
Mendengar kata-kata Kayra membuat Davin terkejut dan perlahan melihat ke arah Kayra yang meneteskan air mata.
"Apa yang kau bicarakan Kayra?" tanya Davin dengan suara serak.
"Aku meralat kata-kata ku. Bukan bercerai. Tetapi tugasku sudah selesai," sahut Kayra.
"Kayra!" lirih Davin.
Kayra menyeka air matanya dan tersenyum getir, "kau sudah mendapatkan hak waris Perusahaan utama. Hal yang kau lakukan karena menikahiku. Tujuanmu sudah kau dapatkan dan kita impas," ucap Kayra yang bicara sambil tersenyum.
Davin menghela napasnya dan langsung berjalan mendekati Kayra.
"Kenapa kau berpikiran seperti itu. Bukannya kita pernah membahas ini. Kita bukan menikah kontrak lagi Kayra. Aku sama kamu sudah menikah tanpa ada perpisahan. Mau aku mendapatkan hak waris atau tidak. Kau tetap istriku dan tidak ada perpisahan di antara kita," ucap Davin menegaskan.
"Kenapa kau menjadi orang yang 2 Davin. Kau sadar tidak kau itu sungguh egois. Apa lagi yang kau inginkan dari ku. Kau tidak membutuhkanku Davin. Mungkin oke kita mulai membahas untuk melupakan kontrak pernikahan kita dan melanjutkan dengan normal. Tapi hanya aku yang melakukannya dan mau tidak Davin. Jika hanya aku yang menginginkan pernikahan ini untuk apa. Kau sudah tidak membutuhkan ku lagi," ucap Kayra.
"Apa yang kau bicarakan Kayra. Apa kau pikir aku mempertahankan segalanya. Hanya karena warisan itu. Kayra aku pikir kau memahami ku. Aku sudah mengatakan berkali-kali aku memang sangat obsesi dengan warisan itu. Itu karena aku ingin mengambil hak ku dari saudara-saudara tiriku dan aku pernah menceritakannya kepadamu dan sekarang kenapa mempermasalahkan hal itu lagi," ucap Davin menaikkan volume suaranya.
"Kalau begitu kenapa menyimpan surat kontraknya? Alih-alih merobeknya. Kau menyimpannya dengan rapi. Itu berarti sampai detik ini. Aku tidak menjadi bagian dari hidupmu. Aku hanya wanita yang di bayar untuk melakukan tugasku dan itu sudah selesai," ucap Kayra.
"Aku tidak memikirkan surat itu Kayra. Aku juga tidak ingat dan tidak sempat untuk menghilangkannya. Mau itu ada atau tidak. Itu tidak ada permasalahan dengan hubungan pernikahan kita dan pada intinya kau tetap istriku dan itu tidak akan berubah sampai kapanpun," tegas Davin.
"Tapi aku sudah capek Davin. Aku capek dengan semua ini dan aku ingin mengakhiri segalanya," sahut Kayra.
"Kenapa Kayra. Kenapa tiba-tiba seperti ini?" tanya Davin yang terlihat tidak ingin kehilangan Kayra.
"Aku tidak bisa menjadi orang ke-3 diantara pasangan yang masih saling mempunyai rasa,"sahut Kayra.
__ADS_1
"Pricilla maksudmu?"tanya Davin.
Kayra tersenyum getir mendengarnya, "namanya sangat hapal di benakmu dan kau masih bisa berkata untuk mempertahankan pernikahan kita dengan hatimu yang hanya bersamanya," sahut Kayra.
"Ck, aku sudah menduga. Pasti hanya karena diakan kau seperti ini. Kayra aku melakukan semua ini. Supaya Pricilla operasi. Supaya masalah selesai," ucap Davin dengan menguatkan volume suaranya.
"Kalau begitu selesaikan dengannya dan selesaikan hubungan kita. Davin cukup semuanya. Kau tau dengan semua yang kau lakukan sangat menyakitiku. Kau sudah mengingkari banyak janjimu. Kau meninggalkanku seperti seorang pelacur dan aku harus kerumah sakit sendiri. Karena perbuatanmu dan kau apa. Kau tertawa-tawa dengan dia, kalian mempunyai hubungan sendiri. Lalu untuk apa pernikahan kita jika hatimu hanya untuknya," ucap Kayra dengan menguatkan Volume suaranya.
"Cemburu lagi," sahut Davin santai yang menanggapi umpatan hati Kayra.
"Apa kata cemburu itu masih berarti. Cemburu hanya untuk wanita yang saling mencintai dengan prianya. Bukan cinta yang bertepuk sebelah tangan," tegas Kayra.
