Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 93


__ADS_3

Mentari pagi kembali tiba. Seperti biasa Kayra akan menyiapkan sarapan lagi untuk Brian yang mana Brian sudah bangun dan sudah memakai seragam sekolahnya.


"Mama buat sarapan apa?" tanya Brian menghampiri Kayra yang berada di dapur.


"Kita sarapan roti pakai selai saja ya. Soalnya mama tadi kesiangan bangun," ucap Kayra yang masih menyangkan susu untuk Brian.


"Baik mama tidak masalah," sahut Brian yang tidak masalah. Kayra tersenyum mendengar anaknya yang selalu mengerti dirinya itu.


Tingnong-tinnong.


"Siapa yang datang pagi-pagi begini?" tanya Kayra heran.


"Biar Brian yang lihat," sahut Brian yang langsung berlari menuju pintu untuk membuka pintu.


Pintu di buka silahkan masuk.


"Om baik," sahut Brian dengan suaranya yang berteriak yang terlihat begitu bahagia melihat kedatangan Davin. Dan Kayra dari dapur hanya melihat saja.


"Apa dia tidak ada pekerjaan datang pagi-pagi seperti ini," batin Kayra dengan kesalnya.


"Ayo om masuk!" ajak Brian yang langsung membawa Davin masuk.


"Ngapain kamu datang kemari?" tanya Kayra dengan wajah ketusnya.


"Aku tadi mau ke kantor dan tidak sengaja lewat. Lalu aku bawa sarapan untuk kalian ber-2," jawab Davin menunjukkan apa yang di bawanya.


"Wau sarapan apa?" tanya Brian yang tampak bahagia.


"Bubur ayam," jawab Davin.


"Wau enak sekali," sahut Brian yang begitu bahagianya yang langsung menarik Davin ke meja makan. Bahkan Brian mengambil bungkusan yang di pegang Davin untuk langsung di nikmatinya.


"Ayo Mama juga duduk!" tidak lupa Brian pasti memanggil mamanya dan duduk di depan Davin dan malah Brian yang melayani Kayra dan Davin. Karena memang Davin membawa 3 kotak bubur.


"Brian sudah boleh makan Om?" tanya Brian.


"Sudah boleh," sahut Davin tersenyum..Brian mengangguk dan langsung makan.


"Kamu juga sarapan Kayra!" ucap Brian dengan lembut menyuruh Kayra.


"Kamu tidak seharusnya repot-repot membawakan sarapan seperti ini," sahut Kayra.


"Tidak masalah bagiku," sahut Davin, "makanlah!" suruh Davin lagi. Kayra tidak banyak bicara lagi dan akhirnya memakan makanan itu walau dari wajahnya terlihat raut wajah yang seperti orang terpaksa. Namun Davin tersenyum yang bahagia. Jika kali ini Kayra tidak marah sama sekali. Walau dari wajah Kayra memang terlihat marah sih.


**********


Kayra berada di rumah sakit yang kebetulan memeriksa Zoy yang di kamar sendirian dan tidak tau di mana keluarga Zoy. Kayra juga tidak menanyakan hal itu.


"Apa perut kamu masih terasa sakit?" tanya Kayra sembari mengusap-usap bagian perut Zoy.

__ADS_1


"Aku merasa sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya," jawab Zoy.


"Syukuran kalau begitu. Ada kemungkinan sore ini juga bisa pulang. Kalau memang sudah merasa jauh lebih baikan," ucap Kayra.


"Aku merasa lega. Kalau sudah di perbolehkan untuk pulang. Karena sangat membosankan jika ada di rumah sakit," ucap Zoy.


"Kamu harus minum obat teratur dan iya jaga makanannya, jangan makan pedas berlebihan dan juga jangan terlalu berminyak," ucap Kayra memberi saran.


"Makasih Dokter Kayra," sahut Zoy membuat Kayra tersenyum.


"Aku tidak percaya bisa bertemu dengamu lagi dan sekarang kamu sudah menjadi seorang Dokter itu suatu hal yang tidak terduga," ucap Zoy.


"Semuanya bisa tidak terduga," sahut Kayra simple menanggapi perkataan itu, "baiklah kalau begitu aku keluar dulu. Kamu istirahat lah," ucap Kayra yang pamit langsung dan Zoy hanya mengangguk saja.


"Dia sekarang Dokter. Itu artinya kehidupannya selama ini baik-baik saja walau tanpa kak Davin. Ya dia memang wanita yang hebat bisa mandiri dan bahkan membuktikan jika dia tidak butuh harta dari kak Davin," batin Zoy yang salut dengan Kayra yang bisa sukses tanpa Davin.


