Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 80 Romansa.


__ADS_3

" Kembalikan handphone ku," sahut Davin.


" Aku tidak mau," jawab Kayra menyembunyikan di belakangnya handphonnya tersebut dengan memegangnya yang tidak akan memberikan pada Davin.


" Kembalikan. Kau mencari gara-gara," sahut Davin yang meminta handphone itu. Namun Kayra tetap tidak memberikannya membuat Davin mendekatinya dan akhirnya mereka saling rebutan di mana handphone itu masih di belakang Kayra dan Davin mengambilnya dengan mendekatkan tubuhnya pada Kayra merebut paksa dari tangan Kayra.


" Kembalikan aku bilang!" ucap Davin.


" Tidak mau," sahut Kayra yang tetap menolak.


Davin terus memaksa dengan merebut handphone itu sampai membuat Kayra hampir terbaring karena dorongan tubuh Davin dan untungnya Davin menahan dengan pinggangnya sampai pada akhirnya wajah mereka berdekatan dengan Kayra yang hampir terbaring.


Saat kedekatan itu terjalin ke-2nya terlihat saling melihat dengan tatapan mata yang saling bertemu dengan hembusan napas yang saling menerpa.


" Kenapa tidak mengijikan aku mengangkatnya?" tanya Davin dengan bola matanya berputar.


" Bukannya di surat perjanjian ada. Aku punya hak atas itu," sahut Kayra.


" Hanya itu alasannya. Apa kau tidak mengijinkanku. Karena kau cemburu?" tanya Davin dengan menatap dalam-dalam Kayra membuat Kayra menelan salivanya.


" Kalau iya kenapa. Apa aku tidak boleh cemburu pada wanita yang mendekati suamiku," sahut Kayra. Ya lagi-lagi mulutnya dengan mudah keceplosan.


Mendengar hal itu membuat Davin tersenyum. Semakin lama perasaan Kayra semakin jelas di perlihatkannya.


" Dan aku sengaja membuatmu cemburu. Aku menyukai kau marah kepadaku karena wanita lain," ucap Davin. Kayra diam tanpa berani bicara apa-apa lagi.


Mata Davin turun pada bibir Kayra dan langsing menempelkan bibirnya pada bibir Kayra dan Kayra langsung memejamkan matanya yang menerima dengan sempurna ciuman dari Davin.


Ciuman lembut pasangan suami istri yang berada di pinggir pantai yang pasti awalnya di warnai keributan dulu dan ujung-ujungnya mereka berdua berciuman dengan romantis dengan debaran hati yang selalu mendampingi ke-2nya.


*************


Akhirnya Davin dan Kayra kembali ke Jakarta setelah melewati perjalanan dari Dubai sampai Jakarta dan perjalanan itu begitu menyenangkan yang di penuhi dengan lika-liku.


Dubai mungkin akan di catat Kayra dalam buku sejarahnya yang membawakan cerita indah dalam hidupnya. Hubungannya dan Davin yang terlihat dekat dan bahkan mereka melakukan hubungan suami istri 2 kali saat berada di kota itu dan masalah pertemuan bibir jangan tanya lagi sudah beberapa kali. Ya sepertinya ke-2nya sudah terbiasa dengan hal itu.

__ADS_1


Sekarang ke-2nya sudah kembali ke Jakarta. Setelah pesawat landing dan mereka turun dari pesawat. Kayra, Davin dan Reyhan di jemput supir membawa ke-3 orang itu untuk pulang kerumah.


Kayra dan Davin duduk di kursi penumpang Reyhan dan supir duduk di depan. Kayra tidak tau apakah dia bahagia pulang ke Jakarta atau justru sedih. Karena sebenarnya dia lebih bahagia berada di Dubai. Karena papanya ada di sana dan di Jakarta dia merasa hanya akan banyak masalah.


" Kau kenapa?" tanya Davin ketika melihat Kayra murung.


" Aku masih merindukan papa. Rasanya kurang lama berada di sana," jawab Kayra.


" Bukannya sebelumnya kau bahkan ingin pulang lebih awal," sahut Davin menyindir.


" Aku sudah membatalkannya. Jadi jangan membahas itu lagi," sahut Kayra dengan kesal


" Ya aku hanya teringat saja. Obsesi mu yang mau pulang cepat-cepat. Karena dia," sahut Davin yang mulai mencari masalah.


