Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 257


__ADS_3

Mesya terus memijat kepalanya yang terasa begitu berat dengan banyaknya permasalahan yang di hadapinya.


"Lalu sekarang bagaimana mah?" tanya Zoy.


"Mama tidak tau Zoy, jangan tanya mama. Mama ini pusing," ucap Mesya.


"Ya sudah mama telpon kak Lian dong dan tanya semuanya benar apa tidak dan suruh dia pulang menjelaskan apa yang telah terjadi " ucap Zoy yang memberikan saran.


"Kamu sabar Zoy mama tidak tau apa yang harus mama lakukan, udah kamu itu sabar aja," ucap Mesya yang tidak sanggup berkata-kata yang saking pusingnya.


"Kak Lian benar-benar, banyak sekali wanita yang di hamili nya, heran ya melihatnya, siapa lagi yang akan menjadi korbannya," umpat Zoy dengan kesalnya kepada kakaknya sendiri.


***********


Kayra berada di rumah sakit yang sekarang sedang mengecek kondisi Cika yang mana Cika sudah bangun.


"Apa Cika baik-baik saja?" tanya Kayra.


"Iya Dokter cantik, Cika baik-baik aja kok. Oh iya Dokter kapan Cika akan pulang, soalnya bosan di rumah sakit terus," ucap Cika yang mengeluhkan keadaannya.


"Cika jangan khawatir ya, secepatnya Cika akan pulang," sahut Kayra.


"Kalau bosan aku akan menemanimu Cika!" tiba-tiba terdengar suara yang berteriak yang datang dari pintu yang siapa lagi kalau bukan Brian dan Davin. Di mana Brian datang dengan membawa keranjang buah. Kayra tersenyum melihatnya.


"Brian!" sahut Cika. Brian dan Davin pun langsung menghampiri Kayra dan juga Cika.


"Jangan bosan ya Cika. Karena aku akan menemani kami di sini, kita belajar bersama dan juga bermain bersama," ucap Brian membuat Davin dan Kayra tersenyum


"Benarkah?" tanya Cika. Brian menganggukkan kepalanya, "memang kamu tidak sekolah?" tanya Cika.


"Aku sudah pulang sekolah dan sekarang aku ingin memberitahu mu apa-apa saja yang di ajarkan guru kepada ku tadi di sekolah, supaya kamu tidak ketinggalan pelajaran," ucap Brian.

__ADS_1


"Wau seru sekali. Kalau begitu Cika tidak akan ketinggalan pelajaran," sahut Cika.


"Iya Cika kamu sama Brian belajar bareng ya Dokter mau keluar dulu," ucap Kayra.


"Baik Dokter. Tapi Cika ingin mengatakan sesuatu pada Dokter dulu," ucap Cika.


"Baik sayang katakan apa yang ingin kamu katakan?" tanya Kayra.


"Dokter Cika minta maaf ya sama Brian juga karena sudah bilang kalau papa Brian adalah papa Cika. Mama Cika sudah mengakui kalau papanya Brian Om Davin bukan papa Cika. Jadi Brian papa kita tidak sama kok, jadi Brian jangan Khawatir ya," jelas Cika.


"Ohhhh benarkah. Jadi papa kita tidak sama kan," sahut Brian.


"Iya Brian, kamu jangan sedih ya. Karena papa kamu hanya papa kamu dan papa kau tidak tau di mana. Karena mama tidak mengatakan apa-apa padaku," ucap Cika yang membuat Kayra dan Davin saling melihat yang mana mereka terlihat sedih dengan kata-kata Cika yang sang pasti ingin tau siapa papanya.


"Jangan khawatir Cika. Kamu pasti tau kok sebentar lagi siapa papa kamu, aku yakin itu," ucap Brian.


"Benarkah?" tanya Cika


Iya benar? percayalah pada ku," sahut Brian.


"Ya sudah Brian Cika kalian main-main bersama ya. Mama sama papa mau keluar dulu," ucap Kayra.


"Baik mah, baik pah," sahut Brian dengan tersenyum.