**********


Karena sekali Kayra memberikan izin untuk Davin menjemput Brian beberapa hari ini Brian terus di jemput Davin dan bahkan mengajak Brian jalan-jalan supaya Brian tidak jenuh.


Sama dengan seperti sekarang ini yang mana Brian sedang makan bersama Davin di salah satu Restaurant.


"Enak Brian?" tanya Davin.


"Sangat enak, sangat lezat" sahut Brian yang begitu lahap memakan Hamburger tersebut.


"Benarkah?" tanya Brian yang tidak percaya.


"Iya Brian tampan," sahut Davin mengacak-acak rambut Brian membuat Brian tertawa.


"Mama kenapa lama sekali datangnya?" tanya Brian yang ternyata juga menunggu Kayra.


"Sebentar lagi pasti datang dan mungkin masih di jalan," sahut Davin.


"Baiklah, Brian tunggu saja," sahut Brian.


"Nah itu mama kamu!" tunjuk Davin yang melihat kedatangan Kayra dan Brian langsung melambaikan tangannya untuk mengajak kemejanya. Kayra tersenyum dan langsung menghampiri Brian dan Davin.


"Mama!" sapa Brian.


"Iya sayang," sahut Kayra tersenyum dengan mencium pipi Brian, "maaf mam lama," ucap Kayra.


"Tidak apa-apa mama," sahut Brian dengan tersenyum lebar.


"Kamu makannya jangan buru-buru, pelan-pelan saja," ucap Kayra yang duduk di samping Brian tepat di depan Davin.


"Baik mah. Mama juga langsung makan saja. Tadi Brian sudah pesankan makanan untuk mama," ucap Brian.


"Makasih Brian," sahut Kayra. Davin hanya tersenyum melihatnya.

__ADS_1


"Ayo Kayra makan!" titah Davin.


"Hmmm," sahut Kayra menjawab dengan deheman.


"Brian mau tambah minumnya lagi?" tanya Davin.


"Tidak pah," jawab Brian. Mendengar Brian mengucapkan 1 kata itu membuat Kayra terdiam dan langsung melihat ke arah Brian dengan wajahnya yang terkejut.


"Apa Brian bilang barusan?" tanya Kayra.


"Papah," sahut Brian dengan jujur dan Davin terdiam dengan menghela napasnya


"Brian manggil Om...." sahut Kayra.


"Mama sekarang kata Om baik. Brian harus manggilnya papa bukan Om lagi. Karena papa bilang Brian ini anaknya dan papa itu adalah papa Brian," jelas Brian dengan polosnya yang membuat Kayra terkejut dan langsung melihat ke arah Davin dengan menatap Davin horor.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Kayra.


"Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan," sahut Brian membuat Kayra melotot dengan menahan amarahnya.


"Brian tunggu di sini ya. Mama pergi sebentar dengan Om Davin," ucap Kayra.


"Baik mah," sahut Brian dengan lahapnya makan.


"Ikut dengan ku!" ajak Kayra. Davin tidak masalah dan langsung berdiri dari duduknya dan mengikuti Kayra.


Kayra dan Davin berada di koridor-koridor yang mereka sekarang berhadapan.


"Lancang sekali kau menyuruh anakku untuk memanggilmu dengan sebutan papa. Kau pikir dia anakmu," ucap Kayra yang langsung emosi.


"Dia memang anakku," sahut Davin.


"Apa yang kau katakan Davin. Aku sudah mengatakan berkali-kali. Brian bukan anakmu dan kau tidak bisa berbuat seenakmu," sahut Kayra yang menguatkan volume suaranya.


"Bukan aku yang seenaknya Kayra. Tapi kau. Kau memisahkan ku dari anakku sendiri. Kau boleh marah kepadaku, membenciku dan apapun itu. Tetapi kau tidak bisa memisahkan aku dengan Brian," sahut Davin.


"Tetapi Brian bukan anakmu," tegas Kayra.


"Aku melakukan tes DNA dan Brian adalah darah dagingku," sahut Davin membuat Kayra terkejut dan bahkan Davin menunjukkan bukti hasil tes DNA itu pada Kayra dan membuat Kayra semakin schock tanpa sepengetahuannya Davin melakukan tes DNA.


"Kau melakukan tes DNA di belakangku?" tanya Kayra menekan suaranya.


"Jika tidak seperti itu kau tidak akan pernah jujur," sahut Davin.


"Kau lancang Davin," sentak Kayra.


"Tanpa tes DNA aku juga sudah punya feeling. Jika Brian anakku. Namun aku ingin tetap memastikannya dan terbukti dia memang adalah putraku!" tegas Davin membuat dada Kayra kembang kempis yang tidak percaya Davin bisa melakukan hal itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2