Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Episode 20 Davin Emosi malam-malam


__ADS_3

Kayra sudah mandi dan sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur. Kayra pun langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur di paling ujung dengan memberi guling di tengah. Mungkin ingin jaga-jaga agar Davin tidak macam-macam kepadanya.


" Ahhhhh, aku lelah sekali. Aku sebaiknya istirahat, aku begitu mengantuk," ucap Kayra menguap dengan menutup mulutnya


Dia memang begitu mengantuk. Maklum lah dia tidak ada istrirahat sama sekali. Begitu pulang dari Singapura langsung menyusun pakaian dan langsung kerumah Davin. Jadi wajar dia begitu mengantuk.


Dengan menarik selimut berwarna merah tua itu yang senada dengan seprainya. Kayra membaringkan cantik tubuhnya tidak lama langsung memejamkan matanya, untuk berkelana di dalam mimpinya.


************


Sementara Davin yang barusan stres dengan Kayra menghabiskan waktunya dengan bermain golf yang di temani Reyhan. Rumah luas itu memang di lengkapi fasilitas lapangan golf yang juga menjadi olahraga favorit Davin.


Tiba-tiba Oma datang dan melihat Davin yang bermain golf dengan serius.


" Davin!" tegur Oma.


Davin pun menghentikan permainannya dan melihat kebelakang melihat Oma dan langsung memberikan tongkat golfnya pada Reyhan membuka sarung tangannya memberi semua pada Reyhan dan langsung menghampiri Omanya.


" Ada apa Oma?" tanya Davin dengan mengusap keringat di wajahnya dengan handuk putih.


" Kamu ngapain di sini? bukannya di kamar. Kamu ninggalin istri kamu sendirian?" tanya Oma.


" Oma, Kayra itu besar, masa iya aku harus temani dia terus," sahut Davin lumayan dengan nada kesal.


Tetapi apa yang di katakan Davin justru membuat Oma menautkan ke-2 alisnya dan menatap Davin dengan penuh curiga.


" Kamu dan Kayra seperti orang yang bukan berhubungan lama. Kalian seperti baru bertemu," ucap Oma tiba-tiba yang penuh curiga yang membuat Davin kaget dan langsung panik dengan seketika.


" Apa yang Oma katakan, aku hanya ingin reflesing sebentar dan lagian. Kayra juga sudah tidur, dia itu lelah dan makanya aku kemari tidak ingin mengganggunya," sahut Davin dengan tersenyum yang seolah tenang.


" Lalu kenapa wajah kamu tampak kesal seperti itu saat Oma bertanya?" tanya Oma. Oma sepertinya mantan pakar ekspresi yang bisa mengetahui ada sesuatu yang di sembunyikan cucunya.


" Oma, jangan aneh-aneh deh, siapa juga yang kesal. Masa iya pengantin baru kesal. Ya sudah aku mau kekamar dulu mau mandi dan istirahat," ucap Davin yang langsung pergi sebelum Omanya banyak bertanya yang terakhirnya membuatnya keceplosan.


Kepergian Davin membuat Reyhan ikut menyusul dengan menundukkan kepalanya kepada Oma.


" Tunggu dulu Reyhan!" cegah Oma.

__ADS_1


" Iya Oma ada apa?" tanya Reyhan.


" Tidak ada yang tersembunyikan yang Oma tidak ketahui?" tanya Oma menatap reyha curiga.


Reyhan langsung geleng-geleng dengan cepat. " Tidak Oma, tidak sama sekali, saya permisi dulu!" sahut Reyhan yang langsung pergi sebelum Oma mencurigainya dan bisa berabe kalau dia sampai keceplosan. Nasibnya akan berakhir di tangan Davin.


Oma menatap punggung Reyhan yang semakin lama semakin jauh. Yang Oma mencurigai sesuatu. " Hmmm, apa aku harus percaya, bukannya mereka ber-2 itu dari dulu memang begitu dekat dan pasti kalaupun Davin menyembunyikan sesuatu yang pasti Reyhan sekongkol dengannya," batin Oma yang memiliki rasa curiga yang besar pada cucunya.


*********


" Oma, kenapa sih dikit-dikit curiga, dikit-dikit curiga," gerutu Davin yang memasuki kamarnya yang mengoceh terus dan begitu masuk. Davin melihat Kayra yang sudah tertidur dengan santai.


" Enak sekali dia tidur, sementara aku di cecar oleh Oma. Hidupnya memang sesantai itu," gerutu Davin semakin naik darah dengan santainya Kayra yang tertidur.


Davin terlihat tidak mau mengganggu dan malas ribut yang akhirnya Davin melonggarkan dasinya. Davin langsung menuju lemari bagian pinggir dan langsung membukanya untuk mengambil pakaian gantinya.


Namun Davin langsung kaget dengan matanya yang melotot melihat ada yang tidak beres di dalam lemari itu. Pakaiannya yang tiba-tiba berganti menjadi pakaian wanita.


" Kenapa bisa berubah seperti ini. Kok jadi pakaian wanita," ucap Davin kaget dan langsung melihat ke arah Kayra.


