Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 22 Sama-sama kaget


__ADS_3

Pernikahan Kayra dan juga Davin tidak mengubah apapun untuk Kayra sesuai syarat yang di mintanya pada Davin, Kayra tetap bekerja di Perusahaan tempatnya bekerja. Davin memang tidak melarangnya dan membiarkannya saja untuk bekerja atau kuliah. Karena setelah menikah hidup mereka pun akan masing-masing.


Seperti sekarang ini Kayra kembali bekerja setelah sudah banyak libur.


" Huhhhh, aku sudah lama meninggalkan kantor. Jadi banyak pekerjaan yang terbengkalai," batin Kayra yang duduk di kursinya di bagian mejanya dengan karyawan yang lain di mana meja-meja itu yang di berikan sekat-sekat.


Kayra langsung membuka laptopnya dan langsung mengerjakan pekerjaannya yang terbengkalai dengan cepat.


" Kayra!" tegur seorang Pria yang tiba-tiba menghampirinya Pria itu tampak muda dan sangat tampan juga berwibawa.


" Pak Aldo," Kayra langsung berdiri dengan menundukkan kepalanya.


" Kamu keruangan saya sebentar ya!" perintah Aldo.


" Baik pak," sahut Kayra menarik napas panjang dan membuatnya perlahan kedepan. Lalu mengikuti Pria itu menuju ruangannya.


" Silahkan duduk!" perintah Aldo ketikan Kayra sudah masuk. Kayra pun langsung duduk.


" Hmmm, ada apa ya bapak memanggil saya?" tanya Kayra.


" Hmmm, saya hanya ingin meminta kamu untuk kunjungan ke Perusahaan utama. Perusahaan Fleksi untuk memberi laporan pada direktur Perusahaan," ucap Aldo yang mengajak Kayra untuk menemaninya.


" Saya pak?" tanya Kayra tampak heran.


" Benar Kayra," sahut Aldo.


" Tapi pak. Sayakan baru bekerja di sini 2 bulan dan saya juga tidak pernah terjun lapangan apa lagi presentasi. Jadi sangat aneh. Jika tiba-tiba saya harus menemani bapak menemui pimpinan yang adanya saya akan terlihat bodoh nantinya," ucap Kayra dengan gugup yang merasa tidak percaya diri.


Aldo tersenyum mendengarnya. " Kamu itu kenapa jadi tidak percaya diri. Anggap saja ini peluang untuk kamu. Dari menemani saya sampai pada akhirnya kamu yang menemui sendiri nantinya. Kamu bisa belajar banyak dan ini bukannya akan menjadi kesempatan untuk kamu, mengekspore diri. Karena orang yang bekerja di perusahaan itu pasti ingin naik tingkat dan kamu tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang ada," jelas Aldo memberi masukan.


" Iya pak, tapi ini terlalu cepat untuk saya," sahut Kayra yang terlihat gugup.


" Jangan khawatir saya kan ada. Kamu hanya menemani dan tidak perlu melakukan apa-apa. Supaya kamu juga bisa tau di mana Perusahaan inti dan terlebih lagi tau pimpinannya siapa. Jadi jangan takut. Kamu hanya perlu yakin dan percaya diri. Maka semuanya akan baik-baik saja," ucap Aldo menegaskan.


" Ya ampun, kenapa harus aku sih," batin Kayra yang terlihat ragu.


" Kamu bisakan Kayra?" tanya Davin.

__ADS_1


" Hmmm, i-iya pak, saya akan mencobanya," sahut Kayra mau tidak mau harus menurut.


" Baiklah kalau begitu, jam makan siang nanti kita akan pergi," sahut Aldo.


" Ya sudah pak. Kalau begitu saya permisi dulu!" ucap Kayra langsung berdiri. Aldo mengangguk.


" Kayra tunggu!" panggil Aldo membuat Kayra tidak jadi membalik badan.


" Ada apa lagi pak?" tanya Kayra.


" Tumben sekali kamu memakai cincin," ucap Aldo melihat cincin di jari manis Kayra dan sepertinya Aldo sering memperhatikan Kayra makanya tiba-tiba bertanya jika ada sesuatu yang lain dari Kayra.


" Oh, ini cincin pern..-" Kayra tidak jadi melanjutkan kata-katanya.


