Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 269


__ADS_3

"Jadi ini sungguh-sungguh kalian benar-benar akan menikah," ucap Altarik yang menanyakan sekali lagi pada Lian.


"Iya pah, aku serius untuk menikahi Pricilla," jawan Lian dengan jujur apa adanya.


"Bagaimana dengan kamu Pricilla apa kamu juga setuju untuk menikah dengan Lian?" tanya Oma yang harus tau Pricilla setuju atau tidak.


Pricilla tidak langsung menjawab dan hanya menunduk dengan ke-2 tangannya yang saling mengatup yang terlihat bingung. Masih ada keraguan pastinya di dalam dirinya.


"Udalah nggak usah pakai acara sok jual mahal segala, udah syukur di nikahi," desis Giselle dengan wajah kesalnya yang kelihatannya belum setuju dengan Lian dan juga Pricilla.


"Giselle kamu ini apa-apaan sih," sahut Kayra yang menegur Giselle yang pasti menyinggung Pricilla.


"Pricilla katakan kepada kami semua bagaimana apa kamu setuju atau tidak menikah dengan Lian?" tanya Oma sekali lagi.


Pricilla menarik napasnya dengan panjang dan membuangnya dengan perlahan kedepan, "demi Cika dan kehidupan Cika agar menjadi anak yang mempunyai orang tua. Maka aku setuju untuk menikah dengan Lian dan aku menikah dengan Lian karena hanya demi Cika. Aku tau aku bukan orang baik dan sangat banyak dosa. Aku tau banyak kesalahanku yang tidak bisa di maafkan dan pasti kalian semua yang ada di sini juga tidak akan bisa memaafkan ku dan tidak menyukaiku untuk masuk kedalam keluarga kalian. Tatapi semua ini aku lakukan demi Cika dan aku mohon untuk kalian semua bisa pelan-pelan untuk menerima ku," ucap Pricilla yang sadar diri dengan posisinya dan tidak berharap apa-apa dalam hidupnya.


"Tidak ada manusia yang tidak bersalah. Semua manusia mempunyai masa lalu masing-masing. Baik kamu dan juga Lian. Mau belajar dari kesalahan itu yang paling penting dari pada hal lain-lain yang tidak harus di pikirkan. Jadi mau kamu dan juga Lian berhak untuk memperbaiki diri dan orang-orang di rumah ini menganggap kamu keluarga," ucap Oma dengan bijak yang memberikan kata-kata pada Pricilla.


"Terima kasih Oma atas kesempatannya," sahut Pricilla.


"Giselle jaga sikap kamu dalam berbicara Kamu juga belum tentu benar dalam setiap perbuatan. Jika ada orang yang ingin berbuat baik. Maka kamu harus mendukungnya dan bukan malah banyak protes," tegas Oma.


"Benar kata Oma Giselle. Dengarkan apa yang Oma katakan. Jangan suka julid pada orang lain," sahut Altarik.


"Iya pah, iya Oma," sahut Giselle dengan menghela napas yang mau tidak mau harus menerima Pricilla sebagai kakak iparnya.


"Dan iya setelah menikah nanti aku juga tidak akan tinggal di sini. Aku ingin memulai semuanya dengan Pricilla dan tidak hanya mengandalkan uang dari mama, papa dan juga Oma," sahut Lian dengan keputusannya yang ingin mandiri.


"Lian kamu ini belum punya pekerjaan dan kamu mau hidup seperti apa nanti jika tanpa uang di keluarga ini," sahut Mesya yang tidak setuju dengan Lian.

__ADS_1


"Tapi aku yakin mah dengan keputusan ku dan ini sudah bulat mah," jawab Lian dengan sungguh-sungguh.


"Tapi Lian, kamu jangan aneh-aneh deh," sahut Mesya.


"Sudahlah Mesya tidak apa-apa anak kamu seperti itu. Itu artinya dia benar-benar serius untuk bertanggung jawab dan tidak apa-apa jika anak ingin bertanggung jawab. Bukan malah kamu tidak mempercayainya," ucap Oma Elishabet.


"Tapi aku ibunya dan aku khawatir dengan kehidupannya pastinya," ucap Mesya.


