganmu?" sahut Kayra menguatkan volume suaranya yang sekarang tidak kalah marahnya dengan Davin.


" Hey, Kayra aku mengajakmu ke Dubai bukan untuk bersenang-senang dengannya. Tapi aku mengajakmu ikut bersamaku untukkk..."


" Untuk menutupi hubungan mu dengan dia," sahut Kayra langsung memotong pembicaraan Davin yang belum selesai bicara. Bahkan suara Kayra tidak kalah dengan suara Davin yang begitu kuatnya.


" Apa maksudmu?" tanya Davin dengan menautkan ke-2 alisnya.


" Sudahlah Davin. Jika kau ingin bersenang-senang dengan mantan kekasihmu, ingin kembali mengenang masa lalu kalian maka silahkan. Tapi jangan menggangguku. Aku tau tujuanmu ingin membawa ku pergi bersamamu. Alasan papa hanya sebuah kedok supaya aku ikut denganmu. Sama dengan kata-kata pekerjaan hanya sebuah alasan. Tetapi pada kenyataannya. Kau hanya ingin memadu kasih dengan Pricilla dan memanfaatkan ku untuk menutupi hubungan kalian. Agar Oma tidak mengawasimu. Jadi jika kau ingin bersenang-senang. Jangan ganggu kesenangan ku!" Tegas Kayra mengeluarkan isi hatinya pada Davin.


Kekesalan dan amarah yang ingin di luapkan nya pada Davin sejak tadi. Karena merasa di manfaatkan. Akhirnya bisa di keluarkannya dan membuatnya sedikit plong.


" Apa yang kau katakan. Kau pikir aku dan Pricilla janjian bertemu di sini," sahut Davin dengan menatap Kayra intens. Kayra langsung mendorong tubuh Davin dan sedikit menjauh darinya.


" Lalu apa namanya jika tidak. Kalian bertemu di sini kan. Kau membawaku hanya untuk bisa bersamanya," tegas Kayra dengan pemikirannya sendiri.


" Jangan asal menuduh. Aku juga tidak tau dia bisa ada disini," sahut Davin menegaskan yang membantah tuduhan Kayra.


" Kau pikir aku bodoh. Kau pikir semuanya bisa terjadi dengan kebetulan hah!" bentak Kayra.


" Kayra, Pricilla memang tau aku ke di Dubai dan itu karena Reyhan yang tidak sengaja memberitahunya dan aku tidak berjanji sama sekali dengannya. Dan Pricilla kemari juga ada tujuannya," tegas Davin. Tidak tau kenapa Davin harus menjelaskan pada Kayra. Seakan tidak ingin Kayra salah paham.

__ADS_1


" Tujuannya hanya kau dan bukan tujuan. Tetapi kalian berdua memang sudah berencana," ucap Kayra yang sama sekali tidak mau mendengarkan Davin.


" Kau jangan...."


Tingnong.


Tiba-tiba bel kamar Davin berbunyi membuat ke-2nya sama-sama melihat ke arah pintu.


" Siapa?" tanya Davin.


" Aku Davin Pricilla," sahut Pricilla. Davin dan Kayra sama-sama terkejut mendengar hal itu. Mereka sama-sama melihat dengan mata yang terbuka lebar yang mendadak panik.


" lihat kan dia datang," sahut Kayra menyunggingkan senyumnya.


" Diamlah!" ucap Davin pelan. Yang tiba-tiba panik.


" Davin. Aku masuk ya," ucap Pricilla. Davin dan Kayra semakin kaget bahkan terlihat kenopi pintu yang di tekan kebawah.


" Aku tidak enak badan. Jangan masuk," sahut Davin dengan cepat mencegah Pricilla.


" Astaga kamu kenapa?" Priscilla yang berada di luar semakin panik mendengar Davin tidak enak badan. Wajahnya bahkan terlihat cemas. Kata-kata Davin justru membuat Pricilla langsung menekan kenopi pintu dan langsung membuka pintu kamar. Pricilla langsung memasuki kamar.


" Davin!" panggil Pricilla yang sudah masuk dan melihat Davin berada di atas tempat tidur yang berbaring dengan selimut Sampai dadanya.


" Kamu kenapa Davin," tanya Pricilla yang melangkah mendekati tempat tidur.


" Jangan mendekat!" cegah Davin membuat langkah Pricilla terhenti dengan wajahnya yang penuh kebingungan, namun begitu khawatir.


" Kenapa?" tanya Pricilla heran.