" Pernikahan itu adalah rahasia aku dan Davin sudah sepakat. Dan aku tidak bisa mengumbar pernikahanku," batin Kayra.


" Cincin apa Kayra?" tanya Aldo yang sepertinya ingin tau jawaban dari Kayra.


" Hmmmm, ini cincin pemberian, makanya di pakai," jawab Kayra bohong.


" Apa cincin itu sangat penting makanya kamu memakainya?" tanya Aldo.


" Sepertinya orang yang memberinya sangat special," ucap Aldo lagi. Kayra menanggapi hanya dengan senyum tipis saja.


" Ya sudah pak, kalau begitu saya permisi dulu! mari pak!" ucap Kayra pamit dan sebelum pamit Kayra menundukkan kepalanya. Aldo hanya mengangguk saja.


" Apa temannya seorang pria, apa itu sangat special untuknya," batin Aldo yang terlihat penasaran dengan Kayra.


**********


Akhirnya Kayra dan Aldo pun berangkat ke Perusahaan utama. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam akhirnya mereka sampai.


Kayra turun dari mobil bersama Aldo. Kayra tampak feminim dengan blouse putih yang di padukan dengan rok hitam yang sepahanya yang membuatnya begitu cantik dan seperti sekretaris. Walau kenyataan dia bukan sekretaris.


" Ayo Kayra!" ucap Aldo. Kayra mengangguk walau sebenarnya dia begitu gugup sekali.


Perusahaan besar itu membuat Kayra semakin gugup. Kayra tidak percaya bisa menginjakkan kaki di tempat itu. Rekan-rekan kerjanya juga berlomba-lomba naik jabatan agar bisa di oper ke Perusahan Flxy itu dan dia sudah kesana saja tanpa ada persiapan. Jadi wajar jika Kayra begitu gugup.

__ADS_1


" Ya Allah, besar sekali Perusahan ini. Aku tidak pernah membayangkan akan ada di sini, semoga saja aku tidak malu-malu in nanti," batin Kayra dengan kepalanya yang berkeliling yang melihat besar dan luasnya Perusahaan tersebut.


********


Davin berada di ruangannya yang duduk di sofa dengan satu kakinya di letakkan di pahanya yang mana membuka-buka dokumen yang barusan di berikan Reyhan kepadanya yang berdiri di hadapannya.


" Hmmm, laporan yang kemarin bagaimana?" tanya Davin.


" Nanti saya akan kirim lewat email bos," sahut Reyhan.


" Baiklah, secepatnya kirim," ucap Davin.


" Iya Bos," sahut Reyhan.


" Oh, iya bagaimana anak perusahan di Jakarta Selatan. Aku belum mendapatkan laporannya?" tanya Davin.


" Siang ini Pak Aldo akan berkunjung kemari," jawab Reyhan.


Tok-tok-tok-tok. Pintu ruangan Davin di ketuk.


" Pak, Davin tuan Aldo di depan," sahut suara seorang Wanita dari balik pintu.


" Suruh dia masuk!" perintah Davin.


" Baik pak," sahut wanita itu.


" Baru di bilang sudah ada orangnya," gumam Davin dan tidak lama pintu ruangan itu pun di buka. Yang mana Davin masih membolak-balik dokumen yang di berikan Reyhan dan Reyhan melihat ke arah pintu.


Namun kaget ketika melihat Kayra yang berada di belakang Pria itu. Kayra juga kaget melihat Reyhan.


" Reyhan, kok ada di sini," batin Kayra bingung yang belum melihat Raihan ada di ruangan itu yang membuatnya bertanya. Ekspresi wajah Reyhan juga bertanya-tanya dengan kehadiran Kayra dan Reyhan bahkan sudah menebak-nebak.


Sementara Davin masih tetap pada kesibukannya membuka-buka berkas tersebut sampai akhirnya Davin pun melihat ke arah tamunya dan bersamaan dengan Kayra yang juga melihat ke arah Davin. Kayra dan Davin sama-sama kaget dengan mata mereka yang sama-sama terbelalak kaget.


" Ngapain dia di sini, Davin dan Reyhan ada di sini. Apa mungkin, " batin Davin bingung.


" Kok, dia ada di sini. Jangan bilang," batin Kayra menduga-duga di dalam hatinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2