"Kayra kau salah paham. Aku sudah menjelaskan selama ini alasanku untuk lebih fokus pada Pricilla itu karena aku yang menyebabkan Pricilla jatuh dan kau juga jangan lupa. Semua itu terjadi hanya karena melindungimu!" teriak Davin yang akhirnya menyalahkan Kayra.
Mendengar hal itu membuat air mata Kayra semakin mengalir deras. Namun bibirnya masih tersenyum.
"Kayra bukan itu maksudku. Kayra!" Davin mencoba untuk menjelaskan.
"Kau tidak pernah mempunyai perasaan apa-apa kepadaku. Aku tidak tau sebenarnya apa yang kau pertahankan dari pernikahan kita. Aku berpikir hanya sampai pengalihan hak waris. Lalu setelah aku tidak tau kenapa kau masih mempertahankannya. Karena tidak mungkin kau mempunyai perasaan kepadaku," ucap Kayra.
"Kayra kau jangan punya opini sendiri," sahut Davin.
"Aku mencintaimu Davin!" ucap Kayra tiba-tiba. Davin terdiam dan tidak menjawab balasan cinta dari Kayra. Lama terdiam membuat Kayra tertawa-tawa.
"Sekarang sudah aku sadari. Jika memang hanya aku yang mencintai dan kau tidak!" ucap Kayra yang semakin terluka. Kayra mendekati Davin dengan memegang dada Davin.
"Seharusnya aku sadar. Jika aku tidak ada di sini. Semua tidak akan sesakit ini. Aku lupa statusku sebagai apa. Sehingga aku begitu serakah yang ingin memilikimu. Tetapi ternyata tempat ini hanya milik wanita itu bukan aku," ucap Kayra dengan sesak didanya.
__ADS_1
"Kayra kau salah paham. Aku tidak ingin kau membuat opini sendiri tentang perasaan ku. Aku dalam kesulitan Kayra. Kau harus tau posisi ku bagaimana. Aku tidak ingin ribut dengamu Kayra. Hanya membahas masalah perasaan. Aku mohon bersabarlah. Aku tidak punya waktu untuk membahas hal ini. Hal yang terus menjadi pemicu keributan kita. Kayra malam ini Pricilla akan Operasi masalah akan selesai dan sekarang dia terus menelponku. Aku mohon tolong tenanglah aku akan pergi menemuinya. Kita akan biacara setelah ini," ucap Davin memegang ke-2 bahu Kayra berusaha membujuk Kayra.
"Tunggu aku!" Davin mencium kening Kayra dan berjalan menuju pintu.
"Kau pergi itu tandanya setuju dengan perpisahan kita," ucap Kayra membuat Davin berhenti dan kembali melihat Kayra.
"Kayra!" lirih Davin.
"Aku abaikan perasaanmu Davin kepadaku. Jadi 1 kesempatan terakhir untukmu. Kau bisa tetap pergi atau di sini," tegas Kayra.
" Argh, Kayra aku mohon jangan seperti anak kecil!" bentak Davin. Kayra terdiam.
"Aku akan kembali," ucap Davin yang akhirnya pergi. Melihat kepergian Davin membuat Kayra tersenyum getir dengan memegang dadanya.
Ini yang di tunggunya. Setelah tau perasaan Davin tidak ada padanya. Bahkan Davin juga memilih Pricilla di bandingkan mempertahankan pernikahan itu. Hati semakin hancur dengan semuanya yang sudah dapat di pahami nya.
Pricilla dengan langkahnya yang lemas mendekati lemarinya. Membuka lemari yang pertama di ambilnya koper yang berada di rak paling bawah dan menaikkannya ke atas tempat tidur dengan membukanya.
Air matanya tidak henti-hentinya keluar dengan mengeluarkan pakaiannya dari dalam lemari memasukkannya kedalam koper.
"Semua berakhir dan ternyata sangat sakit," ucap Kayra dengan terisak-isak yang terus memasukkan pakaian nya kedalam koper.
Sementara Davin benar-benar pergi. Davin menyetir dengan buru-buru. Namun Davin tidak fokus dan hanya mengingat-ingat wajah Kayra.
" Argggghhh Sial!" umpat Davin memukul stir mobil dengan memijat kepalanya yang terasa berat.
Davin yang prustasi akhirnya membelokkan mobilnya kembali ke jalan untuk pulang. Tidak tau apa yang di pikirkannya. Dia memikirkan Kayra dan melupakan Pricilla yang hari ini akan operasi setelah Davin berhasil membujuknya.
__ADS_1
Bersambung.