Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 164


__ADS_3

Davin berada di dalam mobilnya menyetir sembari kepalanya melihat ke sekitar jalan yang apa lagi jika tidak mencari istrinya. Bukan hanya Reyhan yang di perintahkan Davin untuk mencari Kayra. Dion pun turun tangan untuk mencari Kayra sejak pagi dan sudah sampai petang.


Jangan tanya masalah telpon. Sejak Davin bangun dia sudah menghubungi Kayra. Namun ponsel Kayra sengaja di matikan. Pesan Davin mungkin sudah sampai puluhan tetapi tidak satupun terbalas. Bahkan Davin tidak bisa melacak ponsel istrinya.


"Di mana kamu Kayra. Kamu tidak bisa pergi begitu saja Kayra. Aku mohon Kayra kembalilah kita harus bicara. Aku sangat mengenalmu. Kamu pasti hanya pergi sebentar kan. Kamu akan pulang. Kamu tidak mungkin mengakhiri pernikahan kita," ucap Davin dengan wajah cemasnya yang terus mencari Kayra.


***********


Mobil Kayra berhenti di depan rumah orang tua Kayra. Davin langsung buru-buru keluar dan memasuki rumah.


"Kayra aku datang. Ayo pulang! Kayra!" Davin berteriak-teriak memanggil nama istrinya. Sampai membuat Susan keluar dari kamar dan heran melihat Davin.


"Menantuku ada apa kenapa berteriak-teriak?" tanya Susan seperti biasa suara nya begitu lembut kepada Davin.


"Di mana Kayra?" tanya Davin.


Susan menautkan ke-2 alisnya yang heran dengan pertanyaan Davin, "Kayra, kenapa tanya sama mama? Dia mana ada di sini," ucap Susan dengan wajah penuh kebingungan.


"Kayra jangan bersembunyi. Di mana kamu. Kayra!" Davin terus berteriak memanggil Kayra, menaiki anak tangga yang mungkin ingin mengecek Kayra. Ada atau tidak di kamar itu.


"Aneh sekali. Memang Kayra kemana sih? sampai segitunya Davin mencarinya," gumam Susan menggaruk kepalanya dengan jarinya yang kebingungan dengan Davin.


Ceklek.


Davin memasuki kamar Kayra dan kamar itu kosong tidak siapapun. Davin langsung menuju lemari Kayra dan membukanya. Pakaian Kayra memang ada tertinggal sedikit di rumahnya.


"Kayra di mana kamu!" lirih Davin dengan mengusap wajahnya kasar dengan ke-2 tangannya.


"Percuma mencarinya dia tidak datang kemari," sahut Silvia yang berdiri di depan kamar dengan ke-2 tangannya di lipat di bahunya.


"Di mana dia. Kau pasti tau di mana dia?" tanya Davin.


"Aku tidak tau di mana dia," jawab Silvia.

__ADS_1


"Bohong. Kau tau dia pergi. Berarti kau tau dia di mana," ucap Davin mendekati Silvia.


"Aku mengatakan tidak tau. Maka tidak dan jika pun kau menemukannya. Di tidak akan kembali kepadamu. Hatinya sudah hancur Davin. Kaca yang di pertahankannya meski sudah retak sudah hancur berkeping-keping dan kau yang membuatnya pergi," ucap Pricilla.


"Apa yang kau ketahui dengan hubungan ku dan Kayra?" tanya Davin.


"Aku tidak pernah ikut campur masalah asmara atau cinta-cintaan Kayra. Karena selama Kayra menjalani hidupnya dengan berbagai pria atas keinginan mama. Tetapi saat menikah denganmu. Aku baru tau jika Kayra hanya memiliki cinta sendiri. Tadinya aku sangat iri dengan Kayra yang di nikahi bahkan di cintai. Sehingga aku ingin sepertinya. Tetapi ternyata aku salah. Tidak seperti yang aku bayangkan. Kayra hidup hanya penuh penderitaan yang hanya memiliki cinta sendiri. Dia tidak pernah mabuk hanya karena kecewa. Tidak pernah murung hanya karena laki-laki. Dia sudah bertahan begitu lama Davin. Tetapi tidak di hargai. Jadi jika kamu menemukannya dia tidak akan pernah kembali," ucap Susan yang membuat Davin hanya diam dengan napasnya yang naik turun.


"Kau telah menyia-nyiakannya dan pasti sebelum pergi dia sudah berpikir panjang. Karena sangat menyakitkan hidup bersama pria yang tidak mencintai kita," ucap Susan membuat Davin mengusap kasar wajahnya.


"Aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku. Aku akan menemukannya," ucap Davin yang langsung pergi dari hadapan Silvia.


Silvia menghela napasnya panjang, "memang menyesal akan selalu datang terlambat," ucap Silvia.


