Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 156


__ADS_3

Aldo dan Kayra berada di luar perusahaan yang berdiri saling berhadapan dengan wajah Kayra yang terlihat begitu mengkhawatirkan sesuatu.


" Kayra ada apa?" tanya Aldo.


" Aldo mamanya Pricilla bohong kan dengan apa yang dia katakan tadi. Tidak mungkinkan


dia akan menuntut Davin. Apa yang di katakannya pasti tidak benarkan?" tanya Kayra yang penuh rasa khawatir. Wajahnya. memang sangat mengkhawatirkan Davin.


" Kayra kamu tenang dulu. Kamu jangan panik seperti ini," ucap Aldo yang malah ikut panik yang melihat Kayra seperti itu.


" Aldo bagaimana aku tidak panik dengan apa yang di katakan Tante Wulan tadi. Aldo aku mohon sama kamu tolong kamu bilang kepada Tante Wulan, tolong jangan bawa masalah ini ke dalam hukum. Davin tidak bersalah. Davin hanya menyelamatkanku. Apa yang terjadi semua gara-gara aku. Dia tidak sengaja mendorong Pricilla. Aku mohon Aldo kamu tolong bilang sama Tante Wulan agar dia tidak memperpanjang masalah yang terjadi," ucap Kayra dengan penuh kecemasannya.


Dia benar-benar sangat takut jika Davin harus di penjara gara-gara apa yang terjadi .


" Kayra tenanglah!" ucap Aldo memegang bahu Kayra di mana Kayra mengusap wajahnya Kayra terlihat sangat mencemaskan Davin.


" Bagaimana aku bisa tenang Aldo. Aku tidak bisa tenang dengan apa yang terjadi. Kamu dengar sendiri. Jika Tante Wulan akan membawa masalah ke polisi jika Davin tidak...." Kayra tidak melanjutkan kalimatnya karena mengingat perkataan Wulan.


Sudah bisa di simpulkan Kayra. Jika apa yang di katakan Wulan adalah ancaman. Di mana Wulan memanfaatkan kondisi Pricilla membuat Davin dan Kayra berpisah.


" Kenapa semuanya seperti ini!" air mata Kayra keluar dengan ke-2 tangannya berada di wajahnya. Yang mana posisinya memang begitu sulit.


" Kayra tenanglah!" Aldo berusaha menenangkan Kayra dan Kayra yang menangis dengan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya membuat Aldo begitu kasihan kepada Kayra dan Aldo refleks membawa Kayra kedalam pelukannya.


Kayra menangis terisak-isak di dada sebelah kirinya Aldo dengan telapak tangannya yang masih menutup wajahnya.


" Aku tidak tau apa Aldo hiks. Ini kecelakaan yang tidak di inginkan hiks. Davin tidak bersalah. aku mohon Aldo tolong bujuk mereka. Tolong bujuk mereka agar tidak melakukan tindakan itu. Aku mohon Aldo," ucap Kayra yang menangis terisak-isak.


Isi kepala Kayra sudah begitu banyak. Bahkan semenjak kejadian Pricilla. Davin yang menjauh darinya. Belum pernah dia menangis. Hanya air mata yang keluar. Mungkin ini adalah gambaran hatinya yang benar-benar sangat lelah dengan semua yang telah terjadi selama ini. Jika mengeluarkan tangisan akan membuatnya jauh lebih baik dari pada harus menahan semuanya sendirian.

__ADS_1


Di tengah tangisan Kayra. Tiba-tiba tangan Kayra ditarik dari Aldo yang tak lain adalah Davin yang membawa Kayra ke sisinya.


" Davin!" lirih Kayra. Wajah dingin Davin melihat serius ke wajah Kayra yang penuh dengan air mata dan berpindah pada wajah Aldo yang begitu simpatik pada istrinya.


" Apa kau tidak punya suami harus menangis di pelukan pria lain!" ucap Davin menekan suaranya yang terlihat sangat marah melihat Kayra berpelukan dengan Aldo.


" Apa yang kau katakan?" tanya Kayra dengan suaranya yang serak.


" Kau pikir aku buta! masih bisa kau bertanya!" ucap Davin menguatkan Volume suaranya.


" Pak Davin. Bapak salah paham. Saya hanya mencoba menenangkan Kayra," sahut Aldo yang tidak mau mendapat masalah.


Brukkkk Davin langsung melayangkan pukulan ke wajah Aldo membuat wajah Aldo memar seketika. Kayra terkejut melihatnya dengan menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya.


" Davin apa yang kau lakukan? kenapa memukulnya?" ucap Kayra dengan berteriak yang melihat perbuatan Davin.