" Diamlah Davin. Kau selalu saja membahas suatu hal yang tidak penting," sahut Kayra kesal.


" Hmmm, baiklah!" sahut Davin mengangkat ke-2 bahunya.


*************


" Di mana Oma?" tanya Davin.


" Di ruangannya tuan!" jawab salah satu bodyguard itu.


" Baiklah. Kayra kau istirahat lah. Aku menemui Oma sebentar," ucap Davin. Kayra menganggukkan kepalanya saja. Dia juga lelah ingin beristirahat sebentar.


" Kalian bawa koper-koper masuk dab suruh pelayan untuk merapikannya. Dan kau Kayra jangan menyentuhnya mau istirahat saja," sahut Davin yang kelihatan tidak mau istrinya itu capek-capek. Kayra mengangguk saja dan langsung memasuki rumah terlebih dahulu.


" Ya ampun ternyata bos Davin so sweet juga kalau sudah fall in love," batin Reyhan senyum-senyum sendiri yang berdiri di belakang Reyhan. Sampai Reyhan melihat kebelakangnya dan menangkap Reyhan yang tersenyum.


" Apa yang membuatmu tersenyum?" tanya Davin tampak kesal.


" Tidak. Tidak apa-apa," sahut Reyhan geleng-geleng.


" Kau jangan kebiasaan ya Reyhan menertawakanku di belakang. Kau pikir aku tidak tau isi kepalamu itu," sahut Davin kesal.

__ADS_1


" Memang apa bos isi kepalaku. Perasaan tidak ada apa-apa," sahut Reyhan.


" Diam kau, mengeles aja tau mu. Cepat kau ke perusahaan dan urus semua meeting besok!" perintah Davin dengan kesal. Dan Reyhan harus menghela napasnya yang sudah harus bekerja lagi.


" Kenapa kau mau membantah?" tanya Davin melihat wajah terpaksa Reyhan.


" Tidak kok bos," sahut Davin.


" Awas saja kalau pekerjaan mu tidak beres. Kau akan ku kembalikan ke asalmu," ucap Davin dengan kesal yang kemudian langsung pergi.


" Hhhhhhh, aku terus yang di salahkan," batin Reyhan geleng-geleng dengan menepuk jidatnya dan akhirnya Reyhan kembali memasuki mobilnya yang langsung cepat-cepat melaksanakan tugas yang di berikan bosnya. Sebelum bosnya itu marah kepadanya.


*************


Akhirnya Davin menemui Omanya di ruangannya dan di sana sudah ada bodyguard kesayangan Omanya yang siapa lagi jika bukan Dion.


" Kau sudah pulang Davin?" tanya Oma ketika melihat Davin membuka pintu tanpa mengetuk dan Dion juga melihat ke belakang dan melihat Davin yang memasuki ruangan itu.


" Hmmm," Davin hanya menjawab dengan deheman dan berjalan mendekati Omanya yang ada di sofa. Mata Davin langsung tertuju pada meja yang mana pasti foto-fotonya bersama Kayra.


" Oma mengawasiku?" tanya Davin yang sebenarnya dia juga sudah tau. Oma Elishabet diam dan menyusun foto-foto itu.


" Hanya mengawasi saja dab untungnya kau tidak membuat kesalahan," sahut Oma dengan santai.


" Aku tidak suka cara Oma. Apa Oma menginginkan semua orang tau privasi ku dengan Kayra," sahut Davin kesal.


" Santai Davin jangan marah-marah. Oma juga mengawasimu di tempat umum bukan di kamarmu dan siapa suruh kamu bermesraan dengan istrimu di tempat umum," sahut Oma dengan santai.


" Apapun itu. Oma tidak seharusnya mengawasiku dan apa lagi sampai menyuruhnya kembali hanya untuk mengawasiku. Aku sangat risih dan tidak nyaman dengan tindakan Oma," sahut Davin menegaskan. Dion di sampingnya hanya diam saja.


Bersambung.


...Mampir ke karya terbaru aku ya. Jangan lupa like komen, vote sebanyak-banyaknya. Di tunggu ya para readers setiaku....


Jam 10

__ADS_1



__ADS_2