" Kayra!" bentak Davin membuat Kayra tersentak dan langsung terbangun dengan mengerjapkan matanya.


" Apa yang kau lakukan!" gertak Davin dengan wajahnya yang memerah dan Kayra mencoba untuk duduk dengan wajah malasnya yang harus meladeni Davin lagi.


" Apa maksud mu. Memang apa yang aku lakukan?" tanya Kayra bingung.


" Apa ini!" tunjuk Davin pada isi lemari itu.


" Apa semua ini hah! Aku sudah mengatakan jangan menyentuh barang-barang ku dan kau malah seenaknya memindahkan pakaian ku dan mengisi pakaianmu, siapa yang memberimu izin!" teriak Davin dengan suaranya yang menggelegar yang tampaknya tidak suka dengan hal itu.


" Bukannya tadi kau mengatakan terserah. Lagian hanya satu lemari saja dan juga tidak membuat pakaian mu bertumpuk. Karena masih bisa di satukan," sahut Kayra dengan alasannya.


" Tetapi aku tidak memberimu izin!" tegas Davin.


" Ya namanya kau entah di mana, ya bagaimana aku meminta izin," sahut Kayra yang pasti ada saja jawabannya.


" Apapun itu, mau aku ada di sini atau tidak kau jangan melakukan di luar batasmu, apa lagi berani menyentuh pakaianku," tegas Davin. Kayra hanya menghembuskan napas beratnya, " sekarang keluarkan pakaian dari dalam sana!" perintah Davin.

__ADS_1


" Mana mungkin Davin. Jadi pakaian ku harus di mana aku letakkan," Kayra menolak yang merasa Davin ada-ada saja.


" Aku tidak peduli, keluarkan aku bilang!" tegas Davin.


" Aku tidak mau. Jika aku mengeluarkannya. Maka tidak akan ada tempat untuk pakaianku dan lagian hanya satu lemari saja," sahut Kayra menegaskan.


" Kau menentangku," sahut Davin Kayra diam saja.


" Jika kau tidak mau maka aku yang akan mengeluarkannya sendiri," sahut Davin memberi ancaman.


" Jika kau mengeluarkannya. Lalu di mana pakaianku di letakkan?" tanya Kayra lagi.


" Itu bukan urusanku," sahut Davin. Kayra berdecak kesal dengan Davin yang suka-suka membuat giginya sudah merapat ingin menerkam Davin.


" Baik. Jika kau tidak mau mengurusnya. Maka aku akan tanya orang di rumah di mana aku harus meletakkan pakaianku," sahut Kayra yang menuruni ranjang yang berjalan sepertinya ingin keluar dari kamar.


Davin langsung mengejarnya dengan menahan tangan Kayra. " Mau kemana kau? tanya Davin emosi.


" Bukan urusanmu," sahut Kayra membalas kata-kata Davin.


" Aku sudah memperingatimu Kayra untuk tidak main-main denganku," ucap Davin.


" Kau yang memulainya kau menyuruhku menjadi istrimu dengan semua syarat dan sebagainya. Tapi kau tidak bisa menyesuaikan kan dirimu dan diriku. Jika aku saja tidak mendapatkan tempat untuk pakaianku. Maka akan aku cari sendiri," ucap Kayra yang melepaskan tangannya dari Davin dan ingin membuka pintu.


" Berani kau keluar, kau akan tau akibatnya," ucap Davin memberikan ancaman untuk Kayra.


" Apa maksudmu, kau mengancamku," sahut Kayra.


" Kau dengarkan aku baik-baik. Pernikahan kita adalah kontrak dan aku yang berkuasa dan menentukan semuanya. Bukan kau, kehidupanmu ada di tanganku. Jika kau menyetujui pernikahan itu yang artinya kau menyetujui peraturanku. Karena seperti yang aku katakan kepadamu surat yang kubuat adalah benar dan tidak salah sama sekali dan jika kau tidak menyukainya. Maka kembali pada judulnya," ucap Davin menegaskan yang membuat Kayra yang tidak bisa melakukan apa-apa.


Davin menarik napasnya dan membuangnya perlahan, " Baiklah untuk 1 lemari dengan kelancanganmu akan aku terima. Tetapi jika kau berani bertindak tanpa sepengetahuanku dan tanpa iznku. Aku tidak akan mengampunimu," tegas Davin yang akhirnya memberi izin lemarinya di pakai Kayra.


" Terserah mu," sahut Kayra yang langsung kembali ketempat tidur merebahkan dirinya dari pada harus mengurusi Davin yang menurutnya tidak penting, karena apapun yang di bantahnya. Toh Davin juga yang menang.


Davin kembalimenarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. " Belum apa-apa sudah mencari masalah dia pikir hidup ini sesuai dengan kemauan dia apa," batin Davin dengan hembusan napas beratnya.


" Dia selalu saja mengaturku. Hanya karena lemari sampai membuat kepala ku sakit karena bangun tiba-tiba. Padahal tetap pakaianku ada di dalamnya. Memang dasar hidupnya sangat heboh harus ada pertikaian dulu," umpat Kayra di dalam hatinya dengan penuh kekesalan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2