" Kau membutuhkan ketenangan dari dia hah! apa kau sudah tidak menganggap aku sebagai suamimu. Bisa-bisanya kau berpelukan dengannya dia!" teriak Davin menunjuk Aldo.


Kayra geleng-geleng dengan kata-kata Davin seolah yang di lakukannya adalah kesalahan besar dan yang di lakukan Davin tidak berati apa-apa. Kayra langsung pergi dari hadapan Davin. Tidak ingin mendengar banyaknya Davin berkata-kata lagi.


" Kayra!" panggil Davin. Kayra tidak perduli dan terus berlari. Davin melihat ke arah Aldo.


" Ini peringatan untukmu. Jangan sekali-kali kau berani mendekati istriku. Aku tidak akan pernah mengampunimu," tegas Davin menunjuk tepat di wajah Aldo dan Davin langsung pergi.


Aldo membuang napasnya dengan kasar secara perlahan. Dia juga ingin menjelaskan agar Davin tidak salah paham. Namun apa yang terjadi Davin malah memukulnya sebelum dia menjelaskan.


Sementara Kayra berjalan cepat menuju parkiran dengan beberapa kali menyeka air matanya. Dia tidak menyangka Davin bisa-bisanya menyalahkannya dan meneriakinya dan menuduhnya yang paling membuat Kayra begitu sakit.


Bagaimana tidak Kayra baru saja mendengar kata-kata Pricilla dan Davin di sana tadi dan belum lagi ancaman Wulan dan dia yang di salahkan yang seperti di anggap wanita yang seperti apa.

__ADS_1


" Kayra!" Davin memanggilnya sembari mengejar Kayra. Kayra tidak mau mendengarnya atau berhenti sebentar saja dan sampai akhirnya Davin berhasil menarik tangan Kayra.


" Mau kemana kamu? apa setelah melakukan semua ini kamu mau pergi begitu saja. Seakan-akan aku yang bersalah," ucap Davin kembali marah-marah pada Kayra.


Mendengar kata-kata Davin membuat Kayra semakin sakit. Ya Davin tidak menyadari apa yang di lakukannya dan seolah tidak bersalah dan bahkan menyalahkan Kayra.


" Lepaskan aku! aku mau pulang!" Kayra dengan kasar melepaskan tangannya dari Davin dan langsung pergi dari hadapan Davin dan Davin kembali menarik tangannya dan langsung menarik Kayra membawa Kayra.


" Davin lepaskan aku! Davin!" ucap Kayra yang memberontak dan Davin tidak melepaskannya sama sekali yang membawa Kayra langsung memasuki mobilnya. Memaksa Kayra masuk kedalam mobil.


" Pulang bersamaku!" tegas Davin yang begitu kasar kepada Kayra bahkan mendorong Kayra masuk ke dalam yang membuat Kayra begitu terkejut.


Kayra yang merasa sudah tidak tahan lagi dengan Davin langsung membuka pintu namun sudah di kunci Davin yang membuat Kayra tidak bisa apa-apa.


Davin juga buru-buru memasuki mobilnya dengan wajahnya yang penuh emosi yang terbakar api cemburu karena Kayra berpelukan dengan Aldo dan yang membuatnya marah Kayra tidak mengatakan apa-apa untuk hal itu dan malah memilih pergi.


" Pakai sabuk pengaman mu!" tegas Davin. Kayra diam dengan menahan dirinya yang memilih dengan menahan luka dan pasti juga amarah.


" Kau tidak mendengarku Kayra?" tanya Davin menekan suaranya yang melihat ke arah Kayra dan Kayra lagi-lagi diam melihat lurus kedepan dengan air matanya yang terus keluar.


" Sikapmu sungguh memuakkan Kayra," ucap Davin menekan suaranya dan langsung memakaikan sabuk pengaman Kayra. Kayra seperti patung dan Davin berada di dekatnya yang memakaikan sabuk pengaman itu.


" Kasar!" ucap Kayra tiba-tiba dengan suaranya yang bergetar membuat Davin yang masih memakaikan sabuk pengaman itu langsung melihat ke arah Kayra semana wajah mereka begitu dekat dan mata Kayra melihat ke arah Davin dengan penuh kemarahan.


" Apa yang kau katakan?" tanya Davin.


" Semenjak kita menikah kau tidak pernah seperti ini kepadaku. Kau bahkan tidak pernah kasar. Padahal waktu itu kita masih menikah sementara dan saling membenci. Tetapi kau tidak pernah berprilaku kasar kepadaku. Tetapi sekarang kau berubah hanya karena baru tadi mengenang masa lalu bersamanya di dalam sana. Kau langsung kesetannan dan berprilaku seperti aku bukan istrimu," ucap Kayra sembari tersenyum getir bicara pada Davin membuat Davin masih terus melihat wajah Kayra.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2