********


Davin juga mencari Kayra ke kampusnya dan langsung bertemu dengan Indri sahabat Kayra.


"Indri kau tau Kayra di mana?" tanya Davin dengan wajah paniknya.


"Kau tau dia pergi?" tanya Davin.


"Reyhan juga menanyakan hal yang sama padaku. Kayra benar-benar minggat dari rumahmu," ucap Indri.


"Iya dia pergi," jawab Davin.


"Huh, pasti ini gara-gara dan wanita itu. Astaga Davin sebenarnya Kayra itu istrimu atau bukan. Kau itu benar-benar jahat ya. Kau bisa-bisanya dengan wanita lain sementara Kayra steres memikirkanmu. Kau dengar Davin semenjak kejadian Pricilla di rumahmu. Masuk rumah sakit dan drama-drama lainnya. Kayra seperti orang tidak punya tujuan hidup. Dia terus murung dan sedih. Dia itu lagi hamil dan kau membuat dia memikirkan semuanya. Kau benarkah jahat," ucap Indri yang mata-mata pada Davin.


"Aku akan mencarinya dan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan," ucap Davin dengan suara rendahnya.


"Dan semoga saja kau tidak menemukannya," ucap Indri yang menyumpahi Davin, "dan jika kau menemukannya. Aku berdoa semoga Kayra tidak mau bersamamu lagi. Kau itu jahat hanya bisa menyakitinya saja. Kau melukai perasaannya. Kau tidak sadar. Jika Kayra begitu mencintaimu. Tetapi kau menghancurkan segalanya. Kau sengaja memasukkan orang ke-3 kedalam pernikahan kalian. Kau laki-laki yang sangat jahat. Penjahat," ucap Indri dengan mengeluarkan umpatan pada Davin.


Davin menerima semua itu dengan matanya berkaca-kaca.

__ADS_1


"Pilihan yang diambil Kayra sudah tepat. Meninggalkan laki-laki yang tidak menghargainya. Aku hanya berdoa pada Tuhan semoga dia bisa menemukan laki-lakinya yang menghargainya dan kau tidak pernah hidup bahagia. Karena kau sudah menyia-nyiakanya istri dan anak di kandungnya. Dasar jahat," ucap Indri menunjuk Davin dan pergi dari hadapan Davin setelah puas memaki Davin dengan semua kata-kata pedas.


Davin merasa pantas mendapatkannya, sehingga tidak bisa bicara apa-apa. Atau memprotes semua kata-kata Indri yang bahkan menyumpahinya dirinya.


**********


"Mah jadi benar Kayra sudah minggat?" tanya Giselle yang duduk di pinggir ranjang yang bertanya pada Mesya yang duduk di depan cermin.


"Kamu tidak dengar kehebohan Davin yang menyuruh semua bodyguard di rumah ini untuk mencari istrinya," sahut Mesya.


"Jangan-jangan Kayra termakan omongan kita lagi mah. Makanya dia pergi dengan sadar diri. Jika dia memang tidak pantas menjadi menantu di rumah ini," ucap Giselle sembari mewarnai kukunya.


"Bukannya itu yang memang kita inginkan yang pada akhirnya anak itu pergi dengan sendirinya," ucap Mesya.


"Lalu apa mereka akan bercerai?" tanya Giselle.


"Kalau menurut mama seharusnya iya sih," sahut Mesya.


"Wau itu hal yang menguntungkan bukan. Kita kan selama ini sangat menunggu-nunggu hal itu," ucap Giselle.


"Tetapi percuma Giselle. Sudah tidak ada artinya. Davin sudah mendapatkan hak ahli waris Perusahaan. Lalu apa gunanya coba," ucap Mesya.


"Benar juga sih. Tapi nggak apa-apa lah mah. Yang penting sekarang wanita yang sok tau itu sudah pergi dan paling tidak kita tidak sakit mata melihat keberadaannya," ucap Giselle.


"Ya kamu benar. Paling dia sudah pergi," sahut Mesya yang pasti sangat bahagia.


Namun Zoy yang di depan pintu kamar itu mendengar pembicaraan mamanya dan adiknya. Bukannya senang dia terlihat sendu dengan perginya Kayra.


"Zoy!" tegur Dion membuat Zoy melihat kearah Dion di sampingnya.


"Apa Kayra sudah ketemu?" tanya Zoy.


"Tidak! kami sudah mencarinya kemana-mana. Namun sampai detik ini belum ada petunjuk keberadaannya," jawab Dion.

__ADS_1


"Kemana dia pergi sebenarnya?"tanya Zoy yang terlihat cemas. Dia tidak dekat dengan Kayra. Bahkan sangat membenci Kayra saat Kayra pertama kali masuk kerumahnya. Namun sekarang Zoy tampak berubah yang ikut khawatir dan sedih atas kepergian Kayra.


Bersambung


__ADS_2