" Aku sedang pilek. Nanti kamu tertular. Kamu sangat sensitif dengan penyakit itu," sahut Davin yang memberi alasannya.


Ternyata Kayra berada di samping Davin di dalam selimut yang menahan tubuhnya agar tidak bergerak agar Pricilla tidak menemukannya.


" Aku hanya ingin mengajakmu makan malam," jawab Pricilla.


" Aku tidak bisa. Lain kali saja. Aku sedang tidak enak badan," jawab Davin.


" Kok bisa sih. Bukannya kamu tadi baik-baik aja," sahut Pricilla heran.


" Aku tidak tau. Tiba-tiba aja seperti ini. Mungkin karena cuacanya tidak bagus," sahut Davin.


" Kamu sudah minum obat?" tanya Pricilla.


" Sudah," jawab Davin. " Aku mau istirahat. Sebaiknya kamu pergi saja," usir Davin dengan halus.


" Ya sudah kalau begitu, besok aku akan datang membawa kamu sarapan. Untung saja aku berada di Dubai, melihat mama yang sakit dan tidak sengaja kita bertemu denganmu di sini. Jadi aku bisa memantau kesehatanmu," ucap Pricilla.


Kata-kata Pricilla seakan sudah membenarkan apa kata Davin pada Kayra sebelumnya. Jika dia memang tidak janjian bertemu dengan Pricilla di Dubai semua hanya kebetulan saja.


" Seharusnya aku ikut bersamamu. Sewaktu Reyhan mengatakan kamu ada pekerjaan penting di Dubai. Tetapi tidak apa-apa. Karena kebetulan waktu ku juga pas dengan Aldo jadi kita bisa bertemu di sini," lanjut Pricilla lagi.


Davin melirik kesampingnya. Ya syukur jika Pricilla mengatakan langsung jadi Kayra tidak berpikiran yang lain-lain kepadanya dan Davin tidak perlu menjelaskan lagi.


Kayra berada di dama selimut hanya diam dengan wajahnya yang tampak merasa bersalah, " jadi benar mereka memang tidak janjian di sini. Davin memang tidak memberitahu Pricilla bahwa dia ke Dubai dan Reyhan yang memberi tau," batin Kayra yang sudah menyesal karena marah-marah. Bahkan sengaja pergi bersama Aldo seakan ingin membalas Davin.


" Ya sudahlah Pricilla. Aku tidak apa-apa. Kamu pergilah," ucap Davin lagi yang mengusir kembali Pricilla.


" Ya sudah kalau begitu aku pergi. Kamu istirahatlah," ucap Pricilla. Davin menganggukkan kepalanya. Lalu Pricilla pun langsung pergi keluar dari kamar itu dan tidak lupa menutup pintu kamar.


Davin mengangkat kepalanya yang memastikan Pricilla memang pergi. Davin duduk dan langsung membuka selimut yang mana Kayra diam dengan matanya yang melihat Davin.


Yang sudah tidak terlihat wajah kesal di wajah Kayra justru wajah itu tampak menyesal. Davin dan Kayra sama-sama tidak bicara. Dan Davin langsung membantu Kayra untuk duduk sampai Kayra akhirnya terduduk.

__ADS_1


Kayra merapikan rambutnya yang berantakan dengan terlihat salah tingkah dan Davin pun hanya diam. Tampaknya amarah ke-2 nya sudah mulai padam. Mereka terlihat jauh lebih Tenang. Mata Davin menoleh pergelangan tangan Kayra yang mana begitu memerah.


Davin tidak menyangka jika kemarahannya mampu membuat tangan Kayra terluka. Davin langsung mengambil kotak obat di samping nakas dan menarik tangan Kayra.


" Kau mau apa?" tanya Kayra menoleh ke arah Davin. Davin tidak menjawab dan terlihat mengambil salep dan langsung mengolesi pada pergelangan tangan yang luka akibat kelakuan nya.


Kayra diam dan tidak memberontak. Dia malah melihat Davin yang fokus pada tangannya yang mana Davin terlihat begitu menyesal karena sudah kasar pada Kayra.


Dia memang bukan laki-laki yang kasar dan bahkan selama menikah tidak sekalipun dia pernah berprilaku tidak baik pada Kayra.


Paling hanya kata-kata saja. Yang Kayra juga sama berkata-kata pada Davin juga sama tidak beres dan sekarang Davin mengobati tangan itu dengan lembut dan mungkin mulutnya tertutup rapat untuk mengeluarkan kata maaf.


