Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 60 Melewati malam panas.


__ADS_3

" Kau berteriak," sahut Anna.


" Aku hanya bertanya. Tetapi kau lah yang membuatku berteriak," sahut Davin dengan kesal.


" Enak sekali diri mu masuk-masuk sembarang dan sekarang marah-marah, berteriak sesukamu kepada ku," sahut Kayra marah-marah.


" Aku hanya bertanya Kayra!" teriak Davin menekan suaranya.


" Apa menurutmu aku harus terus menjawab apa yang kau ingin kau tau. Aku bukan siapa-siapa mu Davin. Aku tidak harus menjawab semua yang ingin kau ketahui," ucap Kayra yang begitu marah pada Davin.


" Aku tidak ingin ribut denganmu. Aku sudah mengatakan jangan mencampuri urusanku dan aku juga tidak mencampuri urusanmu. Jadi jangan memancing keributan. Aku tidak ingin mendengar suara mu yang marah-marah," sahut Kayra yang merendahkan suaranya.


" Aku tidak akan marah-marah. Jika kau bisa berbicara baik-baik!" tegas Davin yang tampak kesal.


" Bagaimana aku tidak kesal jika kau selalu mau melakukan apa yang kau inginkan," sahut Kayra.


" Apa yang aku lakukan. Kau saja yang berlebihan Kayra. Aku hanya datang kemari ingin memastikan kondisimu," sahut Davin membuat Kayra mendengus kasar mendengar alasan yang membuatnya semakin marah.


Kayra yang merasa lemas dan tidak sanggup bertengkar dengan Davin akhirnya menghampiri Davin dan langsung mendorong Davin.


" Keluar dari sini! Kepalaku semakin sakit mendengar suaramu dan semua alasanmu!" tegas Kayra mendorong Davin dengan kedua tangannya, wajahnya yang tampak memerah dan 2 bola mata itu tampak berkaca-kaca.


" Kau berani mengusirku!" bentak Davin tepat di hadapannya.


" Iya kenapa? jika aku berani mengusirmu hah! Kau marah. Kau ingin memulangkan ku ke Indonesia. Baik aku akan pulang sekarang juga. Biar kau mengurus sendiri urusan, hubunganmu itu dengan dia. Kau saja yang mengurusnya tanpa menjadikan ku sebagai alat," ucap Kayra marah-marah dengan matanya yang berkaca-kaca.


Sepertinya Kayra bukan marah tetapi cemburu dan pasti ini ulah Reyhan yang terlalu kompor bicara.


" Apa yang kau katakan. Kau kembali mengaitkan semua ini dengan Pricilla!" tebak Davin.


Kayra mengeluarkan senyum miringnya.


" Aku tidak peduli dengannya dan tidak ada urusan dengan kalian ber-2. Aku bahkan kemarin meminta maaf karena kau mengancamku untuk memulangkan ku karena aku dan Pak Aldo yang pergi dan pulang lama. Tapi apa yang kau lakukan. Kau itu egois. Aku berusaha untuk menjaga diri. Agar kau tidak marah dan tidak berpikiran yang tidak-tidak kepadaku. Aku hanya diam dan di rumah sakit dan di kamar tanpa melakukan apa-apa agar kau tidak marah dan kau malah melakukan semuanya yang kau inginkan dan lagi-lagi menjadikanku untuk menutupi semuanya. Kau pergi bersamanya menghabiskan waktu bersamanya dan sekarang masuk kekamar ku dengan bertanya keadaanku. Kau itu sungguh pemain yang hebat Davin. Kau bisa menjadi beberapa orang. Kau itu hanya memanfaatkan situasi. Alasan mengajakku ke Dubai tetapi apa hanya untuk kencan mu bersamanya," ucap Kayra yang terlihat mengeluarkan isi hatinya atas kemarahannya dengan kedekatannya Davin pada Pricilla.


Davin hanya mendengar dan melihat mata Kayra berkaca-kaca yang mengatakan hal itu yang seperti kemarahan karena sesuatu.


" Kau cemburu Kayra!" sahut Davin menebak.


Davin pasti punya alasan kenapa bisa menebak hal itu. Karena wajah Kayra jelas menunjukkan rasa cemburunya.