"Mama tidak perlu khawatir. Karena kami pasti berusaha yang terbaik, aku sama Pricilla akan memulai semua dari nol dan berjanji kami bertiga akan hidup dengan bahagia dan tidak akan menyusahkan mama dan yang lainnya," ucap Lian dengan keyakinannya yang tidak main-main sama sekali.


"Papa percaya sama kamu dan papa akan dukung apapun keputusan kamu," ucap Altarik.


"Makasih pah," sahut Lian dengan lega.


"Lalu kamu Zoy sebenarnya ingin bicara apa?" tanya Oma yang mengingat Zoy tadi katanya ingin bicara. Namun tiba-tiba tidak jadi.


"Memang kamu itu ingin bicara apa?" tanya Mesya.


"Kak Dion aja yang mengatakan," sahut Zoy yang mengalihkan pada Dion yang membuat yang lainnya heran.


"Memang ada apa Dion?" tanya Oma Elisabeth.


"Hmmm, aku langsung saja ingin bicara yang sebenarnya. Jika aku ingin menikah dengan Zoy," ucap Dion yang langsung to the point.


"Apah!" pekik Mesya, Lian dan Giselle dengan wajah terkejut mereka.


Kayra, Oma, dan Altarik juga kaget tapi tidak separah Mesya dan anak-anaknya yang seperti di sambar petir saja.


Namun Davin beda sendiri yang mana Davin malah tertawa dengan apa yang telah di dengarnya.

__ADS_1


"Wau akhirnya final juga dia mengatakan hal itu," batin Davin.


"Dion kamu itu jangan bicara sembarangan ingin menikah dengan Zoy. Kamu apakan anak saya hah!" ucap Mesya yang langsung berpikiran buruk. Siapa yang tidak kaget dengan anaknya yang hanya bisanya diam dan tiba-tiba sudah mau di nikahi saja.


"Benar kak Zoy di apai sama kak Dion, sembarangan mau menikahi kak Zoy. Kak Zoy jujur pasti sudah di *****-***** kan sama dia," ucap Giselle yang asal menuduh saja.


Dion mengkerutkan dahinya yang mendengar tuduhan palsu itu padanya. Sementara Davin hanya terus menahan tawanya. Di antar semuanya tegang dia sendiri yang menahan tawa yang sepertinya begitu lucu sampai Kayra harus bertindak menyenggol perut suaminya itu agar diam.


"Zoy kamu jangan bikin kaget semua orang dengan becandaan kamu yang tidak masuk akal ini. Apa-apaan coba kamu tiba-tiba mau menikah," ucap Mesya.


"Mah siapa yang becanda sih. Kak Dion itu memang serius ingin menikah denganku. Aku dan kak Dion serius untuk menikah dan kita tidak ngapain-ngapain sebelumnya. Jadi nggak usah pikir yang aneh-aneh," tegas Zoy.


"Kamu itu ngikut-ngikut aja Zoy. Jelas-jelas kakak yang mau nikah terlebih dahulu. Tapi kamu malah ikut-ikutan aja," sahut Lian.


"Sembarangan, siapa juga yang ikut-ikutan dengan kakak, jelas-jelas tadi Zoy yang sudah bicara terlebih dahulu yang ingin menikah dengan kak Dion. Tapi kak Lian datang tiba-tiba dan membicarakan semauanya," sahut Zoy.


"Ya tetap aja kamu sudah mendahului semuanya," sahut Lian yang tidak mau kalah.


"Sudah-sudah kenapa jadi bertengkar hanya karena menikah," sahut Oma dengan geleng-geleng melihat kelakukan cucunya yang membuat keributan.


"Dion, sekarang kamu jelaskan baik-baik apa maksud dari perkataan kamu benar kamu ingin menikah dengan Zoy?" tanya Oma.


"Iya Dion, ini jelas sangat mengejutkan kami semua karena ini berita yang tiba-tiba. Jadi jujur apa yang terjadi sebenarnya," ucap Altarik.


"Oma, Om saya sungguh-sungguh ingin menikah dengan Zoy. Ini bukan becandaan dan tidak ada yang salah. Saya benar-benar sangat serius," ucap Dion dengan apa adanya


Semua orang semakin kaget dengan pernyataan Dion yang sungguh-sungguh dengan wajah Dion yang benar-benar begitu serius.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2