" Jika kau tidak mau menjaga papa mu selama aku bekerja di Dubai. Kau pulang saja sebaiknya. Aku akan menyuruh Reyhan mengurus kepulangan mu," ucap Davin dengan suara dinginnya yang terus mengobati luka itu.


Mendengarnya Kayra menelan salivanya yang tampak begitu terkejut. Tidak tau kenapa kata-kata dingin Davin membuat hatinya bergetar.


" Pulanglah kembali ke Indonesia!" sahut Davin mengangkat kepalanya dan langsung berhadapan dengan wajah Kayra. Mata Kayra terlihat berkaca-kaca dengan perintah Davin yang menyuruhnya pulang.


" Davin!" lirih Kayra.


" Sebaiknya kau tidak ada di sini. Aku di sini untuk bekerja dan memberimu kesempatan. Tapi kelihatannya kau menyia-nyiakan semuanya. Dan sebaiknya kau pulang ke Indonesia," lanjut Davin.


Kayra sampai meneteskan air matanya mendengar kata-kata Davin. Murkanya Davin tidak main-main dan itu mampu membuatnya menangis.


" Mobil Pak Aldo rusak dan membuat kami harus ke memperbaikinya dulu dan makanya aku pulang lama," ucap Kayra yang tiba-tiba harus menjelaskan alasannya pada Davin.


Ya tadinya dia ingin Davin kesal dan taunya Kayra memang bersenang-senang dengan Aldo. Itu yang di inginkan Kayra. Agar dia bisa membalas Davin. Namun sekarang dia ingin menjelaskan pada Davin.


Mereka berdua tetap saling menatap dengan tangan Davin masih memegang lengan Kayra yang sudah di beri obat.


" Kau masih ingin tetap di sini?" tanya Davin. Kayra menganggukkan kepalanya.


" Baiklah! jangan melakukan kesalahan yang tidak aku sukai. Aku membawamu kemari bukan untuk orang lain. Tetapi memberimu waktu sebagai anak mengabdi pada orang tuanya," tegas Davin memberi ingat Kayra. Tidak ada bantahan dari Kayra dan hanya mengangguk saja.


" Sekarang kembali kekamar mu dan istirahatlah," ucap Davin. Kayra mengangguk dan langsung turun dari tempat tidur yang langsung keluar dari kamar Davin.


" Hhhhhhhhh," Davin membuang napasnya panjang dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


" Kenapa aku bisa semarah itu kepadanya. Seharusnya dia mau apa itu urusannya. Ya mungkin aku hanya kesal. Karena dia tidak menghargai apa yang aku lakukan. Aku memberinya kebebesan untuk bersama papanya. Tetapi dia pergi bersama orang lain. Ya aku hanya kesal karena hal itu," batin Davin yang tidak mengerti perasaannya dan yang bergejolak.


*********


Kayra keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya yang terasa lengkap. Kayra juga sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian tidurnya dengan rambutnya yang basah. Kayra duduk di pinggir ranjang dengan wajahnya tampak begitu lesu. Wajahnya yang tampak memikirkan sesuatu.


" Apa yang terjadi barusan. Dia begitu marah karena perbuatanku yang mungkin menyinggungnya," batin Kayra yang masih memikirkan kejadian beberapa menit yang lalu.


Tingnong tiba-tiba ada yang menekan bel kamarnya dan membuat Kayra membuang napasnya perlahan kedepan dan langsung ke luar melangkah mendekati pintu membuka pintu kamar tersebut yang mana ternyata Davin yang memencet bel.


" Ada apa?" tanya Kayra heran dengan kedatangan Davin yang tiba-tiba.


" Ayo makan!" ajak Davin. Kayra sempat terkejut mendengar perkataan Davin yang mengajaknya makan. Padahal sebelumnya Davin terlihat marah kepadanya dan bahkan sampai menyuruhnya pulang.


" Kenapa masih diam. Kau tidak ingin makan? apa kau sudah makan?" tanya Davin.


" Oh, tidak. Ya sudah ayo. Aku belum makan sama sekali," sahut Kayra dengan cepat, " aku ganti baju sebentar," ucap Kayra yang langsung menutup pintu kamar tersebut.


" Mengajakku makan. Padahal sudah jam segini," batin Kayra masih bingung.


Ya memang sudah hampir jam 10. Tetapi Davin mengajaknya makan dan Kayra juga tidak ingin ada perdebatan dan akhirnya mengiyakan saja. Lagian perutnya juga lapar.


Apa salahnya makan bersama Davin. Lagian mereka juga tadi ribut dan bukannya bagus jika Davin mengajaknya makan. Itu artinya Davin tidak marah lagi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2