Kayra mendengarnya hanya mengeluarkan senyum sinis yang semakin membenci Davin.


" Cemburu! untuk apa aku cemburu. Aku tidak ada perasaan kepadamu. Aku hanya tidak terima. Jika kau harus menggunakan ku untuk bersenang-senang dengannya dan marah-marah kepadaku jika aku bersama orang lain. Kau tidak adil Davin. Kau membuat dirimu bebas dan aku menjadi terkurung yang tidak bisa apa-apa. Kau mencuri kebebasanku dan ini tidak ada di dalam kontrak pernikahan kita," ucap Kayra dengan suaranya yang semakin lama semakin memelan dengan ungkapan hatinya sampai membuat air matanya menetes.


Davin yang di balut dengan gairah dan perasaannya yang tiba-tiba tidak dapat di mengertinya dengan perasaannya yang aneh dan melihat Kayra seperti itu membuat dirinya merasa bersalah.


" Pergilah dari sini!" usir Kayra yang dengan napas berat yang tampak semakin lelah dan lemas menghadapi Davin.


Namun di detik berikutnya tangannya yang ingin mendorong Davin keluar dari kamar itu. Namun Davin langsung di tarik sehingga tubuh Kayra mendekat pada Davin dan Davin langsung mencium bibir Kayra yang sejak tadi marah-marah.

__ADS_1


" Mpt, mpt!" Kayra tampak kaget dan langsung memberontak dengan memukul-mukul dada Davin. Namun Davin tidak menghentikan ciumannya dan semakin dalam mencium Kayra.


Davin terlihat menggebu-gebu mencium Kayra, sedikit kasar dan pasti begitu memaksa. Ini mungkin pengaruh obat yang di berikan Wulan kepadanya dan bertambahnya emosinya pada Kayra dan juga dengan kata-kata Kayra.


Amarah dan perasaan yang tidak bisa di jelaskan yang membuatnya akhirnya mencium paksa wanita yang sejak tadi memberontak itu.


" Aku tidak tau apa yang aku lakukan. Tetapi mungkin memang ini harus aku lakukan," batin Davin semakin menggebu-gebu mencium wanitanya itu.


Kayra pasrah dan tidak bisa melakukan apa-apa. Tangannya yang sejak tadi memukul Davin perlahan melemah dan meremas baju Davin yang merasakan ciuman Davin yang penuh sensasi.


Ciuman yang kasar dan menggebu-gebu itu berubah menjadi ciuman lembut ketika tidak ada penolakan lagi dari Kayra. Ciuman yang berubah manis dan lembut yang bisa membawa Kayra melayang sampai terbang keatas.


Hati Kayra yang penuh dengan amarah mungkin ingin menolak Davin. Tetapi tidak tau kenapa tubuhnya seakan ingin mendapatkan yang lebih dari Davin.


Sementara di luar sana akhirnya Reyhan mendapatkan wanita yang di inginkan bosnya. Reyhan pun membawa wanita itu memasuki hotel yang pasti menuju kamar Davin. Dan Pricilla yang berencana menyusul Davin ke hotel yang ingin dekat dengan Davin dan Davin melampiaskan hasratnya kepadanya sesuai dengan apa yang di rencanakan mamanya.


Akhirnya Pricilla menyusul ke hotel yang mana dia hanya menyebrang jalan saja. Namun Pricilla juga melihat Reyhan yang berjalan bersama seorang wanita yang begitu seksi.


" Siapa wanita itu," gumam Pricilla bertanya-tanya. Karena penasaran akhirnya Pricilla mempercepat langkahnya untuk mengikuti Reyhan dan wanita yang berpenampilan seksi tersebut.


Sampai akhirnya tiba di kamar di mana Davin menginap. Pricilla melihat wanita itu memasuki kamar hotel yang mana setau Pricilla Davin cek in di sana. Pricilla begitu terkejut dan langsung berlari sepertinya ingin mencegahnya.


" Reyhan!" Panggil Pricilla saat Reyhan menutup pintu kamar hotel dari luar dan wanita itu sudah masuk kedalam sana.


" Nona Pricilla," sahut Reyhan heran.


" Wanita," sahut Reyhan apa adanya yang berdiri di depan pintu.


