Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 89 Tuduhan tidak perpengaruh.


__ADS_3

" Iya benar, Silvia kakak kamu ini datang kerumah ini untuk meminta pertanggung jawaban Davin yang sudah menghamilinya," sahut Mesya yang menegaskan.


" Ya ampun bagaimana pernikahan kalian. Bisa-bisanya suamimu main gila dengan kakakmu sendiri sekarang sampai hamil segala lagi, emang kamu tidak bisa melayani suami, makanya suamimu sampai meniduri wanita lain," sahut Giselle yang membuat suasana semakin panas.


Sementara Kayra dengan napasnya yang naik turun yang berpikir keras yang tidak tau haruskah percaya atau tidak semuanya. Dia hanya melihat ke arah Davin seolah ingin mendengar penjelasan Davin dan membantah semua yang di tuduhkan itu. Ya sampai saat ini Kayra masih menganggap itu adalah tuduhan.


" Rencanaku akan berhasil dan mungkin ini akhir pernikahan Kayra dan juga Davin dan bahkan Oma akan memberi hukuman pada Davin," batin Lian yang sedari tadi menyunggingkan senyumnya yang menikmati drama yang bisa di pastikan idenya sendiri.


" Davin kamu kenapa diam saja. Kamu jelaskan kepada kita semua apa yang terjadi?" tanya Altarik dengan wajah cemasnya.


" Apa yang harus aku jelaskan. Aku tidak pernah tidur dengannya," jawab Davin. Mendengarnya Kayra menghela napasnya lega. Kalau Davin sudah mengatakan itu berarti memang benar.


" Kamu jangan mengelak Davin. Jelas-jelas dia sudah ada di sini dan mengadu kepada keluarga ini dan kamu masih mengelak," sahut Mesya.


" Aku tidak mengelak, mungkin dia salah orang, mungkin yang di maksud bukan aku. Tetapi Lian," sahut Davin dengan sesantai mungkin bicara.


Hal itu mengejutkan untuk Lian yang mendadak panik, begitu juga Silvia yang di dalam tunduknya mulai resah. Sementara yang lainnya berekspresi heran dengan pernyataan Davin yang aneh.


" Apa maksud kamu?" tanya Mesya.


" Kak Davin. Kakak yang pelakunya. Kenapa tiba-tiba harus membawa-bawa nama kak Lian," sahut Giselle.


" Kalian coba tanya sekali lagi kepada dia. Siapa yang menghamilinya aku apa Lian," sahut Davin dengan santai.


" Davin apa yang kamu bicarakan?" tanya Oma Elishabet.


" Oma begini ya. Aku itu tidak pernah bertemu, jalan atau apapun dengannya. Jadi bagaimana ceritanya aku bisa menghamilinya. Lagian aku juga sering bersama Kayra dan kami bahkan liburan di Dubai. Jadi dari mana ceritanya bisa membuatnya hamil. Ada-ada saja," jelas Davin dengan memijat kepalanya yang terasa pusing dengan masalah yang ada-ada saja. Namun tidak masuk akal.


" Silvia sekarang kamu jelaskan kepada kami semuanya. Bagaimana bisa bersama dengan Davin?" tanya Oma Elishabet. Silvia sudah meremas kedua tangannya yang semakin dek-dekan.


" Oma aku dan Silvia itu tidak pernah bertemu dengan intens. Bahkan setelah menikah dengan Kayra. Aku dan dia bertatap muka saja tidak pernah. Tetapi dengan Lian mungkin iya. Bukannya mereka Serik bertemu dan bahkan memiliki waktu yang intim," sahut Davin yang mengambil alih untuk menjawab pertanyaan Oma.


" Davin cukup!" bentak Mesya, " kamu itu jangan asal menuduh Lian. Lian tidak mungkin ada hubungan dengan dia," sahut Mesya yang membela Lian mati-matian.

__ADS_1


" Tapi kenyataannya. Dia masih diam dengan menunduk tanpa membantah apa yang aku katakan," sahut Davin dengan santai.


" Silvia ada apa ini sebenarnya. Katakan apa yang sebenarnya terjadi. Hubungan yang mana yang sebenarnya yang kamu jalani dengan Davin atau Lian," sahut Eyang yang menegaskan dalam pertanyaannya.


" Katakan kak Silvia siapa yang menghamili kakak. Karena Davin tidak mungkin melakukan itu. Aku jelas tau dia seperti apa dan aku juga pernah melihat kakak dan Lian bersama," sahut Kayra yang membela Davin. Mendengar Kayra mempercayainya membuat Davin tersenyum.