"Ayo sayang!" ajak Kayra pada suaminya Davin dan Kayra pun keluar dari ruangan itu dan tinggal Brian dan Cika yang bermain bersama.


********


Kayra dan Davin berbicara di luar yang membiarkan Brian dan Cika yang saling bermain dan katanya ingin saling belajar dan melakukan hal lainnya yang mana Kayra dan Davin memberikan waktu untuk Brian dan Cika. Bisa di katakan Cika itu juga keponakan Davin. Ya walau Lian hanya saudara tiri Davin bawaan dari ibu tiri Davin. Tapi aja namanya keponakan.


"Bagaimana tindakan Oma selanjutnya?" tanya Kayra pada Davin sembari mereka berjalan berdua.

__ADS_1


"Aku juga tidak tau Kayra, aku belum menanyakan itu pada Oma dan baru papa yang berbicara pada Oma," ucap Athar yang memang tidak bisa mengatakan apa-apa.


"Aku berharap semuanya cepat selesai dan Lian bisa bertanggung jawab dengan perbuatannya dengan begitu semua akan baik-baik aja," ucap Kayra yang hanya dengan terus harapannya yang sama.


"Aku juga berharap seperti itu Kayra," sahut Davin.


**********


Oma Elishabet pun langsung bertindak dengan Lian yang akhirnya di datangkan ke Indonesian. Si biang kerok yang menjadi masalah yang sekarang sedang duduk di ruang tamu dengan di hadapkan pada Altarik, Mesya, Oma dan ada juga Zoy, Giselle yang ada di sana.


"Apa yang kamu lakukan ini Lian benar-benar sangat keterlaluan, kamu sadar tidak dengan apa yang kamu lakukan hah!" ucap Mesya yang marah-marah langsung pada Lian dan sepertinya Lian masih saja tidak mengakui kesalahannya.


"Liam kamu kenapa diam, ayo katakan pada mama apa yang sebenarnya terjadi. Katakan jika apa yang di katakan Pricilla itu tidak benar," ucap Mesya yang saja berharap.


"Mesya cukup kamu ini ya Mesya benar-benar ya. Sudah tau Pricilla sudah punya bukti yang akurat dan bukti yang benar dan kamu masuk masih ingin menyangkalnya. Kamu ini ya," ucap Oma.


"Tapi dia diam saja mah, siapa tau yang di katakannya tidak benarkah," ucap Mesya dengan harapan yang masih ingin membantah semua itu.


"Lian kamu tidak bisa mengelak lagi ayo katakan perbuatan kamu, jujur pada semua orang di sini mengenai perbuatan kamu yang sangat tercela itu," ucap Oma dengan tegas.


"Oma semua itu, belum tentu benar," ucap Lian yang masih mengelak.


"Apa kamu bilang. Kamu masih mau mengelak. Kamu ya benar-benar tidak pernah berubah masih berani mengatakan semuanya belum tentu benar, kamu itu maunya apa sih Lian, kamu mau semua bukti itu Oma antar kekantor polisi," ucap Oma dengan tegas yang langsung memberikan ancaman.


"Jangan dong Oma," sahut Lian yang sekarang baru ketakutan.


"Lian ini bukan waktunya untuk bercanda, sekarang kamu jujur pada semua orang yang ada di sini apa yang terjadi dan kamu akui semua perbuatan kamu. Jangan ada kebohongan lagi," tegas Oma pada Lian.


"Lian ayo jujur jangan buat kesabaran semua orang di sini, kamu jangan menutupi apa-apa lagi," sahut Altarik.


"Oke-oke baiklah, aku jujur aku dan Pricilla memang pernah melakukannya, aku dan Pricilla memang melakukan itu tapi kan belum tentu dia hamil anakku," ucap Lian.

__ADS_1


"Kamu masih bisa mengatakan belum tentu, kamu ini ya Lian benar-benar keterlaluan ya,'' ucap Altarik lama-lama kesal dengan Lian yang ada saja alasannya.


Bersambung


__ADS_2