" Aku tau wanita. Maksudku siapa dia kenapa masuk sembarangan ke kamar Davin," sahut Pricilla dengan wajahnya panik.


" Saya hanya di suruh tuan Davin untuk mencarikan wanita," jawab Reyhan. Pricilla begitu kaget mendengarnya sampai matanya melotot ingin keluar.


" Davin ada di dalam?" Tanya Pricilla dengan suara tertahannya dan Reyhan mengangguk bohong.


Padahal dia tau bosnya itu ada di kamar istrinya dan tidak mungkin Reyhan mengatakan hal itu agar semua baik-baik saja. Bisa berabe semuanya. Karena Reyhan sudah di tugaskan mencari wanita dan menyuruhnya untuk di kamarnya.


" Tidak mungkin Davin!" Pricilla yang tampak tidak terima ingin masuk namun di halangi oleh Reyhan.


" Maaf nona, nona tidak bisa masuk!" ucap Reyhan.


" Aku harus menghentikan Davin dia tidak bisa di sana," tegas Pricilla.


" Tetapi tetap tidak bisa nona. Tuan Davin tidak ingin di ganggu," ucap Reyhan menegaskan.


" Tidak mungkin Davin. Kamu lebih memilih melampiaskan semuanya kepada wanita lain. Dari pada aku. Tidak Davin," batin Pricilla yang terlihat marah dan tidak terima dengan Davin yang berada di kamar itu bersama wanita lain.


Ternyata Davin masih bersama Kayra yang mana sekarang mereka sudah berada di atas tempat tidur dengan Davin menindih Kayra. Dengan ciuman yang bukan hanya di bibir saja. Tetapi ciuman itu berpindah pada leher Kayra, memberikan tanda-tanda kepemilikan di sana, gairah nya yang semakin meningkat yang mungkin memang akan di lampiaskannya pada istrinya.


Tidak hanya itu tangannya juga terlihat menurunkan dress tidur yang di pakai Kayra. Sementara Kayra hanya memejamkan matanya yang terlihat menikmati sentuhan dari Davin.

__ADS_1


Dress yang di pakai Kayra bahkan sudah turun kebawah dan pemperlihatkan pakaian dalamnya bagian atas. Davin menghentikan sementara ciuman itu untuk bisa melepas pakaiannya dari tubuhnya. Kayra yang merasa ada yang hilang membuka matanya perlahan dan melihat Davin yang membuka kemeja dan memperlihatkan tubuhnya yang sempurna dada kekar kotak-kotak impian semua wanita.


Pandangan mata Kayra terlihat sayu. Mungkin karena kondisi yang juga sakit dan Davin pasti bisa merasakan tubuhnya yang masih hangat.


Davin yang di balut gairah yang semakin panas kembali menindih Kayra yang ingin mencium kembali bibir yang sejak tadi mengeluarkan napas yang saling memburu itu. Namun Kayra menahan dada bidang Davin sehingga membuat mata mereka saling bertemu.


" Kau mau apa Davin?" tanya Kayra dengan suara seraknya. Davin bukannya menjawab dan langsung meraih kembali bibir itu.


Dia sudah tidak peduli Kayra setuju apa tidak dengan apa yang di lakukannya. Bahkan melupakan kondisi Kayra yang sedang sakit. Kayra masih berusaha untuk menghentikan Davin dengan mendorong Davin. Namun apa daya Davin tidak akan berhenti begitu saja dan Kayra kembali pasrah yang mana tubuhnya juga ikut panas dan menginginkan yang lebih lagi.


Semakin lama permainan itu semakin panas. Davin semakin tidak bisa mengontrol dirinya. Tubuh mereka juga sudah sama-sama polos yang hanya berada di dalam selimut. Seluruh tubuh istrinya di bawah sana di sentuhnya. Memberi banyak tanda kepemilakan pada tubuh yang terasa hangat itu.


Davin semakin tidak bisa menahan dirinya. Yang benar-benar ingin menuntaskan secepatnya hasratnya setelah banyak melakukan pemanasan. Kepalanya terangkat untuk melihat wanita di bawah sana.