" Gawat jika Silvia mengatakan yang sebenarnya. Semuanya bisa berakhir," batin Lian yang sekarang kepanikan.


" Silvia jangan membuang-buang waktu di sini. Katakan yang sebenarnya?" sahut Altarik lagi.


Silvia mengangkat kepalanya dan melihat semua orang yang berdiri yang menunggu jawabannya. Orang-orang yang ada di sana baru melihat wajah Silvia yang ternyata masih menangis.


" Katakan Silvia siapa yang menghamili kamu?" tanya Oma lagi.


Silvia diam dan tidak langsung menjawab. Sementara Lian mulai panik yang takut jika Silvia membongkar semuanya. Ya hidupnya akan berantakan.


" Silvia jangan diam saja katakan!" gertak Oma.


Mendengarnya Davin mendengus kasar dan Kayra juga kaget. Tidak percaya kakaknya masih tetap bersikeras membawa nama Davin.


" Apa yang kau katakan. Kapan aku menghamilimu?" tanya Davin mulai kesal.


" Mungkin kamu lupa jika makan itu kita sedang bersama. Kamu lupa jika sebelum kamu ke Dubai kita bertemu di Club dan bahkan kita mengobrol banyak. Kamu menceritakan pernikahan kamu kepada ku dan saat itu kita sama-sama mabuk dan hal itu terjadi. Apa kamu lupa semua itu!" jelas Silvia dengan suara tangisnya terisak-isak.


" CK, jaga bicaramu. Aku tidak pernah melakukannya," bantah Davin menekankan.


" Aku bicara bukan tanpa bukti. Aku mempunyai buktinya," sahut Silvia yang langsung mengeluarkan handphone dan langsung memberikan pada Oma.


Oma melihatnya dengan terkejut di mana foto-foto Davin bersama Silvia yang berada di Club.


" Davin kau benar-benar!" geram Oma menekan suaranya.


" Aku tidak melakukannya Oma," tegas Davin.

__ADS_1


" Kau mau masih mengelak, kau lihat kelakuanmu," ucap Altarik.


" Aku tidak perlu melihatnya. Jika pun ada aku di foto-foto yang Oma dan kalian semua lihat. Itu tidak benar. Aku juga pikir-pikir harus tidur dengan siapa. Untuk apa aku menidurimu. Jika istriku bisa melakukannya. Maaf Silvia aku tidak suka berhubungan intim dengan wanita banyak di sentuh laki-laki," tegas Davin.


" Cukup!" bentak Silvia dengan air matanya yang kembali menetes.


" Kau menghinaku setelah melakukan semua ini kepadaku. Kau pikir aku menginginkan semua ini. Aku merasa berdosa kepada Kayra. Tapi kau yang sudah menghancurkan semuanya dan sekarang berkata yang menyakiti ku hanya untuk menutupi semua kebusukanmu, aku sedang mengandung anak mu Davin!" teriak Silvia membuat Davin geleng-geleng dengan mengendus kasar dan Kayra hanya bernapas naik turun yang tidak tau harus percaya dengan yang mana.


" Tidak di sangka skenario yang aku buat berjalan lancar. Untung saja aku sudah menyiapkan semuanya dengan matang," batin Lian yang sekarang jauh lebih lega.


Kayra membuang napasnya kasar dan menyibak rambutnya lalu meninggalkan ruang tamu. Namun Davin menghentikan langkah Kayra dengan memegang tangannya.


" Mau kemana kamu?" tanya Davin.


" Aku mau tidur. Kamu urus sendiri masalah kamu," jawab Kayra.


" Kau mempercayai semua ini?" tanya Davin.


" Lalu aku tidak percaya semuanya?" tanya Kayra balik.


" Kayra!" ucap Davin.


" Sudahlah Davin. Aku tidak mau berdebat denganmu," sahut Kayra menegaskan.


" Kamu ini benar-benar ya Davin. Tindakan yang kamu lakukan sungguh tidak terpuji. Di mana jalan pikiran kamu," sahut Oma yang benar-benar begitu kecewa.


" Kalau begini ceritanya kak Davin harus menceraikan wanita itu," sahut Giselle yang memperkeruh suasana. Sementara Davin dan Kayra tetap saling melihat.


" Maaf saya terlambat datang!" tiba-tiba Reyhan datang dari pintu utama dan melangkah mendekati orang-orang yang ada di sana.


" Maaf bos saya agak lama membawakan rekaman Cctv di lokasi tersebut," sahut Reyhan membuat Lian dan Silvia sama-sama kaget dengan debaran jantung yang kecepatannya semakin tinggi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2