Davin menatap Kayra dalam-dalam dengan pandangan gairah. Namun mata Kayra masih terlihat menolak jika Davin harus melakukan itu. Tetapi bibirnya tidak sanggup untuk mengatakan hal itu.


" Maafkan aku. Aku harus melakukanny," ucap Davin yang dalam sadarnya meminta izin pada Kayra.


Mungkin itu pertama kali Kayra mendengar kata maaf dari Davin, sehingga membuat Kayra diam yang tidak bisa berkata apa-apa. Namun di titik berikutnya ekspresi Kayra berubah menjadi kesakitan bahkan sampai memejamkan matanya dengan tangannya yang meremas kuat seprai dan terlihat butir air mata menetes di ujung pelupuk matanya.


" Davin aku mohon hentikan!" suara tertahan menahan sakit itu terdengar dari mulut Kayra.


Davin melihat ke arah Kayra yang kepalanya miring kekanan dengan terpejam yang benar-benar merasakan sakit luar bisa.


" Aku tidak mungkin berhenti Kayra," batin Davin yang sepertinya tidak tega namun hasratnya tidak tertahankan.


Dia menyadari dia begitu bajingan. Dia tau Kayra sedang sakit dan bahkan merasakan lemasnya tubuh Kayra. Namun egoisnya dia memaksa Kayra untuk berhubungan yang di pastikan ini pertama kali untuk Kayra.


Dia menahannya sebentar tanpa menarik kembali apa yang sudah di masukkannya. Untuk membuat Kayra nyaman dan terbiasa. Saat Kayra kembali meluruskan kepalanya untuk melihat Davin. Di detik itu juga Davin kembali mencium bibirnya dan membuat untuk memberi kenyamanan pada Kayra.


Tidak ada waktu untuk Davin, dia melanjutkan apa yang harus di tuntaskan memompa dengan tempo perlahan untuk melampiaskan hasratnya dan memberi kepuasan kepada Kayra di bawah sana yang sepertinya Kayra mulai menikmatinya walau terlihat jelas masih menahan rasa sakit.


Sementara di luar kamar mereka Pricilla terlihat gelisah, resah dengan beberapa kali menyibakkan rambutnya kebelakang dengan mengusap wajahnya beberapa kali. Bahkan terlihat meneteskan air mata.


Dia merasa sakit. Saat pria yang di cintainya bercinta dengan wanita lain di dalam kamar itu. Pelampiasan hasrat pada wanita lain. Dia merasa sakit hati dengan Davin yang lebih memilih orang lain di bandingkan dirinya.


Itu hanya pikiran Pricilla saja. Tetapi pada kenyataannya Davin menuntaskan semua itu pada istrinya. Pasangan halalnya yang mana percintaan mereka ber-2 masih berlanjut dan terdengar suara-suara indah di dalam kamar yang kedap suara tersebut.


Ke-2 saling menikmati yang memberikan kepuasan masing-masing. Tidak tau berapa lama Davin melakukan hal itu pada Kayra. Yang jelas Kayra terlihat sudah begitu lelah dan bahkan nyaris tidak sadarkan diri.


Jika di turuti mungkin Davin bisa melakukannya sampai beberapa jam kedepan. Melihat kondisi Kayra yang seperti itu membuatnya tidak tega dan menghentikan permainannya dengan menyemburkan ribuan benihnya kerahim Kayra. Dan Kayra merasakan begitu hangat di dalam rahimnya.


Kayra sudah begitu lemas dan tidak sanggup untuk mmebuka matanya. Davin mencium lembut kening Kayra, mencium pipinya dengan lembut dan berakhir dengan mengecup bibir itu.


Lalu menjatuhkan tubuhnya di samping Kayra dengan napas yang terlihat naik turun. Keringat yang membasahi tubuhnya. Davin menoleh ke sampingnya dan melihat Kayra yang sudah berbaring miring membelakanginya.


Davin langsung memeluk tubuh polos itu yang terasa hangat dan menarik selimut untuk menutupi tubuh ke-2nya dan perlahan Davin memejamkan matanya setelah mendapat kepuasannya. Ya bisa di katakan pasti masih kurang. Tetapi dia tidak tega melihat Kayra yang begitu lemah. Dia juga masih punya hati.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2